Oligomenorrhea

Oligomenorrhea

Untuk bisa menganalisis apakah seorang wanita kelak bisa mengandung dan melahirkan secara normal, bisa dilakukan pendeteksian awal dengan melihat tanda menstruasi nan dialaminya.

Biasanya, para dokter atau bidan melakukan pengamatan terhadap siklus menstruasi nan dialami seorang wanita. Bila terdapat tanda menstruasi nan tak normal, maka dokter akan memberikan beberapa tindakan agar wanita tersebut kembali sehat.

Beberapa penyakit atau tanda mentruasi seorang wanita nan tak normal adalah:



Metrorrhagia

Metrorrhagia ialah keadaan siklus haid seorang wanita sangat tak teratur. Penyebabnya dapat sebab pertumbuhan polip di leher rahim, atau beberapa tumor jinak di leher rahim, juga infeksi-infeksi nan dialami sebab mengkonsumsi pil anti hamil. Beberapa kasus terjadi sebab penyebab nan tak diketahui.



Oligomenorrhea

Jika siklus haid seorang wanita normal berlangsung selama 21 - 35 hari, maka penderita Oligomenorrhea akan mengalami haid siklus panjang nan terjadi lebih dari 40 hari. Beberapa wanita penderita hanya mengalami haid 1 tahun sekali, atau bahkan 2 tahun. Jumlah darah nan keluar pun sangat sedikit yaitu kurang dari 30 ml.

Kelainan ini bisa terjadi sebab jumlah hormon nan tak normal, penurunan berat badan drastis, pertumbuhan-pertumbuhan tumor nan mensekresi kandungan nutrisi serta estrogen, serta faktor stress dan beberapa karena lain.



Polymoenorrhea

Siklus menstruasi nan dialami ialah siklus pendek, atau kurang dari 21 hari. Bisa terjadi sebab beberapa karena seperti menderita penyakit berat misalnya TBC, atau jumlah hormon nan juga tak seimbang.

Biasanya, dengan beberapa terapi dari petugas kesehatan bisa diatasi dengan cepat.



Menorrhagia

Tanda menstruasi tak normal dari Menorrhagia ialah jumlah perdarahan nan berlebihan. Jika normalnya perdarahan nan terjadi hanya berkisar 30-80 ml saja, maka penderita menorrhagia mengalami perdarahan lebih dari 100 ml.

Hal ini tentu saja mengganggu sebab bisa membuat wanita tersebut lemas, dan tak mampu melakukan aktivitasnya dengan normal. Bisa terjadi sebab ada benda asing dalam mulut rahim seperti alat kontrasepsi, terjadi infeksi, atau karena lainnya.

Bila seorang wanita menderita beberapa gejala di atas, ada kemungkinan akan terjadi sedikit kesulitan dalam terjadinya kehamilan. Namun, beberapa terapi serta pengobatan nan cepat dilakukan sebelum bertambah parah, bisa memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan.