Pengaruh bagi Perokok Aktif

Pengaruh bagi Perokok Aktif

Jika kita ialah perokok, apalagi perokok berat tentu saja sudah hapal betul dengan pengaruh merokok nan selalu disertakan produsen pada tiap kemasan. Kurang lebih bunyinya “merokok bisa menyebabkan kanker, agresi jantung, dan seterusnya”. Niscaya sudah hafal bukan?

Tidak perlu membahas bagaimana cara menghentikan kecanduan rokok? Sebab sampai buku pedoman robek dan keriting, atau mulut mengomel sampai berbusa, para perokok tak bisa menghentikan kebiasaannya manakala tak ada niat dari diri sendiri.

Yang perlu digarisbawahi ialah pengaruh nan ditimbulkan baik pada perokok aktif maupun pasif. Terutama pengaruh nan berkaitan dengan sisi manusiawi. Hal ini seharusnya sudah bisa membuat para perokok buat bisa menyadari tindakan nan mereka lakukan.

Dengan kegiatan merokok nan mereka lakukan sendiri, mereka sudah memberikan imbas atau akibat jelek kepada orang lain yaitu orang nan berada di sekeliling mereka nan tidak ikut merokok. Hal ini ialah sebuah hal nan memang haruslah dicermati dengan benar.

Bahkan menurut banyak penelitian, akibat negatif dari merokok nan diterima oleh perokok pasif lebih besar daripada nan diterima oleh si perokok aktif itu sendiri. Inilah nan membuat miris ketika dari hari ke hari angka perokok terus saja merangkak naik.

Merokok memang bukan hanya kegiatan nan dilakukan oleh para kaum pria saja. Ada beberapa dari kalangan kaum hawa nan juga melakukan tindakan ini. Walaupun oleh beberapa kalangan masyarakat tertentu, Norma merokok ini lebih dipandang sebagai hal nan tabu dan tidak pantas buat dilakukan oleh para wanita.



Sebab Orang Merokok

Banyak hal nan membuat orang terjerumus ke dalam global perokok. Namun, nan paling banyak memainkan peran buat membuat seseorang menjadi perokok ialah lingkungan loka beradanya seseorang tersebut. Lingkungan menjadi faktor nan sangat dominan buat membentuk seseorang menjadi seorang perokok.

Sebut saja ketika ada orang nan hayati di lingkungan perokok, semua orang nan ada di sekelilingnya mempunyai Norma merokok. Maka, lambat laun ia pun niscaya juga akan ikut melakukan hal nan sama yaitu merokok. Karena memang di dalam lingkungan perokok, seseorang nan tak merokok akan dianggap aneh dan bukan bagian dari diri golongan mereka.

Sangat mudah buat mencetak seseorang menjadi seorang perokok. Cukup diberi satu batang rokok saja setiap harinya maka lambat laun ia akan menjadi seorang perokok nan bisa menghabiskan lebih dari satu bungkus rokok pada setiap harinya.

Sedangkan di sisi lain, amatlah sulit buat membuat orang terlepas dari jeratan rokok ini. Banyak orang nan sudah terkena candu rokok ini dan merasa amat sulit buat lepas dari Norma merokok ini.

Banyak usaha nan dilakukan buat lepas dari merokok. Namun usaha itu pun tidak selalu mudah untu dilakukan. Godaan ketika melihat rokok akan selalu ada bagi orang nan berusaha buat tak merokok lagi. Itulah bagaimana kenyataan merokok ini sudah merajalela di kehidupan masyarakat kita.



Pengaruh bagi Perokok Aktif

Tidak ada nan menyalahkan bagi Anda perokok aktif nan sudah merokok di loka “silakan merokok”. Dengan begitu, pengaruh merokok secara fisik seperti nan tertera pada kemasan, akan dirasakannya sendiri.

Tapi pernahkan kita berpikir bagaimana pengaruh merokok nan menimbulkan penyakit pada diri sendiri terhadap orang nan menyayangi atau nan kita sayang?

Misalpun kanker paru-paru atau jantung akan menyakiti perokok itu sendiri, tapi bagaimana jika penyakit seperti itu ahirnya membuat kita tak dapat beraktivitas dengan maksimal? Jika kita sebagai orang tua nan tugasnya tidak lain menjaga anak kita. Mungkinkah kita dapat menjaga mereka sambil tergolek di ranjang pesakitan?

Jangankan mencari nafkah buat keluarga, nan ada dapat jadi keuangan keluarga porak poranda karena dana nan ada tersedot pada biaya pengobatan penyakit dampak merokok. Mencegah memang selalu lebih baik dari mengobati.



Efek bagi Perokok Pasif

Merokok tidaklah baik, apalagi di sekitar keluarga dan sahabat , kecuali jika Anda memang berniat membunuh perlahan orang nan Anda sayangi. Sudah banyak kejadian menimpa istri atau suami nan sebenarnya tak merokok terkena efek dari pasangannya.

Alhasil seorang istri dapat menderita sesak nafas sebab suaminya hobi merokok. Sudah banyak contoh dari perokok pasif nan di masa tuanya terpaksa mengidap penyakit paru-paru padahal dia tak merokok.

Pernahkah Anda merasakan susahnya bernafas seperti nan dialami penderita asma? Jika belum pernah, Anda dapat mencoba menutup hidung dan mulut Anda hingga kesulitan bernafas. Itulah nan dialami orang nan kita sayangi ketika paru-paru mereka ikut sakit dampak menjadi perokok pasif.

Bahaya asap rokok memang bisa dikatakan amatlah besar. Asap rokok nan banyak mengandung zat berbahaya akan menganggu kesehatan jika terhirup oleh orang nan berada di sekitar. Hal ini terutama akan menyerang bagian dari organ pernapasan dari orang tersebut.

Terutama jika nan berada di sekitar orang perokok ialah ibu hamil. Maka, asap rokok ini akan turut mempengaruhi perkembangan janin nan ada di dalam kandungannya. Janin bisa tumbuh dengan tak normal ataupun mengalami kelainan. Inilah imbas jelek nan diperoleh dari perokok pasif sebab keberadaan prokok pasif.



Bagaimana Rokok Dapat Membunuh?

Anak ialah dambaan setiap orang tua. Jika singa si raja rimba saja takkan memakan anaknya, akankah kita menjadi makhluk nan lebih bengis dari singa?

Pernahkah Anda mendangar tentang karbon monoksida. Yakni sebuah carbon nan berikatan dengan oksigen tunggal (CO)? Karbon monoksida bersifat sangat toksik dan kerap menyebabkan keracunan. Gas nan sulit terdeteksi sebab tak berwarna dan tak berbau ini bisa merusak sistem sarat pusat dan jantung.

Permasalahan terjadi sebab salah satu hasil buangan rokok ialah karbon monoksida nan juga bisa menurunkan kemampuan darah membawa oksigen. Dan ketika masuk ke dalam tubuh ibu hamil, CO beserta zat toksik lain seperti tar nan merusak paru-paru, arsanik (racun semut putih), toluene (pelarut industri) dll, berpotensi menyebabkan keguguran.

Tak ubahnya sebuah aktivitas pengguguran terselubung bukan? Ironis sekali ketika banyak orang berbicara tentang hak asasi manusia tapi di sisi lain justru tanpa sadar melanggarnya. Sebab menggugurkan sama artinya dengan membunuh, melanggar hak hidup.



Ingin Anak Anda tak Cerdas dan Mudah Stress?

Selain keguguran nan bisa mengancam jiwa, nikotin dalam rokok nan terserap dalam tubuh ibu hamil berpotensi menurunkan volume otak serta menurunkan konektivitas sel-sel otak janin. Jadi jangan heran jika Anda tak menghentikan Norma merokok (termasuk perokok pasif), Anak nan Anda sayangi cerderung kurang cerdas.

Tak hanya itu, banyak penelitian telah membuktikan bahwa anak nan dikandung oleh ibu nan kerap merokok, akan mudah stress dan tempramental. Kasihan bukan, anak nan semestinya dijaga dengan baik justru dibekali dengan hal-hal nan tak baik.

Bahkan sebuah studi di Brisbane Australia, menyatakan bahwa anak nan dikandung oleh ibu nan perokok berat berpeluang tiga kali lebih besar buat merokok di usia remajanya, yakni di bawah 14 tahun. Dan ketika berusia di atas 14 tahun bepotensi dua kali lebih besar buat merokok dibanding mereka nan dikandung oleh ibu nan tak merokok.

Pilihan ada di tangan kita. Setidaknya, bagi nan tak merokok, baiknya jangan pernah coba-coba. Apalagi nan merasa tak jantan tanpa merokok. Semua itu tidaklah benar. Dan bagi nan terlanjur menjadi perokok, perlu kiranya kita renungkan pengaruh merokok dari segi psikologi seperti diungkapkan di atas.

Memang terjadi dilema dalam mengatasi masalah perokokan nan ada di Indonesia. Karena memang konsumsi dan kebutuhan konsumen terhadap rokok nan ada di Indonesia amatlah besar. Jika tak menginginkan rokok nan bermerek, rokok dengan merek nan belum lama dikenalpun sudah banyak beredar di masyarakat kita.

Sudah ada niat nan kudus buat menghentikan Norma merokok orang Indonesia. Namun ini terbentur pada besar dan mengguritanya produksi dari rokok itu sendiri. Dimana para produsen terbesar rokok nan ada di Indonesia ialah orang-orang terkaya di Indonesia. Belum lagi di skala kecil, rokok sudah menjadi area ladang pekerjaan banyak penduduk Indonesia. Mereka ialah para petani tembakau, para pekerja di pabrik rokok serta orang lain nan berkecimpung di global rokok.

Apapun itu, memang kita tak bisa buat meremehkan pengaruh merokok nan begitu besar.