Bahtera Legendaris

Bahtera Legendaris

Kisah perahu Nabi Nuh dan air bah ialah salah satu legenda global nan diabadikan dalam sejumlah ayat-ayat Al Quran.

Menurut sejumlah riwayat, Nabi Nuh as. diutus menjadi Rasul sepuluh abad setelah Nabi Adam as. Beliaulah manusia pertama nan membuat kapal buat berlayar, tentu saja dengan petunjuk dari Allah SWT. Kapal buatannya itulah nan dikenal dengan nama Perahu Nabi Nuh.

Penyembah Berhala

Pada masa itu, manusia benar-benar tenggelam dalam kesesatan dan kekafiran nan parah dengan menjadi penyembah berhala. Maka Allah Yang Maha Penyayang mengutus Nabi Nuh buat meluruskan akidah manusia. “Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepada mereka azab nan pedih.” (QS Nuh : 1)

Atas perintah Allah, maka Nabi Nuh pun mulai melancarkan dakwah, mengajak kaumnya buat menyembah Allah. Namun kaumnya nan kafir tak mempercayainya, justru menganggap pengikut Nabi Nuh sebagai manusia nan hina. Para pemuka kafir bahkan menuduh Nabi Nuh sebagai pendusta dan orang nan sesat. (QS Hud : 27)

Dengan sabar, selama 950 tahun, Nabi Nuh terus mengajak kaumnya buat menyembah dan beribadah hanya kepada Allah. Namun nan mau menjadi pengikutnya hanya segelintir jumlahnya.

Kaum Nabi Nuh bahkan mulai berani menantang Nabi Nuh. Mereka meminta beliau buat membuktikan ancaman Allah berupa “azab pedih” nan selalu diceritakannya kala berdakwah. Nabi Nuh selalu mengingatkan eksistensi Allah sebagai satu-satunya Tuhan nan patut disembah. (QS Hud : 32)

Monoton ditentang oleh kaumnya, akhirnya dengan sedih Nabi Nuh mengadukan permasalahannya kepada Allah. "Ya Tuhanku sesungguhnya siang-malam saya telah menyeru kepada kaumku, namun seruanku itu justru membuat mereka semakin berpaling dari kebenaran. Dan sesungguhnya setiap kali saya menyeru mereka (agar beriman) supaya Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari ke dalam telinga mereka dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.” (QS Nuh : 6-7)

Demikianlah konduite kaum Nabi Nuh. Tak sedikit pun mereka mengindahkan nasihat Sang Nabi. Mereka bahkan saling mengingatkan agar tak meninggalkan penyembahan terhadap Suwwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr—orang-orang saleh nan telah mati dan patung-patungnya mereka jadikan sesembahan.



Bahtera Nabi Nuh

Lalu Allah memerintahkan Nabi Nuh membuat sebuah bahtera. Dengan menggunakan petunjuk dan wahyu Allah, mulailah Nabi Nuh membuat perahu itu.

Ejekan datang bertubi-tubi saat pemimpin kafir melihatnya membuat kapal besar. Namun Nabi Nuh dengan sabar terus melanjutkan pembuatan kapal tanpa memedulikan ejekan kaumnya.

Setelah pembuatan kapal selesai, Allah lalu memerintahkan Nabi Nuh agar memuat kapal itu dengan binatang masing-masing sepasang (jantan dan betina), keluarganya, dan orang-orang nan beriman. (QS Hud : 40). Maka Nabi Nuh pun menyerukan kepada pengikutnya agar segera naik ke dalam kapal.

Tak lama kemudian Allah menurunkan hujan badai nan tiada henti. Semua mata air di bumi memancarkan air, saling berjumpa dan menimbulkan air bah nan sangat besar. Banjir tinggi melanda bumi dengan gelombang setinggi gunung. Itulah banjir terbesar dalam sejarah peradaban manusia!



Binasanya Kaum Kafir

Dalam kondisi genting, Nabi Nuh memanggil anaknya nan berada di loka jauh dan terpencil, namun tak ikut naik ke kapal. Dengan arogan sang anak menolak, dan memilih mencari konservasi ke atas gunung. (QS Hud : 42-43)

Demikianlah. Anak Nabi Nuh tak mau menuruti ajakan ayahnya. Dia justru memilih bersama orang-orang kafir. Maka dia pun binasa dan tenggelam bersama mereka.

Hal nan sama terjadi pada istri Nabi Nuh. Dia pun ikut tenggelam bersama orang-orang kafir sebab menolak ajakan suaminya buat beribadah hanya kepada Allah saja. Satu pelajaran besar, bahwa istri seorang nan saleh dan berderajat Rasul pun bisa binasa sebab azab-Nya. Maka suaminya itu tiada bisa membantunya sedikit pun dari (siksa) Allah. (QS At-Tahrim : 10)



Bahtera Legendaris

Cerita tentang perahu Nuh nan terjadi sekitar 4.800 tahun nan lalu itu banyak muncul dalam buku dan beberapa film. Sejumlah pakar sejarah dari berbagai negara pun telah lama penasaran dan ingin membuktikan kebenaran kisah ini.

Untuk memecahkan rahasia kapal Nabi Nuh, kelompok peneliti dari Cina dan Turki bergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International'. Mereka selama bertahun-tahun melakukan misi pencarian sisa-sisa perahu legendaris itu.

Pada tanggal 26 April 2010, para peneliti ini mengumumkan temuan mereka. Perahu milik Nabi Nuh ini ditemukan di Turki! Mereka mengaku menemukan bangkai kapal Nabi Nuh nan berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, Turki Timur.



Hikmah di Balik Kisah Perahu Nabi Nuh

Keberadaan semua kisah nabi nan telah disebutkan di dalam Al quran pastilah mengandung beberapa maksud dan tujuan. Salah satunya ialah bahwa apa nan telah terjadi di masa lampau tersebut bisa diketahui oleh umat Islam nan ada pada masa saat ini sehingga mereka bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah nan ada. Sehingga manusia jaman sekarang bisa lebih berhati-hati dalam bertingkah laku agar tak mendapatkan hal nan tidak diinginkan seperti nan telah terjadi di dalam kisah nan ada.

Dalam hal ini, kisah mengenai Nabi Nuh juga mengandung banyak pelajaran nan ada dan bisa diambil oleh umat manusia pada saat ini. berikut ialah beberapa pelajaran tersebut nan memang bisa diambil hikmahnya dari kisah nan telah terjadi di masa Nabi Nuh.

1. Hanya orang beriman nan akan selamat dan mendapatkan konservasi dan pertolongan dari Allah SWT.

Inilah hal nan sangat konkret nan bisa diambil pelajaran dari kisah Nabi Nuh ini. bahwa memang hanya orang nan beriman kepada Allah-lah nan akan mendapatikan keselamatan dan konservasi dari Allah SWT.

Untuk itulah, maka kita sebagai umat di akhir jaman haruslah terus buat menjaga keimanan kita kepada Allah SWt. Iman berarti percaya dan yakin. Kepercayaan dan keyakinan haruslah diungkapkan dalam hati dengan benar-benar menyakini Allah SWt, diucapkan dengan lisan dan juga dibuktikan dengan tindakan konkret melalui perbuatan konkret pula.

Hal terakhir inilah nan terkadang masih dianggap lebih sulit buat dilakukan. Banyak orang dengan mudah mengatakan bahwa diri mereka beriman kepada Allah SWt. Namun ketika diajak atau diseru buat melakukan perbuatan sinkron dengan apa nan diperintahkan oleh Allah maka mereka merasa sedikit kesulitan atau bahkan ada nan tidak mau dan menolak.

Keimanan dalam bentuk perbuatan inilah nan akan lebih menunjukkan keimanan kita nan sesungguhnya. Kita tidak akan merasa keberatan buat terikat dengan segala peraturan nan teah ditetapkan oleh Allah kepada hayati kita. Kita pun tidak akan merasa berat buat menjalankan segala perintah Allah nan sejatinya bukan buat kebaikan Allah sendiri namun justru buat kebaikan kita sendiri. Hanya orang nan berimanlah nan akan mendapatkan pertolongan dari Allah di hari ketika tak ada pertolongan lain selain pertolongan Allah.

2. Tetap semangat menyebarkan kebaikan atau berdakwah di jalan Allah walaupun tak banyak didengar atau diikuti oleh orang nan kita dakwahi.

Inilah hikmah lain nan bisa dirasakan dari keberadaan kisah Nabi Nuh ini. nabi Nuh ialah sosok nabi pilihan Allah buat mengajarkan ketauhidan kepada umatnya. Namun dalam jangka waktu menjalankan dakwah nan lama, nabi Nuh hanya mendapatkan jumlah pengikut nan sangat sedikit. Bahkan anak dan istrinya sendiri tak mau buat beriman terhadap apa nan beliau bawa.

Hal ini seharusnya bisa memberikan semangat tersendir bagi diri kita buat menebarkan kebaikan. Bahwasanya nan menjadi tolak ukur keberhasilan di mata Allah ialah proses nan telah kita jalani. Bagaiman kuatnya usaha nan telah kita jalani buat mengajak orang berbuat kebaikan.

Dan hasil nan akan terjadi semuanya ialah di tangan Allah. Itulah nan harsu selalu diingat dalam benak kita. Bahwa memang Allahlah nan akan menentukan apakah orang nan kita ajak buat berjalan di jalan kebaikan mau menerima atau bahkan menolaknya. Yang akan dinilai di sisi Allah ialah bagaiman usaha kita buat melakukannya.

Inilah beberapa hal nan bisa kita peroleh dari kisah nabi nuh terutama keberadaan perahu Nabi Nuh nan telah mengoncang global dengan kedahsyatannya.