Obat Herbal buat Pengobatan Kanker Serviks

Obat Herbal buat Pengobatan Kanker Serviks

Serviks atau leher rahim ialah dari organ kewanitaan nan berada di bagian bawah rahim (uterus). Rahim atau uterus terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian atas nan disebut tubuh rahim dan bagian bawah nan disebut leher rahim (serviks). Serviks atau leher rahim ini menghubungkan tubuh rahim dengan vagina. Serviks atau leher rahim membantu proses persalinan dan membantu jalannya sperma.

Bagi wanita, serviks ini menjadi salah satu organ krusial nan perlu dijaga kebersihan dan kesehatannya sebab organ ini berhubungan dengan organ reproduksi. Jika tak dijaga kebersihan dan kesehatannya, bagian serviks sangat retan terkena penyakit. Tak tanggung-tanggung, penyakit nan menyerang serviks ini ialah kanker. Ya, kanker serviks ialah penyakit nan menyerang bagian serviks atau leher rahim. Jadi, setiap wanita dianjurkan buat selalu merawat daerah kewanitaannya agar bisa mencegah terjadinya kanker serviks.



Apa sih Kanker Serviks Itu?

Apakah Anda tahu apa itu kanker serviks? Kanker serviks merupakan penyakit kanker nan meyerang daerah servik atau leher rahim. Serviks atau leher rahim ialah bagian dari organ reproduksi wanita. Serviks atau leher rahim ini merupakan jalan masuk primer ke arah rahim. Letak serviks ini berada di antara rahim (uterus) dan vagina. Penyakit kanker serviks ini disebabkan oleh virus nan bernama human papilloma virus (HPV).

Sebanyak 99 % kasus kanker serviks nan menyerang wanita disebabkan oleh virus papilloma . Virus papilloma ini menyerang leher rahim. Jika virus ini menginfeksi, awalnya akan menyerang bagian serviks atau leher rahim. Namun, jika sudah memasuki stadium lanjut, kanker serviks ini akan menyebar luas menuju organ-organ lain.

PBB melalui Badan Kesehatan Global (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa sekarang ini penyakit kanker serviks nan menyerang kaum hawa ini menempati peringkat teratas di antara jenis-jenis kanker nan mengakibatkan kematian pada wanita di dunia. Sementara di Indonesia, setiap tahunnya diketahui sebanyak lebih dari 15.000 kasus kanker serviks terdeteksi. Hampir setengahnya atau sekitar 8.000 kasus kanker serviks nan menyerang wanita berakhir dengan kematian.

Badan Kesehatan Global (WHO) meyatakan bahwa Indonesia merupakan negara nan memiliki jumlah penderita penyakit kanker serviks nan terbanyak di dunia. Bisa disimpulkan bahwa kanker serviks ini sangat berbahaya. Mengapa kanker serviks begitu berbahaya? Hal ini dikarenakan kanker serviks ibarat musuh dalam selimut sehingga sulit sekali buat dideteksi.

Penyakit kanker serviks terbentuk secara pelan-pelan. Awalnya, beberapa sel normal berubah menjadi sel prakanker, kemudian sel prakanker itu berubah menjadi sel kanker. Perubahan sel prakanker menjadi sel kanker ini bisa terjadi dalam kurun waktu bertahun-tahun, tapi juga dapat berlangsung dengan cepat. Perubahan sel prakanker menjadi kanker serviks ini disebut displasia.

Seperti telah disebutkan di atas bahwa kanker serviks ini disebabkan oleh virus HPV ( Human Papilloma Virus ).Virus penyebab kanker serviks ini memiliki lebih dari 100 jenis. Sebenarnya, mayoritas jenis virus ini tak berbahaya. Namun, virus nan bisa menyebabkan kanker serviks ini ialah jenis virus human papilloma tipe 16 dan 18.

Pada stadium awal, kanker serviks sporadis menimbulkan gejala. Jadi, bagi Anda nan sudah aktif secara seksual bisa memeriksakan diri buat mengetahui kesehatan organ serviks dengan cara tes Pap smear . Gejala-gejala terinfeksi kanker serviks akan timbul jika kanker serviks sudah berada dalam stadium lanjut. Gejala kanker serviks pada stadium lanjut di antaranya sebagai berikut.

  1. Timbul rasa sakit serta pendarahan saat berhubungan seksual.
  1. Terjadi keputihan nan tak normal.
  1. Terjadi pendarahan di luar siklus menstruasi.
  1. Terjadi penurunan berat secara badan drastis.
  1. Jika kanker serviks sudah menyebar ke daerah panggul, si penderita akan menderita keluhan nyeri punggung.
  1. Akan terjadi kendala dalam berkemih dan pembesaran ginjal.

Kanker serviks memiliki masa preinvasif atau masa perkembangan sel-sel abnormal menjadi sel ganas nan cukup lama. Jadi, jika sudak mengetahui sejak awal bahwa ada virus papilloma nan meyerang bagian serviks, dapat dilakukan tindakan nan lebih lanjut secara cepat. Jika virus tersebut menjangkit, masa perkembangan virus itu sangat lama bias mencapai 5-20 tahun. Masa perkembangan nan cukup lama tersebut mulai dari termin inveksi virus papilloma hingga berkembang menjadi kanker serviks .

Seperti nan telah dijelaskan di atas bahwa buat mendeteksi kanker serviks bisa dilakukan dengan cara melakukan tes pap smear. Tes pap smear ialah suatu cara inspeksi baku nan dilakukan buat mendeteksi kanker serviks atau kanker leher rahim. Akan tetapi, tes pap smear ini bukanlah cara satu-satunya nan bisa dilakukan buat mengetahui penyakit kanker serviks. Selain tes pap smear , ada juga tes inspeksi kanker serviks dengan menggunakan asam asetat (cuka). Menggunakan metode asam asetat buat mengetahui penyakit kanker serviks ini tergolong murah dan lebih mudah buat dilakukan.Selain dua cara buat mendeteksi kanker servik itu, ada juga cara lain nan dipercaya lebih akurat, yaitu dengan cara teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

Kanker serviks berisiko menyerang wanita nan sudah aktif secara seksual. Interaksi seksual nan tak sehat, dalam hal ini berganti-ganti pasangan, bisa meningkatkan risiko terserang penyakit kanker serviks. Apalagi jika wanita nan telah aktif berhubungan seksual di bawah umur 20 tahun atau melakukan interaksi seksual di bawah umur.

Kanker serviks dapat dicegah. Berikut ini cara pencegahan penyakit kanker serviks.

  1. Tidak berganti pasangan dalam melakukan interaksi intim atau setia terhadap satu pasangan.
  1. Secara rutin melakukan tes pap smear jika telah aktif secara seksual. Inspeksi pap smear bisa dilakukan dua tahun sekali.
  1. Lakukan vaksinasi HPV bagi nan belum pernah berhubungan seksual.
  1. Rajin menjaga kesehatan tubuh, khususnya organ kewanitaan.

Pada penjelasn pencegah kanker serviks, disebutkan bahwa kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi ini ditemukan pada pertengahan 2006. Dengan Vaksin HPV, kekebalan tubuh menjadi meningkat dan kemampuan membunuh virus papilloma lebih meningkat. Selain mencegah kanker serviks, vaksinasi HPV ini pun bisa meningkatkan konservasi terhadap virus penyebab kutil kelamin. Vaksin HPV ini efektif jika diberikan pada wanita nan belum aktif secara seksual. Untuk urusan biaya, vaksnasi ini memang cukup mahal, satu kali injeksi berkisar 700 ribu rupiah.

Jika kanker serviks ini sudah memasuki stadium lanjut, proses penyembuhannya dengan melakukan operasi. Operasi nan dilakukan tak main-main sebab operasi nan dilakukan ialah operasi pengangkatan rahim. Selain operasi pengangkatan rahim. Penyembuhan kanker serviks ini harus diselingan dengan terapi, yaitu kemoterapi. Sungguh sebuah cara penyembuhan nan berat bagi wanita. Untuk itu, lebih baik mencegah daripada mengobbati, bukan?



Obat Herbal buat Pengobatan Kanker Serviks

Selain bisa diobati dengan cara medis, kanker serviks pun bisa diobati dengan mengonsumsi obet herbal. Obat herbal nan dipercaya bisa mengobati kanker serviks ialah sarang semut. Menurut penelitian, sarang semut ini mengandung flavonoid , polifenol , dan bebagai mineral lainnya nan berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Sarang semut ini berasal dari pulau paling ujung Indonesia, yaitu Papua. Zat-zat nan terkandung dalam sarang semut ini terbukti bisa mengobati tumor dan kanker, baik kanker ganas maupun kanker jinak. Jadi, metode pengobatan ini merupakan alternatif pengobatan kanker serviks.