Bahan Kondom

Bahan Kondom

Kondom ialah alat pencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual nan dibuat dari bahan karet nan sangat tipis. Kondom berbentuk selubung nan dipakai laki-laki sebelum bersanggama. Cara pemakaiannya dengan menyelubungkannya pada alat kelamin pria.

Selain kondom pria, nan digunakan buat menyelubungi penis, ada juga kondom wanita nan didesain spesifik buat perempuan. Kondom buat perempuan berbentuk silinder nan dimasukkan ke dalam alat kelamin wanita. Sebagaimana kondom pria, kondom wanita berfungsi mencegah kehamilan dan mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS.



Asal Mula Kondom

Asal mula nama kondom memang masih belum jelas berasal dari mana. Ada nan beranggapan kata ‘kondom’ itu berasal dari sebuah kota bernama Condom di Provinsi Gascony, sebelah barat daya Perancis. Laki-laki dari Kota Concom ini dikenal dengan sifatnya nan menyukai seks, tak sabar, dan mudah marah, mirip karakter tokoh Cyrano de Bergerac dalam drama karya pengarah adegan Edmond Rostrands.

Ada juga nan mengatakan bahwa kata kondom berasal dari nama seorang dokter asal Inggris nan bergelar pengeran bernama Dr. Condom. Pada pertengahan 1600, dokter ini nan pertama kali mengenalkan corong buat menutupi penis agar melindungi King Charles II dari penularan penyakit kelamin.

Sarung buat melindungi penis (kondom) sudah digunakan sejak berabad-abad lalu. Sejarah menceritakan bahwa orang-orang Roma dan Mesir memakai kulit tipis dari kandung kemih dan usus binatang sebagai sarung. Kondom primitif ini digunakan buat menghindari penyakit kelamin bukan buat mencegah kahamilan. Sementara itu, buat menekan angka kalahiran, kaum pria sejak dahulu selalu mangandalkan wanita buat memilih bentuk kontrasepsi.

Pada abad ke-17, seorang dokter dari Italia bernama Gabriello Fallopia pertama kali menjelaskan dua tabung pipih nan mengangkut sel telur dari ovarium ke uterus. Dokter ini dikenal sebagai “bapak kondom” sebab pada 1500 ia sukses membuat sarung linen berukuran pas (fit) di bagian penis serta melindungi permukaan kulit. Inovasi ini berhasil setelah diuju coba pada seratus pria.

Awalnya, kondom berbentuk tebal dan dibuat dari usus binatang, selaput ikan, atau bahan linen nan licin. Tapi, sebab dianggap mengurangi kenikmatan seksual dan tak selalu berhasil mencegah penularan penyakit, kondom menjadi kurang populer. Bahkan, seorang bangsawan Perancis mengatakan bahwa kondom ialah “tameng melawan cinta, sarung pelindung dari penyakit”. Walaupun begitu, kondom masih tetap diugunakan sebab waktu itu banyak kaum pria takut tertular penyakit kelamin.



Bahan Kondom Kondom biasanya dibuat dari lateks atau polyurethane . Kondom lateks lebih banyak tersedia di pasaran. Namun, kondom lateks hanya boleh digunakan dengan pelumas berbasis air. Pelumas berbasis minyak dapat merusak lateks sehingga meningkatkan risiko kebocoran.

Kondom polyurethane dibuat dari homogen plastik. Kondom ini cocok buat orang nan alergi terhadap lateks. Kondom polyurethane lebih tipis dibandingkan dengan kondom lateks, sehingga bisa menambah sensitivitas.

Akan tetapi, kondom polyurethane harganya lebih mahal dan kurang lentur sehingga memerlukan lebih banyak pelumas. Baik pelumas berbasis air maupun minyak bisa digunakan buat melumasi kondom polyurethane .



Jenis-Jenis Kondom

Ada majemuk jenis kondom. Sebagian besar kondom memiliki ujung berpenampung, tetapi ada juga kondom nan ujungnya rata. Berikut ini jenis-jenis kondom nan beredar di pasaran.

  1. Kondom biasa
  2. Kondom bertekstur (bergerigi atau berbintik)
  3. Kondom beraroma dan berasa
  4. Kondom ekstratipis
  5. Kondom berpengaman ekstra (berpelumas nan mengandung spermisida)
  6. Kondom getar
  7. Kondom dengan tambahan obat kuat
  8. Kondom wanita


Kondom, Pelumas, dan Spermisida

Pelumas kondom beragam. Ada kondom nan tak diberi pelumas sama sekali. Ada nan berpelumas dari bahan silikon, dan ada juga nan diberi pelumas berbasis air.

Pemberian pelumas dimaksudkan buat memudahkan pemakaian dan membuat pemakai merasa nyaman. Selain itu, pelumas juga mencegah kebocoran.

Beberapa jenis kondom dan pelumas mengandung spermisida. Spermisida ialah bahan kimia nan bisa melumpuhkan atau membunuh sperma buat mencegah kehamilan.



Kelebihan dan Kekurangan Kondom

Sebagai alat pencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual, kondom memiliki beberapa kelebihan, yaitu sebagai berikut.

  1. Pemakaian kondom tak menimbulkan imbas samping sebagaimana alat kontrasepsi nan lain.
  2. Kondom tersedia dalam majemuk bentuk, warna, rasa, tekstur, dan ukuran.
  3. Murah dan banyak tesedia di apotek, toko obat, dan supermarket maupun minimarket. Anda tak perlu resep dokter buat membeli kondom.
  4. Mudah digunakan.

Adapun kekurangan kondom ialah sebagai berikut.

  1. Dibandingkan dengan alat kontrasepsi nan lain, efektivitas kondom tak terlalu tinggi. Jika cara memakainya tak benar, taraf efektivitasnya akan jauh berkurang.
  2. Beberapa orang alergi terhadap bahan dasar kondom (lateks).
  3. Pemakaian kondom menyebabkan pengurangan sensitivitas pada penis.
  4. Setiap kali akan berhubungan seksual, pemakai harus selalu menyediakan kondom.
  5. Sebagian orang merasa malu membeli kondom di loka umum.
  6. Kondom bekas pakai akan menambah volume sampah. Jika dibuang ke toilet, akan menyebabkan saluran mampet.


Cara Menggunakan Kondom dengan Benar

Agar penggunaannya efektif, pemakai kondom harus memperhatikan cara pemakaian nan benar. Berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Buka kemasan dengan hati-hati dari bagian tepi. Jangan gunakan kuku atau gigi buat membuka kemasan.
  2. Tempatkan gulungan kondom di kepala penis nan sudah tegang. Selubungkan kondom ke penis sambil memencet bagian ujung kondom agar udara di dalamnya keluar.
  3. Setelah cairan sperma keluar, tarik penis nan masih tegang dari alat kelamin wanita sambil memegang dasar kondom agar tak ada cairan nan tumpah.
  4. Lepaskan kondom dari penis sambil tetap menahan bagian dasar kondom.
  5. Ikat kondom bekas pakai agar cairan sperma tak berceceran. Bungkus kondom dengan tisu toilet. Buanglah kondom di loka sampah. Jangan membuang kondom ke jamban.


Tips Krusial Mengenai Kondom
  1. Jangan gunakan kondom jika kemasannya rusak (robek), warnanya memudar, kering, atau lengket. Pastikan kemasan dan kondom dalam keadaan baik. Periksa juga tanggal kedaluwarsanya.
  2. Jangan menyimpan kemasan kondom di dalam dompet atau saku belakang celana. Penyimpanan dengan cara ini bisa menyebabkan kondom rusak.
  3. Hindarkan kondom dari sinar matahari langsung. Simpan kemasan kondom di loka sejuk dan kering.
  4. Jangan memberi pelumas berbasis minyak pada kondom lateks. Pelumas berbahan dasar minyak, seperti body lotion dan baby oil dapat menyebabkan kondom rusak atau robek. Karena itu, pakailah pelumas berbasis air.


Kondom Wanita Anti Pemerkosaan

Kondom wanita anti pemerkosaan merupakan temuan dari Sonette Ehlers, seorang wanita nan berasal dari Afrika Selatan. Kondom ini berfungsi buat mencegah perbuatan perkosaan terhadap wanita. Pencegahan aksi pemerkosaan ini dilakukan dengan menjepit alat kelamin pria si pemerkosa, lalu melukai dan membuat si pria tersebut tak berdaya.

Kondom wanita ini bentuknya berupa kantong dari latex nan berisi duri-duri logam mikroskopis mengarah ke dalam. Kondom ini disimpan di dalam vagina seperti sebuah tampon. Selain berfungsi mencegah pemerkosaan, kondom ini juga berfungsi sama seperti kondom wanita biasa, yaitu mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular.