Pengaruh Pencemaran Air dan Udara Terhadap Kesehatan Lingkungan

Pengaruh Pencemaran Air dan Udara Terhadap Kesehatan Lingkungan

Setiap orang niscaya selalu mendambakan agar dapat hayati sehat di lingkungan nan sehat dan dijauhkan dari segala macam penyakit. Untuk mendapatkan kesehatan lingkungan yang prima dan baik ada beberapa pola hayati nan mesti dijalankan. Misalnya rajin melakukan olahraga, makan dengan teratur baik buat waktu dan jenis santapannya dan seterusnya.

Dan di luar masalah nan dilakukan secara pribadi tersebut ada satu hal lagi nan juga mesti mendapat perhatian namun harus dilakukan secara bersama-sama dengan orang lain yaitu menjaga kesehatan lingkungan .

Karena buat urusan nan satu ini memang tak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Misalnya lingkungan rumah kita sudah higienis dan sinkron dengan baku kesehatan nan ada. Namun bila lingkungan nan berada di sekitar kita tak masih kotor juga maka kita masih dapat terkena agresi suatu penyakit. Hal inilah nan menjadikan alasan bila menjaga lingkungan agar tetap sehat itu merupakan tugas bersama bagi warga nan tinggal di suatu daerah atau wilayah.

Selain itu dengan mau menjaga lingkungan agar tetap sehat secara bersama sama akan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong nan tinggi antar warga. Ini tentu menjadi nilai positif nan tinggi selain kita juga dapat hayati sehat tanpa takut dihinggapi suatu penyakit.



Apa nan Dilakukan buat Menjaga Kesehatan Lingkungan?

Ada beberapa cara nan dilakukan oleh anggota masyarakat buat menjaga lingkungan agar tetap sehat secara bersama sama. Beberapa diantaranya ialah :

1. Melakukan Kerja Bakti

Ini merupakan bentuk kolaborasi dengan tujuan buat menjaga lingkungan agar tetap sehat nan masih sering dilakukan oleh masyarakat terutama nan tinggal di daerah pedesaan. Dengan melakukan kerja bakti berupa pembersihan segala macam kotoran nan ada maka lingkungan sekitar akan menjadi higienis dan sehat.

Selain itu, kerja bakti juga merupakan salah satu cirri nan terus dilakukan oleh masyarakat Indonesia terutama di daerah pedesaa. Dengan kerja bakti ini, seluruh masyarakat bersama-sama buat membersihkan daerahnya.

Hal ini sangatlah berguna demi menjaga lingkungan agar tetap terlihat higienis dan nyama buat ditinggali. Selain itu, interaksi antar warga bisa terjalin dengan lebih erat lagi sebab memang kerja bakti ini bisa dilakukan sebagai wahana buat menjaga interaksi antar warga.

Kerja bakti nan biasa dilakukan ialah membersihakn jalan, loka pemakaman atau pun daerah dari loka generik nan ada seperti membersihkan masjid. Hal ini buat menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kewajiban buat ikut serta menjaga kelestarian lingkungannya. Dengan kerja bakti nan dilakukan ini, tentunya dapa menanamkan pencerahan dalam setiap diri manusia buat mencintai lingkungannya.

2. Memerangi Penyakit

Terutama sekali pada jenis penyakit nan dapat menjadi epidemi atau penularan. Misalnya penyakit demam berdarah. Penyakit ini ditimbulkan oleh nyamuk nan berkeliaran. Jadi bila kita sudah menjaga kebersihan rumah namun rumah nan lain masih kotor maka nyamuk penyebab timbulnya penyakit ini masih dapat berkeliaran di loka kita. Karena itulah pekerjaan menjaga lingkungan agar tetap sehat buat memerangi penyakit ini juga mesti dilakukan bersama sama pula.

Sebelum melakukan hal ini, tentunya setiap anggota masyarakat haruslah mendapatkan bekal nan cukup mengenai tindakan nan tepat buat dilakukan. Karena memang hal ini selau berhubungan dengan tindakan kesehatan sehingga haruslah mendapatkan arahan terlebih dahulu dari pihak nan memiliki pengetahuan lebih dalam hal ini.

Misalnya dalam rangka mencegah timbulnya penyakit demam berdarah dengan melakukan 3M. masyarakat terlebih dahulu mendapatkan penyuluhan dari pegawai dinas pemerintah nan terkait buat melakukannya. Sehingga setelah mendapat penyuluhan ini, bisa melakukannya dengan benar.

3. Menanam Tanaman Obat Bersama

Ini juga dapat menjadi salah satu jalan buat menjaga sekaligus menciptakan lingkungan agar tetap sehat bersama. Misalnya sebab luas huma terbuka nan kita punyai terbatas kita hanya mampu menanam beberapa jenis tanaman obat saja. Namun anggota masyarakat lain nan punya masalah sama dapat menanam jenis tanaman obat nan lain. Sehingga bila sedang membutuhkan kita dapat saling meminta.

Adapun kegunaan lain dari kegiatan menjaga lingkungan agar tetap sehat nan satu ini ialah memunculkan estetika nan juga dapat dinikmati bersama sama pula. Selain itu pemandangan dan rasa kesejukan nan ditimbulkan dari tanaman juga memberi imbas fisik dan rohani pada kesehatan badan dan jiwa kita.

Selain itu,penanaman obat keluarga ini juga memiliki nilai nan ekonomis. Jika memang dipandang perlu maka bias saja tanaman nan telah ditanam bersama ini dikelola oelh seseorang tau pihak terkai lalu didistribusikan. Sehingga bisa membantu perekonomian warga.

Jikalau tak bisa difungsikan demikian, tanaman ini pun sudah bisa buat digunakan oleh setiap dari warga masyarakat. Dengan ini pun sudah bisa memangkas sedikit dari aturan belanja harian rumah tangga mereka.

4. Belajar Bersama

Selain itu agar mampu menjaga lingkungan agar tetap sehat nan lebih baik kita juga dapat melakukan pembelajaran bersama-sama. Salah satu cara nan dapat ditempuh ialah dengan melakukan diskusi antar warga serta mengundang petugas dari dinas kesehatan setempat atau pakar kesehatan nan lain. Tentu dengan bahagia hati mereka mau membantu kita buat membagi ilmu nan dimilikinya.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan semakin menambah pengetahuan nan diperoleh oleh setiap warga. Warga nan belum tahu menjadi tahu. Warga nan memiliki pemahaman nan galat bisa diluruskan. Warga nan sudah tahu menjadi lebih tahu lagi atau pengetahuannya menjadi bertambah lagi.



Pengaruh Pencemaran Air dan Udara Terhadap Kesehatan Lingkungan

Pencemaran air dan udara nan banyak sekali terjadi tentu saja telah mengganggu kelestarian lingkungan nan ada. Lingkungan nan awalnya menjadi lingkungan nan sehat berubah menjad lingkungan nan tidak sehat lagi.

Beberapa perguruan tinggi terkenal seperti ITB, Unpad, UI juga Politeknik di Lingkungan Departemen Kesehatan telah menyediakan jurusan kesehatan lingkungan . Ilmu kesehatan lingkungan sangat diperlukan terutama buat mengatasi dan mengantisipasi akibat pencemaran lingkungan nan dari tahun ke tahun semakin menurun drastis.

Namun dalam kenyataannya, ilmu saja tak cukup sebab dalam praktik di lapangan nan diperlukan ialah kesungguhan buat mengatasi akibat pencemaran terhadap lingkungan nan sehat tersebut.

Dalam kaitannya dengan lingkungan nan sehat, ada empat indikator nan menjadi pusat perhatian manakala ingin menciptakan sebuah lingkungan nan sehat. Empat indikator nan dimaksud ialah keluarga dengan kepemilikan wahana sanitasi dasar, prosentase loka generik dan pengolahan makanan, prosentase rumah sehat, dan keluarga nan memiliki akses air bersih.

Sejauh ini dinas-dinas terkait di masing-masing kota dan daerah telah pula secara berkesinambungan mencari berbagai upaya buat memperkecil resiko menurunnya kualitas lingkungan baik sebab pencemaran udara maupun pencemaran air dengan membangun wahana sanitasi dasar misalnya.

Pengukuran dan pengendalian kualitas lingkungan pun telah dilakukan, di samping terus memantau dan menata lingkungan. Namun, rupanya selama sisi manusia tak tersentuh atau tak digarap secara bersama-sama dan berkesinambungan, maka upaya-upaya teknis tadi akan tetap tak berjalan optimal.

Namun demikian, tentu tak perlu saling menyalahkan, toh pada beberapa aspek seperti pembangunan wahana sanitasi dasar juga berkaitan langsung kepentingan manusianya seperti penyediaan air bersih, jamban sehat, perumahan sehat nan dilaksanakan secara lintas sektoral.

Pada saat pembangunan itu pula –karena memberi akibat langsung pada masyarakat– semestinya secara otomatis telah terjadi transfer pengetahuan bagaimana menjaga dan memelihara lingkungan nan sehat.

Tingkat keberhasilan aplikasi program kesehatan lingkungan dapat dipantau secara monoton dengan memperhatikan seberapa persen capaian dari empat indikator nan telah ditentukan. Dari peningkatan atau penurunan empat indikator nan dimaksud, secara langsung telah tergambar sejauh mana respon dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan.

Apabila persentase keluarga nan memiliki akses air higienis setiap tahun semakin meningkat misalnya, itu artinya mengindisikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam penyehatan kesehatan lingkungan semakin baik.

Demikian pula tentang persentase kepemilikan rumah sehat. Jika persentase setiap tahun semakin meningkat, maka hal ini mengindisikan bahwa telah terjadi perubahan prilaku nan dapat memperbaiki taraf lingkungan nan sehat. Kenapa?

Karena bagi mayoritas masyarakat kita, rumah ialah tak hanya loka istirahat melainkan loka berkumpul anggota keluarga, tetangga bahkan keluarga nan jauh. Dengan demikian dalam sebuah rumah nan tak sehat dapat menjadi loka saling menularnya penyakit. Menjadi indikasi negatif terhadap upaya meningkatkan kesehatan lingkungan.