Khasiat Jahe

Khasiat Jahe

Masyarakat Indonesia telah lama mengenal dan memanfaatkan tanaman dan kandungan Jahe . Biasanya jahe dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan. Selain itu, jahe tak hanya digunakan sebagai penyedap masakan, tetapi jahe juga dimanfaatkan sebagai pengobatan. Dahulu nenek moyang kita menggunakan jahe sebagai obat ampuh buat mengobati berbagai penyakit.
Jika masyarakat di negara dengan empat musim memilih bir atau alkohol buat menghangatkan badan, Indonesia juga punya minuman penghangat nan lebih alami. Tentu saja minuman alami itu ialah minuman penghangat nan memiliki kandungan jahe di dalamnya. Bagi Anda nan tinggal di Jawa Barat tentu tak asing dengan sekoteng dan bandrek nan sangat berkhasiat buat masuk angin. Bagi masyarakat Jawa Timur atau Jawa Tengah juga mengenal olahan minuman dengan kandungan jahe dalam bentuk wedang jahe dan ronde.

Terdapat tiga jenis jahe, yaitu jahe putih atau kuning besar (disebut juga jahe badak atau jahe gajah), jahe putih kecil atau emprit, dan jahe merah. Dari ketiga jenis tersebut, nan biasa dimanfaatkan dalam farmasi ialah jahe merah, sebab jahe merah memberikan rasa getir dan pedas lebih tinggi dibandingkan jenis jahe nan lain. Hal ini dikarenakan kandungan minyak atsiri pada jahe merah nan lebih banyak dibandingkan pada jenis jahe lainnya.

Jahe nan dalam nama latin disebut dengan Zingiber officinale ini memang bukan sembarang rempah. Dari dulu hingga sekarang, kandungannya dipercaya memberikan kegunaan buat kesehatan. Memang, kegunaan jahe nan lebih dikenal oleh masyarakat ialah buat menyembuhkan masuk angin. Namun, tahukah Anda bahwa jahe memiliki kandungan nan dapat memberikan kegunaan lebih dari sekedar obat masuk angin?



Kandungan Jahe

Jahe sebenarnya merupakan nama tanaman, sedangkan bagian nan biasa dimanfaatkan baik sebagai bumbu masak maupun obat ialah rimpangnya. Bau nan menyengat pada jahe ternyata disebabkan oleh kandungan dalam tubuhnya. Bergitu pula dengan rasa pedas nan dimilikinya. Nah, lalu apa saja ya kandungan dalam jahe tersebut? Ini dia informasinya.

  1. Oleoresin

Mengapa jahe rasanya pahit? Ternyata, ini dia penyebabnya. Ya, Oleoresin merupakan komponen dalam jahe nan menyebabkan dagingnya terasa pahit. Komponen ini sebenarnya merupakan komponen nan tersusun atas gingeriol, zungiberen, shagaol, minyak atsiri, dan resin.

  1. Minyak Atsiri

Minyak atsiri dalam ilmu biologi termasuk ke dalam jenis minyak nabati. Minyak ini mudah menguap sehingga memiliki aroma nan khas. Aroma khas nan dimiliki jahe disebabkan oleh kandungan zingiberen dan zingiberol. Kedua kandungan ini merupakan komponen penyusun minyak atsiri nan terdapat dalam jahe. Susunan senyawa dalam minyak atsiri ini sangat kuat sehingga sehingga mempengaruhi saraf manusia, terutama hidung. Kandungan senyawa nan kuat ini menjadi komponen krusial buat aromaterapi. Dalam jahe, terdapat 1-3 persen kandungan minyak atsiri.

  1. Zingerol

Zingerol merupakan salah satu komponen dalam rimpang jahe. Inilah nan memberikan rasa pedas dan panas pada jahe.

Rimpang jahe merah mengandung minyak atsiri nan terdiri atas zingeberin, kamfena, lemonin, zingiberen, zingiberal, gingeral, dan shogaol. Kandungan lainnya, yaitu minyak dammar, pati, asam organik, asam malat, asam aksolat, dan gingerin. Kandungan inilah nan membuat rimpang jahe merah sangat ampuh buat digunakan sebagai obat..



Khasiat Jahe

Dengan berbagai kandungan nan dimilikinya, jahe menjadi bahan makanan dan minuman nan lebih dari sekedar menjadi penyedap. Jahe memberikan kegunaan buat menyembuhkan gangguan kesehatan ringan hingga nan berat. Seperti apa manfaatnya? Nah, informasi di bawah ini dapat menjadi tambahan pengetahuan buat Anda mengenai jahe.

  1. Sebagai obat gosok Rimpang jahe banyak digunakan sebagai obat gosok buat penyakit encok, dan sakit kepala. Ini disebabkan sebab kandungan dalam jahe nan memberikan aroma khas sebagai aromaterapi. Dagingnya juga mengeluarkan rasa panas nan sangat bermanfaaat buat digunakan sebagai obat gosok alami.
  2. Menghangatkan badan dan mengobati masuk angin

Manfaat nan satu ini niscaya sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia dari seluruh penjuru. Jahe memang terkenal sebagai obat masuk angin dan penghangat badan. Biasanya, buat mendapatkan kegunaan ini, orang-orang mengolahnya menjadi minuman.

  1. Menurunkan tekanan darah

Rupanya, kandungan dalam jahe bisa berkhasiat buat melancarkan peredaran darah. Hal ini tentu akan membantu meringankan kerja jantung dalam memompa darah.

  1. Mencegah stroke dan agresi jantung

Dengan mengkonsumsi jahe secara tepat ternyata juga mampu mencegah stroke dan agresi jantung. Gingerol nan terdapat dalam jahe bisa mencegah penggumpalan darah sekaligus mencegah tersumbatnya pembuluh darah. Dengan demikian, stroke dan agresi jantung nan diakibatkan oleh tersumbatnya pembuluh ini bisa dicegah dengan kandungan nan dimiliki jahe.

  1. Menetralkan radikal bebas

Tak hanya memiliki kandungan nan khas dengan rasa pedas dan panas, jahe juga mengandung antioksidan nan bisa menetralkan radikal bebas nan mengancam manusia.

  1. Membantu pencernaan

Enzim protease dan lipase nan dimiliki jahe bisa membantu mencerna protein dan lemak dalam tubuh. Bahkan, jahe juga dapat membantu Anda nan susah buang angin.

  1. Mencegah rasa mual

Kandungan dalam jahe nan nyaman di lambung mencegah perut berkontraksi sehingga mengatasi rasa mual. Bahkan, rasa mual dampak mabuk perjalanan juga dapat diatasi oleh rimpang ajaib ini.

  1. Menambah nafsu makan

Jahe nan digunakan sebagai campuran kuliner rupanya bukan hanya buat menambah cita rasa, melainkan juga buat menambah nafsu makan.

Di samping itu, Jahe juga berguna buat mengatasi sakit pinggang, bronchitis, mengobati pusing, nyeri lambung, radang tenggorokan, meredakan asma, nyeri otot, alergi, nyeri haid, dan segudang khasiat lainnya. Jahe memang merupakan jenis bahan makanan nan nyaman di perut asalkan dikonsumsi dalam kadar nan tepat.

Berdasarkan imbas farmakologisnya, jahe berkhasiat buat melancarkan peredaran darah, meningkatkan kekebalan tubuh, menghangatkan badan, antiradang dan penambah nafsu makan. Jahe sangat baik dikonsumsi buat wanita nan sedang haid. Namun, tetap perhatikan kadar jahe nan Anda konsumsi setiap hari.



Olahan Jahe

Jahe, selain berkhasiat, juga dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai macam produk, antara lain diolah menjadi minuman instan, kopi jahe, teh jahe, sirup, manisan, hingga permen. Takaran nan dianjurkan dalam pemakaian serbuk jahe buat dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun yaitu 0,5 gram – 2 gram sehari buat sekali minum.

Serbuk jahe juga dapat dicampur dengan ramuan obat lainnya, seperti sambiloto, mahkota dewa, kunyit, dan sebagainya. Banyak alternatif olahan dari jahe nan dapat kita pilih, selanjutnya terserah Anda mau pilih nan mana sinkron dengan nan Anda butuhkan. Dengan pengolahan nan tepat, jahe dapat menjadi obat alami nan sangat enak buat dikonsumsi.

Perkembangan teknologi industri dan farmasi juga memanfaatkan jahe buat diolah menjadi berbagai jenis olahan. Namun, ada pula nan masih mempertahankan cara tradisional dalam pengolahannya. Pengolahan jahe nan paling sering dijumpai ialah sebagai campuran bahan makanan. Dapat juga hanya sekedar buat menghilangkan amis pada ikan. Olahan-olahan jahe nan memang spesifik buat obat antara lain.

  1. Jahe kering

Di pasar tradisional, jahe kering merupakan jenis olahan nan paling banyak ditemui. Jahe kering ini berasal dari jahe nan diiris memanjang kemudian dikeringkan.

  1. Bubuk jahe

Olahan jahe nan satu ini mulai menjadi produk nan populer. Biasanya, bubuk jahe dikemas secara lebih modern dan menjadi bubuk minuman nan siap diseduh. Jenis minuman ini mulai populer dan tak kalah dengan bubuk kopi. Rasanyapun disukai oleh masyarakat Indonesia.

Pengolahan ini dilakukan dengan menggunakan jahe nan sudah dikeringkan, kemudian digiling hingga menghasilkan bubuk dengan kriteria tertentu. Bubuk jahe ini tetap memiliki khasiat nan sama dengan kandungan nan dimilikinya, hanya saja dapat dinikmati dengan cara nan lebih praktis. Bubuk ini juga biasa diberi label obat, jamu, hingga minuman hangat.

  1. Minuman tradisional

Cara mendapatkan kegunaan jahe juga dapat dilakukan dengan menikmati minuman tradisional. Minuman tradisional berbahan jahe selalu disajikan dalam keadaan panas atau hangat sehingga cocok diminum dalam kondisi dingin. Minuman tradisional ini memang lebih nikmat buat dikonsumsi sebab memiliki cita rasa nan khas dan mengandung bahan-bahan alami.

Salah satu kreasi Tuhan berbentuk mungil dan bersembunyi dalam tanah ini rupanya menyimpan segudang kegunaan buat manusia. Bahkan, tanpa kita sadari kandungan dalam jahe nan kita konsumsi selama ini telah menjaga tubuh kita dari berbagai gangguan penyakit. Untuk mengoptimalkan kegunaan tersebut, jagalah kesehatan dengan mengkonsumsi bahan-bahan alami, baik makanan, minuman, maupun obat. Tak ada salahnya jika memiliki tanaman jahe di belakang rumah sebagai tabungan buat kesehatan Anda dan keluarga.