Bahaya Makanan Ringan

Bahaya Makanan Ringan

Seperti namanya, makanan ringan ini bukan merupakan makanan pokok. Makanan ringan ini tak mengenyangkan dan dikonsumsi sebagai selingan atau cemilan saja.

Akan tetapi, dibalik kemudahan mendapatkan dan harganya nan ringan, bahaya makanan ringan ternyata tidak sedikit. Siap mengancam kesehatan konsumennya. Bahaya makanan ringan ini dapat datang dari bahan-bahan nan digunakan, komposisi, atau cara pembuatannya.



Kebiasaan Makan Tidak Sehat

Makanan tak sehat, umumnya dikenal sebagai junk food, umumnya mengandung beberapa nutrisi dan proporsi besar dari bahan nan tak sehat, seperti gula, garam, dan lemak jenuh. Ini telah dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan, termasuk diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Pilihan makanan nan paling tak sehat pada umumnya termasuk makanan ringan, makanan cepat saji, dan minuman gula dan makanan ringan. Ketika mempertimbangkan pilihan berbagai makanan, krusial buat dicatat bahwa orang nan berbeda akan memiliki kebutuhan nutrisi nan berbeda, sehingga makanan eksklusif bisa sehat buat beberapa tapi tak sehat buat orang lain.

Olahan makanan ringan, nan biasanya dipasarkan buat kenyamanan, merupakan salah satu makanan sehat nan banyak tersedia buat konsumen. Tidak hanya banyak dari makanan ringan mengandung jumlah tinggi garam, nan bisa memperburuk tekanan darah tinggi, tetapi juga mengandung persentase besar lemak jenuh, pengawet, dan kadang-kadang monosodium glutamat (MSG).

Banyak dari makanan ringan juga mengandung asam lemak trans dan minyak terhidrogenasi, nan bisa meningkatkan risiko obesitas dan kolesterol tinggi. Vitamin, mineral, dan serat makanan sering absen sepenuhnya dari makanan ini, menyebabkan mereka buat menawarkan sedikit kegunaan kepada konsumen.

Makanan cepat saji nan tak sehat juga merupakan penyebab generik diyakini obesitas, diabetes, dan kondisi kesehatan kronis. Makanan ini dikonsumsi dalam jumlah besar sebab ketersediaan luas dan kadang-kadang sebab tak ada makanan sehat nan dapat dijangkau.



Bahaya Makanan Ringan

Bahaya makanan ringan ini antara lain timbul karena:

  1. Rendah serat

Makanan ringan umumnya minim serat, padahal tubuh membutuhkan serat buat memperlancar proses pencernaan dan mencegah sembelit.

Dalam jangka panjang, kekurangan serat bahkan dapat menimbulkan penyakit seperti kolesterol, jantung, dan kanker usus. Namun meskipun tubuh membutuhkan serat, mengonsumsi serat protesis berbentuk serbuk atau tablet juga tak dianjurkan.

  1. Tinggi garam

Tingginya garam dalam makanan ringan dalam kemasan dan makanan ringan berpotensi menimbulkan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan memperberat kerja ginjal.

  1. Tinggi gula

Sering mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi bisa mengakibatkan penyakit-penyakit seperti obesitas dan diabetes

  1. Tinggi lemak

Meskipun lemak berfungsi sebagai sumber energi dan membantu proses metabolisme dalam tubuh, konsumsi lemak nan hiperbola tidak hanya bisa menimbulkan obesitas namun juga menimbulkan hipertensi, penyakit jantung, dan kanker.

  1. Mengandung bahan pengawet

Pengawet nan boleh digunakan ialah pengawet spesifik makanan, itu pun dalam takaran tertentu.

Penggunaan dalam takaran tinggi, secara terus-menerus, atau bahkan menggunakan bahan pengawet non-makanan bisa menimbulkan penyakit-penyakit seperti diare, keracunan makanan, kerusakan hati, gangguan fungsi ginjal, kanker, bahkan kematian.

  1. Mengandung zat pewarna

Pewarna makanan digunakan agar makanan tampak lebih cantik hingga bisa menarik minat konsumen buat membeli.

Penggunaan pewarna nan hiperbola atau bahkan menggunakan pewarna tekstil dalam jangka panjang bisa menimbulkan berbagai penyakit, termasuk kanker.



Adakah Makanan Ringan nan Sehat?

Makanan ringan nan sehat ialah sebuah alternatif buat makanan tradisional dari makanan ringan dan minuman olahan berkalori tinggi. Beberapa makanan ringan sehat mungkin masih mencakup beberapa bahan nan tak sehat, seperti cokelat, tetapi dalam jumlah nan lebih kecil. Camilan sehat lainnya nan dibuat dengan bahan-bahan sehat dan teknik persiapan dengan menyertakan minyak rendah lemak, dirancang buat menarik berbagai masalah kesehatan nan berbeda.

Dan biasanya orang nan concern dengan asupan nutrisinya akan menemukan sebagian besar toko nan menjual makanan ringan sehat mulai dari kalori rendah sampai bebas gula, dan beberapa makanan sampah nan sehat bahkan diperkaya dengan takaran ekstra vitamin nan lebih banyak.

Beberapa perusahaan makanan ringan nan populer telah menciptakan imitasi sehat dari produk mereka nan paling populer. Sebagai contoh, perusahaan keripik kentang beberapa telah mengembangkan versi kentang panggang dan bukannya di goreng dalam minyak nan tak sehat.

Ada juga makanan ringan murahan nan ditandai dengan label rendah lemak. Rendah sodium pretzel nan umum, dan pemanis protesis sering mengganti gula dalam beberapa makanan epilog dan permen.

Pembeli di mini market kadang bisa menemukan versi sehat dari makanan favorit mereka nan bebas garam, organik atau bebas lemak trans. Makanan ringan ini mungkin tak bisa ditemukan di bagian nan biasa, beberapa toko mungkin memisahkan makanan ringan nan sehat ke daerah makanan alami.

Para Dieter makanan ringan sehat mungkin juga ingin mencari 100 paket kalori di mini market nan ada. Paket ini mencegah makan hiperbola dengan membagi makanan ringan dalam porsi kecil.

100 paket kalori mungkin tak selalu menawarkan banyak nutrisi ekstra, tetapi mereka dapat membuat menghitung kalori lebih mudah. Snack bar sering tersedia dengan hanya 100 kalori juga. Bar ini juga bisa ditingkatkan buat memberikan energi atau menimbulkan perasaan kenyang.

Makanan ringan sehat juga bisa meluas ke industri makanan cepat saji. Banyak restoran nan mengkhususkan diri dalam burger lemak juga menawarkan alternatif buat sadar kesehatan pelanggan mereka. Salad nan disiapkan di hampir semua restoran cepat saji, dan banyak juga akan memberikan roti gandum buat sandwich.

Sebagian restoran bahkan memiliki pilihan makanan epilog rendah lemak, seperti yoghurt parfaits. Restoran cepat saji nan penuh dengan makanan berlemak biasanya juga menawarkan berbagai soda diet juga, beberapa nan bahkan beriklan nol kalori. Pelanggan mungkin ingin bertanya kasir jika soda bebas gula tersedia.

Ada kritik terhadap gerakan makanan ringan sehat. Beberapa orang nan skeptis percaya bahwa label makanan ringan sehat hanya strategi pemasaran padahal isinya sama saja, makanan olahan nan penuh dengan zat kimia berbahaya. Mereka mungkin mengklaim bahwa makanan ringan sehat sehat daripada alternatif, tetapi masih dapat menyebabkan makan hiperbola dan Norma tak sehat lainnya.

Sekantong keripik nan mengklaim memiliki sodium rendah garam mungkin memiliki kurang dari gizi makanan sehat alami rata-rata, dan itu pun tak berarti itu masih tak dilapisi dalam garam terlalu banyak, atau mungkin tinggi kalori atau lemak. Hati-hati lah walau pembeli mungkin ingin memeriksa informasi gizi setiap item buat membuat keputusan pada sehatnya camilan tertentu, belum tentu juga nilai nan terkandung ialah nilai nan sebenarnya.



Bahaya Makanan Ringan Dampak Proses Pengolahan

Untuk industri kecil atau industri rumahan, bahaya makanan ringan juga dapat terjadi karena:

    1. Bahan standar tak bersih
    1. Kualitas bahan standar tak baik, misalnya sudah busuk.
    1. Pengolahan makanan nan tak bersih atau tak sinkron baku kesehatan. Misalnya, penggunaan minyak goreng berulang kali, bahkan hingga rona minyak goreng berubah menjadi hitam, bisa menimbulkan kolesterol, membahayakan jantung, serta memicu timbulnya kanker.
  1. Penyajian makanan nan tak bersih. Makanan ringan seperti kue-kue basah nan tak dikemas tersendiri dan tak ditutup dengan baik sangat mudah dihinggapi debu, lalat, dan terkontaminasi bakteri.

Tak ada embargo buat mengonsumsi makanan ringan. Namun mengingat tidak sedikit bahaya makanan ringan nan mengintai, lebih baik menjadi konsumen nan cerdas: teliti sebelum membeli dan menomorsatukan kesehatan.