Plot Twist Sejarah Hino: Dari Reruntuhan Perang Jadi Raja Truk dan Bus Jalanan!
Daftar Isi
Palingan lo sering nemu truk segede gaban atau bus antar-kota pas lagi road trip atau mudik, kan? Nah, pernah ngeh gak sih sama merek Hino? Buat sebagian orang mungkin nama Hino kedengeran biasa aja, tapi buat yang paham dunia otomotif, brand satu ini jujur vibes-nya legend banget!
Hino emang dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan komersial raksasa, mulai dari truk diesel ampe bus. Kendaraan buatan Hino ini sering banget jadi andalan buat operasional bisnis karena terkenal aman, tangguh, dan irit bahan bakar. Tapi, tahukah lo kalau perjalanan Hino buat sampai di puncak kejayaan tuh penuh lika-liku dan plot twist yang gokil? Biar gak penasaran, yuk kepoin cerita lengkapnya di bawah ini!
Kenalan Dulu Sama Si 'Raja Jalanan' Hino
Hino Motors, Ltd. (yang lebih akrab disapa Hino aja) adalah produsen truk diesel dan bus asal Hino, Tokyo, Jepang. Sejak tahun 1973, perusahaan ini udah memimpin pasar truk diesel kelas menengah dan berat di Jepang. Gak cuma jago kandang, dalam skala global pun Hino nangkring di urutan ketiga produsen terbesar setelah Daimler Benz AG dan Navistar International Corp. Kece banget, kan?
Fakta menariknya lagi, Hino punya hubungan yang kentel banget sama Toyota Motor Corporation buat ngerakit truk ringan dan kendaraan rekreasi. Bahkan, Toyota memegang sekitar 16,4 persen saham di Hino. Jadi soal kualitas, jelas gak usah diraguin lagi!
Misi Mulia: Gak Cuma Cari Cuan, Tapi Bikin Bumi Tetep Safe!
Beda dari produsen biasa, Hino punya misi besar yang lumayan deep, yaitu "bikin dunia jadi tempat yang lebih baik buat ditinggali dengan cara ngebantu mobilitas orang dan barang secara aman, efisien, dan tetep ramah lingkungan (*sustainable*)."
Buat mewujudin misi kece ini, Hino rajin banget ngelahirin inovasi kendaraan yang *eco-friendly*. Mereka selalu mikirin kebutuhan pasar masa depan biar produk-produknya bisa ngasih *added value* buat kehidupan masyarakat luas.
Plot Twist Sejarah: Dari Industri Gas Lahir Raksasa Otomotif
Awal mula berdirinya Hino tuh bener-bener gak terduga. Berdiri tahun 1910, Hino awalnya cuma salah satu divisi tanpa nama di perusahaan industri gas Tokyo! Baru pada tahun 1918, mereka mulai *scale up* produksi massal lewat truk bernama TGE "A-Type". Truk ini langsung laku keras dan jadi model andalan selama bertahun-tahun.
Memasuki era 1930-an, pas gelombang industrialisasi lagi kenceng-kencengnya di Jepang, banyak perusahaan otomotif gabung (*merger*) biar hemat biaya operasional. Divisi otomotif Tokyo Gas juga ikutan *merger* di tahun 1937 dan berubah nama jadi Tokyo Automobile Industry Company.
Singkat cerita, dinamika politik dan perang bikin nama perusahaan ini gonta-ganti lagi jadi Diesel Motor Industry Company, Ltd. pada tahun 1941. Nah, pas Perang Dunia II makin memanas di tahun 1942, perusahaan ini akhirnya pecah jadi dua. Bagian yang gede tetep bawa nama lama (yang di kemudian hari jadi Isuzu Motors), sedangkan bagian yang lebih kecil lahir dengan nama Hino Heavy Industry Company, Ltd.
Perjuangan Epic: Bangkit dari Reruntuhan Perang Dunia II
Momen paling dramatis terjadi pas Agustus 1945. Pabrik Hino di pinggiran Tokyo sempat kena bom pas serangan udara Amerika Serikat. Tapi dengan aksi *hustle* yang luar biasa, para karyawan bahu-membahu mademin api cuma pake air seadanya biar fasilitas produksi utama gak ludes terbakar. *Respect* banget!
Pas perang usai, kondisi Tokyo bener-bener hancur. Tapi sang direktur pabrik, Shoji Okubo, gak mau nyerah gitu aja. Dengan modal 16 orang desainer dan tim seadanya, dia nekad ngerancang truk raksasa baru bernama Hino T10-20 buat ngebantu rekonstruksi Jepang.
Kerennya lagi, walau truk 6,5 ton sepanjang 7 meter ini sempat ngelanggar aturan batas ukuran kendaraan di Jepang, Okubo berhasil melobi pemerintah buat ngubah hukum tersebut! Masalah modal pun beres berkat kepiawaian akuntan Hino, Ryoichi Takada, yang berhasil meyakinkan pihak bank buat ngasih pinjaman gede.
Begitu *prototype* diluncurkan, truk Hino T10-20 langsung viral karena mesin dieselnya irit banget. Permintaan melonjak drastis sampai pabrik Hino kewalahan! Keberhasilan ini dilanjutin sama peluncuran bus *trailer* T11B-25 berkapasitas 96 penumpang pada tahun 1947 yang juga *sold out* keras di pasaran.
Dari Perjuangan Berdarah-darah, Kini Menguasai Jalanan Indonesia
Gimana gengs? Ketelatenan dan *mental steel* para pendiri Hino pas menghadapi cobaan bertubi-tubi bener-bener patut diacungi jempol, kan?
Berkat perjuangan pantang menyerah itu, sekarang produk Hino sukses merambah pasar internasional, termasuk Indonesia. Truk dan bus Hino sering banget kita nemuin lalu-lalang di jalanan Indonesia dan sanggup bersaing ketat sama brand-brand besar lainnya. Bahkan, bisa jadi barang *online shop* yang baru aja lo pesan hari ini diantar pake truk Hino, lho! *Salute* banget deh buat Hino!