Tanda-Tanda Penyakit Ginjal

Tanda-Tanda Penyakit Ginjal

Mengerti dan memahami penyakit ginjal dan pengobatannya merupakan langkah tepat bagi Anda nan ingin terhindar dari agresi penyakit ginjal. Patut diketahui bahwa penyakit ginjal merupakan jenis penyakit nan berbahaya dan sukar buat disembuhkan.

Makanya, sedia payung sebelum hujan buat mengetahui seluk-beluk penykait ginjal sekaligus mengetahui cara mencegah dan mengobatinya dapat menjadi panduan bagi siapapun agar terhindar dari penyakit berbahaya ini.

Penyakit ginjal dan pengobatannya sangat krusial diketahui masyarakat luas buat mengantisipasi hal-hal terburuk, terutama bagi mereka nan tengah menderita agresi penyakit ginjal. Penyakit ginjal ini merupakan suatu penyakit nan terjadi ketika fungsi ginjal sudah tidak bekerja secara baik sebagaimana mestinya sebagai penjaga ekuilibrium kadar cairan dalam tubuh dan penyaringan pembuangan elektrolit di dalam tubuh.



Penyebab Sakit Ginjal

Ginjal berjumlah dua buah, masing-masing berukuran satu kepalan tangan. Kita harus menjaga kesehatan ginjal sebaik-baiknya dan mewaspadai gangguan pada ginjal.

Ginjal merupakan organ nan ada di dalam tubuh kita nan memiliki peranan nan sangat penting, yaitu organ nan berfungsi menyaring zat-zat nan tak terpakai (zat buangan) nan berasal dari residu metabolisme tubuh.

Ginjal memiliki peran nan sangat krusial bagi tubuh. Organ tubuh nan berbentuk seperti kacang ini berukuran setengah dari genggaman tangan. Fungsi ginjal antara lain ialah sebagai berikut.



1. Menjaga kesehatan tulang

Ginjal bertugas melakukan sekresi buat menghasilkan EPO nan berfungsi buat mengatur Haemoglobin darah (HB), aktivasi vitamin D buat kesehatan tulang, serta mensekresi renin buat mengatur tekanan darah.



2. Membuang residu metabolisme

Setiap harinya, ginjal berfungsi memproses sekitar 200 liter darah buat menyaring atau menghasilkan sekitar 2 liter limbah. Ginjal berfungsi sebagai alat filtrasi, yaitu mengeluarkan kelebihan garam, air, dan asam. Serta membuang atau mengatur elektrolit seperti K, Ca, Mg, PO4, dan membuang residu metabolisme tubuh.



3. Mengatur ekuilibrium cairan

Selain itu, ginjal menghasilkan ekstra cairan nan berlebih dalam bentuk urin, nan mengalir ke kandung kemih melalui saluran nan dikenal sebagai ureter. Urin tersebut akan disimpan di dalam kandung kemih ini sebelum dikeluarkan pada saat berkemih atau buang air kecil.

Proses nan terjadi, yaitu ginjal akan mengeluarkan toksin atau racun dari intake makanan, nan berfungsi sebagai energi dan buat pemugaran jaringan, nan tak terpakai.

Ginjal mempunyai struktur nan unik sebab pembuluh darahnya dan unit penyaringannya. Proses penyaringan terjadi pada bagian nan kecil di dalam ginjal, yaitu nefron. Di dalam ginjal terdapat sekitar satu miliyar nefron. Di dalam nefron terdapat pembuluh darah kecil nan saling menjalin dengan saluran kecil lainnya, nan disebut dengan tubulus.

Apabila fungsi ginjal terganggu, maka kemampuan ginjal buat menyaring zat-zat residu tersebut bisa terganggu dan bisa terjadi penumpukan dalam darah, sehingga hal tersebut menimbulkan berbagai manifestasi gangguan terhadap tubuh.

Selain fungsi di atas, yaitu ginjal buat membuang zat-zat nan sudah tak terpakai, ginjal juga berfungsi sebagai penghasil tiga hormon penting, yaitu eritropoietin, renin, dan bentuk aktif vitamin D atau kalsitriol.

Penyakit ginjal dapat disebabkan oleh penyakit nan sebelumnya diderita oleh tubuh si pasien di mana secara perlahan dapat berdampak pada kerusakan ginjal, baik secara temporal maupun permanen. Di antara beberapa penyakit nan dapat menyebabkan gagal ginjal ialah sebagai berikut.

  1. Lupus eritematosus nan disebabkan sebab kelainan autoimun
  1. Hipertensi atau penyakit darah tinggi
  1. Diabetes mellitus
  1. Penyakit kanker
  1. Terjadinya kerusakan pada saluran penyaringan ginjal baik dampak infeksi maupun agresi penyakit hipertensi
  1. Penyakit tersumbatnya saluran kantung kemih

Penyakit gagal ginjal akan berkembang secara perlahan, namun niscaya ke arah nan semakin hari semakin jelek di mana ginjal akan mengalami kerusakan secara bertahap sampai akhirnya tidak berfungsi sama sekali dan bersifat permanen. Dalam kedokteran sendiri dikenal dua penyakit ginjal, yakni penyakit ginjal kronik dan penyakit ginjal akut.



Tanda-Tanda Penyakit Ginjal

Sebenarnya bagi nan sudah familiar dengan terjadinya penyakit ginjal, ada banyak tanda-tanda sebagai indikasi seseorang terserang penyakit ginjal. Di antara tanda-tanda itu, seperti kencing nan dibarengi rasa sakit, kencing sedikit, nyeri pada pinggang, rona kencing merah sebagai akibat keluarnya darah, demam, dan sebagainya.

Sedangkan tanda-tanda ginjal kronik dapat dilihat, misalnya mengalami keletihan dan badan nan lemah, nafsu makan berkurang, sering mual dan muntah, kencing kurang, mengalami sesak nafas, pucat, dan sebagainya.

Kerusakan pada jaringan ginjal itu sendiri disebabkan oleh racun-racun nan masuk melalui mulut dan mengalami penghancuran jaringan otot. Sementara hemolisis disebabkan oleh pelbagai penyakit, seperti penyakit sickle-cell dan lupus.

Penghancuran jaringan otot ginjal nan meluas juga bisa disebabkan oleh kecelakaan, luka tusuk besar, penggunaan obat-obat jenis statin, stimulan, dan sebagainya. Pada termin post renal, urin nan akan keluar terhambat oleh adanya batu ginjal, kanker, batu, atau darah nan menggumpal pada saluran kemih, dan penyakit persarafan kandung kemih, seperti spina bifida.

Berbeda dengan glomerulonefritis akut nan banyak disebabkan oleh SLE, yaitu kuman streptokokus dampak infeksi tenggorokan maupun gigi dan sebagainya nan mengakibatkan infeksi.

Untuk mencegah hal-hal tersebut, maka racun-racun harus dihindari agar tak terjadi kerusakan ginjal, seperti menghindari jamu atau herbal nan tak diketahui mekanismenya.

Pengobatan nan dilakukan tanpa konsultasi dokter, mengonsumsi obat-obatan kanker atau kemoterapi, dan imunosupresan, juga sebagai pemicu lain nan menyebabkan penyakit ginjal ini.

Selain itu, gangguan post renal ditandai dengan nyeri perut dan diare, capek, lemas, mual dan muntah, sukar berkonsentrasi, produksi urin menurun, serta edema, seperti nan sudah disebutkan di atas.

Pengobatan penyakit ginjal akut bisa dilakukan dengan melakukan konsultasi dengan ahlinya (nefrologist atau urologist) baik dengan penyembuhan utama maupun sekunder, nan sudah dipaparkan sebelumnya.

Berbeda lagi dengan penyakit ginjal akut nan terjadi dalam hitungan hari atau minggu, penyakit ginjal kronis memiliki proses nan lebih lama. Penyebab penyakit ginjal kronis, antara lain glomerulonefritis, ginjal polikistik, infeksi, autoimun, dan sebagainya.

Selain itu, seringnya menggunakan atau tanpa konsultasi dokter mengonsumsi obat-obatan asetaminofen, ibuprofen dan teh pelangsing, bisa juga memicu penyakit ginjal kronis. Untuk mengukur kondisi kesehatan ginjal, bisa dilihat dari kadar kreatinin, ureum, protein urin, HB, dan Klirens Kreatinin.



Pengobatan Penyakit Ginjal

Untuk penanganan dan pengobatan penyakit ginjal ini banyak cara dapat dilakukan sebab biasanya disesuaikan dengan penyebab seseorang mengalami sakit ginjal. Intinya, pengobatan penyakit ginjal ini bertujuan dalam mengendalikan gejala, melambatkan perkembangan penyakit ginjal, serta meminimalkan terjadinya komplikasi penyakit dalam tubuh.

Sebagai contoh, seandainya diketahui penyebabnya ialah sebab akibat dari penyakit lain, maka cara pengobatannya dapat dilakukan dengan terapi, pengobatan penyakit hipertensi, kolesterol, atau anemia. Selain itu, pengobatannya juga dapat dilakukan dengan diet buat menurunkan intake (masukan) protein, kalium, maupun cairan ke dalam tubuh.

Untuk mendiagnosis penyakit ginjal, dokter akan mengumpulkan informasi berupa informasi sejarah medis Anda, hasil inspeksi darah dan urine. Inspeksi darah dan urine bertujuan buat mengetahui fungsi ginjal.

Beberapa kasus penyakit ginjal bisa diselesaikan dengan perawatan menggunakan obat. Sedangkan kasus nan lain memerlukan penanganan nan lebih serius, seperti cuci darah dan donor ginjal. Infeksi ginjal dan batu ginjal merupakan contoh penyakit ginjal nan bisa diobati.

Namun, radang kronis pada glomerulus bisa mengarah ke gagal ginjal. Konsultasikan segera dengan dokter apabila Anda merasa menderita penyakit ginjal. Untuk itu, gagal ginjal bisa dihindari dengan beberapa tips dan tips ini harus dilakukan secara rutin. Tips agar ginjal selalu dalam keadaan sehat ialah sebagai berikut.

  1. Minum air putih maksimal 2 liter setiap hari. Jangan lebih dari itu, sebab justru akan memicu kerusakan ginjal.
  1. Berhenti merokok atau minimal mengurangi rokok.
  1. Selalu memantau berat badan. Kelebihan berat badan juga akan memicu kerusakan ginjal.
  1. Hindari makanan nan berkolesterol tinggi.
  1. Kurangi makanan nan berkalsium tinggi.
  1. Minum air dari tanaman Desmodium styracifulium nan direbus sebanyak 6-8 gelas sehari, buat mencegah timbulnya batu ginjal. Ramuan ini juga dapat mengeluarkan batu ginjal secara alami, dalam waktu 5-10 hari.
  1. Pemeriksaan kesehatan (medical check up) rutin, termasuk inspeksi urin dan darah.
  1. Menghindari konsumsi jamu atau herbal nan tak jelas.
  1. Menghindari konsumsi obat-obatan sembarangan.
  1. Segera mengoreksi gangguan ginjal seperti batu, prostat, dan sebagainya.

Ginjal itu harus dijaga baik-baik. Oleh sebab itu, suatu penyakit nan tak ada gejalanya, apabila sudah bermasalah, maka langsung ke agresi hebat. Apabila sudah sampai pada stadium gagal ginjal, harus dilakukan cuci darah (hemodialisis) atau dapat juga dengan cara cangkok ginjal.

Itulah penyakit ginjal dan pengobatannya semoga dapat membantu mencegah dan mengobati penyakit ginjal di tubuh Anda atau orang-orang terkasih di sekeliling Anda.