10 Besar Pelaku Pembunuhan Berantai

10 Besar Pelaku Pembunuhan Berantai

Nyawa seolah telah menjadi sesuatu nan tak ada harganya. Bahkan, ada beberapa manusia nan mulai kehilangan insting kemanusiaan. Semakin banyak manusia nan perilakunya lebih kejam daripada binatang. Hal ini terbukti dengan maraknya kasus pembunuhan nan dilakukan oleh sesama manusia secara berantai.

Sungguh ironis, manusia nan diberi akal dan pikiran sepatutnya mampu memanfaatkan kelebihan itu buat melakukan hal positif. Sayangnya, manusia seolah sudah kehilangan akal sehatnya sehingga tega menghabisi nyawa sesama. Inikah paras sesungguhnya manusia?

Kasus pembunuhan berantai ternyata sudah ada sejak dahulu. Pelaku-pelakunya pun sudah mendapatkan pengadilan nan terbilang "setimpal". Kasus pembunuhan berantai tak hanya terjadi di Indonesia. Negara lain pun memiliki beberapa "tokoh" krusial nan telah sukses menghilangkan nyawa seseorang.



Apa itu Pembunuh Berantai

Pembunuh berantai atau pembunuh serial ialah seseorang nan membunuh setidaknya tiga korban satu per satu dalam serangkaian pembunuhan berurutan, demi bentuk kepuasan psikologis pelakunyay sebagai motif utama. Kebutuhan buat kepuasan psikologis membedakan pembunuh berantai dari satu dengan jenis lain nya, nan biasanya pembunuhan jenis ini dilakukan buat hal-hal seperti laba atau balas dendam. Karena unsur ketidakstabilan psikologis atau patologi sosial nan mendorongnya buat terlibat dalam pembunuhan serial. Sehingga pembunuh berantai banyak nan pada akhirnya menguni forum mental seperti rumah sakit jiwa jika dan ketika mereka tertangkap, hal ini mencerminkan kepercayaan generik bahwa orang orang ini bukan dari golongan orang dengan pikiran nan sehat.

Sementara banyak orang berpikir tentang pembunuhan berantai sebagai kejahatan nan muncul pada abad ke 20, sebenarnya jenis kejahatan ini cukup kuno. Dokumen dari tempat-tempat seperti Cina menunjukkan bahwa terdapat pembunuh serial nan beroperasi jauh sebelum era umum, dan beberapa pembunuh berantai terutama terkenal seperti Erzsebet Bathory dan Jack the Ripper buat periode sebelum abad ke-20. Memang benar, bahwa jumlah pembunuhan berantai tampaknya telah meningkat pada abad ke-20, mungkin sebab populasi nya meningkat atau sebab adanya pergeseran sosial dan budaya.



Hidup Demi Membunuh

Istilah ini diperkenalkan di global militer, sebagai natural born killer. Yakni seorang tentara efektif, nan tak berkedip ketika menghabisi musuhnya. Namun, lain cerita jika nan semacam ini justru berkeliaran di jalan. Sebagai anggaran umum, seseorang tak memulai hayati sebagai pembunuh berantai, dia di asuh oleh orang tua dengan penuh perhatian.

Walaupun begitu. Kemajuan proses dari individu biasa buat menjadi pembunuh berantai mungkin di mulai dari awal kehidupan masa kanak kanak, tetapi berlangsung secara bertahap, dimulai dengan kejahatan kelas teri seperti pembakaran barang, maju ke penyalahgunaan hewan, dan kemudian pindah ke dalam bidang penyalahgunaan manusia. Alasan mengapa orang berkembang menjadi pembunuh berantai tak diketahui, meskipun menunjukkan tanda-tanda banyak trauma masa kecil dan penyalahgunaan kekerasan pada anak.

Para psikolog percaya bahwa semua pembunuh berantai menunjukkan beberapa bentuk gangguan kepribadian antisosial, bersama dengan kondisi kejiwaan lain nan menyebabkan mereka memiliki pandangan global nan secara mendasar berbeda dari orang lain. Banyak pula psikolog membagi lebih lanjut kehidupan pembunuh berantai nan disebut "terorganisir" menjadi pembunuh berantai profesional, nan menempatkan kecerdasan tinggi mereka buat menggunakan banyak hal kretif ketika merencanakan kejahatan, dan atau "tidak teratur" sama sekali. Pembunuh berantai, biasanya menyerang dengan cara nan lebih sedikit disiplin dengan kecerdasan di bawah rata rata.

Pembunuh berantai juga bisa lebih diklasifikasikan dari tipe saat pembunuhan di komit. Beberapa pembunuh berantai melakukan kejahatan mereka sebab mereka merasa termotivasi oleh visi misi jiwanya, misalnya, sementara nan lain melakukannya buat murni, kesenangan hedonistik. Beberapa jenis pembunuh, seperti Jack the Ripper, ialah pembunuh berantai misionaris, menggunakan perbuatan mereka buat mengirim pesan, dan beberapa orang membunuh sebab rasa kekuasaan dan kontrol, seperti halnya Charles Manson.

Penemuan pembunuh berantai dalam suatu komunitas lingkungan kecil, kota kecil, kampung kecil, bisa menjadi sangat menegangkan bagi warga nan mungkin akan dikecam takut bahwa mereka ialah sasaran nan potensial, terutama dalam kasus di mana korban tampaknya dipilih secara acak. Forum penegak hukum mempertahankan staf psikolog dan pakar lainnya nan bisa digunakan ke situs-situs pembunuhan berantai dan lalu menerapkan pengetahuan dalam bentuk nan paling canggih, buat kasus ini dengan asa menangkap pembunuh lebih cepat. Maka dari itulah, konsep pembunuh lawan polisi ini sering di jadikan bumbu atau muatan primer dalam budaya pop, karya karya thiller nan serba menegangkan di dalam novel, film, varian fiksi, lainnya. Siapa pula di antara kita nan tak mengenal Hannibal Lecter, protagonis nan diperkenalkan oleh Thomas Harris, dan difilmkan berkali kali buat meneror atau menghibur mereka nan bahagia dengan aliran semacam ini.



10 Besar Pelaku Pembunuhan Berantai

Berikut ini merupakan 10 pelaku pembunuhan berantai paling kejam di dunia.

1. Ted Bundy Theodore Robert Bundy merupakan seorang pembunuh berantai asal Amerika. Sebelum sukses dieksekusi wafat pada 1989, Ted sempat 2 kali melarikan diri dari penjara. Kabarnya, Ted telah "berhasil" menghilangkan nyawa 40 orang wanita.

2. Richard "The IceMan" Kuklinski Richard ialah seorang pembunuh bayaran nan bekerja pada beberapa keluarga keturunan Italia-Amerika. Berdasarkan informasi nan beredar, ia telah mengabisi hampir 200 orang korban, termasuk Jimmy Hoffa, dengan senjata favoritnya, yaitu pistol, gergaji, dan belati.

3. Harrold Shipman Pria berkebangsaan Inggris ini merupakan pembunuh berantai bergelar dokter. Kabarnya, ia telah membunuh hampir 260 orang pasiennya. Mayoritas korbannya, sekitar 80 persen, ialah wanita dengan rentang umur 41 hingga 93 tahun.

4. David Richard Berkowitz Ia dikenal sebagai pembunuh berantai Amerika dan dikenal pula sebagai teroris Kota New York pada bulan Juli 1976. Ia sukses ditahan pada bulan Agustus 1977. Berkowitz membunuh perempuan berambut panjang nan bekerja larut malam dengan pistol nan disimpan di sakunya. Setelah dibunuh, rambut perempuan tersebut dipotong sebagai tanda.

5. Jack The Ripper Jack The Ripper merupakan nama samaran buat seorang pembunuh berantai nan namanya tak teridentifikasi dan beroperasi pada 1888. Ia merupakan seorang warga perkampungan miskin, Whitechapel, Kota London, Inggris. Para wanita pelacur di sebuah prostitusi merupakan target empuknya. Wanita-wanita tersebut dibunuh dengan cara digorok lehernya, lalu tubuhnya dipotong menjadi beberapa bagian dan organ vitalnya dibuang.

6. Jefery Dahmer Ia ialah seorang pembunuh berantai asal Amerika. Ia pun dikenal sebagai seseorang nan memiliki kelainan seksual. Ia telah "berhasil" menghabisi 17 orang korban dewasa dan remaja. Semua korbannya merupakan keturunan Afrika dan Asia. Pembunuhan ini disertai dengan pemerkosan, penyiksaan, mutilasi, dan kanibalisme.

7. Luis Alfredo Garavito Cubillos Selain sebagai pembunuh berantai, pria asal Colombia ini dikenal sebagai pemerkosa dan homoseksual. Sejak 1992 hingga 1999, ia telah menghabisi sekitar 200 orang dengan rentang usia korban 8 hingga 18 tahun.

8. Robert "Willie" Pickton Pria ini merupakan seorang pembunuh berantai keturunan Inggris-Columbia nan telah menghabisi 20 orang wanita pelacur di Downtown Eastside. Aksi sadisnya ini dilancarkan sejak 1992 hingga 1999.

9. Elizabeth Bathory Ia merupakan seorang pembunuh berantai wanita berkebangsaan Hungaria. Wanita ini telah menghilangkan nyawa 600 orang wanita pada 1600. Keluarganya dikenal sebagai keluarga nan sangat termashur di Hungaria.

10. Gilles De Rais Ia dikenal sebagai pembunuh berantai nan semua korbannya berasal dari kalangan anak-anak. Dalam waktu 10 tahun, kabarnya ia telah melakukan pembunuhan kepada 200 orang anak. Rata-rata usia korbannya ialah 6 hingga 8 tahun.