Peran Lambang Demi Keselamatan Kerja

Peran Lambang Demi Keselamatan Kerja



Sosialisasi

Sosialisasi mengenai keselamatan kerja selalu dilakukan setiap saat. Departemen tenaga kerja ataupun dinas tenaga kerja secara intens melakukan berbagai pembekalan konsep kepada semua elemen dalam lingkungan kerja, misalnya perusahaan. Bahkan, sejak di sekolah pun, dinas tenaga kerja telah memberikan presentasi aktif mengenai keselamatan kerja. Setiap individu itu harus sama-sama saling menjaga keselamatan kerja di loka bekerja. Tanpa peranan setiap individu dalam melakukannya, maka akan banyak kecelakaan nan tak diinginkan.

Bila terjadi kecelakaan, nan rugi tetap semua orang nan ada di loka tersebut. Pekerjaan terhambat, produksi tersendat, pengusaha menjadi resah sebab harus bertanggung jawab. Yang terkena musibah juga menjadi gelisah sebab kalau uang agunan tak mengcukupi, itu artinya harus membayar sendiri. Masa pemulihan tentu saja tak akan memberikan pendapatan maksimal sebab gaji nan diterima hanya gaji pokok. Keluarga menjadi repot dan khawatir.

Kalau terjadi kecacatan permanen, maka akan dilakukan pemutusan interaksi kerja. Pemutusan interaksi kerja ini memang harus dilakukan sebab pengusaha bukan dinas sosial nan dapat mengucurkan dana banyak demi menghidupi orang lain. Mereka juga harus berpikir bagaimana membiayai bisnisnya agar dapat mempekerjakan banyak orang. Kalau ia tak mampu melakukannya, maka perusahaannya dapat bangkrut. Kebangkrutan akan menambah deret pengangguran. Pengangguran ini akan berakibat meningkatnya kejahatan.


Begitu banyak rentetan nan akan terjadi kalau ada kecelakaan di sebuah perusahaann. Untuk itulah apapun nan harus dilakukan, sebaiknya dilakukan demi menghindari adanya kecelakaan. Kecelakaan harus nol persen. Itu artinya adanya kekompakan dan kolaborasi nan baik seluruh pekerja dan pengusaha dalam menjadi kebersamaan. Peralatan kerja harus terus dicek dan dipelihara. Petugas nan melakukan pemeliharaan tak boleh lengah sebab kelengahan ialah sumber kelalaian nan akan membuat kecelakaan dapat terjadi.

Pimpinan di setiap sektor dan departemen nan ada di perusahaan harus berusaha menjalankan mekanisme baku operasi nan telah diberlakukan. Tanpa adanya kemauan buat menjalankan mekanisme nan benar, maka apa nan dilakukan akan membuat celah terjadinya kesalahan nan terus menumpuk. Kesalahan ini tentu saja akan membuat para pekerja melakukan semakin banyak kesalahan. Lambat laun, kesalahan itu akan membuahkan hasil nan sama-sama tak diinginkan.

Penggunaan peralatan nan modern bukan agunan tak ada kecelakaan. Yang paling krusial memang manusia nan mengoperasikannya. Orang-orang nan profesional dan mau terus belajar ialah satu kunci nan diharapkan dapat meminimalisir kecelakaan. Perusahaan nan sudah menerapkan mekanisme nan ebnar saja terkadang masih mengalami kecelakaan. Apalagi kalau tak melakukan apapun demi menjaga keselamatan bersama. Hal inilah nan harus diperhatikan oleh semua orang agar mereka saling menjaga.



Peran Lambang Demi Keselamatan Kerja

Dalam penerapan lambang demi keselamatan kerja ini, setiap orang di lingkungan kerja diharapkan memahami konsep dasarnya. Lambang tersebut memegang peranan nan sangat penting. Keberadaannya terkait dengan pencegahan terhadap kecelakaan pada saat bekerja. Dengan pemahaman nan matang dan maksimal terhadap lambang keselamatan kerja ini, para pekerja mempunyai taraf respon tinggi terhadap segala gejala nan bisa menyebabkan kecelakaan kerja.

Pada sisi nan lain, lambang ini merupakan bentuk informasi inheren pada semua orang nan terkait dalam segala urusan pekerjaan. Diharapkan semua orang memahami visi sesungguhnya dari lambang tersebut. Walau hanya sebuah lambang, inilah satu konsep nan akan inheren di otak sehingga masing-masing pekerja akan selalu mengutamakan keselamatan kerja. Bila ada sesuatu nan mencurigakan dan bila ada dilema nan harus diambil, nan menjadi pertimbangan utama, tetap keselamatan nyawa manusia.

Uang dapat dicari, namun, tak ada jualan nyawa manusia. Setiap manusia nan masih bernyawa itu mempunyai hak buat hayati dan dihargai keberadaannya dan tak dapat dikorbankan demi apapun. Setiap rangkai anggota tubuh manusia juga harus dihormati. Kalau memang harus memilih, pilihan itu tetap harus nan paling ringan risikonya. Bukan sesuatu nan menyenangkan berada pada situasi nan membingungkan, namun, menggunakan hati nurani akan menuntun orang melakukan apa nan harus dilakukannya.

Jika Anda memperhatikan dan menganalisa nilai dasar nan ada di balik lambang keselamatan kerja, Anda bisa menyimpulkan bahwa lambang ini mempunyai peranan sebagai:

• Pengingat
Dengan lambang demi keselamatan kerja ini, diharapkan pada saat bekerja semua orang selalu mengingat, jangan sampai terjadi kecelakaan saat bekerja. Hal ini merupakan satu kondisi nan sangat tak bagus bagi kinerja dan kelangsungan kerja serta produktivitas perusahaan. Kondisi ini dilambangkan dengan lambang palang.

• Penggugah Kinerja Semua Personil
Dengan lambang ini, maka para pekerja diingatkan agar pada saat bekerja selalu mengedepankan pola kerja terbaik dengan kondisi fisik maupun psikis terbaik. Setidaknya Anda selalu mengingat bahwa bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani nan maksimal, merupakan kapital primer buat hasil kerja atau produktivitas maksimal. Kondisi ini dilambangkan dengan gambar roda gigi nan mengisyaratkan kegiatan nan terus berputar.

• Bekerja Harus Didasari Kesucian Hati
Bekerja harus dengan setulus hati. Jangan ada pamrih lain selain melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya. Seorang pekerja nan baik ialah mereka nan bekerja dengan sepenuh hati, tanpa berharap nan lain selain haknya semata. Seorang pekerja melaksanakan tugas dan kewajiban kerja tanpa mengharapkan hal lain selain bahwa pekerjaannya harus selesai sinkron dengan target, baik kualitas maupun waktunya. Kondisi ini dilambangkan dengan rona dasar dari lambang keselamatan kerja tersebut.

• Bekerja Harus Selamat, Sehat dan Sejahtera
Kondisi ini dilambangkan dengan rona hijau nan mendominasi sebagian besar bagian lambang ini. Rona hijau mengartikan bahwa pada saat itu diharapkan ada kenyamanan nan tercipta. Tidak beda dengan kondisi nan selamat dan sehat serta sejahtera pada saat melakukan pekerjaan. Sinkron dengan amanat lambang tersebut, seorang pekerja harus memposisikan hidupnya dalam kondisi sejahtera. Konsekuensinya ialah gaji mereka harus diperhatikan oleh pihak nan berwenang.

• Undang-Undang Keselamatan Kerja Ada 11 Bab
Kondisi ini dilambangkan dengan jumlah gigi pada roda gigi. Ini merupakan pengingat bagi semua orang nan bekerja, bahwa mereka mempunyai undang undang keselamatan kerja nan didalamnya terdapat sebelas bab. Kesebelas bab tersebut secara intens dan spesifik membahas berbagai hal terkait dengan keselamatan kerja pekerja.



Semua Harus Peduli

Dengan memperhatikan peranan lambang nan ada pada seruan buat peduli keselamatan kerja dalam lingkungan kerja ini, jelas sangat krusial bagi semua orang buat memahami. Jika tidak, mereka harus mempelajari semuanya. Jangan bekerja tanpa memahami konsep dasar lambang ini. Sebuah lambang dibuat demi membuat semua orang ingat. Pengingat itu akan membuat orang bekerja dengan baku nan telah berlaku. Bila semua telah dilakukan dan semua mekanisme telah ditaati, namun, kecelakaan tetap terjadi, maka itulah takdir.

Tidak ada nan dapat mebgatur global ini selain Sang Pencipta. Namun, manusia dapat berusaha mengubah nasibnya. Adanya departemen penelitian dan pengembangan di sebuah perusahaan, dapat memberikan masukan dan arahan bagaimana melakukan sebuah pekerjaan dengan baik. Departemen ini berusaha memberikan panduan nan baik berdasarkan penelitian nan telah dilakukan. Dengan adanya penelitian, masukan nan diberikan akan berdasarkan teori dan data nan seksama dengan pengambilan data menggunakan metode nan tepat.

Bila tak ada departemen penelitian dan pengembangan ini, para pekerja cenderung akan melakukan pekerjaan berdasarkan apa nan biasa mereka lakukan. Padahal belum tentu apa nan dilakukan berualng kali itu akan memberikan hasil nan sama. Untuk itulah dengan adanya penelitian, semua hal baru dapat didapatkan dan akan ada pembaruan sehingga perkembangan teknik pengerjaan akan membuat kecelakaan kerja terhindari. Manusia itu ialah mahluk belajar nan tak akan membiarkan sesuatu nan buruk terjadi pada siapa pun.