Masalah Menstruasi

Masalah Menstruasi

Menstruasi merupakan sebuah siklus normal dalam kehidupan seorang perempuan. Namun bagi sebagian perempuan, menstruasi ini tidak berjalan mulus seperti pada sebagian perempuan lainnya. Salah satu masalah menstruasi nan dialami oleh banyak perempuan ialah Premenstrual syndrome (PMS).



Tahapan Siklus Menstruasi

Pada saat menstruasi, seorang wanita mengeluarkan darah nan keluar dari uterus melalui vagina. Darah ini keluar sekitar dua atau delapan hari. Beberapa wanita memiliki siklus menstruasi nan tak teratur. Jika ini terjadi mengindikasikan masalah taraf kesuburan.

Dalam sistem reproduksi ada dua ovarium nan masing-masingnya menyimpan 200 - 400 ribu telur dan disebut folikel nan belum matang. Hanya satu atau beberapa sel telur saja nan tumbuh setiap siklus menstruasi. Sel telur tersebut tumbuh sekitar hari ke-14 sebelum menstruasi berikutnya.

Pada saat sel telur matang, sel telur akan dilepaskan dari ovarium menuju tuba falopi untuk kemudian dibuahi, proses ini disebut ovulasi . Di awal siklus menstruasi, suatu kelenjar dalam otak melepaskan hormon Follicle Stimulating Hormon (FSH) melalui genre darah sehingga sel-sel telur tersebut tumbuh di dalam ovarium.

Salah satu atau beberapa sel telur tumbuh lebih cepat dan menjadi dominan dibandingkan sel telur lain. Kemudian hormon estrogen dilepaskan melalui genre darah.

Hormon estrogen dan hormon FSH akan membantu sel telur nan dominan tersebut tumbuh, lalu memberi tanda pada rahim agar siap menerima sel telur tersebut. Lendir nan lebih banyak di vagina dihasilkan oleh hormon estrogen demi membantu sperma tetap hayati setelah berhubungan intim. Saat sel telur sudah matang maka hormon akan dilepaskan dari dalam otak nan disebut dengan Luteinizing Hormone (LH).

Hormon tersebut dikeluarkan dalam jumlah banyak demi memicu divestasi sel telur nan telah matang dari dalam ovarium menuju tuba falopi . Jika sperma nan sehat masuk ke dalam tuba falopi pada masa ini maka probabilitas sel telur buat dibuahi cukup besar. Sel telur nan sudah dibuahi membutuhkan beberapa hari buat menuju tuba falopi dan mencapai rahim buat menanamkan diri.

Selanjutnya sel telur akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotriphin (HCG) nan membantu pertumbuhan embrio dalam rahim. Hormon jenis inilah nan biasa dimanfaatkan buat dideteksi oleh alat tes kehamilan. Jika sel telur nan dilepaskan tak segera dibuahi maka endometrium akan meluruh dan mengulangi siklus menstruasi berikutnya.



Masalah Menstruasi

Premenstrual syndrome atau sindoma menjelang menstruasi ini ialah sekumpulan gejala nan muncul di antara periode ovulasi dan periode menstruasi.



1. Gejala Premenstrual syndrome (PMS)

Gejala nan menyertai masalah menstruasi ini bermacam-macam, termasuk di antaranya ialah kejang perut, sakit pada payudara (payudara terasa kencang), sakit kepala nan mengganggu, emosi nan naik turun, hingga depresi.

Masalah menstruasi ini dapat cukup berat hingga mengganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari. Perempuan nan sedang mengalami PMS berat kadang sampai tidak sanggup bangun dari loka tidur buat beraktivitas sebab rasa kejang perut nan luar biasa.



2. Mengatasi PMS

Terus membiarkan masalah menstruasi ini mengganggu setiap bulannya jelas bukan tindakan nan bijak. Bayangkan betapa banyaknya pekerjaan nan terbengkalai sebab pelaksananya ialah seorang perempuan nan kebetulan sedang mengalami PMS.

Sebuah penelitian nan dilakukan oleh tim riset gabungan dari Univesity of Massachusetts dan Harvard University terhadap perempuan berusia 27 - 44 tahun menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan kalsium dan vitamin D harian bisa mengatasi masalah menstruasi PMS ini.

Elizabeth R Bertone-Johnson nan terlibat dalam penelitian itu mengatakan bahwa konsumsi produk olahan susu rendah lemak sepertu yoghurt dan jus jeruk nan difortifikasi dengan kalsium dan vitamin D sebanyak 4 porsi sehari bisa menurunkan PMS sebesar 40%.

Porsi kalsium dan vitamin D harian tersebut setara dengan 1.200 mg kalsium atau 400 IU vitamin D. Angka ini ialah angka kecukupan kalsium dan vitamin D pada perempuan Amerika.

Bagaimana dengan perempuan Indonesia? Widya Karya Pangan dan Gizi menetapkan bahwa angka kecukupan kalsium perempuan Indonesia nan berada dalam rentang usia produktif ialah 800 mg / hari. Jumlah ini bertambah sebesar 150 mg / hari pada perempuan nan sedang hamil.

Masalah menstruasi ini paling banyak dialami oleh perempuan nan berusia 18 – 30 tahun. Menurut Stephen Bashuk, dokter spesialis kandungan dan kebidanan di Emory University, hal ini terjadi sebab pada perempuan usia 18 – 30 tahun ini proses mineralisasi tulang sedang tinggi-tingginya.

Yang menjadi masalah, kebanyakan perempuan ini tak mendapat asupan kalsium dan vitamin D secara memadai. Kekurangan vitamin D dan kalsium ini memicu timbulnya PMS pada perempuan selain juga meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis.

Rasa tak nyaman dan rasa sakit nan diakibatkan oleh ‘hantu datang bulan’ ialah hal nan biasa. Hal ini sebab adanya perubahan hormon. Untuk mengatasinya ialah tetaplah beraktivitas seperti biasa. Makanlah makanan nan tak terlalu pedas dan mengantung bau nan tak sedap, seperti pete, jengkol, bawang, dan makanan lainnya nan berbau menyengat.

Bila tetap mengonsumsi makanan nan menimbulkan bau-bauan kurang sedap, biasanya bau darah ‘hantu datang bulan’ juga jadi kurang sedap. Keadaan ini tak hanya akan mengganggu wanita nan sedang didatangi oleh ‘hantu datang bulan’ tapi juga orang-orang nan sedang berada dekat dengan wanita tersebut.

Agar keadaan kurang nyaman ketika ‘hantu datang bulan’ akan hadir dapat diatasi dengan baik, mulailah mengatur pola makan nan lebih sehat. Misalnya, banyaklah makan kacang-kacangan, minyak zaitun, dan buah-buahan.

Kesehatan juga harus dijaga dengan cara berolahraga. Ketika ‘hantu datng bulan’ sudah hadir pun, olahraga masih dapat dilakukan. Tapi kalau terasa sangat tak nyaman, cukup dengan gerakan ringan dari yoga dan taichi. Gerakan nan ada di kedua jenis olah tubuh tersebut cukup mudah dilakukan dan tak harus menggunakan banyak tenaga tapi hasilnya sama dengan olahraga berat.

Bagi para ibu nan mempunyai anak gadis usia 9-10 tahun, pengetahuan tentang ‘hantu datang bulan’ ini harus sudah mulai diperkenalkan. Selain buat mempersiapkan mental si anak, juga agar si anak tahu apa nan harus dilakukan ketika kedatangan ‘hantu datang bulan’ agak menyakitkan.

Kalaupun tubuh si anak cukup tambun, usahakan buat berdiet agar berat tubuhnya menjadi ideal. Tapi kalaupun diet tak berhasil, maka persiapkan anak dengan baik agar dapat mengatasi rasa tak nyaman dari ‘hantu datang bulan’.



Kelainan Siklus Menstruasi

Berikut ini akan dijabarkan mengenai kelainan pada siklus menstruasi:



1. Dysmenorrhea atau Menstruasi nan Menyakitkan

Gejala pada dysmenorrhea ialah rasa sakit pada punggung bagian bawah atau kaki, sakit pada tulang panggul dan kram perut. Selain ini, siklus menstruasi ini bisa merupakan indikasi ketidaksuburan.

Dysmenorrhea bisa disebabkan dengan naiknya kadar kimia alami di dalam tubuh saat ovulasi sehingga menyebabkan rasa sakit. Kelainan reproduksi, endometriosis atau fibroids bisa juga mengakibatkan rasa sakit saat menstruasi. Sebaiknya periksa ke dokter buat memastikan.



2. Menorrhagia atau Menstruasi nan Sangat Hebat

Derasnya darah menstruasi bisa disebabkan tak seimbangnya hormon atau kelainan rahim. Pengidap kelainan ini mengalami gejala menstruasi selama tujuh hari atau lebih dan darah nan keluar tak tertampung oleh pembalut. Gumpalan darah dalam jumlah besar bisa juga menjadi gejala menorrhagia. Kelainan ini bisa menyebabkan anemia .



3. Oligomenorrhea atau Menstruasi Tidak Teratur

Oligomenorrhea ini disebabkan oleh tak seimbangnya hormon atau kelainan sehingga siklus menstruasi berubah-ubah jumlah harinya. Oligomenorrhea ini bisa berdampak pada taraf kesuburan dan kesempatan wanita buat memperoleh keturunan.

Sebenarnya siklus menstruasi nan tak bisa diprediksi jumlah harinya termasuk normal. Namun, jika hal ini terjadi pada tahun pertama wanita mengalami menstruasi dan saat pra menopause atau menjelang menopause.



4. Amenorrhea atau Tidak Mengalami Menstruasi

Kehamilan menyebabkan wanita tak mengalami menstruasi. Amenorrhea dapat juga disebabkan oleh penyakit, stres, latihan terlalu berat atau turunnya berat badan secara drastis. Hal ini bisa menyebabkan sulit hamil.



Sumber Kalsium dan Vitamin D

Untuk mengatasi masalah menstruasi dapat dilakukan dengan mencukupu kebutuhan kalsium dan vitamin D harian Anda. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman seperti:

  1. 1 cangkir susu, setara dengan 300 mg kalsium.
  2. ½ cangkir brokoli, setara dengan 35 mg kalsium.
  3. ½ cangkir bayam, setara dengan 120 mg kalsium.
  4. 1,5 ons keju cheddar, setara dengan 300 mg kalsium.
  5. 8 ons yoghurt rendah lemak, setara dengan 400 mg kalsium
  6. 1 cangkir jus jeruk nan telah difortifikasi, setara dengan 300 mg kalsium.

Nah, tak sulit kan buat berusaha mencegah datangnya masalah menstruasi nan mengganggu setiap bulan ini? Cukupi konsumsi kalsium dan vitamin D. Lebih baik lagi jika diiringi dengan olahraga ringan secara teratur.