Bukan Cuma Pelajaran Horor! Yuk, Bongkar Rahasia Ilmu Kimia dan Bahan Berbahaya di Makanan Keseharian Kita
Daftar Isi
Halo Guys! Pernah nggak sih kamu berpikr kalau ilmu kimia itu cuma soal rumus-rumus rumit yang bikin kepala mau pecah di kelas? Eits, padahal sebenrnya dunia kimia itu gokil dan relate banget sama kehidupan kita sehari-hari, lho. Pada dasarnya, ilmu kimia itu ilmu alam yang mempelajari tentang sifat materi dan perubahannya, baik secara fisik maupun kimiawi. Semua perubahan itu dikaji lewat perubahan energi yang menyertainya.
Biar paham konsep perubahann energi ini, ada teori keren yang namanya termodinamika kimia (diturunkan dari hukum mekanika) dan teori kinetika kimia (dari hukum kinematika). Terus, kalau mau ngulik struktur dan komposisi zat sebelum atau sesudah berubah, para ilmuwan biasanya pakai teknik yang dinamakan spektroskopi molekul. Canggih bgt, kan?
Kimia Itu Ada di Mana-Mana, Gaes!
Banyak dari kita yang ngira kalau bahan kimia itu cuma ada di dalam tabung reaksi laboratorium. Padahal, para ahli kimia meyakini kalau semua benda di alam semesta ini terbuat dari zat kimia! Udara yang kita hirup tiap detik mengandung unsur kayak oksigen dan nitrogen. Air yang kamu minum itu hasil ikatan hidrogen dan oksigen. Bahkan gula manis di teh obeng kamu juga tersusun dari racikan zat kimia.
Setiap benda punya sifat unik karena komposisi elemennya beda-beda. Contoh paling plot twist: sodium itu logam lembut yang bisa meledak klau kena air. Di sisi lain, klorin itu gas hijau beracun yang bahaya banget. Tapi ajaibnya, waktu kedua zat berbahaya ini gabung lewat reaksi kimia di "dapur" sains, terbentuklah senyawa sodium klorida alias garam dapur! Garam yang merasakn sentuhan air nggak bakal meledak, malah bikin masakan kamu jadi gurih bgt. Ajaib, kan?
Waspada Bahan Kimia Berbahaya pada Makanan Harian
Nah, ini nih yang wajib kamu notice! Beberpa waktu lalu, kita sempat dihebohkan sama kasus bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks yang dicampur ke mkanan. Selain dua zat itu, masih banyak lho zat tambahan lain yang kalau dikonsumsi terus-menerus bisa ngerusak kesehatan tubuh kita.
Efek buruknya nggak main-main, gaes! Bisa memicu kanker, kelainan genetik, merusak saraf otak, sampai bikin kecacatan pada bayi. Nih, beberapa zat kimia di mknan yang perlu kamu waspadai:
Pertama, ada Sakarin. Ini pemanis buatan berbentuk bubuk putih yang rasanya bisa 550 kali lebih manis dari gula biasa! Karena harganya murah, oknum industri sering pakai sakarin buat kue atau minuman ringan. Padahal, sakarin yang mengendap di ginjal bisa memicu kanker kandung kemih.
Kedua, Siklamat. Sama kayak sakarin, ini pemanis buatan dengan tingkat kemanisan 30 kali gula pasir. Penggunaan sembarangan zat ini bisa bikin sel kromosom pecah. Di luar negeri bahan ini udah dilarang, tapi sayangnya di Indonesia masih sering ditemukan secara ilegal.
Ketiga, Nitrosamin. Bahan ini sering dipakai buat pemberi aroma khas dan pengawet warna merah pada sosis, kornet, atau dendeng. Bentuknya kayak kristal garam agak kekuningan. Nitrosamin ini terbukti bersifat karsinogenik yang bisa merusak DNA dan memicu kanker paru-paru.
Terakhir, yang paling dekat sama kita: Monosodium Glutamat (MSG/Vetsin). Penyedap rasa ini memang bikin makanan jadi gurih parah, tapi kalau berlebihan ada efek samping vetsin yang tersembunyi. Mulai dari kerusakan sel otak/retina, mutasi sel, sampai ngebuka risiko kanker ginjal dan otak. Jadi, mending mulai kurangi dari sekarang ya, Sist!
Dari Mitos Yunani Kuno Sampai Jadi Sains Modern
Penasaran nggak sih, gimana sejarahnya perkembangan ilmu kimia sampai sekeren sekarang? Dulu banget, orang-orang cuma melakukan percobaan coba-coba (trial and error) yang sifatnya praktis dan kebetulan. Pada masa itu, fenomena alam sering dikaitkan sama hal-hal magis atau mitos supernatural.
Barulah pas zaman Yunani Kuno, filsuf kayak Aristoteles dan Plato mulai pakai logika. Mereka meyakini kalau materi di bumi ini cuma terdiri dari empat unsur utama: api, tanah, air, dan udara. Filsuf zaman dulu percaya kalau kita bisa merubah suatu materi jadi materi lain cuma dengan mengubah sifatnya—misalnya ngubah api yang panas jadi air yang dingin. Pandangan ini bertahan cukup lama sebelum akhirnya masuk ke era Alkimia.
Jejak Alkimia dan Lahirnya Kimia Modern
Praktik Alkimia pertama kali berkembang di Mesir. Walaupun konsep alkimia belum murni ilmiah, jasa mereka besar banget! Salah satunya adalah menciptakan simbol-simbol zat kimia. Tokoh ilmuwan muslim legendaris pada masa ini antara lain Ibnu Sina dan Ibnu Hayyan (Geber).
Masuk abad ke-16 sampai 17, terjadi pergeseran besar dari alkimia menuju kimia modern. Tokoh-tokoh seperti Joseph Priestley, Antoine Lavoisier, dan John Dalton mulai memperkenalkan sains yang berbasis eksperimen murni.
Kimia modern lahir karena semua temuan harus dibuktikan lewat metode ilmiah yang sistematis. Ilmuwan melakukan pengamatan, cari pola data, bikin hipotesis, dan ngelakuin eksperimn ketat. Kalau hipotesis itu lolos dari berbagai uji coba, barulah diakui sebagai teori ilmiah. Makanya, kimia resmi jadi cabang ilmu pengetahuan alam (sains) yang valid dan teruji hingga saat ini.