1. Ciri-ciri pada orang dewasa:

1. Ciri-ciri pada orang dewasa:

HIV ( human immunodeficiency virus ) merupakan salah satu momok bagi global medis. Bila seseorang terkena virus ini, maka system kekebalan tubuhnya akan terserang, hingga melemah. Akibatnya, orang dengan virus HIV akan sangat menderita walaupun hanya terserang flu ringan sekalipun, sebab antibodi buat melawan flu sudah dilemahkan oleh virus HIV. Hingga saat, ini belum ditemukan obat nan dapat menyembuhkan virus nan menyerang kekebalan tubuh ini. Sampai saat ini, para dokter hanya dapat menemukan ciri-ciri Penyakit HIV dan obat buat mengurangi akibat dampak virusnya saja.

Namun demikian, orang nan terjangkit HIV belum tentu menderita AIDS pula. Bila pada termin awal infeksi virus, HIV belum menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) di mana kekebalan tubuh benar-benar rontok dan rentan terhadap penyakit. Kekebalan tubuh orang nan terinfeksi HIV biasanya menurun perlahan-lahan dalam priode tahunan.

Di Indonesia, diperkirakan penderita penyakit ini dapat mencapai angka 130.000 orang. Ini nan terdeteksi, belum lagi nan tidak. ANTARA melansir bahwa nan terdeteksi hanya 5-10% saja. Coba bayangkan bagaimana bahayanya.

Apalagi, penyakit ini dengan mudah bisa menular. Salah satu cara buat menanggulangi ialah dengan tahu ciri-ciri penyakit HIV sejak dini. Berikut beberapa hal nan menjadi gejala primer dari virus nan mitosnya merupakan kutukan bagi para penganut seks bebas.

Gejala Awal

Ada beberapa karakteristik nan dapat mengidentifikasi seseorang dengan penyakit ini. HIV tak pandang bulu, ia dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Ketika menyerang orang dewasa, maka gejala awal nan ditimbulkan akan berbeda dengan saat menyerang anak-anak.

1. Ciri-ciri pada orang dewasa:

  1. Merosotnya berat badan secara drastis dalam sebulan. Biasanya penyusutannya 10% dari berat badan terakhir kita. Penyusutan ini tak diiringi dengan karena nan jelas.
  2. Demam berlangsung selama lebih dari satu bulan, sering kelelahan. Sakit pada tenggorokan, kelenjar getah bening bengkak. Ini terjadi jika virus masuk ke dalam genre darah mereplikasi/berkembang dalam jumlah besar nan akan menggerogoti sistem kekebalan tubuh.
  3. Diare nan monoton (kronis), sariawan dan berat badan turun secara drastis.Demam datang monoton selama satu bulan.
  4. Batuk kering nan tak sembuh, sakit pada tenggorokan dan sakit kepala, mual, muntah, diare terus menerus. Gejala ini akan muncul setelah mengalami penyebaran lebih 30 persen pada tubuh penderita.
  5. Selalu kelelahan mesti tidak melakukan aktivitas berarti dikarenakan terjadinya inflamasi pada sistem kekebalan tubuh.
  6. Kulit mulai gatal-gatal di seluruh bagian tubuh.
  7. Pembengkakan kelenjar nan terjadi pada bagian tubuh tertentu.

Jika pada orang dewasa timbul dua dari gejala ini, cepat periksa. Karena itu sudah cukup buat mendeteksi apakah Anda menderita penyakit ini atau tidak. Cara inspeksi nan paling efektif ialah dengan melakukan tes darah.

2.Ciri-ciri pada anak-anak:

  1. Pertumbuhan sang buah hati cenderung lambat.
  2. Mengidap diare nan sangat berat, lebih dari 14 hari.
  3. Demam selama satu bulan.
  4. Infeksi pada telinga, mulut, tenggorokan, dan bagian tubuh lainnya.
  5. Terdapat bintik-bintik putih pada lidah, mulut, atau tenggorokan.
  6. Kulit gatal, karakteristik nan sama dengan orang dewasa.
  7. Bisa sebab keturunan. Kalau sang ibu mengidap HIV, maka sang anak pun akan berisiko tertular penyakit ini.

Hampir sama seperti orang dewasa, anak-anak umumnya cenderung butuh dua gejala saja buat mengetahui apakah dia mengidap HIV atau tidak.

Cara Mencegah HIV

Oleh sebab penyakit ini belum ada obatnya, maka nan dapat kita lakukan ialah mencegahnya. Berikut beberapa hal nan dapat dilakukan buat terhindar dari penyakit ini.



  1. Jangan melakukan interaksi seks secara bebas

Ini merupakan hal nan sangat penting. Karena HIV sangat mudah tertular lewat alat kelamin. Jika Anda sudah menikah, selalu setia pada pasangan Anda. Jangan pernah bergonta-ganti pasangan.

Perlu diketahui, alat kontrasepsi seperti kondom TIDAK membantu mencegah penularan HIV. Disebutkan bahwa pada kondom (yang terbuat dari bahan latex) terdapat pori-pori dengan diameter 1/60 mikron dalam keadaan tak meregang, sedangkan bila dalam keadaan meregang, lebar pori-pori tersebut mencapai sepuluh kali. Sementara ukuran virus HIV berdiameter 1/250 mikron (jauh lebih kecil). Dengan demikian, virus HIV bisa dengan leluasa menembus kondom.



  1. Hindari penggunaan jarum injeksi secara bergantian

Bagi para junkie (pecandu narkoba), penggunaan jarum injeksi secara bergantian ialah hal nan lumrah. Ini sangat berbahaya dan bisa memudahkan tubuh Anda terserang virus. Hati-hati jika Anda getol dengan tato. Pastikan bahwa jarum suntiknya steril. Lebih baik gunakan jarum injeksi nan baru buat menghindari penularan.

Bagi pengguna narkoba, langkah-langkah eksklusif bisa diambil buat mengurangi risiko kesehatan masyarakat maupun kesehatan pribadi, yaitu:

  1. Beralih dari napza nan harus disuntikkan ke nan bisa diminum secara oral.
  2. Jangan pernah menggunakan atau secara bergantian menggunakan semprit, air, atau alat buat menyiapkan napza.
  3. Gunakan semprit baru (yang diperoleh dari sumber-sumber nan dipercaya, misalnya apotek, atau melalui program pertukaran jarum suntikan) buat mempersiapkan dan menyuntikkan narkoba.
  4. Ketika mempersiapkan napza, gunakan air nan steril atau air higienis dari sumber nan bisa diandalkan.
  5. Dengan menggunakan kapas pembersih beralkohol, bersihkan loka nan akan disuntik sebelum penyuntikan dilakukan.


  1. Penularan dari ibu ke anak.

Penularan HIV dari seorang ibu nan terinfeksi bisa terjadi selama masa kehamilan, selama proses persalinan atau setelah kelahiran melalui ASI. Tanpa adanya hegemoni apapun, sekitar 15% sampai 30% ibu dengan infeksi HIV akan menularkan infeksi selama masa kehamilan dan proses persalinan. Pemberian air susu ibu meningkatkan risiko penularan sekitar 10-15%. Risiko ini tergantung pada faktor- faktor klinis dan dapat saja bervariasi tergantung dari pola dan lamanya masa menyusui.

Untuk mencegahnya bisa dengan meminum obat pencegah (ARV), melakukan operasi caesar saat kelahiran, dan menghindari pemberian ASI dari ibu nan terinfeksi HIV.



  1. Hati-hati ketika melakukan transfusi darah

Jangan lupa, virus ini menjangkit cepat lewat darah. Awasi diri Anda ketika melakukan transfusi darah. Selalu terima darah dari orang nan benar-benar steril. Jangan sekali-kali asal melakukan transfusi darah.Bila anda memiliki riwayat keluarga dengan HIV, periksalah diri anda ke dokter, dan laporkanlah ke petugas bila anda ingin mendonorkan darah.



  1. Pencegahan penularan melalui pola hayati sehat.

Orang-orang nan memiliki Norma seks bebas, bertato, pemakaian narkoba dengan jarum termasuk mereka nan beresiko tinggi terkena AIDS. Untuk itu perlu mengubah Norma buat hayati lebih sehat dan aman.



  1. Pencegahan penularan melalui pernikahan

Bila anda menikah dengan orang-orang nan memiliki riwayat pekerjaan atau Norma hayati beresiko tinggi tertular HIV sebaiknya dilakukan tes HIV AIDS.

Jauhilah Penyakitnya, jangan Penderitanya

Singkatnya, virus HIV mudah menular dengan cara interaksi seksual dengan pengidap, transfusi darah nan terkontaminasi virus HIV, ibu hamil terhadap anak nan dikandungnya, pemakai jarum injeksi bergantian pada pengguna narkoba nan terinfeksi alat-alat nan tak steril.

Perlu digaris bawahi bahwa virus HIV tak akan menular lewat gigitan hewan, pemakaian kamar mandi atau WC, pemakaian alat makan, hayati bersama satu rumah, pergaulan sehari-hari, pemakaian handuk, jabat tangan dan berciuman di luar