Makanan Singa

Makanan Singa

Teman-teman, kalau kita mendengar kata " Singa ", niscaya nan ada dalam bayangan kita ialah hewan bersurai "emas" nan hobinya mengaum buat menakut-nakuti seluruh penghuni hutan. Tapi, tahukah teman-teman informasi seputar si raja hutan ini?

Si raja hutan ini dulunya sangat berkuasa di seluruh Afrika, India, dan jazirah Arab. Akan tetapi, sekarang populasinya sangat sedikit. Oh ya, meskipun kesannya singa jantan sangat galak dengan surainya, dalam perburuan, singa jantan tak pernah ikut. Justru singa-singa betinalah nan berburu.

Bahkan, dalam sebuah komunitas singa, biasanya cuma ada satu singa jantan dan sekitar 30 singa betina (dan singa-singa muda). Kalau ada dua singa jantan, berarti keduanya bersepakat buat berbagi kekuasaan.

Nama singa berasal dari kata Sansekerta 'simha'. Dalam bahasa Inggris, singa disebut lion . Kata lion berasal dari bahasa Latin yakni leo dan bahasa Yunani Antik yakni leon . Sementara itu dalam bahasa Ibrani, hewan ini disebut lavi .



Karakteristik Fisik Singa

Si raja hutan ini ialah jenis kucing terbesar dan tertinggi. Tingginya berbeda 14 cm dari harimau. Raja hutan ini mirip dengan harimau, terutama bentuk kerangka tubuhnya. Seekor singa jantan dewasa berbobot sekitar 150 - 250 kg (umumnya 181 kg) dan singa betina sekitar 120 - 182 kg (umumnya 126 kg). Si raja hutan ini memiliki ekor panjang nan ditumbuhi sejumput bulu di ujungnya. 'Jambul' nan terletak di ekor ini berukuran variatif dari singa satu ke singa lainnya.

Ukuran si raja hutan ini beragam, tergantung pada kondisi habitatnya. Misalnya, singa di Afrika bagian selatan lebih berat 5% dari singa di Afrika bagian Timur.

Selain dari ukuran, singa jantan dan betina dapat dibedakan dari surainya. Singa jantan memiliki surai besar di kepala sampai lehernya sedangkan sang betina tidak. Kalian tahu fungsi surai bagi singa jantan? Singa jantan dianggap sebagai pimpinan komunitas singa.

Oleh sebab itu, singa jantan harus sering bertarung dengan sesama singa jantan nan datang dari luar buat merebut komunitasnya. Nah, salah satu fungsi surai mereka ialah buat membuat badan singa jantan terlihat lebih besar sehingga singa jantan lawannya menjadi ketakutan. Selain itu, surai singa jantan juga berfungsi buat menakut-nakuti hyena, hewan saingan si raja hutan dalam berburu.

Lebat atau tidaknya ukuran surai si raja hutan ini dipengaruhi oleh beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut meliputi aspek keturunan atau genetis, kematangan seksual, produksi hormon testosteron, dan iklim tempatnya hidup.

Warna surai beragam, mulai dari nan berwarna emas terang sampai gelap. Rona ini menunjukkan taraf kesehatan seekor singa. Semakin gelap warnanya (dan semakin lebat bulunya), semakin sehat singa tersebut. Singa betina juga cenderung menyukai singa jantan nan surainya lebat dan gelap.



Sifat dan Konduite Singa

Si raja hutan ini termasuk hewan nan tak banyak bergerak. Mereka dapat diam saja tidak melakukan sesuatu nan berarti selama hampir 20 jam dalam sehari. Aktivitas mereka banyak dilakukan di petang hari sampai matahari terbit. Aktivitas itu meliputi bersosialisasi, membersihkan tubuh, dan buang air. Aktivitas perburuan juga lazimnya dilakukan di malam hari.

Tidak seperti jenis kucing besar lainnya nan cenderung hayati menyendiri, mereka hayati berkelompok. Mereka hayati dan berburu bersama-sama. Sekelompok singa biasanya terdiri dari seekor singa jantan dewasa sebagai pemimpin kelompok, 5 - 6 ekor singa betina, dan anak-anak singa baik jantan maupun betina.

Biasanya ada juga kelompok singa nan memiliki 1 - 2 pejantan. Jika lebih dari itu, lama-kelamaan para singa jantan berkelahi dan saling mengusir. Anak singa jantan nan beranjak dewasa pun akan diusir dari kelompok buat membentuk kelompoknya sendiri.

Pada sebuah kelompok singa, singa betina-lah nan melakukan perburuan mangsa. Bentuk tubuh singa betina nan lebih langsing, kecil, lincah, dan tangkas menguntungkan dalam berburu. Jika singa jantan nan berburu, ia akan kerepotan sebab adanya surai. Surai tersebut membuatnya gampang dikenali oleh mangsa dan membuat sang raja hutan mudah kepanasan saat berlari mengejar mangsa.

Meski demikian, pada beberapa kasus singa jantan membantu para betina membunuh mangsa nan sudah dilumpuhkan sebelumnya. Saat makan, singa jantan akan makan duluan, dan membagi jatahnya buat para anak mereka; sedangkan singa betina memakan sisanya. Apabila kebetulan singa jantan menangkap dan membunuh mangsanya sendirian, ia akan menjadi sangat pelit dan tak mau membagi makanannya kepada anak-anak singa dan para singa betina dalam kelompoknya.

Singa jantan dan betina dalam suatu kelompok memiliki pencerahan buat melindungi kelompoknya dari gangguan singa asing. Mereka akan bekerja sama dalam melawan singa nan mereka anggap sebagai penyusup.



Makanan Singa

Si raja hutan ini ialah hewan karnivora. Meski demikian, mereka tak sembarang memakan daging apa pun. Mereka menyukai beberapa jenis hewan tertentu. Jika mereka menemukan jenis hewan nan mereka sukai, mereka akan bekerja sama menguntit mangsa sampai ia lengah dan menyergapnya bersama-sama.

Makanan mereka ialah mamalia herbivora, terutama kuda zebra, kerbau, wildebeest, kijang Afrika, dan warthogs. Sementara itu singa India suka memakan rusa, babi hutan, dan kijang. Jerapah nan tinggi pun dapat dilumpuhkan oleh sekelompok singa. Beberapa mamalia lain juga terkadang diburu, terutama saat musim kemarau ketika mereka butuh banyak asupan nutrisi buat melewati masa kekeringan.

Setelah mangsa didapatkan, mereka akan memakannya. Biasanya, mereka mempunyai bagian-bagian tubuh dari mangsanya nan menjadi favorit mereka. Sebagian besar singa menyukai organ hati mangsanya. Meskipun hewan karnivora, mereka terkadang mengonsumsi beberapa jenis rerumputan buat melancarkan pencernaannya.



Cerita tentang Singa

Oh ya, singa banyak sekali digunakan sebagai inspirasi cerita rakyat pada masa tradisional dan film pada masa modern. Biasanya, dalam cerita rakyat maupun film, mereka digambarkan sebagai penguasa hutan nan kejam. Yang menarik, ada kisah Kalilah dan Dimnah. Dalam kisah ini, dikisahkan seekor singa nan terbiasa mengganggu para binatang; membunuh dan menyantap mereka.

Akhirnya, para binatang mengajak Singa berunding. Para binatang setuju buat menyerahkan salah satu dari mereka setiap hari buat memuaskan rasa lapar sang singa. Syaratnya, Sang Singa berhenti mengganggu para binatang. Sejak saat itu, setiap hari ada binatang nan mengorbankan diri.

Suatu hari, tibalah giliran Kelinci sebagai korban Singa. Akan tetapi, kelinci sengaja datang berlambat-lambat. Tentu saja ketika kelinci tiba, singa menghardiknya. Kelinci berkilah tentang alasan keterlambatannya. Menurut kelinci, ia dan kelinci lain sudah ditetapkan sebagai persembahan bagi singa.

Akan tetapi, seekor singa asing telah merampas kelinci nan satunya. Mendengar hal ini, kemarahan singa meluap. Ia memerintahkan kelinci buat menunjukkan di mana singa pesaingnya itu bersembunyi. Pretensi takut, kelinci meminta singa buat membawanya di punggung sepanjang perjalanan. Kelinci mengarahkan Singa ke sebuah sumur.

Saat melihat ke dalam sumur, Sang singa melihat bayangan dirinya dan kelinci. Singa berpikir bahwa bayangan itulah sang singa asing nan merampas haknya. Singa pun terjun buat menyerang singa bayangan, dan tenggelam. Sementara itu, kelinci sukses melompat dari punggung sang singa dan melarikan diri. Dari kisah ini, kita dapat mempelajari bahwa kejahatan dapat diatasi dengan kecerdasan akal.



Kisah Christian Sang Singa

Sebuah video di Youtube nan dibuat sekitar tahun 70-an menceritakan dua orang laki-laki nan membeli seekor singa terlunta-lunta di sebuah pasar di Inggris. Singa kecil itu diberi nama Christian. Rasa sayang ditunjukkan oleh dua sekawan tersebut terhadap Christian. Mereka melatih Christian sebisanya. Christian pun membalas afeksi tersebut dengan bersikap manis dan sangat manja.



Afrika

Melihat perkembangan Christian nan begitu pesat, akhirnya Christian dibawa ke Afrika. Lewat setahun perpisahan di antara ketiganya telah membuat kedua sahabat tersebut merasa sangat merindukan Christian. Tekad mereka hendak mengunjungi Christian tentunya dihalangi oleh teman-teman mereka nan lain. Bagaimanapun Christian ialah seekor singa. Tapi keduanya konfiden bahwa Christian akan mengenali mereka.

Akhirnya tekad dan kerinduan membawa mereka menemui Christian di Afrika. Setelah menunggu sekian jam, Christianpun menyambangi mereka dan menumpahkan semua kerinduan kepada dua sahabat manusianya.

Gambar nan memperlihatkan betapa seekor singapun mampu membalas kerinduan kepada manusia dan bersikap seolah-olah seperti manusia nan merindu. Christian memeluk kedua sahabatnya bergantian. Sungguh suatu momen nan sangat mengharukan. Cinta dan persahabatan tidak mengenal batas jenis makhluk. Hanya hati nan tulus mencintalah nan mampu mendapatkan afeksi yang suci.



Perpisahan

Bagaimanapun tidak mungkin Christian dibiarkan bersahabat dengan manusia buat masa waktu nan lama. Christian butuh ruang buat menjadi seekor singa nan sejati. Akhirnya kedua sahabat tersebut mengkhilaskan kepergian Christian dan tidak mengunjunginya lagi. Tragisnya sejak itu, populasi singa baik di Afrika dan di belahan dunai nan lain, semakin menurun. Penurunan ini bukannya tak menyebabkan masalah bagi kehidupan manusia.

Singa menduduki peringkat atas pada rantai makanan. Bila jumlah singa menurun, maka akan ada ketimpangan rantai makanan nan akan membuat sebagian hama dan hewan-hewan nan seharusnya menjadi mangsa para predator akan semakin melimpah ruah.



Penyakit

Jangankan singa, kucing nan mirip dengan singa saja, kalau jumlahnya berkurang, maka tikus akan merajarela. Jikalau tikus merajarela, itu tandanya kerusakan dan penyakit nan bersumber dari tikus akan menyeruak lagi. Kalau sudah begini, makhluk nan dinamakan manusialah nan akan menanggung akibatnya.

Singa memang makhluk buas. Tapi keberadaannya merupakan penjaga ekuilibrium lingkungan hayati manusia dan makhluk lainnya.

Inspirasi

Singa ialah kucing besar nan mendapatkan loka sangat istimewa di global cerita dan global perfilman. Inspirasi dari singa ini telah menghiasi majemuk film seperti Lion King 1 , 2 , dan 3 . Selain itu, singa juga dianggap raja hutan nan mempunyai berbagai khasiat termasuk diyakini dapat membuat tenaga pria semakin kuat. Keyakinan sebagai obat kuat inilah nan banyak menyebabkan singa wafat di tangan para pemburu.

Anak singa nan lucupun kadang diambil oleh pengelola sirkus lalu dirawat, dipelihara, dan dilatih agar dapat menjadi hewan pertunjukkan nan sangat menggemaskan. Seharusnya singa memang berada di habitatnya. Makhluk nan juga mempunyai kemampuan berenang ini tak boleh diganggu. Biarkanlah mereka hayati bebas. Jika jumlahnya membahayakan manusia, barulah manusia mengambil tindakan.