Kampanye

Kampanye



Mungkinkah Cinta nan Mampu Menghentikannya?

Perhatikanlah gaya berpidato dengan tema bahaya rokok berikut ini. Apakah kira-kira isi pidato tersebut dapat membuat orang tergugah buat berhenti merokok?

Saudara-Saudara sekalian,
Ada beberapa cara berhenti merokok. Tetapi mungkin nan sangat efektif ialah dengan cara jatuh cinta. Kalau Anda belum menikah, cobalah mendekati gadis nan tak bahagia dengan rokok. Buat diri Anda jatuh cinta padanya. Katakana bahwa Anda akan melakukan apapun nan diinginkan oleh sang gadis termasuk kalau harus berhenti merokok. Buat ia konfiden bahwa Anda akan berhenti merokok apapun risikonya. Hanya saja dengan syarat ia mau menjadi istri Anda.

Tentu tak boleh main-main dalam hal ini. Permasalahan cinta jauh lebih pelik dibandingkan dengan permasalahan rokok. Putus cinta dapat membuat hati hancur berkeping-keping. Kalau putus dari rokok malah dapat membuat hati menjadi lebih baik dan lebih cantik. Jadi, pastikan bahwa gadis nan diincar itu memang dari keluarga nan baik dan ia juga tentunya sangat baik sehingga mampu membuat Anda menghentikan merokok buat selamanya.

Biarlah ia mengatakan kalau Anda berhenti merokok sebab dia. Lama-kelamaan Anda niscaya menyadari bahwa berhenti merokok itu ialah satu pilihan hayati nan tak boleh ditawar-tawar. Tentu saja sebelum Anda menyatakan cinta dan mendatangi orangtuanya dengan maksud langsung melamarnya, Anda sendiri telah siap buat berumah tangga. Pekerjaan ada, gaji lumayan, dan mampu menjadi suami, sahabat, ayah nan hebat.


Jangan sampai hal ini malah menjadi bahan tertawaan. Anda mendekati seorang gadis, tetapi Anda sendiri tak siap ketika sang gadis ternyata telah lama mendambakan cinta Anda. Satu hal lagi, usahakanlah buat mendapatkan mertua nan tak perokok, kakak laki-lakinya tak merokok, dan ia memang merupakan keluarga nan bebas rokok. Yakinlah kalau mempunyai lingkungan nan seperti itu, sepertinya Anda akan terbebas dari rokok. Apalagi kalau sang gadis berpendapat bahwa rokok itu haram.

Saudara-Saudara,
Bila cara jatuh cinta tak mempan. Maka Anda harus jatuh cinta pada diri sendiri. Coba lihatlah ke cermin. Bagaimanakah rupa Anda saat ini. Buatlah foto nan cukup banyak pada saat Anda masih menjadi seorang perokok. Lalu berniatlah buat berhenti merokok sebab Anda ingin tampil lebih keren dan lebih segar. Banyaklah membeli buah seperti semangka, apel, papaya, pisang, dan lain-lain.

Makanlah lebih banyak buah dan sayur. Satu lagi, perbanyaklah minum jus wortel. Jus wortel ini akan membuat Anda merasa bahwa merokok itu menimbulkan rasa asam di mulut. Minumlah air putih dan lupakan dahulu kopi sejenak. Gantilah kopi dengan the hijau hangat dua gelas sehari. Lakukan detoksifikasi dengan cara tak makan makanan gorengan dan hanya makan makanan nan direbus. Dengan cara ini bukan saja Anda akan mendapatkan tubuh nan lebih segar, tetapi Anda dapat menurunkan berat badan.

Berolahragalah nan teratur dan seringlah berkeringat. Keringat ini akan mengeluarkan kotoran dan racun dalam tubuh. Cobalah membaui keringat sendiri ketika masih menjadi perokok dan setelah melakukan berbagai cara buat berhenti merokok. Setelah satu bulan berhenti merokok, buatlah foto lagi di loka nan sama dengan pencahayaan nan sama. Perhatikanlah dengan saksama perubahan nan terjadi.

Hindarilah asap rokok. Kalau tak tahan tak minum kopi, silahkan minum kopi tetapi dibatasi hanya dua gelas satu hari. Dengan cara ini semoga Anda dapat berhenti merokok. Kalau rasa mulut asam, kunyahlah permen karet atau permen jenis lain nan akan membuat mulut tak asam dan tak terlalu berbau. Bila perlu, kunyalah timun atau buah-buahan lain seperti wortel. Semua usaha itu akan terlihat hasilnya. Kulit akan semakin terang dan paras pun akan semakin berseri. Selamat mencoba.



Kampanye

Bagaimana menurut Anda, pidato tentang bagaimana berhenti dari merokok tersebut? Pemberi pidato tak memberikan fakta betapa bahayanya merokok. Ia hanya memberikan tips cara berhenti merokok. Apakah akan efektif? Mungkin iya. Banyak perokok nan sebenarnya telah bosan menjadi perokok dan ia mau berhenti. Hanya saja ia tak mampu keluar dari jerat tembakau nan begitu menggoda. Dapat jadi masalah kesehatan nan akan menghentikannya. Namun, ternyata banyak juga orang sakit nan tetap merokok.

Apapun nan akan terjadi, satu hal nan niscaya ialah memberikan informasi nan baik itu harus dilakukan. Berbagai kampanye anti rokok menyajikan informasi nan sangat lengkap tentang berbagai ancaman dan bahaya rokok, termasuk dampaknya. Dalam sebuah batang rokok nan dihisap terkandung setidaknya 40 jenis zat kimia aktif nan berbahaya bagi tubuh. Yang cukup banyak mendapat sorotan ialah kandungan nikotin dan tar.

Yang tidak kalah mengerikan sebenarnya akibat jangka panjang rokok bagi kesehatan maupun vitalitas tubuh penghisapnya. Seperti bunyi kampanye atau pidato tentang bahaya merokok nan tertera di bungkus rokok, yaitu bahwa merokok bisa menyebabkan terjadinya penyakit kanker, agresi jantung, impotensi atau lemah syahwat, gangguan pada kehamilan, maupun kecacatan pada janin.

Polutan
Asap nan dihasilkan dari sebatang rokok juga mengandung zat karbon monoksida (CO) nan berbahaya bila masuk dalam tubuh. Baik perokok aktif maupun perokok pasif, sama-sama memiliki risiko dengan menghisap asap rokok tersebut. Zat kimia ini bisa mengurangi kadar oksigen dalam darah dan mengganggu kerja metabolisme tubuh.

Secara sosial asap rokok bisa menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Andaikan saja dalam sebuah ruang diisi oleh beberapa orang nan sebagian besar perokok, maka kadar oksigen dalam udara di ruangan itu akan berkurang dampak adanya karbon monoksida sebagai polutan dari asap rokok. Ini tentu saja merugikan orang lain nan tak merokok dalam ruangan itu sebab tak akan mendapatkan oksigen nan cukup dan segar buat kebutuhan hidupnya.

Perang Media
Rokok sebagai produk nan dihasilkan dari tembakau tentu juga merupakan huma bisnis nan menguntungkan bagi pengusaha rokok. Karena itu tidak heran bila para pengusaha pun mengalokasikan aturan nan tak kecil buat memasang iklan rokok di berbagai media massa. Bahkan iklan rokok ini terlihat begitu gencar dan ekslusif, meski tanpa memperlihatkan adegan orang merokok.

Iklan rokok nan demikian massif bertempur dengan kampanye anti rokok nan juga tidak kalah gencarnya. Secara logika ini tentu saja kurang menguntungkan. Kampanye anti rokok, pidato bahaya merokok, maupun pembuatan peraturan daerah tentang embargo merokok di area tertentu, tentu saja tak akan efektif. Apalagi para perokok bukannya tak sadar terhadap bahaya maupun akibat jelek dari kebiasannya merokok terhadap kesehatannya.

Oleh sebab itu mungkin perlu dirumuskan bentuk kampanye atau seruan lain nan lebih efektif dalam mengurangi jumlah perokok. Anak-anak dan wanita hamil tentu bisa menjadi target primer kampanye anti rokok ini. Selain itu, mungkin kita bisa belajar dari negara lain dalam mengatur distribusi atau loka penjualan rokok agar tak mudah dijangkau semua orang.



Jangan Dicoba

Merokok itu tak boleh dicoba. Kalau mencoba biasanya malah ingin terus merokok. Berhenti merokok itu sebenarnya mudah saja. Ada perokok nan telah menjadi pecandu rokok selama 30 tahun, lalu ia niatkan berhenti pada saat itu tanpa mempertimbangkan apa-apa. Nyatanya ia dapat berhenti dan tak lagi merokok. Ia tak tergoda walaupun teman-temannya banyak nan merokok. Ia merasa bahwa rokok telah banyak menyusahkannya sehingga ia tak mau lagi susah sebab rokok.

Bagi nan merokok, berhentilah sebelum rokok menghentikan kehidupan Anda. Tidak ada kegunaan nan dapat dipetik dari rokok. Kalau sesuatu merusak kehidupan, maka mendekatinya pun jangan. Hayati ini terlalu berharga buat dihentikan oleh rokok. Bagitu banyak hal nan dapat dilakukan tanpa harus merokok. Lihatlah penderitaan sesama nan membutuhkan uluran tangan. Berilah kesempatan kepada diri sendiri buat merasa senang tanpa asap rokok.