Mengenal Makna Narkoba

Mengenal Makna Narkoba



Tidak Hanya Pidato

Pidato tentang narkoba krusial sebab sebagai bahan peringatan. Tanpa diingatkan orang mungkin akan lupa dan terlena. Banyak janji pada diri sendiri agar tak seperti ini atau agar tak seperti itu. Tetapi dengan semakin banyaknya kegiatan dan hal-hal nan harus dipikirkan, akhirnya janji pada diri sendiri tak ditepati. Pergaulan nan salah membuat terlena. Dikira membahagiakan, ternyata malah menjerumuskan. Bahkan seseorang nan dianggap penegak hukum pun banyak nan terjerat narkoba.

Tidak ada istilah coba-coba dalam narkoba. Sekali mencoba berarti telah membuka pintu masuk ke global narkoba. Hebatnya lagi ialah bahwa pintu masuk itu tak hanya dari coba-coba. Tanpa disadarai terkadang orang terkena narkoba sebab dijebak. Awalnya mungkin ia tak tahu kalau pil atau bentuk apa saja nan diberikan oleh seseorang nan dianggapnya teman ternyata mengandung narkoba. Hal ini tentu saja akan sangat membingungkan bagi sang korban. Inilah mengapa harus waspada bergaul dengan siapa pun.

Para pengedar narkoba kini telah menggunakan segala celah mendapatkan para pengguna baru. Tanpa adanya peningkatan jumlah pengguna, bisnis mereka dapat mati. Kalau dalam sehari dapat mengedarkan beberapa bungkus kecil seharga 25 ribu saja, penjual kecil dapat mendapatkan laba 100 ribu per hari. Ia tak harus keluar rumah. Pembelilah nan mencarinya. Bayangkan kalau banyak korban narkoba ini nan taubat. Bisnis hancur dan pemasukan pun menurun.

Berlaku dalam bidang bisnis bahwa penurunan pelanggan artinya penurunan omzet. Omzet menurun, kebangkrutan di depan mata. Pengedar tak lagi berpikir tentang dosa atau nasib penerus bangsa. Mereka bahkan mungkin sudah menyadari bahwa apa nan mereka lakukan ialah dosa. Mereka sangat sadar bahwa kalau mereka wafat dalam keadaan berdosa maka mereka akan masuk neraka. Mereka tahu itu. Malah ada nan berkata, ‘Aku tak mungkin ke surga. Terserahlah mau dikirim Tuhan ke mana asal tak ke septik tank saja.’

Bayangkan kalau dosa dan neraka sudah dijadikan sebagai guyonan. Hati nan membeku dan menghitam telah membuat mereka menjadi budak setan. Hayati mereka tak pernah berjauhan dengan barang-barang haram. Paras mereka pun buram. Sulit buat menjauh dari lingkaran narkoba. Bahkan mereka juga mengajak keluarga buat menjadi pengedar narkoba juga. Wilayah pemasaran tentu saja bukan di masjid atau tempat-tempat kudus lainnya.

Mereka akan masuk ke tempat-tempat seperti diskotik, kafe-kafe nan remang-remang di sepanjang jalur lintas antar provinsi loka para supir truk melepas lelah sambil ‘mencicipi’ kehidupan malam nan hanya menghabiskan uang hasil kerja keras mereka. Selian itu, anak-anak jalanan dan kaum nan mencari kebebasan hayati tanpa batas. Keadaan dan lingkungan telah membuat orang-orang nan pernah bersentuhan dengan narkoba, akahirnya menjadi para penjerat nan mencari korban baru.

Bahkan anak-anak usia sekolah dasar pun tak ketinggalan dibidik. Bukannya mereka tak tahu kalau apa nan mereka lakukan itu melanggar kebiasaan dan hukum apa pun. Tetapi mereka berdalih buat urusan perut. Mereka tahu kalau apa nan mereka lakukan ialah dosa dan melanggar hukum. Namun, keinginan mendapatkan pelanggan baru begitu kuat hingga apapun dilakukan. Bagi orangtua, informasi seperti ini harus menjadi pelajaran agar tetap mendampingi anak-anak hingga mereka berusia berapapun.



Mengenal Makna Narkoba

Tetap waspada dan tak lengah terhadap narkoba. Secara awam orang hanya mengetahui ‘narkoba’ sebagai singkatan dari Narkotika dan Obat terlarang. Namun seberapa jauh kerusakan nan ditimbulkan oleh kedua zat ini, mungkin sporadis diketahui atau hanya secara samar saja memahaminya. Departemen Kesehatan Republik Indonesia bahkan memiliki sebutan lain buat narkoba ini, yaitu NAPZA alias singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif.

Ketiganya ialah zat berbahaya bagi kesehatan nan terutama sekali menyerang saraf otak Anda, dalam pemakaian nan cukup lama atau hanya sesaat. Narkoba sebetulnya ialah zat psikotropika nan dipakai oleh pihak kedokteran buat melakukan operasi bedah. Awalnya manfaat narkoba ini cukup positif, namun akhirnya disalah artikan dampak ada sebagian oknum manusia nan menggunakannya secara hiperbola dan over dosis. Hingga narkoba pada akhirnya dianggap sebagai ‘benda jahat’ nan berbahaya.

Narkoba mengandung imbas halusinasi bagi para pemakainya. Kandungannya ialah berupa garam hidroklorida dan diamorfin hidroklorida nan merupakan turunan dari heroin sebagai derivate dari morfin. Sedangkan ganja mengandung tetrahidrokanabinol (THC) nan bisa menimbulkan imbas euphoria (rasa bahagia nan berlebihan). Sehingga kandungan kedua zat tersebut cukup membuat pribadi seseorang menjadi kacau, yakni merasa bahagia secara hiperbola tanpa alasan serta berhalusinasi.



Efek Buruk Narkoba

Narkoba dalam pemakaiannya baik dalam waktu nan cukup lama ataupun baru sekali saja memakai, memiliki imbas nan jelas merugikan pemakainya. Kecuali masih di dalam supervisi pihak kedokteran, apabila digunakan buat kebutuhan medis. Beberapa imbas narkoba biasa disebut sebagai HASTIDA, yakni singkatan dari Halusinogen, Stimulant, Depresan dan Adiktif. Halusinogen membuat si pemakai berhalusinasi merasa melihat suatu benda padahal benda tersebut tak ada. Contohnya ialah kokain dan LSD.


Stimulant membuat kerja organ vital tubuh seperti jantung dan otak Anda bekerja lebih cepat dari normalnya. Sehingga menimbulkan rasa gembira berlebihan, tak dapat diam, aktif dan kadang menjadi agresif. Depresan menyebabkan si pengguna merasakan tekanan jiwa, depresi, bahkan kadang kelenger atau kehilangan kesadaran. Karena terjadi penekanan terhadap saraf otak Anda. Contohnya putauw. Adiktif menimbulkan rasa ketagihan nan hiperbola apabila satu kali saja Anda pernah merasakan mencicipi narkoba. Karena kemudian tubuh Anda akan menagih takaran nan lebih tinggi lagi dan seterusnya.

Anda akan bersikap pasif dan mudah tersinggung bila kebutuhan atau ketagihan tak terpenuhi. Contohnya ialah ganja, putauw dan heroin. Narkoba ialah terdiri dari dua kalimat berbahaya, yakni narkotika dan obat terlarang. Keduanya, dianalogikan sebagai bahaya laten bagi masyarakat pada umumnya. Baik pemakai aktif, maupun orang biasa nan bisa terjerumus dalam pemakaian narkoba tersebut.

Industri hiburan di Indonesia dan di belahan global manapun, selalu memiliki dua sisi nan bertolak belakang. Global hiburan lumayan krusial namun biasanya narkoba akan berkembang fertile di situ. Kaum entertainer, seniman, dan olahragawan selalu disebut-sebut amat dekat dengan narkoba dalam aktifitas padat mereka sehari-hari.

Meskipun bukan berarti bahwa di luar global hiburan akan higienis dari narkoba. Estimasi seperti ini tetap harus diwaspadai. Karena penyebaran narkoba dianggap sangat cepat seperti nan diungkapkan oleh pihak kepolisian di negara manapun. Penyebaran narkoba bagaikan penyebaran benalu nan amat merugikan dan cepat berkembang. Namun sahih tidaknya sebenarnya berpulang kepada mentalitas masing-masing. Meski telah tahu bahaya terbesarnya dari narkoba, namun orang tetap akan mendekati bila tanpa mentalitas dan pondasi agama nan kuat.

Bahkan meski sudah diselenggarakan pidato tentang narkoba di sekolah-sekolah, akademisi, instansi pemerintah atau swasta, namun narkoba kelihatannya tetap akan menjadi bahaya laten bagi semua. Tak terlihat namun ada. Tanpa perlu pidato tentang narkoba nan panjang dan menulikan telinga Anda. Maka sudah saatnya Anda belajar dan berani mengatakan TIDAK buat ‘barang’ nan satu ini. Karena kerusakan nan ditimbulkan tak hanya terjadi pada satu generasi.


Seorang wanita nan kecanduan narkoba, akan bisa merusak alat reproduksinya secara lambat laun. Dan seorang wanita hamil nan mengkonsumsi barang laknat ini akan merusak janin nan dikandungnya. Seorang lelaki sehat nan memakai narkoba juga akan mengalami gangguan kesehatan kejiwaan nan terdeteksi setelah waktu nan lama. Seperti imbas berupa lambat berpikir atau merespon, tak percaya diri, menarik diri dari pergaulan dan kurang berani menghadapi kenyataan.

Lalu bila Anda seperti ini dampak mengkonsumsi narkoba, bagaimana dengan anak Anda nanti, keluarga Anda kelak, dan keturunan Anda berikutnya.
Say no for drugs!