Bukan Cuma Soal Trophy! Ini Dia Perjalanan Panjang AC Milan Jadi Raksasa Sepak Bola Dunia

Bukan Cuma Soal Trophy! Ini Dia Perjalanan Panjang AC Milan Jadi Raksasa Sepak Bola Dunia

Halo para penikmat bal-balan! Kalau denger nama AC Milan, pasti yang terlintas di pikiran kalian tuh klub langganan juara dengan vibes klasik nan megah, kan? Nah, perjalanan klub sepak bola Italia yang satu ini ternyata penuh drama gokil dan plot twist seru yang wajib banget kamu tahu.

Mengapa Jersey AC Milan Identik dengan Merah Hitam?

Usut punya usut, perpaduan warna merah dan hitam yang fanaaastik ini diprakarsai sama David Allison. Merah melambangkan semangat berapi-api, sedangkan hitam melambangkan rasa takut yang dipancarkan ke tim lawan. Dari sinilah lahir julukan Rossoneri yang legendaris itu.

Oia, ngomongin tempat berlaga, fans AC Milan lebih suka sebut markas mereka sebagai stadion San Siro. Sedangkan pendukung Inter lebih akrab nyebut Giuseppe Meazza buat menghormati mantan pemain bintang mreka. Padahal mah bangunannya persis sama, cuman beda selera panggilan aja!

Jejak Awal Berdirinya Sang Raksasa Milano

Flashback jauh ke belakang, sejarah AC Milan dimulai pas tanggal 16 Desember 1899. Dua orang perantau asal Inggris, Alfred Edwards sama Herbert Kilpin, resmi nemuin klub olahraga bernama Milan Cricket and Football Club. Edwards diplot jadi presiden pertama, trus Kilpin didapuk buat jadi kapten tim penyerang.

Uniknya, gara-gara euforia sepak bola di Inggris lagi rame banget kala itu, banyak pedagang dan ekspatriat Inggris yang latah ngebentuk klub di Italia. Makanya nama yang dipakai awal mula pake dialek Inggris "Milan", bukannya "Milano" sesuai ejaan lokal.

Kisah Perpecahan Drama yang Melahirkan Inter Milan

Siapa sangka kalau perlawanan paling panas di dunia lahir dari internal klub sendiri? Yup, rivalitas AC Milan dan Inter berawal dari perselisihan di tahun 1908. Saat itu sebagian pengurus dan pemain asal Swedia & Italia merasa keberatan sama dominasi orang Inggris di skuad utama.

Karena udah gak sefrekuensi lagi, kubu yang memberontak akhirnya memutuskan buat cabut dan bikin klub baru yang dinamain FC Internazionale Milano. Drama pecahan ini justru bikin panggung sepak bola kota Milan makin berwarna banegt sampai sekarang!

Dinamika Politik Italia dan Perubahan Nama Klub

Tahu gak sih, politik juga sempat ngacak-ngacak identitas klub ini? Pas tahun 1939, rezim fasis di Italia mewajibkan semua nama lembaga atau klub untuk di-Italianisasi. Alhasil, nama klub terpaksa diubah jadi Associazione Calcio Milano agar terkesan lebih lokal.

Barulah setelah Perang Dunia II kelar dan pemerintahan fasis tumbang, kata "Milan" dikembaliin lagi ke ejaan semula. Kombinasi nama "Associazione Calcio" dan "Milan" inilah yang akhirnya kita kenal sampai detik ini sebagai AC Milan.

Era Kegelapan Hingga Munculnya Para Bintang Muda

Gak selamanya mulus, Rossoneri sempat ngalamin periode suram di era 1970 hingga 1980-an, bahkan ampe pernah terdegradasi ke Serie B dua kali. Tapi di tengah masa sulit itu, justru lahir bakat-bakat maut yang nantinya jadi legenda abadi.

Sebut aja Franco Baresi yang debut tahun 1978, disusul sama bek tangguh Paolo Maldini yang bikin debut manis di tahun 1985. Dua sosok ini nantinya berhasil memimpin klub keluar dari kegelapan dan membawa perubahan besar di lini pertahanan.

Masa Kejayaan Domestik dan Puncak Eropa

Kebangkitan sejati dimulai pas Silvio Berlusconi mengambil alih klub pada 1986. Lewat tangan dingin pelatih jenius kayak Arrigo Sacchi, Fabio Capello, hingga Carlo Ancelotti, strategi permainan Milan bertransformasi jadi sangat modern dan mendominasi kompetisi.

Koleksi piala mereka bener-bener makin melimpah ruah! Hingga era modern saat ini, Milan udah berhasil mengumpulkan 19 gelar Scudetto Serie A dan mengamankan 7 trofi Liga Champions yang bikin mereka diakui sebagai salah satu tim paling sukses sepanjang sejarah dunia sepak bola.