Ciri-ciri Penyakit Agresi Jantung

Ciri-ciri Penyakit Agresi Jantung

Penyakit jantung sejak lama dikenal sebagai ‘ the sillent killer’. Hal ini tentu saja sebab penyakit jantung dapat tiba-tiba muncul dan langsung dapat mematikan tanpa memberikan gejala nan jelas sebelumnya. Belum lagi, penyakit jantung dapat majemuk jenisnya. Semuanya sangat mematikan.

Meskipun penyakit jantung tak memberikan gejala nan jelas, ada beberapa karakteristik penyakit jantung nan dapat dikenali dan mungkin dapat diantisipasi sebelum parah dan mematikan. Apa saja ciri-ciri penyakit jantung itu?



Ciri-ciri Penyakit Arteri Koroner atau Penyakit Jantung Koroner

Penyakit arteri koroner disebut juga sebagai penyakit jantung koroner. Penyakit ini merupakan penyakit nan terjadi dampak adanya penyumbatan pembuluh darah arteri dampak lemak dan kolesterol.

Ciri penyakit jantung koroner di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Angina. Yaitu, sakit di bagian dada nan berupa ketidaknyamanan; dada berat; dada sakit; dada serasa ditekan; dada serasa terbakar; dada serasa diremas; bahkan hingga perut mulas. Tidak hanya di dada, angina juga dapat dirasakan di pundak, tangan, leher, tenggorokan, rahang, atau punggung.
  1. Napas pendek seperti kecapaian.
  1. Palpitasi (rasa tak nyaman nan diakibatkan denyut jantung nan tak teratur atau lebih keras).
  1. Denyut jantung nan cepat.
  1. Lemah, letih, loyo, dan pusing.
  1. Mual.
  1. Sering berkeringat.


Ciri-ciri Penyakit Agresi Jantung

Penyakit agresi jantung ialah penyakit nan terjadi saat genre darah dari dan ke jantung terhenti secara tiba-tiba. Meskipun hanya terjadi beberapa detik, terhentinya genre darah dari dan ke jantung ini akan menyebabkan kematian sel-sel tubuh. Itu sebabnya, pasien nan terkena agresi jantung biasanya mengalami kelainan berbagai fungsi anggota tubuh, termasuk lumpuh.

Ciri penyakit agresi jantung di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Ketidaknyamanan di bagian dada nan seperti ditekan, berat, dan sesak.
  1. Sakit tangan atau tubuh bagian bawah dan juga tulang dada.
  1. Ketidaknyamanan dan sakit punggung, rahang, leher, dan juga tangan.
  1. Perut berasa penuh; gangguan pencernaan; dan sering tersedak. Kadang-kadang, perut mulas tiba-tiba.
  1. Sering berkeringat, mual, muntah, dan pusing-pusing.
  1. Sering indolen tiba-tiba, gelisah, napas pendek.
  1. Denyut jantung nan cepat dan tak teratur.


Ciri-ciri Arrhythmia

Arrhythmia ialah penyakit atau gangguan pada jantung nan berupa terganggunya denyut/irama jantung. Penyakit ini dapat dilihat dengan detak jantung nan terlalu cepat atau terlalu lemah.

Ciri-ciri dari penyakit arrhythmia di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Palpitasi (rasa tak nyaman nan diakibatkan denyut jantung nan tak teratur atau lebih keras).
  1. Adanya benturan di dada.
  1. Pusing atau kepala berasa ringan dan melayang.
  1. Sering pingsan.
  1. Napas pendek.
  1. Sakit dada.
  1. Lemah dan sering sangat capek.


Ciri-ciri Atrial Fibrilasi

Atrial fibrilasi (AF) ialah salah satu tipe arrhythmia. Ciri-ciri dari penyakit Atrial fibrilasi (AF) di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Palpitasi.
  1. Sering capek dan kurang energi.
  1. Sering pusing.
  1. Ketidaknyamanan di bagian dada.
  1. Napas pendek.


Ciri-ciri Penyakit atau Kelainan Katup Jantung

Penyakit atau kelainan katup jantung ialah penyakit atau kelainan nan terjadi dampak gangguan tak berfungsinya katup jantung secara baik dan benar.

Ciri-ciri dari penyakit kelainan katup jantung di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Napas pendek.
  1. Lemah dan pusing.
  1. Ketidaknyamanan di bagian dada.
  1. Palpitasi.
  1. Sering pingsan.
  1. Jika disertai dengan penyakit gagal jantung, karakteristik dapat ditambah dengan pembengkakan kaki dan peningkatan berat badan drastis.


Ciri-ciri Penyakit Gagal Jantung

Penyakit gagal jantung ialah penyakit nan diakibatkan ketidakmampuan jantung dalam memompa darah secara baik dan benar.

Ciri-ciri penyakit gagal jantung di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Napas pendek saat beraktivitas dan juga saat istirahat.
  1. Batuk berdahak.
  1. Naik berat badan.
  1. Pembengkakan kaki dan perut.
  1. Pusing-pusing.
  1. Kelelahan dan lesu.
  1. Denyut jantung nan cepat.
  1. Mual, palpitasi, dan sakit dada.

Ciri penyakit jantung dapat menyerang siapa saja. Akan tetapi, agresi penyakit jantung cenderung menyerang kaum pria. Hal ini membuat para wanita cenderung mengabaikan karakteristik penyakit jantung. Menurut hasil penelitian, sebagian dokter memberikan lebih sedikit pemeriksaan, lebih sporadis menindaklanjuti, lebih sedikit perawatan, dan lebih sedikit pembedahan pada wanita.

Hal ini dimungkinkan sebab nan menyebabkan mengapa agresi penyakit jantung lebih mematikan jika menimpa wanita dibandingkan karakteristik penyakit jantung nan menyerang pria.

Nah, buat lebih jelasnya lagi mengenai ciri penyakit jantung nan menyerang wanita, simak uraian berikut ini.



1. Mengalami Kesulitan Bernapas

Jika Anda sering merasakan sesak napas pada saat dudk atau tidur, mungkin ada sesuatu nan salah. Gejala sesak napas nan disertai keringat dan pusing biasanya merupakan tanda agresi jantung. Oleh sebab itu, berhati-hatilah sebab cir penyakit jantung ini dapat mengakibatkan pingsan.



2. Lemas Tanpa Alasan

Jika merasa lemas dan lelah ketika mengalami tekan berat di kantor, hal itu merupakan hal nan wajar. Namun, jika Anda merasa lemah dan lemas lebih dari nan biasanya, dapat jadi hal itu merupakan karakteristik penyakit jantung dan mengalami kesamaan mengalami agresi jantung.

Sebelum dan selama agresi jantung tersebut, jantung Anda akan berhenti memompa dengan benar. Hal ini mengakibatkan oksigen dan glukosa menyebar ke seeluruh tubuh. Gejala itu akan mengakibatkan tubuh akan merasa sangat lemas.



3. Mengalami Kesulitan Tidur

Para pakar megatakan bahwa gangguan sulit tidur merupakan karakteristik penyakit jantung nan banyak dialami oleh kaum hawa. Saat mengalami gangguan tidur, saluran pernapasan bagaian atas terblokir. Hal itu mengakibatkan sistem pernapasan terganggu sehingga agresi jantung lebih berisiko terjadi.

Menurut hasil penelitian, wanita nan menderita penyakit jantung mengalami hal ini sebulan sebelum agresi jantung. Jadi, jika Anda sering terbangun di tengah malam, berkeringat dingin, dan tidak mampu bernapas, segeralah konsultasikan ke dokter. Konsultasi ke dokter akan mengecilkan risiko terjadinya agresi jantung.



4. Mengalami Gangguan Pencernaan

Dalam sebuah studi penelitian, diketahui bahwa wanita memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami muntah, mual, dan gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan ini terjadi selama beberapa bulan menjelang agresi jantung jika dibandingkan pria. Kondisi ini terjadi sebab sumbatan lemak di pembuluh darah arteri akan mengurangi suplai darah ke jantung nan biasanya terjadi di dada kadang dapat muncul di perut.

Hal ini bergantung pada bagian mana dari jantung nan mengalamik gangguan sehingga ia mengirimkan frekuwensi rasa sakit di bagian tubuh nan lebih rendah dari dada. Beberapa cara dapat dilakukan buat mencegah agresi jantung, seperti menjaga kadar lemak dalam darah, menjaga kadar kolesterol, menjaga tekanan darah agar terkontrol, berhenti merokok, hindari makan makanan nan berlemak, konsumsi sayuran dan buah-buahan, melakukan olahraga teratur, menjaga berat badan, dan mengurangi taraf stres.



5. Mengalami Rasa Mual dan Muntah

Karena tubuh dalam keadaan “darurat” selama agresi jantung, saraf nan mengendalikan fungsi tubh bekerja terlalu keras. Hal ini akan membuat Anda sering berkeringat, pucat, pusing, mual, dan terkadang mengalami muntah. Para pakar tak tahu persis alasan di balik keadaan ini, tapi jika Anda sering mengalami hal ini, ada baiknya buat segera berkonsultasi dengan dokter buat mengecilkan risiko agresi jantung.



6. Sebagian Tubuh Terasa Tidak Nyaman

Logikanya, agresi jantung akan menyerang dan mengakibatkan imbas pada sisi kiri tubuh, terutama lengan kiri. Namun, salah satu karakteristik openyakit jantung ialah rasa sakit dan tak nyaman pada lengan kiri atau kedua lengan. Sakit dan tak nyamam ini juga terasa pada rahang leher, punggung, dan juga perut.

Itulah klarifikasi mengenai ciri penyakit jantung. Semoga klarifikasi tersbut bisa menambah pengetahuan Anda mengenai penyakit jantung. Selamat membaca!