Film Dealova

Film Dealova

Sejak menjadi salah satu novel best seller , banyak orang nan mencari resensi novel Dealova . Ya, novel nan dibuat oleh Dyan Nuranindya ini memang cukup menyedot perhatian pada pertengahan dasa warsa 2000-an. Apalagi dalam waktu nan singkat, novel ini kemudian diangkat ke layar lebar. Tak mau kalah dengan novelnya, film Dealova nan dibintangi oleh Jessica Iskandar ini juga meledak dan menjadi kegemaran remaja Indonesia pada masanya.

Maka semakin penasaran saja para penggemar buat mencari novel Dealova. Bagaimana mungkin sebuah novel nan dianggap sebagai novel debutan, mampu mendapatkan respon nan sedemikian besar dari masyarakat? Bagaimana mungkin pula novel nan dahulunya dirilis secara indie ini sukses menaklukkan Indonesia? Tak hanya novelnya. Orang pun tidak sungkan buat mengetikkan kata kunci resensi novel Dealova demi mendapatkan pedoman dahulu sebelum membaca novel nan cukup tebal ini. Dengan melihat resensi novel Dealova, tentunya para penggemar semakin tertarik lagi buat membaca novel nan diterbitkan oleh Gramedia ini.



Resensi Novel Dealova - Profil Dyan Nuranindya

Mereka nan membaca resensi novel Dealova niscaya tahu tentang Dyan Nuranindya nan pada awal-awal kariernya di global tulis-menulis disebut Dichiel alias Dyan kecil. Lahir di Jakarta, 14 Desember 1985 awalnya menulis novel bukanlah hal nan ditekuni oleh Dyan. Ia lebih suka menggambar. Dyan juga "menolak" asumsi kebanyakan orang tentang stereotip penulis: seorang nan kutu buku, berkacamata, dan berkepribadian tertutup. Dalam kesehariannya kala masih duduk di bangku sekolah, Dyan Nuranindya cukup aktif mengikuti kegiatan panjat tebing. Dyan Nuranindya juga memiliki blog tempatnya berbagi dengan semua orang nan tengah berselancar di global maya. Nah, setelah melihat profil singkat sang pembuat novel, bagaimana dengan resensi novel Dealova?



Resensi Novel Dealova - Resensi Pembaca

Dengan mudah, kita akan menemukan berbagai resensi novel Dealova di internet. Untuk lebih mudahnya, kita dapat mengunjungi goodreads(dot)com. Di situs ini begitu banyak buku nan diberi komentar oleh para pembaca buku di seluruh dunia; termasuk buku-buku dari Indonesia. Tentunya, novel Dealova ada dalam daftar buku ini. Lebih dari 100 orang nan sudah melakukan review atau mencoba buat menawarkan resensi novel Dealova versi mereka sendiri.

Secara umum, pemberi resensi novel Dealova terbagi dalam empat kategori. Pertama, mereka nan baru pertama kali membaca novel. Kedua, mereka nan lebih mengutamakan terhanyutnya seorang pembaca terhadap kisah novel, alih-alih meribetkan masalah teknis novel tersebut. Ketiga, mereka nan benar-benar objektif dalam menilai novel. Keempat, orang-orang nan hanya ingin antagonis dengan pendapat generik (mainstream) tentang novel Dealova.

Semua pendapat mereka dapat dilihat dari cara mereka melakukan resensi novel Dealova.Kategori pertama dan kedua nan menyampaikan resensi novel Dealova, akan menggolongkan novel Dealova sebagai novel nan menarik. Banyak nan mengaku sampai menangis ketika membaca novel Dealova; terutama mereka nan rata-rata ialah anak SMP atau SMA nan terbiasa membaca teenlit atau baru beberapa kali membaca novel. Kalimat-kalimat sederhana nan disusun dengan hati nan sungguh-sungguh, membuat pembaca dari kalangan remaja merasakan emosi dalam novel ini.

Namun, ada kalangan lain nan cukup sebal dengan novel Dealova. Mereka biasanya datang dengan ekspektasi terlalu tinggi terhadap sebuah novel teenlit. Ada nan menyebutkan Dealova cenderung baku gaya penulisannya. Pada beberapa bagian, penyampaian jalan cerita memang terkenan terus-menerus dan kaku. Temanya pun klise sebab hanya seputar percintaan anak muda dengan bumbu konflik nan kurang kuat.

Ada pula nan mengomentari hal-hal lain nan sifatnya kurang teknis. Misalnya, kertas novel Dealova nan berupa kertas buram. Alhasil, tak sporadis orang nan langsung kehilangan selera melihat jenis kertas ini. Novel atau buku apa pun nan bahan kertasnya buram memang terkesan murahan, meski isinya sebagus apa pun.Review para pembaca di goodreads ini cukup membantu mereka nan ingin membuat resensi novel Dealova atau ingin mengetahui resensi novel Dealova kecil-kecilan.

Secara garis besar, kita dapat melihat resensi novel Dealova sebagai berikut. Novel Dealova berkisah tentang Karra, seorang gadis tomboy nan disukai oleh dua lelaki. Yang pertama, Ibel, teman kakaknya. Selain itu, ada pula Dira, nan berstatus sebagai anak baru di sekolah Karra. Kalau Ibel jago bermain gitar, maka Dira jago basket; sesuatu nan kebetulan cocok dengan Karra dengan karakter nan mudah meledak-ledak dan cuek ini.

Awalnya, Karra sangat membenci Dira nan kesannya hanya mau menang sendiri. Di sisi lain Karra nan ditaksir oleh Ibel, menganggap Ibel sebagai kakak, bukan seseorang nan layak dijadikan pacar. Interaksi ketiga tokoh ini berjalan mengalir. Lambat laun, sikap Karra terhadap Dira berubah. Dari benci, perasaan berubah menjadi cinta. Akhirnya, Karra pun membuka hati buat Dira. Namun, ketika cinta bersemi, ujian langsung menerpa Karra. Dira harus pergi selama-lamanya. Ternyata selama ini, Dira mengidap kanker otak, dan hal ini disembunyikan dari sang kekasih.

Sikap Dira nan keras hanyalah "kamuflase" buat menutup ketidakpercayaan dirinya di depan banyak orang. Karra nan patah hati sempat kecewa berat dan melalui hari-hari penuh kehampaan: pupus sudah berharap mampu menjalani hayati bersama orang nan dicintai kala maut sudah berbicara. Namun, akhirnya kebahagiaan datang dari sosok nan tak disangka-sangka. Ya, Ibel menjadi penghibur hati dan sosok istimewa bagi Karra. Jika kita mencari di internet, melalui situs-situs pencarian, kita akan dengan mudah menemukan resensi novel Dealova nan senada dengan resensi ini.



Resensi Novel Dealova - Film Dealova

Satu nan paling membuat Dealova lebih terkenal lagi ialah filmnya. Selain memiliki jalan cerita nan mudah ditangkap oleh remaja saat itu, Dealova didukung oleh OST nan menawan hati. Betapa tidak? Beberapa lagu dalam OST film Dealova benar-benar menjadi hits pada masa perilisan film ini. Sebutlah lagu berjudul sama dengan judul film dan novel, "Dealova". Lagu nan diciptakan Opick ini dibawakan dengan paripurna oleh Once (Elfonda Mekel), nan kala itu masih menjadi vokalis Dewa 19. Lagu nan sebenarnya lebih menyiratkan interaksi antara seorang hamba dengan Tuhan ini dapat diterima para remaja dengan tanpa tedeng aling-aling.

Suara merdu Onde dan alunan orkestra dari Victorian Philharmonic Orchestra pendukung dalam lagu ini membuat lagu Dealova dapat dikategorikan sebagai salah satu lagu terbaik pada tahun 2005. Selain itu, ada pula lagu-lagu dari band atau penyanyi ternama lain. Sebutlah lagu "Serba Salah" dari J'Rocks, band beraliran J-music nan kala itu masih disambut dengan pro kontra atas lagu-lagu mereka nan didakwa menjiplak lagu-lagu band Jepang seperti L'Arc~en~Ciel atau Luna Sea.

Ada pula lagu "Saat Kau Pergi" nan dinyanyikan oleh Bunga Gambaran Lestari. Bersama 7 lagu lain dalam album OST Dealova, lagu-lagu ini mampu membuat orang nan tak menyukai novel teenlit sekalipun tergerak buat menonton Dealova, membaca novelnya, atau sekadar melihat resensi novel Dealova.

Film Dealova sendiri dari garis besarnya sama dengan novel Dealova. Film ini disutradarai oleh Dian Sasmita. Sementara penulis skenarionya ditangani oleh tangan jenius Hilman Hariwijaya. Pemeran Dealova di antaranya ialah Jessica Iskandar (Karra), Ben Joshua (Dira), dan Evan Sanders (Ibel). Film nan berdurasi 105 menit ini juga sudah beberapa kali ditayangkan di televisi sehingga secara tak langsung film ini menjadi semacam "resensi novel Dealova" bagi mereka nan tak doyan membaca buku.