Versi Lain Kuntilanak

Versi Lain Kuntilanak

Rasa-rasanya setiap orang di Indonesia, terlebih bangsa Indonesia akrab dengan kata kuntilanak. Rahasia kuntilanak dikenal di wilayah Indonesia mana pun mulai dari anak kecil hingga orang tua sekali pun. Rahasia kuntilanak, entah awalnya muncul dari mana dan oleh siapa, nan jelas saat ini masyarakat kita tak asing lagi dengan hantu nan satu ini.



Misteri Kuntilanak

Ada nan menyebutkan asal mula kuntilanak, yakni seorang perempuan bernama Kunti nan hamil kemudian melahirkan. Namun, di saat bayinya telah keluar, ia meninggal dunia. Tak sempat melihat sosok si buah hati, terlebih menggendong dan menyusui.

Kemudian, santerlah kabar nan menyebutkan melihat sosok Kunti memakai jubah putih mengais-ais anaknya. Itu sebabnya jika di masyarakat kita beredar mitos jika ada perempuan nan melahirkan, kemudian meninggal atau perempuan hamil meninggal sebelum sempat melahirkan anaknya, maka ia akan menjadi kuntilanak.

Benar atau tak awal cerita tersebut, nan niscaya sepertinya semua sepakat bahwa kuntilanak ialah sosok perempuan berjubah putih. Entah mengais bayi atau tak itu persoalan lain.

Masyarakat kita percaya bahwa kuntilanak memang merupakan sosok perempuan berjubah putih berambut panjang terurai. Kerap melayang-layang, hadir sepintas pada bangunan tua tidak berpenghuni atau duduk di ranting pohon besar. Ada nan menyebut ia suka bernyanyi, entah lagu apa. Ada nan menyebut ia malah suka tertawa.

Entah sebetulnya hal lucu apa nan membuat sosok kuntilanak sering tertawa. Biasanya sosok ini muncul secara sepintas, seolah-olah berjalan dari satu bangunan tua ke sebuah pohon nan rindang, atau sedang duduk asyik di ranting pohon sambil berayun-ayun.

Ada pula nan menyebutkan pernah melihatnya melakukan aktivitas lain, seperti menggendong bayi, menyisir rambut, dan aktivitas lainnya nan biasa dilakukan oleh perempuan.

Ada pula nan menyebutkan bahwa kita dapat mengidentifikasi kemunculan kuntilanak ini dari bau-bauan. Jika kita mencium bau kembang melati padahal tak ada pohon melati, berarti ia memang berada di sekitar itu.

Ada pula nan menyebutkan kemunculannya ditandai seolah-olah kita mencium bau jeruk nipis. Majemuk cerita nan muncul dibalik misteri kuntilanak .

Ada pula nan mengatakan bahwa kehadirannya dapat ditandai dari segi bunyi. Banyak nan menyepakatinya. Bukan dari bunyi tertawa, namun dari bunyi identitasnya, yakni bunyi suara anak ayam. Menurut cerita, jika terdengar bunyi anak ayam bersuara, maka itulah kuntilanak.

Entah bunyi itu bermakna apa, mengapa pula diidentikkan dengan suara anak ayam. Hanya saja, nan niscaya masyarakat kita percaya jika bunyi anak ayam terdengar itu tandanya kuntilanak sedang bercerita mengenai apa nan dialami atau nan dirasanya dengan cara menyanyi.

Konon, hantu ini tak membahayakan hanya mengganggu saja. Ia ingin bermain sebab merasa kesepian dan sedih. Asal kita tak mengganggu, ia pun tak akan mengganggu kita sebab sesungguhnya kehidupannya dengan manusia jelas berbeda.



Versi Lain Kuntilanak

Versi lain dari hantu kuntilanak ialah sundel bolong. Ia ialah hantu wanita dengan lubang besar di punggungnya. Kematiannya sungguh tragis. Ia melahirkan jabang bayi melalui punggungnya. Ia selalu menghantui dan menakut-nakuti orang-orang nan bekerja di malam hari, seperti tukang sate, hansip, tukang ojeg, atau para lelaki hidung belang nan berkeliaran di tengah malam.

Umumnya sundel bolong digambarkan sebagai wanita cantik dengan berambut panjang dan bergaun rona panjang berwarna putih nan bolong di bagian punggungnya, nan sedikit tertutup rambut panjangnya, sehingga organ tubuh bagian perut terlihat.

Banyak nan menyangka bahwa sundel bolong sama dengan kuntilanak. Karena dalam mitosnya, keduanya digambarkan sama-sama berambut panjang dan mengenakan gaun putih. Adapun nan membedakan antara kuntilanak dengan sundel bolong, yaitu punggungnya nan bolong (berlubang).

Dalam mitos Indonesia, hantu sundel bolong ialah arwah penasaran dari wanita nan wafat sebab diperkosa dan kemudian melahirkan anaknya di dalam kubur. Menurut mitos juga, sundel bolong juga malu dengan bolong nan ada di punggungnya, sehingga rambutnya pun sengaja menutupi lubang nan ada di punggungnya.

Sering dikatakan bahwa sundel bolong menjelma sebagai wanita cantik nan berjalan seorang diri dijalan nan sunyi lagi sepi. Ada dugaan bahwa mitos ini diciptakan dan disebarluaskan di Indonesia buat menghindari wanita nan berjalan sendirian saat malam hari di pedesaan dari gangguan laki-laki nan berniat jahat, terutama buat memperkosa.

Perwujudan ini sangat kuat digambarkan dalam film horor Indonesia pada tahun 80-an di mana banyak diperankan oleh aktris kawakan Suzanna. Tidak sedikit film horor dari Indonesia nan telah menggunakan sundel bolong sebagai pokok cerita, tapi nan dianggap telah memopulerkan sundel bolong ialah film “Sundel Bolong” pada tahun 1981.

Ada lagi hantu kuntilanak nan paling menyeramkan, yaitu kuntilanak merah terowongan Casablanca di Jakarta. Penduduk sekitar sering mendengar tangisan misterius seorang wanita, tapi ketika didekati suara itu langsung menghilang dan berpindah.

Di terowongan itu juga sering terjadi kecelakaan berujung maut tanpa penyebab pasti. Menurut cerita hantu nan tersiar, beberapa pengemudi melihat penampakan wanita berbaju merah nan berambut panjang dan kusut lalu menyeberang jalan secara tiba-tiba.

Tak ayal pengemudi banting setir buat menghindarinya, sehingga mobil nan dikemudikannya tersebut menabrak trotoar atau kendaraan lain. Syahdan terowongan Casablanca dibangun di atas perkuburan dan banyak arwah nan tak senang. Karena itulah, beredar kabar bahwa sebelum memasuki terowongan, pengemudi harus membunyikan klakson tiga kali agar tak diganggu kuntilanak merah dan arwah penghuni terowongan.

Cerita hantu kalong wewe ini sangat mengerikan. Wujudnya seperti kelelawar raksasa, bertaring, berwajah menakutkan, dan selalu menculik anak-anak nan bahagia bermain hingga matahari terbenam.

Anak-anak itu akan disembunyikan ke dalam gua buat dijadikan santapannya. Oleh sebab itu, cerita hantu ini sering dijadikan senjata para orang tua buat memperingatkan anak-anaknya agar tak bermain hingga sore hari.

Tidak hanya di Indonesia, hantu gentayangan juga beredar di negara lain, seperti di negara Jepang. Hantu dari Jepang ini beredar juga di Indonesia berupa film hantu. Berikut ini hantu dari Jepang.

Nah, siapa tak kenal Sadako? Cerita hantu Jepang penghuni sumur tua di kampung Teitan. Kematiannya sungguh misterius. Ia ditemukan tak bernyawa di pinggir sumur tua tersebut. Para penduduk kampung Teitan sering melihat penampakan Sadako sedang duduk di pinggir sumur tua atau sedang berjalan merangkak keluar sumur.

Cerita hantu Sadako nan membuat orang tak dapat tidur nyenyak ialah ketika ia muncul secara tiba-tiba di televisi. Sedang asik-asiknya nonton, tiba-tiba acara televisi berganti dengan gambar bersemut.

Kemudian, muncullah penampakan Sadako berpakaian putih dengan rambut panjang menutupi wajahnya nan pucat di depan sumur tua sedang berjalan menuju penonton. Sebelum penonton sadar dari keterkejutannya, ia langsung keluar dari layar televisi dan membunuh penontonnya satu persatu dengan cara nan mengerikan.

Sadako merupakan hantu dari Jepang nan ciri-cirinya, yaitu wanita berambut panjang menutupi mukanya dan memakai gaun panjang berwarna putih. Mirip kuntilanaknya Indonesia.

Dulunya Sadako ialah seorang anak nan cerdas, ceria, sangat energik, mungkin istilah Indonesianya ‘pecicilan’, hingga orang tuanya selalu mengingatkan agar ia duduk manis barang sejenak.

Sadako sangat bahagia lari-larian. Ia pun menikmati menjadi bagian dari tim lari estafet di sekolahnya. Pada tanggal 21 Februari 1955, Sadako mulai masuk rumah sakit. Kemudian dia didiagnosa terjangkit leukimia sebagai akibat bom atom nan dijatuhkan oleh tentara sekutu Amerika.

Pada bulan November 1954, tumbuhlah cacar pada leher dan bagian belakang telinganya. Pada bulan Januari 1955, mulai timbul titik berwarna ungu pada kakinya.

Kemudian pada tanggal 25 Oktober 1955 Sadako meninggal global di usianya nan ke 12 tahun. Itulah sekilas sejarah hayati Sadako, nan kemudian kisah ini terkenal di luar Jepang. Bahkan kisah ini dijadikan sebuah novel nan berjudul “The Day of The Bomb” nan ditulis oleh seorang berkebangsaan Austria, Karl Bruckner.

Itulah sekelumit cerita hantu menyeramkan nan populer di dunia. Namanya juga cerita, tak harus dipercaya, bukan? Meskipun alam ghaib itu ada, akan tetapi makhluk halus nan jail dan dursila tak akan mengganggu orang nan beriman kepada Tuhannya. Demikian uraian tentang misteri kuntilanak dan beberapa rahasia hantu lainnya.