Berkomunikasi dengan Musik
Menjadi Anak Jalanan
Tak ada anak jalanan nan sebenarnya ingin menjadi anak jalanan. Mereka menjadi anak jalanan sebab satu keterpaksaan. Keterpaksaan ingin lepas dari belitan derita di rumah dengan orangtua nan tidak karuan. Kehidupan keluarga nan seolah tidak peduli dengannya. Anak jalanan itu merasa bahwa mereka ialah anak rembulan di malam hari dan anak matahari di siang hari. Mereka bukan anak siapa-siapa. Mereka merasa terlahir hanya sebagai dampak dari keadaan nan bahkan tidak diinginkan sama sekali.
Bisa jadi mereka ialah anak para wanita penjual diri atau anak para kaum gelandangan nan terpaksa mempunyai anak sebab tak mempunyai uang buat membeli alat KB. Anak jalanan itu ada juga merupakan anak buangan atau anak yatim piatu. Dapat jadi juga mereka ialah anak nan melarikan dari dari panti asuhan atau anak nan tak mau tinggal di rumah lagi sebab pengaruh teman-teman nan ditemuinya di jalanan. Mereka ialah anak-anak nan membutuhkan kasih sayang. Mereka butuh diperhatikan. Belum terlambat hingga mereka dapat diajak kembali menyusuri jalan-jalan masa depan nan lebih pasti.
Upaya pemerintah menempatkan anak jalanan di panti asuhan dan di loka pemberi ketrampilan terkadang tak membuahkan hasil sebab hati dan pikiran mereka masih di jalan. Mereka menemukan makna kebahagiaan selama berada di jalanan. Mereka merasa bebas. Kebebasan nan terkadang diaplikasikan dalam kehidupan nan lain. Mereka akrab dengan kejahatan, minuman keras, obat-obatan terlarang dan bahkan kehidupan seks bebas. Anak-anak jalanan itu tumbuh menjadi dewasa sebelum waktunya. Hati mereka kosong. Jiwa mereka hampa. Mereka perlu diberikan penyegaran dan pencucian hati dan jiwa agar dapat dibina dan diarahkan lagi.
Senandung Punk Rock Jalanan
Lewat seni, anak punk rock jalanan ini mungkin dapat diarahkan. Dengan penyaluran kreativitas nan benar, diharapkan anak-anak ini masih dapat disentuh hatinya dan diajak buat hayati lebih baik walaupun mereka berada di jalanan. Kalaupun mereka menghasilkan uang dari mengamen, seharusnya memang uang itu buat membeli makanan nan bergizi dan bukan hanya buat berfoya-foya. Mereka memang bahagia berpesta termasuk pesta minuman keras dan pesta seks. Kehidupan mereka sungguh keras. Tanda bimbingan nan berari, gaya hayati mereka dapat membunuh mereka secara perlahan terutama bila telah terkena penyakit kelamin menular seperti sifilis, HIV dan AIDS.
Gaya mereka bernyanyi kadang unik. Sebagian dari mereka ada nan hanya berkumpul di pinggir jalan. Ada pula nan tengah sibuk mengumpulkan rupiah dengan bernyanyi sambil menghampiri para pengguna kendaraan. Mereka pun memiliki lagu andalan berjudul Punk Rock Jalanan . Tak sedikit nan ketagihan buat mendengarkan lagu nan merupakan curahan hati kelompok mereka ini. Lagu ini pun seringkali menjadi top request di berbagai radio ternama.
Bagi nan tidak puas mendengarkannya di radio maupun di jalanan, kini banyak orang nan mendownload hits mereka di internet. Lantunan nadanya nan latif mampu menghibur para pendengar. Liriknya begitu sederhana, namun mengurai makna. Tak sedikit dari anak punk rock pun memiliki kualitas musik tinggi. Ada kalanya jalanan memicu kreativitas, mendewasakan mereka, atau malah membuat mereka mudah tersulut emosi sebab beratnya beban hidup. Mereka ialah bagian dari kehidupan nan tak boleh dilupakan. Pengarahan terhadap mereka mungkin akan membuat mereka mengubah haluan hidupnya.
Banayk bukti anak jalanan nan akhirnya kembali menjadi anak rumahan dan berusaha dengan sekuat tenaga mencari rezeki sehingga ia mempunyai dana buat menyelamatkan teman-temannya nan lain. Memang ada hambatan dari anak-anak nan tak mau diajak kembali menjadi anak rumahan. Trauma rumah sebagai sumber masalah dan trauma terlempar dari dekapan afeksi nan diharapkan ada di rumah, telah membuat sebagian dari anak jalanan itu tidak mau kembali ke rumah. Pemerintah sendiri berusaha menggiatkan program ‘Anak jalanan kembali ke rumah.’
Sayangnya, program itu belum juga terlihat hasilnya. Program rumah singgah dengan sedikit sentuhan pendidikan nan diberikan kepada anak-anak jalanan, juga belum memberikan hasil nan mampu mengurangi jumlah anak jalanan. Kalau dilihat dari penampilan anak punk rock nan berada di jalanan, rasanya mereka mempunyai kemampuan finansial buat menopang hidupnya.
Memang tak semua anak punk rock nan di jalanan berasal dari keluarga kurang mampu. Harta berlimpah pun tidak menghalangi sebagian dari mereka buat turun ke jalanan dan mencari kebahagiaan dengan bermodalkan gitar dan suara. Karena masalah broken home, misalnya, atau sebab terbawa arus. Bagaimanapun, mereka perlu diarahkan agar arah kreativitasnya tepat sasaran. Anak-anak ini tak boleh terlalu lama berada di jalan. Jalanan itu berbahaya baik bagi kesehatan maupun bagi jiwa dan mental spiritual mereka.
Kebebasan tanpa batas nan diinginkan oleh anak-anak jalanan nan tidak mau kembali ke ruamh itu dapat menjadi satu masalah sosial nan sangat besar kelak. Mereka akan menjadi pengangguran dan dapat juga nekad menjadi penjahat nan melakukan kejahatan dampak dari lingkungan dan semua makana dan minuman nan tak halal nan telah menyapu dan mengaliri tenggorokan dan darah mereka. Jangan sampai mereka hanya menjadi sampah masyarakat. Mereka perlu diarahkan.
Berkomunikasi dengan Musik
Mereka cenderung memiliki komunikasi nan minimal atau sama sekali tak pernah berkomunikasi dengan keluarganya serta kurang pengawasan, perlindungan, dan bimbingan. Gangguan kesehatan dan psikologis seringkali mengintai mereka. Komunikasi nan sering mereka gunakan yaitu dengan bermusik. Tak sedikit dari mereka nan tak mempunyai loka tinggal tetap. Pendekatan psikologis begitu diperlukan guna menghindari pergaulan bebas, seperti free sex , drugs , minuman keras, bahkan pencurian. Di balik penampilannya nan metal, curahan hati mereka ketika bermusik pun tidak harus diabaikan.
Dengarkan keluhan mereka. Ikuti apa nan mereka inginkan agar mereka percaya bahwa mereka berada di tangan nan tepat. Mereka hanya butuh disayang dan dipercaya. Program penyelamatan anak jalanan ini sangat penting. Biaya pengobatan penyakit nan mungkin akan mereka derita niscaya akan sangat banyak. Jangan sampai mereka malah menjadi beban dana sosial nan seharusnya dapat digunakan buat hal-hal nan lebih krusial semisal peningkatan gizi dan mutu pendidikan bagi anak jalanan itu sendiri. Dibutuhkan orang dewasa dan mantan anak jalanan nan berhasil nan akan dapat membukakan mata anak jalanan bahwa mereka harus kembali tinggal di rumah dan merasakan hangatnya rumah.
Cara Instan Bisa Uang
Dalam sehari, mereka dapat menghabiskan waktu 4-8 jam buat mengamen dengan pendapatan rata-rata 15 ribuan rupiah Ini dianggap cara paling instan buat mendapatkan uang. Hasil nan mereka peroleh biasanya digunakan buat makan, beli rokok, atau memoles penampilannya agar lebih ngerock. Umumnya, anak punk rock jalanan ini berusia dewasa dan cukup mengenal apa itu punk rock.
Ketika digelar sebuah konser musik rock, mereka kerap kali berbondong-bondong buat menyaksikannya. Dengan penampilannya nan majemuk dan kuat akan sentuhan punk rock, mereka terlihat memenuhi lapangan. Akan semakin menarik jika antusiasme mereka pun dipicu buat melakukan hal-hal positif. Dengan demikian, kesan kurang baik pun tidak inheren pada diri mereka.
Kreativitasnya dalam bermusik pun patut diperhitungkan. Dengan berbalut busana ketegaran, tidak sedikit dari mereka nan lihai dalam memainkan alat musik dan mengombinasikannya dengan berbagai lagu. Meski dengan alat musik seadanya, kualitas bermusik mereka patut diacungi jempol. Mereka memang telah menunjukkan eksitensinya. Kini, tinggal orang-orang nan peduli menunjukkan kalau mereka peduli kepada anak-anak jalanan nan menjadi penggila musik punk rock tersebut.