Imel Putri Cahyati di Film Syahadat Cinta

Imel Putri Cahyati di Film Syahadat Cinta

Usia masih muda, baru awal dua puluh tahunan. Paras jelita dan berparas lembut khas mojang Priangan. Punya talenta akting nan membuat betah siapa pun buat duduk berlama-lama di depan layar lebar atau layar kaca. Dialah Imel Putri Cahyati, biasa dipanggil Imel. Seniman pendatang baru nan kini mulai menanjak popularitasnya.



Imel Putri Cahyati, Eksis di Global Sinetron

Semenjak aktingnya di sinetron Kisah Cinta Romi dan Yuli, Imel telah memikat jutaan penonton setia tayangan sinetron. Menjadi perbincangan dan idola baru di global sinetron Indonesia. Bukan hanya ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri sebagai kelompok fanatik tayangan sinetron nan menyukai aktingnya, banyak dari kaum laki-laki pun mulai tertarik.

Tentu saja, ketertarikan kaum laki-laki nan menyukai sinetron Kisah Cinta Romi dan Yuli, pastilah bermula dari wajah cantik Imel. Itu tidak dapat disangkal. Imel memang dianugerahi paras rupawan dengan rambut hitam panjang terurai dan kulit putih mulus terawat. Dengan wajah dan penampilan fisik nyaris sempurna, Imel telah menggenggam kapital nan sangat besar buat menjadi seniman terkenal.Pilihannya berkarier sebagai seniman telah tepat dan kesempatan buat itu terbuka lebar bagi Imel.

Tapi, Imel tak hanya bermodalkan parasnya nan bagaikan bidadari. Ia juga punya talenta akting memikat. Hal ini tampak dalam peran nan dibawakannya sebagai Yuli di sinetron "Kisah Cinta Romi dan Yuli". Dalam sinetron bergenre drama romantis dan mengharu biru tersebut, Imel mampu menampilkan karakter Yuli nan merupakan seorang gadis piatu dengan penuh totalitas. Penonton pun banyak nan larut dengan alur cerita dan perwatakan nan ditampilkannya. Imel telah berhasil mencuri perhatian para pemerhati dan penikmat global sinetron Indonesia.

Karena itu, banyak orang nan memprediksi masa depan gadis kelahiran Garut, Jawa Barat ini akan cerah. Imel nan kelahiran 8 November 1988, diperkirakan bisa menjadi salah satu bintang perfilman nan akan bersinar nantinya. Apalagi ia telah punya dua kapital primer seorang seniman besar, yakni para wajah memikat dan akting memukau. Jika mampu mengoptimalkan dua kapital primer ini, hanya masalah waktu saja nama Imel akan tercatat sebagai salah satu seniman papan atas Indonesia. Hayati bergaya glamor dan bergelimang popularitas.

Perkiraan itu tak meleset. Dalam peran selanjutnya di film televisi (FTV) berjudul "Warisan Cinta", Imel bersama versus mainnya, Temmy Rahadi, mampu menunjukkan kualitas akting di atas rata-rata. Film televisi itu terbilang berhasil luar biasa dalam menarik minat penonton. Tercatat, telah lebih dari 30 kali film "Warisan Cinta" diputar di layar kaca. Ini sebab rating nan tinggi dan penuhnya slot iklan setiap kali diputar. Popularitas Imel semakin meroket.

Bakat akting Imel pun makin terasah dan teruji melalui berbagai sinetron dan film televisi nan dibintanginya. Mulai dari Bunga, Melodi, Kupu Kupu Malam, Ande Ande Lumut, Cintailah Aku, Salahkah Aku Mencintaimu, dan berderet judul lain sepanjang tahun 2008 hingga 2010. Baik itu sebagai pemeran primer maupun bintang tamu, sosok Imel mampu menyedot perhatian.

Semua sinetron maupun film televisi nan dibintanginya, telah membuat sosok Imel semakin lekat di benak para penikmat tayangan layar kaca. Imel menjadi seniman nan eksis di global sinetron Indonesia.

Berikut ini judul sinetron maupun film televisi nan pernah dibintangi oleh Imel. Rata-rata semua sinetron dan film televisi tersebut mendapat apresiasi positif.

Berikut ini judul sinetron nan pernah dibintangi oleh Imel.

  1. Cintailah Aku
  1. Ande Ande Lumut
  1. Bungao Jihan
  1. Kugapai Cintamu
  1. Andinio Amanda
  1. Anak Membawa Berkah
  1. Suami Suami Takut Istri (bintang tamu)
  1. Si Mamat Anak Pasar Jangkrik (bintang tamu)
  1. Putri Duyung Marina
  1. Arjuna Mencari Cinta

Judul film televisi (FTV) nan pernah dibintangi oleh Imel :

  1. Misteri Gunung Merapi
  1. Keris Mpu Gandring
  1. Roro Mendut
  1. Angling Dharma
  1. Kisah Cinta Romi Dan Yuli
  1. Melodi
  1. Warisan Cinta
  1. Kupu Kupu Malam
  1. Cinta Gadis Buta
  1. Salahkah Aku Mencintaimu
  1. Dalam Bayangan Cinta
  1. Misteri Ilahi
  1. Misteri Dua Dunia
  1. Hippo Si Kuda Air Raksasa
  1. Kalung Pemikat


Imel Putri Cahyati, Spesialis Pemeran Protagonis

Hampir semua peran nan dibintangi oleh Imel di setiap sinetron atau film televisi ialah karakter protagonis. Yaitu sebagai seseorang nan diceritakan seringkali diperlakukan tak adil, tapi ia tidak pernah kehilangan sifat baiknya. Tegar dan tak membalas tindakan orang lain nan menyakitinya dengan hal serupa. Peran nan mengundang orang lain (penonton) buat bersimpati kepada karakter tersebut. Inilah peran nan lazim dimainkan oleh Imel. Peran gadis manis dan baik hati.

Seringnya Imel memerankan peran protagonis (karakter baik) membentuk image nan kuat pada dirinya. Yaitu, image sebagai karakter baik. Di satu sisi, hal ini memberi kontribusi positif. Mendongkrak popularitasnya sebagai artis. Karena di mana pun ia berada, Imel punya gambaran baik di masyarakat. Disukai dan mudah mendapatkan simpati dari orang lain (para penggemarnya).

Namun, di sisi lain, identiknya Imel dengan peran protagonis juga punya kontribusi negatif. Menghambat perkembangan kemampuan akting Imel. Sudah jadi hal nan generik diketahui bahwa seorang seniman terkenal niscaya punya kemampuan memainkan berbagai macam karakter. Peran protagonis maupun berlawanan (peran jahat) mampu diperankan sama hebatnya.

Sadar akan hal itu, Imel mencoba mengubahnya. Ia menerima peran berlawanan sebagai Rossa di sinetron Amanda. Beradu akting dengan seniman Hengky Kurniawan dan Nana Mirdad. Di sinetron tersebut, Imel berusaha buat melepas imageseorang gadis manis dan baik hati, seperti peran-peran nan biasa ia mainkan.

Sayangnya, banyak kalangan mengatakan bahwa peran antagonisnya di sinetron Amanda kurang prima. Imel dinilai belum mampu berakting sebaik peran protaganis. Selain itu, penonton tayangan sinetron atau film televisi sudah terbiasa melihat aktingnya sebagai ‘orang baik’, dan bukan sebaliknya. Mereka (para penonton) mengharapkan Imel kembali mengambil peran protagonis nan sudah lekat pada gambaran dirinya.

Peran protagonis nan sudah begitu inheren pada sosok Imel, memang susah dilepaskan. Ini terlihat saat ia kembali memainkan peran protagonis di sinetron religius berjudul "Anak Membawa Berkah" nan ditayangkan oleh stasiun televisiIndosiar pada Ramadan 1430 H (Agustus 2009). Dan hasilnya, seperti sudah diperkirakan oleh banyak kalangan, sinetron tersebut tidak hanya mendapat sambutan meriah dari para penonton sinetron Indonesia, tapi juga memperoleh penghargaan sebagai Program Ramadan Terfavorit UMI 2009.



Imel Putri Cahyati di Film Syahadat Cinta

Selain mengembangkan kemampuan aktingnya dengan mengambil peran antagonis, Imel juga melebarkan sayapnya ke layar lebar. Hingga tahun 2010, telah dua film layar lebar ia bintangi. Yakni film "Syahadat Cinta" (2008) dan "Penjaga Gunung Bromo" (2010).

Khusus buat film "Syahadat Cinta", beberapa kalangan menilai akting Imel semakin berkilau. Film nan diangkat dari novel laris berjudul sama karya Taufiqurrahman al-Azizy, Imel berperan sebagai Aisyah, cucu dari Kyai Siddiq, pemilik pesantren di Tegal Jadin. Dalam filmnya diceritakan bahwa tokoh utama, Iqbal nan diperankan oleh Arif Rahman, belajar ilmu agama (mondok) di pesantren tersebut.

Di film ini, Imel juga berkesempatan beradu akting dengan beberapa seniman muda maupun senior, seperti Cantika Atmenagara, Muchtar Sum, Adhitya Putri, Hengky Kurniawan, Ricky Harun, Minati Atmanegara, dan Donna Harun. Pengalaman nan tentunya sangat berharga.

Selain itu, di film ini Imel buat pertama kalinya berakting di sebuah film layar lebar. Yang tentunya memiliki tantangan berbeda dibanding sinetron atau film televisi. Global nan menurut sebagian pendapat para seniman merupakan global sesungguhnya dalam mengasah kemampuan berakting. Dan Imel telah mulai mencicipinya.

Kalau merujuk pada kisah di novel, maka akting Imel di film Syahadat Cinta akan terus berlanjut. Novel Syahadat Cinta merupakan trilogi dari dua novel selanjutnya, yakni "Musafir Cinta" dan "Makrifat Cinta". Ini berarti para penggemar Imel masih bisa terus melihat kemampuan akting dari seniman berparas rupawan tersebut.