Manfaat Minyak Pala

Manfaat Minyak Pala



Kandungan dan Manfaat Buah Pala

Buah pala mengandung minyak. Minyak tersebutlah nan kemudian biasa diolah buat dijadikan minyak pala. Selain minyak, buah pala juga mengandung protein, lemak, vitamin A, B1, dan C, serta sari gula. Minyak nan terkandung secara alami dalam buah pala mengandung trimyristin.

Kandungan dalam buah pala bermanfaat buat meringankan stres serta penyakit sulit tidur atau insomnia. Buah pala juga bermanfaat buat menghangatkan badan, serta menjaga lambung dan usus agar tak “kemasukan” angin.



Manfaat Minyak Pala

Minyak pala dihasilkan dari semua bagian buah pala, kulit, daging dan biji pala. Kandungan minyak dalam bagian-bagian buah pala memiliki khasiat nan berbeda.

Berbagai penelitian mengenai kandungan minyak dalam buah pala sudah dilakukan di berbagai negara, salah satunya ialah penelitian nan dilakukan oleh Science and Technology Authority.

Menurut para peneliti tersebut, kulit dan daging dari buah pala banyak mengandung minyak atsiri dan zat samak. Bagian fuli atau kembang pala juga mengandung zat nan hampir sama, yaitu atsiri, zat samak, dan zat pati.

Biji pala mengandung zat nan lebih banyak, yaitu berupa atsiri, elemisi, pektin, miristisin, saponin, enzim lipase, asam oleanolat dan lemonena. Biji dari buah pala dipercaya bisa menyembuhkan berbagai gangguan pada sistem pencernaan dan bisa meredakan rasa mual pada perut.

Kandungan berbagai zat dalam minyak nan dihasilkan oleh buah pala berguna buat meredakan stres. Aroma nan dihasilkan dapat merenggangkan saraf-saraf nan menegang. Minyak pala dapat dijadikan media terapi bagi Anda nan sudah tertidur dalam waktu cepat.

Cara penggunaannya juga cukup sederhana. Oleskan pada seluruh bagian tubuh dan Anda akan merasakan kehangatan serta sensasi menenangkan dari minyak pala.

Selain berguna buat relaksasi, minyak dari buah pala juga bisa digunakan buat pemijitan. Teksturnya nan licin sama seperti minyak-minyak nan lain, memudahkan buat menjadi media pijat nan baik. Minyak pala dipercaya bisa meringankan gejala encok, keseleo, serta pegal-pegal.



Cara Membudidayakan Pala

Untuk dapat menghasilkan minyak pala, tentu saja dibutuhkan buah pala nan tak sedikit. Oleh karena itu, pembudidayaan tanaman pala pun sangat diperlukan.

Tanaman pala merupakan tanaman nan hayati di daerah tropis. Cuaca,suhu nan ada di wiayah indonesia sangat cocok buat di tanami tanaman pala. Sudah pastinya di daerah Banda dan Maluku merupakan daerah bagian di Indonesia nan menjadi komoditi terbaik dalam kualitas pala.

Tanaman pala termasuk ke dalam familia Myristicaceae nan terdiri atas 200 spesies nan tumbuh di bumi. Tanaman pala bisa tumbuh tinggi mencapai 15-18 meter.

Tanaman pala merupakan tanaman nan sangat sensitif dalam masa pertumbuhan sampai mencapai masa panen. Ini dikarenakan tanaman pala merupakan tanaman nan bisa tumbuh dengan hasil nan paripurna bila tanaman pala ini di tanam pada ketingiian 500-700 meter diatas permukaan laut.

Dikarenakan pada ketinggian 500-700 MDPL suhunya nan stabil bisa menjadikan tanaman pala tersebut akan menghasilkan buah nan dengan kualitas nan terbaik. Dengan iklim nan stabil dalam setiap tahunnya pada daerah 500-700 MDPL merupakan daerah dengan taraf curah hujan tinggi sehingga menjadikan daerah tersebut memiliki taraf kesuburan tanah nan tinggi.

Tanah Vulkanis merupakan tanah nan cocok buat ditanami tanaman pala sebab tanah vulkanis akan memberikan nutrisi nan cukup buat pertumbuhan tanaman pala tersebut.

Menanam pala serta memproduksinya merupakan olahan industri bisnis nan menguntungkan. Hal ini bisa dilihat dari harga pala di pasaran semakin tahun semakin meningkat , itu dikarenakan persaingan dalam perniagaan tanaman pala sangat sedikit.

Hal itu disebabkan oleh huma nan semakin lama semakin menyempit menyebabkan orang nan masih memiliki huma luas bisa berkesempatan buat mencoba membudidayakan dan memproduksikannya.

Persaingan dalam global usaha buah pala juga bisa bersaing dengan cengkeh dan teh. Tanpa ada alasan lagi bila komoditi buah pala dalam peluang bissnis sangat besar. Di daratan eropa sangat dibutuhkan banyak olahan biji pala nan dijadikan bumbu dan rempah-rempah nan menjadi salah satu pilihan masyarakatnya.

Selain itu, daging pala juga sering dijadikan olahan makanan nan juga menguntungkan bagi sebagian besar masyarakatnya. Buah pala bisa dijadikan sebagai bahan manisan pala dan dodol pala nan diminati banyak orang.

Selain banyak kegunaan buat kesehatan, kita juga bisa menikmati rasa dengan sensasi aroma pala nan khas ketika kita menikmati olahan dari buah pala tersebut.

Selain dijadikan dodol dan manisan pala, ternyata ada juga nan mengolah pala menjadi minuman dan selai. Tentunya tak sedikit nan dapat diolah dari pala tersebut.



Panen Buah Pala

Pala nan baik buat dipanen nan akan dijadikan rempah-rempah ialah ketika umur buah pala nan akan dipanen berumur sembilan bulan. Pada saat umur ini, taraf kesempurnaan kadar air dalam pala sangat banyak. Dan ini akan menghasilkan biji nan halus tanpa mengalami keriput pada saat pengeringan nan dilakukan dengan cara dianginkan atau pun bisa dilakukan dengan cara pengasapan.

Namun, tak dianjurkan mengeringkan biji pala pada saat suhu tinggi atau juga pada saat terik mata hari. Karena hal itu akan meyebabkan kadar air menjadi sedikit dan hasil dari olahan akan menjadi tak sempurna.

Susah-susah gampang dalam mengolah biji pala buat dijadikan bumbu dan rempah rempah nan telah dihaluskan dengan kualitas nan baik.



Pala Sebagai Komoditi Ekspor

Selain buat kebutuhan dalam negeri, pala dari daerah Banda dan Maluku nan merupakan penghasil pala terbaik menjadi target pasar asing buat mengimpornya. Pasar Asia, seperti Cina nan sangat kental dengan rempah-rempahnya dalam hal masakan merupakan pasar nan tinggi dalam kebutuhan rempah palanya.

Negara-negara di Eropa seperti Perancis, Meksiko, dan Spanyol juga merupakan pasar Eropa nan menjadi target ekspor pala terbesar. Karena kebutuhan dalam hal rempah-remah di negara-negara tersebut buat dijadikan bahan dalam kuliner sangat banyak.

Tetapi tak menjadi target primer dalam kemajuan ekonomi Indonesia dengan adanya tanaman nan banyak kegunaan dan manfaatnya ini. Ini disebabkan kurangnya huma pertanian. Selain itu, kurangnya perhatian pemerintah terhadap komoditi-komoditi terbaik dalam negeri juga sangat berpengaruh terhadap penjualan komoditi ekspor pala.

Padahal, pada masa kerajaan, banyak saudagar-saudagar kaya nan berlabuh di negeri Indonesia hanya buat sekadar mencari rempah-rempah. Untuk di Asia sendiri, Indonesia meruakan penghasil rempah nan sangat kaya akan ragamnya, termasuk pala.

Harga pala nan mahal dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah buat menjadikan pala sebagai pendongkrak ekonomi Indonesia setelah kopi, sawit, cengkih, dan teh.

Dari gambaran di atas, bisa disimpulkan bahwa pala bukan hanya dapat menghasilkan minyak pala nan berkhasiat menghilangkan rasa stres dan berguna buat relaksasi, tapi juga dapat digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan olahan nan dapat dinikmati rasa nan sensasionalnya.

Oleh karena itu, mari budidayakan pala buat kelestarian rempah-rempah tersebut, serta buat meningkatkan komoditi ekspor di Indonesia!