Peranan Glukosa dalam Proses Metabolisme Tubuh

Peranan Glukosa dalam Proses Metabolisme Tubuh

Glukosa merupakan salah satu zat nan ada dalam tubuh. Secara khusus, glukosa berada terkandung di dalam darah. glukosa merupakan zat nan berasal dari karbohidrat dari makanan. Glukosa ini kemudian disimpan dalam bentuk glikogen di dalam hati dan otot rangka. Kadar glukosa dalam tubuh dipengaruhi 3 jenis hormon, yaitu insulin, glukagon, dan somatostatin. Hormon-hormon tersebut dihasilkan oleh kelenjar pankreas.

Selain ada dalam tubuh manusia, glukosa pun sangat krusial bagi makhluk hayati lainnya, seperti tumbuhan dan hewan. Pada makhluk hidup, glukosa berguna sebagai penghasil tenaga.



Fungsi Insulin, Glukagon, dan Somatostatin dalam Glukosa

Insulin nan dihasilkan kelenjar pankreas ini berfungsi mengatur pemakaian glukosa.

Pemakaian glukosa dalam tubuh ini dapat dengan berbagai cara, seperti meningkatkan pemasukan glukosa dan kalium ke dalam sel; mendorong proses buatan glikogen dalam organ hati dan otot; memicu perubahan glukosa menjadi asam lemak dan trigliserida; dan meningkatkan buatan protein dari metabolism glukosa. Dengan kata lain, hormon insulin ini memiliki berfungsi buat meningkatkan penyimpanan energi dan menumbuhkan pemakaian glukosa.

Sementara itu, glukagon nan dihasilkan oleh kelejar pankreas berfungsi buat meningkatkan proses buatan protein dan berguna buat menstimulasi glikogenolosis atau proses perubahan glikogen cadangan menjadi glukosa. Selain itu, glucagon pun berfungsi buat membalikkan imbas dari insulin.

Selain insulin dan glukagon, kelenjar pankreas pun menghasilkan somatostatin. Zat somatostatin ini berfungsi buat menghambat proses sekresi glucagon dan insulin. Hormon somatostatin ini pun berfungsi buat menghambat pertumbuhan dan hormon-hormon hipofisis nan menstimulus tiroid dan adrenal.

Sebagai manusia, niscaya memerlukan makan dan minum. Jadi, setelah makan dan minum, akan terjadi peningkatan kadar glukosa atau gula darah. Peningkatan kadar gula dalam darah atau glukosa ini akan mempengaruhi kelenjar pankreas buat menghasilkan insulin. Fungsi hormon insulin nan dihasilkan kelenjar pankreas ini ialah buat mengatur kadar gula atau glukosa dalam tubuh.

Hormon insulin ini bekerja mengatur kadar gula darah atau glukosa dengan cara memasukkan gula ke dalam darah ke dalam sel. Glukosa nan diimpan di dalam sel ini bisa diperbaharui menjadu sumber energi.

Jika hormon insulin ini terganggu, baik kelainan insulin sekresi, kelainan sistem kerja insulin, maupun gabungan keduanya, akan mengakibatkan konsentrasi glukosa dalam darah tak terkontrol. Jadi, dapat dikatakan bahwa hormon insulin nan dihasilkan kelenjar pankreas ini sangat krusial bagi tubuh buat mengatur kadar glukosa dalam darah. Jika glukosa dalam darah tak terkontrol, akan mengakibatkan timbul berbagai jenis penyakit, seperti diabetes melitus.

Jika kadar gula darah atau glukosa dalam darah menuru, akan mengakibatkan hipoglikemia. Hipoglikemia ini diakibatkan sebab asupan makanan nan kurang bergizi. Selain itu, dapat juga hipoglikemia dapat diakibatkan sebab darah mengandung telalu banyak insulin.

Selain hipoglikemia, kadar gula dalam darah atau glukosa pun dapat mengalami kenaikan. Kenaikan glukosa atau gula dalam darah ini terjadi dampak kadar hormon insulin dalam darah tak mencukupi atau tak bekerja tak baik. Jika kandungan glukosa dalam darah terlalu tinggi, akan mengakibatkan penyakit diabetes mellitus.

Jika kadar glukosa dalam darah diukur kapan saja (tanpa mempertimbangkan makan terakhir), mencapai lebih dari sama dengan 200 mg/dl, jika kadar gula atau glukosa diukur setelah puasa, mencapai lebih dari 126 mg/dl, dan jika kadar gula darah atau glukosa setelah puasa, mencapai lebih dari 200 mg/dl, hal itu semua mengindikasikan terjangkit penyakit diabetes mellitus.



Peranan Glukosa dalam Proses Metabolisme Tubuh

Dalam proses metabolisme tubuh, glukosa memiliki peranan penting. Glukosa dalam tubuh diserap oleh darah dalam system peredaran darah melalui proses pencernaan makanan. Sebagian dari glukosa ini langsung diserap oleh tubuh buat menghasilkan "bahan bakar" sel otak.

Sebagian dari glukosa lainnya menuju hati nan disimpan dalam bentuk glikogen dan menuju otot nan disimpan dalam bentuk lemak. Glikogen bisa dikatakan sebagai sumber energi cadangan nan bisa dimanfaatkan oleh tubuh. Glikogen itu akan diubah menjadi glukosa jika dibutuhkan lebih banyak energi.



Cara Mengukur Kadar Gula Darah atau Glukosa Sendiri

Sekitar 25 tahun silam, orang nan dapat mengukur kadar glukosa atau kadar gula darah secara sendiri sedikit sekali. Mayoritas, dulu orang mengukur kadar glukosa atau kadar gula darah hanya diukur sesekali saja. Itu pun dilakukan jika berkunjung ke dokter buat memeriksakan kadar kandungan glukosa atau kadar gula dalam darah.

Namun saat ini, perkembangan teknologi kesehatan semakin maju. Hal ini telah dibuktikan dengan diciptakannya alat ukur glukosa nan bisa digunakan sendiri. Alat pengukur kadar glukosa dalam darah itu diberi nama glucose meter.

Saat ini, alat pengukur kadar glukosa dalam darah itu tak bisa dipisahkan dalam kehidupan para penderita diabetes. Kehadiran alat pengukur kadar glukosa dalam darah ini sangat krusial sebab dengan alat ini para penderita diabetes mellitus bisa mengontrol dan mengetahui sendiri kadar glukosa dalam darah.

Tingkat glukosa atau gula darah dalam tubuh bersifat naik turun atau fluktuatif. Gejala penyakit diabetes mellitus pun berbeda pada setiap orang. Kadar gula dalam darah atau glukosa nan hiperbola dalam tubuh akan mengakibatkan penyakit diabetes.

Diabetes mellitus ini ditandai dengan sering buang air kecil degan frekuensi nan berlebihan. Selain itu, kadar glukosa dalam tubuh pun sulit buat diprediksi. Mayoritas, gejala diabetes akan muncul ketika kadar glukosa atau gula dalam darah sudah menimbulkan kerusakan dalam tubuh.

Dengan melakukan pengukuran kadar glukosa atau gula dalam darah, baik melakukan inspeksi secara medis atau melakukan sendiri menggunakan alat ukur glucose meter, para penderita diabetes mellitus bisa mengetahui kandungan glukosa atau gula darah dalam tubuh. Jadi, penderita diabetes bisa melakukan tindakan preventif buat menurunkan atau menstabilkan kandungan glukosa dalam tubuh.

Berikut ini cara menggunakan alat pengukur kandungan glukosa atau gula darah dalam tubuh, glucose meter.

  1. Siapkan alat glucose meter, alkohol, kapas, jarum penusuk dan alat penusuk, serta tes strip.

  2. Cuci dan keringkan tangan sebelum melakukan pengambilan darah agar menghindari kontaminasi.

  3. Selanjutnya, masukkan jarum penusuk ke dalam alat penusuk. Perlu diperhatikan, pastikan jarum nan dipakai steril dan baru. Gunakan jarum hanya sekali pakai.

  4. Letakkan ujung jari nan akan ditusuk dan diambil sampel darahnya. Lebih baik, gunakan ujung jari nan bhineka buat pengambilan darah. Usahakan jangan mengambil darah dari ujung jempol dan kelingking.

  5. Setelah dilakukan penusukan pada ujung jari, bersihkan ujung jari nan telah ditusuk dengan menggunkan kain kasa atau kapas nan sudah diberi alkohol.

  6. Simpan darah hasil tusukan tersebut ke dalam tes strip. Pastikan tes strip itu belum kadaluarsa. Jika kadaluarsa, proses pengukuran kadar glukosa menjadi tak akurat.

  7. Lalu, lihat hasil pengukuran kadar glukosa dalam darah pada glucose meter. Kadar glukosa normal antara lain 72-126 mg/dl (saat puasa), 180 mg/dl (saat puasa), dan 144 mg/dl (saat malam).


Glukosa - Makanan Pengontrol Diabetes

Penderita diabetes mellitus sangat diatur pola makannya. Untuk itu, ada beberapa makanan nan perlu dikonsumsi para penderita diabetes mellitus buat mengontrol kadar glukosa dalam darah.

  1. Labu pahit, mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah. Namun, jangan gunakan sayuran ini berbarengan dengan obat medis penurun kadar glukosa.

  2. Gandum, gandum bisa mengontrol kadar glukosa dalam darah.

  3. Apel, apel menurut penelitian bisa membantu menurunkan kebutuhan insulin dalam tubuh.

  4. Kacang, mampu mengontrol kadar glukosa dalam tubuh.

  5. Bawang putih, mampu menurunkan kadar glukosa atau gula darah dalam tubuh.

  6. Brokoli, mampu mengontrol kadar glukosa atau gula darah dalam tubuh.

Itulan klarifikasi mengenai glukosa. Sebenarnya, glukosa sangat membantu kineja metabolisme tubuh, tapi jika tubuh mengalami kekurangan glukosa atau kelebihan glukosa akan menyebabkan penyakit, seperti diabetes mellitus (kelebihan kadar glukosa atau gula darah dalam tubuh).