Tinggi Suhu Demam

Tinggi Suhu Demam

Setiap membawa anak ke rumah sakit atau klinik, Anda akan melihat bahwa suster atau dokter mengukur dan mencatat suhu tubuh anak. Hal ini sebab suhu tubuh berkaitan erat dengan gejala beberapa penyakit. Suhu tubuh normal anak ketika diukur melalui berkaitan dengan mulut ialah 37°C.

Hasil pengukuran suhu ini pun dapat bervariasi antara 35,5 hingga 37,5 derajat celcius. Jika anak memiliki suhu tubuh di luar kisaran tersebut, sebaiknya Anda menemui dokter.



Suhu Tubuh dan Kaitannya dengan Kesehatan

Suhu tubuh anak mewakili sebagian besar proses nan terjadi di dalam tubuhnya. Perubahan suhu tubuh dapat jadi tanda-tanda awal dari sebuah penyakit dan mengamati perubahan suhunya sering kali merupakan cara nan efektif buat mengetahui kesehatan anak.

Dokter mengandalkan pengukuran suhu tubuh sebab cara itu nisbi cepat dan tak menimbulkan rasa sakit. Ketika dilakukan dengan mekanisme nan sahih maka bisa mendeteksi kesehatan anak secara akurat. Anda juga bisa mengukur sendiri suhu tubuh anak Anda. Sebelumnya, lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter anak buat mengetahui cara pengukuran nan tepat bagi si anak.

Sering kali, dokter anak menyarankan pengukuran suhu melalui dubur buat bayi hingga anak berumur 4 tahun, sebab biasanya usia anak kisaran tersebut sulit buat diajak bekerja sama bila dilakukan pengukuran melalui berkaitan dengan mulut (mulut). Jika anak mulai bisa kooperatif bila dilakukan pengukuran oral, selanjutnya pengukuran suhu secara berkaitan dengan mulut bisa dijadikan baku di rumah Anda. Cara lain mengukur suhu tubuh anak ialah melalui telinga dan ketiak.

Suhu tubuh normal bisa bervariasi bergantung pada area tubuh nan diukur. Suhu berkaitan dengan mulut biasanya terbaca antara 35,5 hingga 37,5 derajat Celcius, namun suhu anal biasanya cenderung lebih tinggi. Suhu tubuh nan diukur melalui dubur biasanya berkisar antara 36,6 hingga 38 derajat Celcius.

Jika mengukur suhu tubuh anak dan menemukan bahwa suhunya di luar kisaran normal, sebaiknya Anda mengulangi pengukuran, baik di area nan sama maupun di area lain buat memastikan pengukuran suhu nan benar.

Suhu tubuh tak normal merupakan indikator kondisi nan tak berbahaya dan bahaya sekaligus. Misalnya, anak kemungkinan menderita demam sebab infeksi virus jangka pendek, nan biasanya sering terjadi di tahun-tahun pertama mereka, atau sebagai reaksi dari imunisasi nan juga sering dilakukan di awal-awal tahun.

Demam semacam ini tak memerlukan pengobatan lebih lanjut. Demam juga bisa diasosiasikan dengan infeksi bakteri serius atau bahkan kondisi kronis seperti kanker. Bagaimanapun juga, pengukuran suhu nan tak normal bisa membantu Anda mendeteksi kemungkinan-kemungkinan berbahaya bagi anak Anda.

Semua itu bergantung usia anak Anda, kemungkinan Anda perlu segera memanggil dokter bila pengukuran suhu tubuh menunjukkan kisaran di luar normal. Untuk bayi berusia di bawah 3 bulan, satu kali pembacaan suhu tak normal merupakan alasan nan kuat buat memanggil dokter.

Untuk usia di atas itu, Anda mungkin ingin bertanya pada dokter. Namun, bila suhu tubuh sudah di atas 38,5 derajat Celcius, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter. Bertindak cepat berdasarkan pembacaan suhu tubuh bisa membantu diagnosa anak dan tindak lanjut nan tepat.

Sentuhan telapak tangan di dahi sering kali cukup buat mendeteksi bahwa anak Anda mengalami demam. Namun, metode pengukuran semacam ini biasanya bersifat subjektif, bergantung perasaan, dan tak bisa memberikan data suhu secara akurat. Gunakan termometer buat benar-benar mengetahui suhu tubuh anak.



Tinggi Suhu Demam

Anak dapat dikatakan demam bila suhunya di atas suhu berikut ini.

  1. 38°C diukur secara anal (melalui dubur).
  2. 37,5°C diukur secara berkaitan dengan mulut (melalui mulut).
  3. 37,2°C diukur pada posisi aksilari (di bawah ketiak).

Namun, tingginya suhu demam tak bisa memberikan informasi seberapa sakit anak Anda.

Penyakit flu atau infeksi virus kadang-kadang bisa menyebabkan demam tinggi, sekitar 38,9°-40°C, walau hal ini tak selalu mengindikasikan masalah serius. Infeksi serius kadang kala malah tak mengakibatkan demam atau suhu tak normal, terutama pada bayi.

Karena demam bisa naik turun, kemungkinan anak akan menggigil sebab tubuh berusaha menyesuaikan penambahan panas ketika suhu tubuh mulai meningkat. Anak mungkin berkeringat sebab tubuh melepaskan panas ekstra saat suhu tubuh mulai menurun.

Kadang kala anak nan mengalami demam bernafas lebih cepat daripada biasanya dan juga mungkin detak jantungnya lebih cepat. Anda harus segera menghubungi dokter bila demam mengakibatkan anak kesulitan bernapas, bernapas jauh lebih cepat, atau terus bernapas lebih cepat meski demam sudah turun.

Semua anak pernah mengalami demam, dan dalam kebanyakan kasus, demam akan turun setelah beberapa hari. Untuk bayi di atas 3 bulan dan anak-anak, tingkah laku mereka lebih krusial daripada suhu nan tertera di termometer.

Anak-anak biasanya lekas marah atau sensitif bila mengalami demam. Hal ini normal dan tak perlu dikhawatirkan. Namun bila cemas akan berbuat apa atau apa arti demam anak Anda, atau bila anak berulah seperti orang sakit walaupun tak menunjukkan tanda-tanda demam, sebaiknya Anda mengubungi dokter.



Tip Mengukur Suhu Tubuh

Sebagaimana orang tua ketahui, mengukur suhu tubuh anak termasuk tindakan gampang-gampang susah. Namun, pengukuran suhu merupakan data krusial bagi dokter buat menentukan apakah anak menunjukkan gejala sakit atau infeksi. Metode pengukuran suhu tubuh anak bergantung pada umur dan temperamen anak.

  1. Untuk bayi berusia kurang dari 3 bulan, pembacaan suhu paling seksama bila Anda menggunakan termometer digital dan mengukur melalui dubur. Termometer telinga elektronik tak disarankan buat usia ini sebab lubang telinga mereka biasanya masih sempit.
  1. Untuk usia 3 bulan hingga 3 tahun, Anda bisa menggunakan termometer digital kemudian mengukur suhunya melalui dubur atau termometer telinga elektronik. Anda juga bisa menggunakan termometer digital buat pengukuran suhu walaupun pengukuran suhu jenis ini kurang seksama dibanding metode lainnya.
  1. Untuk anak-anak berusia 4 tahun ke atas, Anda bisa menggunakan termometer digital buat mengukur suhu oral, dengan catatan bila anak kooperatif. Namun, anak nan menderita batuk atau bernapas melalui mulut sebab hidung tersumbat biasanya kesulitan menutup mulut dalam waktu lama buat pembacaan suhu. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan termometer telinga elektronik atau termometer digital dengan pengukuran di bawah ketiak.


Mengukur Suhu Melalui Dubur

Para ibu baru sering kali ketakutan bila harus mengukur suhu tubuh bayinya melalui dubur. Ikuti langkah-langkah mudah berikut ini.

  1. Beri pelumas pada ujung termometer, misalnya dengan petroleum jelly.
  1. Baringkan bayi Anda dengan kaki ditekuk ke atas. Letakkan tangan Anda di belakang pahanya.
  1. Dengan tangan nan lain, masukkan termometer ke dalam dubur sekitar 1,25 hingga 2,5 cm.
  1. Tahan termometer dengan jari telunjuk dan tengah, sedangkan tangan ditelangkupkan di pantat bayi. Alihkan perhatiannya dengan mengajaknya berbicara dengan lembut.
  1. Tunggu hingga ada bunyi "bip" atau frekuwensi lain nan menandakan suhu siap dibaca. Catat suhu, jam, dan tanggal pengukuran.


Mengukur Suhu Melalui Mulut
  1. Letakkan ujung termometer di bawah lidah, kemudian minta anak menutup mulut. Ingatkan agar anak tak berbicara atau menggigit dan bernapas seperti biasa melalui hidung.
  1. Keluarkan termometer setelah frekuwensi berbunyi sebagai tanda pembacaan suhu siap dilakukan. Catat suhu, jam, dan tanggal pengukuran.


Mengukur Suhu di Bawah Ketiak
  1. Buka pakaian anak Anda dan letakkan termometer di bawah ketiak. Lipat lengan anak ke arah dada buat menahan termometer di ketiak.
  1. Tunggu hingga frekuwensi berbunyi nan menandakan suhu siap dibaca. Catat suhu, jam, dan tanggal pengukuran.

Hal nan perlu diperhatikan ialah jangan pernah mengukur suhu tubuh anak setelah mandi sebab hal ini memengaruhi pembacaan suhu. Ingat, jangan pernah meninggalkan anak ketika pengukuran suhu dilakukan.