Langkah Pelestarian Binatang Langka

Langkah Pelestarian Binatang Langka

Berbagai perubahan lingkungan dan konduite manusia, menyebabkan keberadaan hewan semakin hari semakin berkurang, kemudian muncullah hewan langka. Untuk mengantisipasi agar jangan sampai terus merosot jumlahnya sehingga akhirnya punah, berbagai cara ditempuh baik oleh pemerintah maupun forum nan peduli melalui gerakan pelestarian hewan langka.

Sebenarnya pelestarian hewan langka bukan semata-mata tugas dan tanggung jawab pemerintah semata. Pelestarian hewan langka ialah tanggung jawab semua pihak. Hal ini terkait dengan kondisi bahwa manusia ialah salah satu pihak nan memiliki peran terbesar dalam proses musnahnya beberapa jenis spesies hewan. Meski manusia berada dalam jalur nan berlainan dengan global hewan dalam sebuah rantai makanan, namun pada kenyataannya manusia ialah salah satu predator dalam kehidupan hewan.

Bahkan ada kecenderungan, dalam hal merusak lingkungan, dibanding dengan manusia sebagai pribadi-pribadi, pengaruh jauh lebih dahsyat apabila manusia itu sudah berada dalam sebuah forum atau kelompok. Cara merusak nan dilakukan oleh manusia dalam forum atau kelompok ini sangat masif.



Manusia Sebagai Predator

Memang sahih dalam hal merusak lingkungan – termasuk di dalamnya melenyapkan berbagai jenis spesies hewan – manusia berbeda dengan hewan predator. Bila hewan predator melenyapkan sesama hewan hanya buat kepentingan mengisi perut, maka manusia tidak hanya sebatas buat kepentingan mengisi perut melainkan ditambah keinginan lain. Dengan demikian sangat wajar apabila dalam hal pelestarian hewan langka ini, manusia tanpa membedakan status harus berada di garda paling depan. Salah satu hal lain sebab manusia diberi kemampuan mengelola dengan akal dan pikiran nan tidak dimiliki makhluk lain.

Dalam proses pelestarian hewan langka ini, salah satu tujuannya ialah buat mempertahankan kehidupan spesies hewan nan makin sedikit. Hal ini sinkron fenomena di lapangan, bahwa ada beberapa jenis spesies binatang nan makin sulit dijumpai. Bahkan, ada beberapa jenis binatang nan ditenggarai sudah musnah sama sekali dan tak lagi dijumpai di alam bebas. Sungguh disayangkan bila banyak hewan menjadi langkah dan musnah, hanya sebab keserakahan manusia. Padahal Allah SWT menciptakan seluruh makhluk hayati nan ada di global ini, tak ada nan sia-sia. Dengan demikian ketika ada jenis hewan eksklusif nan menjadi langkah bahkan sampai musnah, pengaruhnya akan langsung dirasakan oleh makhluk lain termasuk manusia itu sendiri. Dalam rantai makanan akan ada rantai nan terputus, sehingga menyebabkan keberadaan hewan atau makhluk lain turut terganggu. Karena itulah proses pelestarian hewan langka harus dilakukan segera, oleh semua pihak, agar pengaruh atau akibat jelek nan lebih besar dirasakan secara lebih besar pula.

Salah satu jenis hewan nan kini mulai sulit dijumpai di alam bebas dan masuk ke dalam kategori hewan dalam proses pelestarian hewan langkah ialah harimau Jawa, harimau Sumatra, Jalak Bali, atau juga beberapa jenis penyu seperti penyu belimbing atau juga penyu moncong babi. Binatang-binatang tersebut tergolong jenis binatang nan sudah hilang atau makin sedikit jumlahnya. Dan proses pelestarian hewan langka ini sekali lagi harus segera dilakukan oleh semua pihak.

Antisipasi buat menjaga kelesatarian hewan nan termasuk ke dalam kategori langkah dan hampir punah, sebenarnya telah dilakukan pemerintah dengan membuat peraturan nan melarang perdagangan jenis-jenis binatang tersebut, baik hayati atau mati. Hal itu sebagai upaya pelestarian binatang langka agar dapat dicegah kepunahannya. Namun demikian hasilnya belum seratus prosen efektif, sebab terbukti masih banyak orang-orang nan nakal dan secara sembunyi-sembunyi memperdagangkan hewan langkah tersebut. Dengan demikian proses pelestarian hewan langkah menjadi semakin banyak mendapat hambatan.



Langkah Pelestarian Binatang Langka

Seperti telah disebutkan sebelumnya, meski sudah ada anggaran pemerintah nan melarang transaksi spesies binatang langka, namun dalam praktiknya populasi binatang nan dilindungi semakin menipis. Dengan majemuk motif, makin banyak manusia nan berusaha memiliki secara pribadi binatang-binatang langka tersebut. Apalagi ketika pasar domestik maupun internasional berani membeli dengan harga tinggi spesies binatang langkah, maka semakin tinggi pula pelanggaran terhadap embargo memperjual belikan binatang langkah tersebut.

Untuk itu, diperlukan langkah terintegrasi dalam proses pelestarian binatang langka tersebut. Hal ini sebagai upaya buat menjaga agar binatang-binatang tersebut tetap lestari sehingga keberadaaannya dapat dilihat oleh para generasi penerus. Beberapa langkah nan harus dilakukan dalam usaha pelestarian binatang langka di antaranya :

  1. Memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya kelestarian binatang langka buat tetap hayati di habitatnya. Sehingga, mereka tak lagi mengusik keberadaan mereka dan menjaga binatang langka tersebut buat tetap hayati di habitat aslinya. Proses pelestarian binatang langka pada akhirnya akan menjadi tanggung jawab bersama. Bila langkah ini dapat dilaksanakan, spesies binatang langkah akan dapat diselamatkan.
  2. Mendukung setiap aktivitas pelestarian binatang langka nan dilakukan oleh forum pelestarian lingkungan. Caranya dengan membantu kampanye serta memberikan dukungan finansial dan moral. Ini sebenarnya juga merupakan langkah edukasi, hanya dalam format global. Tentu saja langkah pertama dapat dilakukan pemerintah sebagai wujud bagaimana pedulinya pemerintah sehingga selalu mendukung aktif setiap upaya pelestarian binatang langkah ini.
  3. Membuat loka penangkaran bagi hewan-hewan langka agar dapat berkembang biak buat selanjutnya melepas mereka ke alam bebas agar dapat hayati secara alamiah. Pemerintah dalam hal Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hayati memang terus memperbanyak langkah-langkah ini. Dalam proses edukasi kepada masyarakat, tentu saja langkah-langkah krusial nan dilakukan pemerintah ini harus dipahami bersama oleh seluruh lapisan masyarakat agar jangan sampai terjadi, pemerintah melindungi dan mengkarkan, tapi ketika dilepas kea lam bebas, masyarakat tetap menjadi predator dengan berbagai macam alasan.
  4. Tidak melakukan perburuan binatang langka dan melaporkan setiap aktivitas perburuan binatang langka tersebut kepada pihak berwajib. Hal ini akan efektif apabila telah muncul pencerahan dari masyarakat sekitar dan mengetahui dengan persis apa khasiatnya menjaga kelestarian binatang langka baik secara ekonomi, pendidikan maupun buat kelestarian lingkungan itu sendiri. Bila belum muncul pencerahan dari masyarakat, praktek kongkalingkong akan tetap terjadi seperti selama ini.
  5. Tidak melakukan transaksi atas binatang langka, terutama binatang hidup. Andai pun melakukan transaksi, sebaiknya ditujukan buat menyelamatkan binatang tersebut agar tak dikuasai oleh orang nan kurang bertanggung jawab, dan selanjutnya menyerahkan binatang tersebut pada pihak nan berkompeten. Dalam hal ini forum perlindungan binatang langka dan lingkungan hidup. Langkah ini juga sebenarnya akan dapat tercapai dengan baik, apabila telah muncul pencerahan dari masyarakat sekitar. Namun sebaliknya bila pencerahan masyarakat masih rendah, maka akan rendah pula hasilnya. Dengan demikian langkah nan paling primer dan pertama harus dilakukan ialah bagaimana melakukan proses edukasi kepada masyarakat secara berkesinambungan. Proses edukasi nan monoton diharapkan akan memunculkan kesadaran. Dan pencerahan itulah sebenarnya nan paling dibutuhkan dalam langkah pelestarian binatang langka ini.