Khasiat Daun Pepaya

Khasiat Daun Pepaya

Segala macam buah mengandung majemuk vitamin dan mineral, termasuk juga pepaya. Tak hanya buahnya saja nan memberikan banyak kegunaan bagi kesehatan tubuh maupun kecantikan, tapi juga daunnya. Meski rasanya pahit, daun pepaya ternyata memiliki khasiat nan banyak sekali.

Terlebih daunnya merupakan bagian dari buah pepaya nan paling banyak memberikan khasiat bila dibandingkan dengan bagian buah pepaya nan lainnya seperti biji, kulit, getah, bunga, dan akar. Buah pepaya dikonsumsi dagingnya, baik saat muda maupun masak. Daging buah muda diramu sebagai sayuran (dioseng-oseng), sedangkan daging buah masak dikonsumsi segar atau menjadi oplosan koktail buah. Daunnya digunakan pula sebagai sayuran dan penggembur daging.

Daun nan muda dikonsumsi menjadi lalap atau dijadikan penyalut buntil. Oleh orang Manado, kembang pepaya diurap sebagai sayuran nan kerap dikonsumsi. Getah pepaya nan dapat ditemukan di batang, daun dan buah mengandung enzim papain, homogen protease, nan dapat menggemburkan daging dan mengganti konformasi protein lainnya.

Selain dikonsumsi sebagai lalap dan dijadikan sebagai penggembur daging, daunnya juga bermanfaat sebagai obat dan perasannya dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional buat meningkatkan nafsu makan.



Daun Pepaya - Tanaman Pepaya

Pepaya (Carica papaya L.) atau nan juga disebut betik merupakan tumbuhan nan berasal dari Meksiko belahan selatan dan belahan utara dari Amerika Selatan. Saat ini menyebar luas dan banyak ditanam di semua kawasan tropis buat diambil buahnya.

Nama pepaya dalam bahasa Indonesia sendiri diambil dari bahasa Belanda yaitu "papaja", nan mana pada kesempatannya juga mengambil dari bahasa Arawak yaitu "papaya". Pohon pepaya lazimnya tidak bercabang atau bercabang tapi hanya sedikit dan tumbuh sampai setinggi 5-10 m dengan daun-daunan nan membentuk seperti spiral pada batang pohon bagian atas.

Daun pepaya bentuknya menyirip lima dengan tangkai nan panjang dan berlubang di bagian tengah. Wujudnya dapat bercangap maupun tidak. Pepaya sendiri merupakan tanaman monodioecious yaitu berumah tunggal sekaligus berumah dua, dengan tiga jenis kelamin, tanaman jantan, betina, dan hermaprodit.

Tanaman nan jantan disebut sebagai pepaya gantung nan meskipun jantan, terkadang dapat menghasilkan buah juga secara partenogenesis. Buah tersebut mandul dan dijadikan sebagai bahan obat tradisional. Bunga pada tanaman jantan tumbuh pada tangkai panjang dan lazimnya ditemukan pada daerah sekitar ujung.

Bunga pepaya mempunyai mahkota kembang nan berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bentuk buah pepaya ialah bulat hingga menjulur, dengan pucuk nan lazimnya meruncing. Buah pepaya saat muda berwarna hijau gelap dan setelah masak berwarna hijau muda hingga kuning.

Apabila berasal dari tanaman betina, bentuk buahnya membulat. Sedangkan apabila berasal dari tanaman hermaprodit, bentuk buahnya bulat telur (membujur). Biji-biji buah pepaya berwarna hitam atau kehitaman dan terbalut homogen lapisan berlendir buat menangkalnya dari kekeringan.



Khasiat Daun Pepaya

Seperti nan telah disebutkan sebelumnya, daun pepaya mempunyai khasiat nan banyak sekali. Selain dapat sebagai obat kesehatan, dapat juga sebagai obat kecantikan. Dari sebagian penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tanaman pepaya mengandung banyak getah putih semacam susu, nan memiliki peluang dikembangkan menjadi antikanker. Fungsi tersebut dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh golongan rantai metilen.

Selain itu, daunnya juga mengandung majemuk zat, yaitu vitamin B1, vitamin A, kalori, lemak, protein, kalsium, fosfor, besi, hidrat arang, dan air. Khasiat pokok daunnya dapat digunakan buat kesehatan wanita seperti demam dampak nifas, mengobati keputihan, melancarkan air susu ibu, dan memuluskan haid.

Khasiat-khasiat daun pepaya lainnya ialah sebagai berikut.

  1. Dapat dimanfaatkan sebagai obat antikanker. Seperti nan telah disebutkan sebelumnya, kandungan getah putih pada daun ini dapat digunakan sebagai antikanker. Namun, hal ini masih belum jelas, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
  2. Bisa membuat pencernaan menjadi lancar. Daunnya mempunyai kandungan kimia senyawa karpain nan dapat membunuh mikroorganisme nan sering mengacaukan sistem pencernaan. Oleh karena itu daunnya sering diurap, ditumis, dan lain-lain.
  3. Berfaedah sebagai obat jerawat. Bila paras kita sedang berjerawat, kita dapat mengobati jerawat di paras kita dengan menjadikan daunnya sebagai masker. Caranya yaitu ambil satu atau dua daunnya nan sedikit tua, lalu jemur sampai layu. Sehabis itu, tumbuk hingga halus dan tambahkan air sedikit kemudian saring. Ambil sari daunnya tersebut lalu oleskan pada paras Anda nan berjerawat.
  4. Dapat dimanfaatkan sebagai obat keputihan. Caranya yaitu ambil satu lembar daun pepaya, pangkas akar rumput ilalang, dan adas pulosari secukupnya. Kemudian, daunnya dicincang lembut, direbus bersama dengan bahan lainnya dengan 1,5 liter air hingga mendidih. Lalu saring dan diminum satu kali sehari sebanyak satu gelas dan dilakukan secara rutin.
  5. Meredam nyeri haid. Bila kita sedang mendapat haid dan perut kita nyeri tidak tertahankan, kita dapat mencoba mengonsumsi daunnya. Caranya yaitu ambil 1 lembar daun pepaya, asam jawa, dan garam secukupnya. Campurkan semuanya dengan air dan direbus sampai matang. Lalu ambil airnya dan tambahkan dengan 2 sendok madu kemudian minum apabila sudah dingin. Minum sebanyak satu kali dalam sehari.
  6. Obat flu. Untuk obat flu, caranya ialah ambil tiga lembar daun pepaya muda dan cuci. Kemudian lumatkan, peras, dan lalu beri garam. Untuk anak-anak minumlah dua kali sehari, dan buat orang dewasa minum sebanyak empat kali sehari.
  7. Membuat air susu ibu (ASI) menjadi lancar. Cara menggunakannya yaitu ambil 3 lembar daunnya nan muda, remas daunnya, dan biarkan layu di atas api. Kemudian, saat dalam kondisi hangat, tempelkan di sekeliling payudara kecuali putingnya.
  8. Bisa memulihkan penyakit demam berdarah. Caranya yaitu rebus 5 lembar daun pepaya dengan 0,5 liter air. Lalu ambil air tersebut bila air telah berkurang menjadi 3/4-nya atau kira-kira 1 gelas. Kemudian tambahkan sedikit garam dan madu dua sendok. Minum saat masih hangat dan teraturlah meminumnya sebanyak 3 kali sehari yaitu pagi, sore, dan menjelang tidur hingga tanda-tanda demam berdarah sembuh.
  9. Dapat digunakan sebagai lulur mandi. Daunnya juga bisa digunakan sebagai lulur buat membuat kulit menjadi halus. Caranya dengan menumbuk daunnya hingga halus lalu lulurkan ke seluruh tubuh. Diamkan selama beberapa saat kemudian bilas dengan air bersih.
  10. Obat malaria dan demam. Tumbuk daun nan masih muda sampai menjadi 1/2 gelas. Tambahkan air sebanyak 3/4 gelas dan garam, lalu peras dan saring. Minum sebanyak 3 kali sehari dan lakukan selama 5 hari berturut-turut.
  11. Meningkatkan nafsu makan. Ambil daun nan masih muda dan segar, blender dengan menggunakan sedikit garam dan air hangat 1/2 cangkir. Lalu ambil airnya dan tambahkan 2 sendok madu. Minum air tersebut secara rutin sampai nafsu makan normal kembali.
  12. Untuk membuat daging empuk. Bila Anda merupakan seorang nan suka dengan daging ayam kampung, bebek, dan daging sapi, Anda dapat memakai daun pepaya buat membuatnya menjadi lunak. Caranya rebus bersama dengan daunnya agar daging nan alot tersebut menjadi lunak.

Dengan memanfaatkan daun pepaya sebagai obat kesehatan maupun kecantikan, kita tidak perlu mengonsumsi obat-obatan lagi dan juga tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Akan lebih baik lagi jika kita juga mengonsumsi buah pepaya dan buah-buahan lainnya. Dengan begitu, banyak khasiat nan akan kita peroleh dan kesehatan serta kecantikan kita pun terjaga.