Jadwal Pembuangan Racun di Organ Tubuh

Jadwal Pembuangan Racun di Organ Tubuh

Struktur tubuh manusia terdiri atas berbagai organ tubuh nan memiliki fungsi masing-masing. Antara satu organ dengan organ lain terlibat kolaborasi nan apik demi kelangsungan hayati manusia. Jika ada salah satu organ nan bermasalah maka akibat buruknya juga dapat mengenai organ tubuh lain nan awalnya dalam kondisi sehat.

Berlaku hayati sehat dapat dimulai dengan memperhatikan pola jam istirahat buat tubuh. Karena dalam rentang waktu 24 jam, organ tubuh nan ada akan bekerja menunaikan tugasnya. Berhasil tidaknya tugas itu tergantung kondisi tubuh. Apakah sedang diajak bekerja hingga begadang ataukah sedang diistirahatkan. Sebelum membahas tentang cara hayati sehat dengan mengenali jam istirahat organ tubuh bagian dalam, akan lebih baik kalau dapat mengenali fungsi beberapa bagian tubuh itu.



Organ Tubuh Bagian Dalam dan Fungsinya

1. Tenggorokan

Tenggorokan letaknya di bawah rongga hidung, di belakang mulut, serta di atas kerongkongan dan tabung udara (trakea). Tenggorokan ini merupakan saluran berotot nan merupakan jalan nan dilalui oleh makanan ketika akan menuju kerongkongan. Selain itu, juga merupakan loka nan dilewati oleh udara ketika akan menuju ke paru-paru atau biasa dinamakan tenggorok.

Tenggorok terbagi lagi menjadi 3, yakni: tenggorokan bagian atas (nasofaring), bagian tengah (orofaring), serta tenggorok bagian bawah (hipofaring). Organ ini ialah saluran berotot nan dilapisi oleh selaput lendir nan terdiri atas sel penghasil lender serta silia. Apabila ada kotoran nan masuk ke tubuh, lendir dalam kerongkongan akan menangkapnya. Kemudian, disapu oleh silia dan diarahkan ke arah kerongkongan, lalu ditelan.



2. Jantung

Jantung ialah salah satu organ tubuh nan memiliki peran sangat krusial bagi kelangsungan sistem kerja tubuh. Fungsinya ialah mengalirkan darah segar ke seluruh tubuh serta mengirim darah kotor ke bagian paru-paru. Oleh sebab itu, ketika kemampuan buat memompa darah ini terganggu, akibatnya dapat fatal. Bahkan, dapat berujung kepada kematian.



3. Hati

Dalam istilah kedokteran, hati disebut dengan liver. Bagian ini memiliki fungsi sebagai filter nan posisinya buat menyaring darah. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak racun nan masuk ke dalam tubuh. Entah itu melalui asupan makanan, ataupun lewat pernapasan. Di sini, liver memainkan perannya agar darah tetap higienis dan bebas dari racun.



4. Ginjal

Organ tubuh bernama ginjal ini sangat vital perannya bagi manusia. Menyaring darah, menjaga agar basa tetap seimbang, menghasilkan hormon, dan sebagainya merupakan tugas ginjal. Tugas-tugasnya ini akan terganggu apabila ada kelainan padanya, misalnya gagal ginjal.

Meski ginjal pada tubuh orang normal terdapat dua buah, orang nan lahir dengan 1 ginjal ternyata masih dapat hidup. Akan tetapi, jika kedua ginjal tak berfungsi sebagaimana mestinya, maka tranplantasi dapat dilakukan buat menyelamatkan nyawa.



5. Paru-paru

Ini ialah organ nan sangat krusial bagi manusia. Jika tak ada paru-paru maka manusia tak akan bisa hidup. Paru-paru berfungsi buat membantu proses penukaran antara oksigen nan berasal dari udara ditukar dengan karbondioksida nan berasal dari darah.



6. Lambung

Lambung memiliki fungsi buat tubuh sebagai ‘terminal sementara’ nan menampung makanan buat jangka waktu nan pendek. Selain itu, lambung pun berfungsi dalam mencerna sari-sari makanan.



7. Limpa

Limpa ini semacam menjadi ‘kepanjangan tangan’ dari lambung. Begitu lambung sudah selesai melaksanakan tugas -yakni mengolah makanan- maka selanjutnya limpa lah nan bertugas mengangkutnya ke seluruh tubuh.



8. Usus halus

Usus halus atau nan sering disebut juga sebagai usus kecil memiliki peran sebagai pendorong makanan di sepanjang saluran pencernaan agar lancar. Selain itu, bagian nan terdapat dalam usus halus, yakni villi akan menyerap nutrisi. Dan kemudian, nutrisi tersebut dipompa ke peredaran darah serta limpa. Limpa atau getah bening terdapat pada villi usus halus.



9. Usus Besar

Paling tidak, ada 3 fungsi nan dijalankan oleh usus besar, yakni buat menyimpan serta mengeliminasi sisa-sisa makanan. Juga menjaga ekuilibrium kadar cairan serta elektrolit nan dilakukannya dengan cara menyerap air. Selain itu, mendegradasi bakteri nan ada.



10. Usus Dua Belas Jari

Usus dua belas jari nan dalam literatur kedokteran disebut sebagai duodenum ialah bagian dari usus halus nan merupakan bagian paling pendek. Dalam proses pencernaan, ketika lambung sudah menunaikan tugasnya, kemudian melepaskan makanan ke usus dua belas jari nan merupakan bagian dari usus halus.

Makanan masuk ke dalam usus dua belas jari melalui bagian nan disebut sebagai spingter pyloru s dengan kuantitas nan disesuaikan oleh kemampuan mencerna si usus halus. Ketika usus halus penuh, maka usus besarlah nan akan mengirimkan frekuwensi atau ‘informasi’ kepada lambung buat menghentikan sementara pengiriman makanan.



11. Empedu

Empedu memiliki fungsi buat membuang limbah eksklusif serta buat membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak.



12. Pankreas

Pankreas bertugas menghasilkan enzim pankreas serta menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berguna buat maenjaga kadar gula di dalam darah.

Layaknya mesin nan ada masa kerja dan masa istirahatnya, organ tubuh pun memiliki jam spesifik buat mempekerjakan atau mengistirahatkan ‘diri’nya. Berikut akan diterangkan waktu-waktu spesifik bagi organ tubuh dalam membuang racun. Dengan mengenali jadwalnya, diharapkan ada proses maksimal dalam proses pembuangan racun.

Ketidaktahuan akan jadwal organ tubuh membuang racun nan menimbulkan sikap semaunya sendiri, akan berakibat fatal bagi organ tersebut. Yang ujung-ujungnya memberikan akibat sangat negatif bagi manusia. Misalnya, jadwal buat istirahat nan terlalu malam atau rutinitas bangun nan terlalu siang. Kebiasaan jelek tersebut dapat mengacaukan sistem pembuangan racun nan sudah terjadwal rutin di dalam tubuh.

Selain itu, pada saat tengah malam sampai dini hari jam 04.00 ialah saat bagi sumsum tulang belakang buat memproduksi darah. Jika dalam memproduksi darah ini ada gangguan, tentu hasil produksinya tak bagus dan tak banyak nan dihasilkan. Ini menyebabkan terjadinya kekurangan darah atau anemia.

Anemia dimaknai sebagai sebuah kondisi tubuh nan tak memiliki sel darah merah secara cukup buat memenuhi kebutuhan oksigen jaringan tubuh. Karena saat itu ialah masa bagi sumsum tulang belakang dalam memproduksi darah, maka sangat dianjurkan pada jam-jam tersebut tubuh dibuat dalam kondisi istirahat nan tenang dan sangat tak dianjurkan buat begadang.



Jadwal Pembuangan Racun di Organ Tubuh

1. Malam Hari Berkisar Antara Jam 21.00-23.00

Pada jam-jam ini ialah saat pembuangan racun atau zat-zat nan tak berguna (detoxin) nan berada di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Pada rentang waktu itu, aktivitas nan disarankan buat dilakukan ialah mengkondisikan tubuh dalam kondisi tenang, seperti mendengarkan musik. Hal nan tak disarankan di jam ini ialah bekerja.



2. Malam hari jam 23.00-01.00

Ini ialah masanya pembuangan racun di bagian hati. Proses ini dapat berjalan maksimal ketika kondisi tubuh dalam posisi istirahat (tidur) nan pulas.



3. Dini Hari Pukul 01.00-03.00

Saat jam ini terjadi proses detoxin di bagian empedu nan berlangsung ketika tubuh dalam kondisi tidur.



4. Dinihari Pukul 03.00-05.00

Ini saat-saat ada pembuangan racun di bagian organ tubuh paru-paru. Maka tak heran jika pada jam-jam ini, mereka nan menderita batuk akan mengalami batuk nan hebat.



5. Pagi Pukul 05.00-07.00

Proses pembuangan racun terjadi di bagian usus besar. Pada jam ini salah satu aktivitas nan harus dilakukan agar pembuangan racun berjalan maksimal ialah buang air kecil.



6. Pukul 07.00-09.00

Saat di mana usus kecil memerlukan asupan makanan. Oleh sebab itu, menghindari sarapan ialah kegiatan nan sangat tak dianjurkan. Bahkan buat mereka nan sedang menderita penyakit, disarankan buat makan lebih pagi, sebelum pukul 06.30.

Poin-poin di atas ialah jadwal kerja beberapa organ tubuh. Menyeimbangkan rutinitas kerja kita dengan jadwal tersebut ialah tindakan nan bijaksana. Mari memulai hayati sehat dengan memperhatikan jadwal organ tubuh membuang racun.