Terbentuknya Batu pada Empedu

Terbentuknya Batu pada Empedu

Jika setelah makan berlemak, Anda mengalami gejala sakit pada perut sebelah kanan diikuti kolik hebat, berkeringat, terasa mual dan muntah, panas dingin, sendawa nan tak lazim. Hati-hati, Anda dapat terserang penyakit batu empedu .

Penyakit batu empedu hampir sama dengan penyakit maag. Makanya tak mengherankan jika penyakit ini tak mampu terdeteksi sejak dini sebab adanya dianogsa penyakit nan kurang tepat.

Diagnosa penyakit nan kurang tepat pada penyakit ini bukanlah tanpa alasan. Pada kenyataanya, gejala nan dialami penyakit maag dengan penyakit ini ialah sama. Selain itu letak dari kantong empedu dan lambung juga hampir sama dan berdekatan yakni di sekitar ulu hati.

Oleh sebab itulah maka tak mengherankan jika terjadi salah diagnosa pada penyakit ini oleh dokter. Kondisi ini juga diperparah dengan tak kembalinya pasien ke loka berobat sebab merasa gejala nyeri pada penyakit ini tak kunjung sembuh. Akibatnya pasien merasa bahwa berobat ke loka berobat awal ialah tak cocok karen penyakitnya tak kunjung sembuh.

Padahal penyakit ini baru dapat dibedakan dengan penyakit maag jika sudah menjalani inspeksi berkali-kali. Inspeksi dilakukan oleh dokter guna membedakan gejala maag dengan penyakit ini yakni dengan memeriksa intensitas nyeri nan dirasakan pasien serta penjalaran rasa sakitnya.

Jika pasien hanya datang sekali dan tak kembali lagi, bagaimana dokter dapat menganalisa dengan benar? Tentunya kita tak dapat serta merta menyalahkan dokter jika pada suatu hari ternyata diagnosa awal nan dilakukan ialah salah. Yang perlu diperbaiki dari pasien ialah adanya pola pikir buat mau kembali ke loka nan sama jika gejala sakit masih dirasakan. Dengan demikian diagnosa dapat dilakukan lebih akurat.

Gejala sakit penyakit maag berbeda dengan penyakit ini. Walaupun nyeri nan dirasakan hampir sama tetapi kondisi nyeri nan dialami masing-masing penyakit ini jauh berbeda. Ada disparitas pada intensitas dan kedatangan nyeri pada masing-masing penyakit ini.

Jika anda merasakan sakit atau nyeri nan ada diperut secara pelan-pelan dan berkahir dengan nyeri nan luar biasa berarti kemungkinan sakit nan diderita ialah penyakit maag. Namun jika tiba-tiba anda merasakan sakit pada bagian ulu hati nan luar biasa dan tiba-tiba juga menghilang maka ada baiknya anda patut waspada. Dapat jadi gejala nan dialami ialah gejala penyakit batu empedu.



Penyebab Penyakit Batu Empedu

Penyakit batu empedu berbeda dengan penyakit lainnya. Secara niscaya belum diketahui penyebab dari penyakit ini. Namun buat kemungkinan nan menyebabkan terjadinya penyakit ini sudah dapat diketahui.

Biasanya penyakit ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Beberapa hal tersebut ialah (1) banyaknya kandungan kolesterol nan ada pada kantung empedu, (2) kurangnya kandungan garam nan ada pada kantung empedu, (3) kurang sempurnanya kontraksi nan dilakukan oleh kandung empedu, (4) adanya infeksi, (5) adanya gangguan darah yakni kurang darah sel sabit.

Pada penyakit ini jika batu nan terbentuk kecil bukan berarti penyakitnya lebih ringan dibandingkan nan besar. Justru dengan ukuran batu nan kecil nan lebih berbahaya. Hal ini dikarenakan dengan ukurannya nan kecil maka dimungkinkan batu tersebut bergerak ke organ vital nan lain. Dikhawatirkan batu tersembut menyumbat organ lain.

Pergerakkan batu kecil ke organ lain misalnya ialah pada hati. Jika batu tersebut menyumbat pada hati maka kemungkinan akan tak terpoduksinya berbagai enzim dapat terjadi. Akhirnya dapat menyebabkan terjadinya penyakit kuning. Oleh sebab itu buat batu nan berukuran kecil lebih berbahaya dibandingkan dengan nan besar.

Ukuran batu pada penyakit ini sangat beragam. Ada nan ukuran batunya hanya sebesar pasir. Namun ada juga nan ukuran batunya sampai sebesar bola golf. Pembentukan batu tersebut biasanya terjadi pada saluran empedu dan saluran hati. Dengan adanya batu tersebut dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada organ tersebut.

Batu nan ada pada saluran empedu ini terbentuk dari zat lemat atau kolesterol. Seperti nan telah diketahui bahwa salah satu penyebab dari penyakit ini ialah kolesterol, maka biasanya sebagai terapinya ialah dengan menjauhi makanan berlemak atau dengan kadar kolesterol tinggi.



Terbentuknya Batu pada Empedu

Kantong empedu terletak di sebelah kanan, agak ke bawah. Tertutupi oleh organ hati. Organ ini sebenarnya berfungsi sebagai loka penampungan cairan empedu nan dihasilkan oleh hati. Cairan tersebut berfungsi menyerap lemak dan beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, D, E dan K.

Cairan empedu tersebut mengandung sebagian besar kolesterol dan beberapa jenis garam kalsium. Namun sebab sesuatu dan lain hal antara lain perubahan kimiawi, cairan ini bisa menjadi jenuh dan mengendap menghasilkan batu pada empedu nan dinamakan kolelitiasis.

Bahkan ada kalanya juga terjadi pembentukan batu empedu pada saluran empedu ke usus nan dinamakan koledokolitiasis.Sumbatan pada saluran empedu bahkan bisa menimbulkan infeksi nan hebat. Gejala nan ditumbulkannya dapat berupa demam tinggi pada penderita.



Umum Menyerang Wanita

Penyakit batu empedu generik menyerang wanita dewasa. Faktor kegemukan, keturunan dan diet tinggi lemak memperbesar resiko penyakit ini menyerang.

Gejala serangannya nan hampir menyerupai sakit maag bisa mengakali penderita. Tanpa mengetahui, penderita umumnya mencoba mengatasinya dengan minum obat sakit maag.

Kepastian penyakit batu empedu biasanya diperoleh dengan donasi usg. Dengan USG bisa diperoleh gambaran adanya penyumbatan pada kantong empedu dan salurannya.

Jika agresi datang hanya berupa agresi ringan dan tak menerus, biasanya perubahan pola makan bisa memperbaiki kinerja kantong empedu. Perubahan pola makan di sini artinya mengurangi makanan berlemak dan berkolesterol tinggi nan memperberat kerja empedu.



Penyumbang Batu Empedu

Ada beberapa hal nan ikut aktif dalam menyumbang terjadinya batu empedu. Salah satunya ialah melalui pola makan kita sehari-hari. Berikut ialah beberapa makanan nan sebaiknya dihati-hati dalam mengkonsumsinya sebab dikhawatirkan bisa menyebabkan terjadinya batu empedu.

Makanan atau minuman nan mengandung kalsium . Tubuh manusia biasanya hanya membutuhkan kalsium sebanyak seribu miligram setiap hari. Jika asupan kalsium nan diperoleh oleh tubuh berlebih maka dapat berakibat terbentuknya batu.

Mengurangi asupan oksalat nan masuk ke dalam tubuh. Kandungan makanan dan minuman nan ada oksalatnya ialah teh, cokelat, bayam, dan kacang-kacangan. Semua makanan tersebut ialah makanan nan menyehatkan bagi tubuh. Namun jika konsumsinya berlebih maka dapat menyebabkan terjadinya batu dampak terlalu banyak asupan oksalat nan masuk ke dalam tubuh.

Kurangi mengkonsumsi vitamin C dan vitamin B6 . Banyak orang beraggapan dengan mengkonsumsi vitamin C berarti kekebalan tubuh dapat terjaga. Namun jika mengkonsumsi Vitamin nan hiperbola juga dapat menyebabkan terjadi penyakit ini.

Minum air putih sebanyak-banyaknya. Air putih memang sangat baik kesehatan tubuh. Biasakan minum air putih sebanyak 2 liter sehari atau setara denga delapan gelas setiap hari.

Kurangi makan-makanan jeroan, kacang-kacangan, dan makanan laut. Dalam makanan-makanan tersebut terdapat kandungan purin. Jika terlalu banyak mengkonsumsi purin juga dapat menyebabkan terjadinya batu nan menyebabkan penyakit ini.

Mengurangi penggunaan sodium pada makanan . Penggunaan sodium nan diajurkan buat dikonsumsi ialah kurang dari dua ribu tiga ratus miligram. Beberapa makanan nan mengandung sodium ialah garam, sereal, bumbu penyedap, dan makanan beku.

Itu ialah beberapa hal dalam kegiatan makan kita sehari-hari nan berperan aktif dalam penyumbang penyakit batu ini. Mulai sekarang jika tak ingin terkena penyakit ini maka hendaknya mengikuti saran nan telah ada tersebut agar kita terhindar dari penyakit ini.



Terapi Jus Apel

Jika cara ini tak bisa mengatasi sakit, pasien bisa mencoba terapi apel buat membantu pengeluaran batu empedu. Caranya untuk segelas jus apel. Minum jus apel ini 4 kali sehari selama 5 hari berturut-turut. Pada hari ke 6 pasien berpuasa. Setelah itu pasien diberi minum air putih ditambah 30 gram garam inggris. Dua jam kemudian diberi ½ gelas air lemon ditambah ½ gelas minyak zaitun.

Jika cara ini tak berhasil, kemungkinan harus dilakukan pengangkatan kantong empedu. Dahulu operasi ini tergolong operasi besar sebab menghasilkan luka nan cukup besar pada permukaan kulit pasien. Saat ini dengan teknik laparoskopi, pengangkatan kantong empedu hanya dilakukan dengan membuat sayatan kecil di dinding perut.