Hamil Tanpa Mengidam

Hamil Tanpa Mengidam

Kehamilan trimester pertama atau masa-masa hamil muda merupakan masa nan sangat rawan. Sebagian perempuan bahkan tak menyadari dirinya sudah mulai hamil. Rasa pusing dan mual nan dirasakan sering dianggap sebab terlalu lelah atau sakit maag. Ketika mengetahui positif hamil, biasanya sudah menginjak 4 minggu.

Kesehatan ibu hamil muda harus mendapat perhatian spesifik sebab pada masa inilah janin mulai terbentuk. Jika sebelum hamil sudah terbiasa menjalankan pola hayati sehat tentu tidak masalah, tinggal meneruskan pola hayati nan sudah baik itu. Akan tetapi jika terbiasa dengan pola hayati nan asal-asalan, saat hamil ibu harus mengubah pola hidupnya itu menjadi lebih sehat.

Menerapkan pola hayati sehat ini tak hanya berpengaruh pada janin nan sedang dikandung namun juga berpangaruh pada ibu sendiri. Ibu membutuhkan kondisi nan prima saat hamil, melahirkan, dan kemudian memberikan ASI pada bayi nan baru dilahirkan.



Masalah Hamil Muda

Masalah kesehatan ibu hamil muda nan sering terjadi adalah:

  1. Mual dan muntah (morning sickness)
    Masalah mual dan muntah ini muncul sebab terjadinya peningkatan estrogen dan HCG (Human Chorionic Gonadotrophine) dalam serum darah ibu hamil. Pada sebagian ibu hamil, rasa mual-muntah ini dapat sangat hebat dan terjadi sepanjang hari (tak hanya saat pagi). Dalam global kedokteran hal ini disebut dengan istilah hiperemesis gravidarum.

Untuk mengatasi ini, ibu hamil dianjurkan agar:

    1. Mengkonsumsi makanan dan minuman manis
    2. Makan sedikit-sedikit namun sering
    3. Menghindari makanan nan bisa menimbulkan rasa mual seperti makanan dengan cita rasa asam, berlemak, dan bersantan.
    4. Memperbanyak minum buat menghindari kehilangan cairan tubuh sebab sering muntah.
  1. Perut kembung
    Perut kembung sering menjadi masalah nan mengganggu kesehatan ibu hamil muda. Pada trimester pertama, hormon mulai aktif bekerja, termasuk mengendurkan otot-otot nan terlibat dalam proses persalinan. Otot saluran pencernaan pun menjadi kendur dan proses pengosongan makanan menjadi lebih lambat. Akibatnya, banyak gas nan tidak bisa dikeluarkan dari perut dan membuat ibu hamil merasa kembung.
    Untuk mengatasinya, cobalah untuk:
    1. Menghindari makanan nan banyak mengandung gas seperti tape, durian, kol, kacang-kacangan, dan minuman bersoda.
    2. Makan secara perlahan-lahan. Makan secara tergesa-gesa akan menyebabkan udara ikut tertelan.
  2. Sakit gigi
    Masalah kesehatan ibu hamil muda nan juga sering terjadi ialah sakit gigi. Masalah ini terjadi dampak kekurangan kalsium dalam makanan ketika ibu mengalami mual muntah nan berkepanjangan. Masalah ini akan mereda ketika ibu hamil tidak lagi mual muntah.
  3. Kram betis
    Kram betis juga sering menjadi masalah bagi kesehatan ibu hamil muda. Hal ini terjadi sebab tubuh ibu mengalami kekurangan vitamin E, vitamin B, dan kalsium.

Untuk mencegah terjadinya kram ini, ibu hamil sebaiknya:

    1. Memperbaiki pola makan agar tubuh tak kekurangan vitamin dan mineral penting
    2. Meningkatkan asupan kalsium (susu, keju, sayur-sayuran)
  1. Sakit kepala
    Sakit kepala juga dapat mengganggu kesehatan ibu hamil muda. Sakit kepala ini muncul dampak perubahan hormon, keletihan, lapar, atau sakit gigi.

Untuk mengatasinya, ibu hamil dianjurkan untuk:

    1. rileks
    2. cukup beristirahat
    3. makan secara teratur. Rasa lapar akan menurunkan kadar gula dalam darah sehingga menimbulkan sakit kepala.


Hamil Tanpa Mengidam

Hampir semua ibu hamil mengalami mengidam, tetapi mungkinkan ibu hamil tanpa mengidam?

Mengidam merupakan kondisi ketidakstabilan emosi nan menunjukkan adanya perubahan fisik dan psikis pada ibu hamil. Mengidam biasanya identik dengan keinginan ibu hamil buat mengonsumsi makanan eksklusif diluar kebiasaan, nan terkadang membingungkan keluarga dan dapat muncul mendadak.

Penolakan terhadap ngidam ini bisa juga dilakukan. Namun sebaiknya dituruti saja. Seorang ibu hamil menjalani hari-hari kehamilannya dengan sangat berat. Dukungan psikis dari lingkungan sangat ia butuhkan agar tetap merasa nyaman.

Jika memang permintaannya sulit dipenuhi, suami bisa mencari penggantinya. Bila perlu berbohong, asal dapat membuat ibu hamil senang.

Kondisi ketidakstabilan emosi atau mengidam ini biasanya akan hilang setelah usia kandungan memasuki minggu ke-14 sampai ke-16. Pada masa itu plasenta telah terbentuk paripurna sehingga dapat menyediakan makanan buat pertumbuhan janin. Hormon hCC pun sudah tak diproduksi lagi oleh ovarium.

Ibu hamil dperbolehkan mengonsumsi makanan nan diidamkannya tersebut. Namun jangan sampai berlebihan, menimbulkan risiko terhadap kesehatan ibu dan janin atau menimbulkan kekurangan gizi.

Selama kehamilan, sebaiknya ibu menjaga kecukupan gizi dan protein buat membantu perkembangan janin. Jangan sampai mengalami kurang darah atau kurang darah. Sebaiknya ibu hamil juga tak memelihara hewan seperti kucing, anjing, atau burung. Kotoran hewan tersebut dapat menjadi loka bersarangnya virus toksoplasma nan berbahaya bagi janin.



Gangguan Kesehatan Selama Kehamilan

Hamil merupakan anugerah dari Tuhan nan sangat dinanti-nanti oleh pasangan suami istri. Selama mengandung 9 bulan, ibu harus menjaga janin agar bisa lahir dengan baik.

Namun, memang tidaklah gampang dalam menjalani masa-masa tersebut. Ibu harus menjaga dan memberikan semua nutrisi nan diperlukan janin agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Meskipun membahagiakan, kehamilan kadangkala menimbulkan keluhan-keluhan bagi ibu hamil. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, maka keluhan-keluhan nan dialami ibu hamil akan semakin banyak. Berikut ini akan dibahas mengani keluhan apa saja selama kehamilan dan bagaimana cara mengatasinya.



1. Varises

Varises ialah pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) nan melebar dan berkelok atau melingkar. Varises diakibatkan keianan katup dalam pembuluh darah.

Pada ibu hamil, biasanya varises terjadi pada tangan dan kaki. Namun juga bisa terjadi di tempat-tempat lain seperti pada lambung rektum (usus besar dekat anus), vagina, strotum, dan vulva (bibir kemaluan).

Gejala varises ditunjukkan dengan gatal-gatal atau perubahan rona kulit menjadi kebiruan. Ibu hamil juga mengeluh cepat lelah dan pucat. Untuk mendetekasi ada tidaknya varises pada vagina, ibu atau dokter akan meraba vagina. Jika pada vagina terasa ada tonjolan maka dapat dipastikan ibu hamil mengalami varises vagina.

Varises pada ibu hamil ini dapat dicegah dengan cara sebagai berikut:

  1. Meninggikan posisi kaki. Misalnya dengan mengganjal kaki dengan bantal saat tidur. Pada saat duduk, naikkan kaki lebih tinggi dari panggul dengan menggunakan bantal.
  1. Jangan mengencangkan otot kaki dengan tiba-tiba atau tergesa-gesa ditempat tidur menjelang bangun.
  1. Berolahraga dengan teratur.
  1. Hindari kenaikan berat badan berlebihan.
  1. Perbanyak minum air putih.
  1. Mengurut kaki mulai dari jari kaki sampai paha.
  1. Makanlah makanan nan banyak mengandung kalsium dan magnesium.
  1. Hindari minuman nan bersoda dan kurangi makanan nan mengandung sodium.


2. Diabetes Kehamilan

Diabetes kehamilan atau nan lazim disebut diabetes melitus gestasional merupakan jenis diabetes nan menyerang selama kehamilan dan biasanya lenyap setelah persalinan.

Diabetes kehamilan didiagnosis salah satunya melalui tes darah. Tes darah dilakukan sebelum dan setelah pemberian glukosa pada ibu hamil. Biasanya dilakukan saat usia kehamilan memasuki bulan ke enam.

Meski hanya terjadi saat ibu hamil, namun diabetes kehamilan nan tak ditangai secara tepat akan menyulitkan kondisi ibu dan janin.

Diabetes nan tak dijaga dengan baik maka bisa menyebabkan masalah seperti bayi besar sehingga menyulitkan kelahirannya. Kemungkinan bayi mempunyai kadar glukosa rendah buat masa singkat selepas kelahiran.

Bayi tak akan lahir dengan diabetes walaupun ibu mengidap diabetes kehamilan. Terkecuali jika diabetes melitus nan merupakan keturunan. Hal nan harus dilakukan buat diabetes kehamilan.

  1. Konsumsi makanan sehat dan lakukan aktivitas fisik secara teratur. Menu makanan diatur sedmeikian rupa agar kadar glukosa dalam darah tak naik terlalu tinggi.
  1. Mengurangi makanan dan minuman nan banyak mengandung gula.
  1. Kurangi konsumsi makanan nan mengandung lemak atau minyak.
  1. Minum banyak air.
  1. Minta pakar gizi buat membuatkan menu makanan spesifik buat ibu hamil dengan diabetes.
  1. Pastikan kadar glukosa dalam darah berada di bawah 7 mmol/i 2 jam selepas makan.


3. Susah Tidur

Pada kesehatan ibu hamil muda, gangguan tidur umumnya terjadi pada trimester pertama dan trimester ketiga. Pada trimester pertama, ibu hamil akan sering bangun di malam hari sebab ingin buang air kecil. Gejala buang air kecil ini terjadi sebab kansung kemih tertekan dampak membesarnya rahim.

Selain itu, umumnya ibu hamil mengalami mual muntah sepanjang hari. Kedua hal ini merupakan penyebab primer gangguan tidur ibu hamil pada trimester pertama.

Pada trimester ketiga, gangguan tidur tak hanya dikarenakan seringnya buang air kecil. Gangguan juga muncul sebab rasa tak nyaman dari perut nan semakin besar. Masa trimester kedua, merupakan masa nan paling nyaman buat bisa tidur nyenyak.

Pada masa ini gejala mual muntah telah hilang, begitu juga keadaan perut nan belum terlalu besar. Gangguan susah tidur bisa ibu kurangi dengan beberapa cara berikut ini.

  1. Hindari rokok dan minuman beralkohol.
  2. Hindari konsumsi kafein.
  3. Sejukkan kamar tidur.
  4. Hentikan olahraga tiga atau empat jam sebelum tidur.
  5. Usahakan tidru sebentar di siang hari.
  6. Buat jadwal tidur nan teratur.