Sepak Bola Dalam Negeri

Sepak Bola Dalam Negeri

Menang, kalah dan seri ialah fakta nan selalu tersaji dari sebuah hasil pertandingan sepak bola global dalam kompetisi atau turnamen level klub maupun negara. Tim nan meraih kemenangan akan mendapatkan nilai tiga sedangkan tim nan kalah tak mendapat nilai atau nilainya nol. Apabila kedua tim nan bertanding mencetak gol seimbang atau seri maka masing-masing tim berbagi nilai satu.

Di daratan Eropa sebagai kiblat sepak bola dunia, tepatnya di negeri Ratu Elizabeth dengan gelaran Perserikatan Inggris. Kompetisi dijalankan menggunakan sistem kompetisi penuh yaitu setiap tim akan berjumpa sebanyak dua kali di kandang maupun tandang. Namun dalam menentukan peraih gelar kampiun di Perserikatan Inggris berpihak kepada tim nan meraih jumlah kemenangan terbanyak disertai banyak gol pula.

Juara Perserikatan Inggris di hitung berdasarkan poin paling tinggi nan diraih sebuah klub pada akhir musim. Apabila ada dua tim atau lebih nan meraih poin paling tinggi sama maka selisih gol menjadi acuan perhitungan berikutnya. Selisih gol ialah jumlah gol memasukkan dikurangi dengan jumlah gol kemasukan. Setelah itu menghitung produktivitas gol nan sukses disarangkan ke jala gawang lawan.

Di Perserikatan Spanyol hasil pertandingan antara dua klub sepak bola nan bersaing ketat menjadi kampiun perserikatan sangat menentukan. Kampiun perserikatan di negeri Matador ini, penentuannya dilakukan melalui penghitungan head to head apabila terjadi kondisi dua tim dengan perolehan poin paling tinggi memiliki jumlah poin nan sama di papan klasemen akhir kompetisi.

Kedua tim akan dihitung secara head to head dengan memperhatikan hasil pertandingan keduanya. Tim nan meraih kemenangan terbanyak saat kedua tim bertemu di dua pertandingan perserikatan berhak menjadi kampiun Perserikatan Spanyol. Berikutnya dihitung selisih gol dari skor pertandingan kedua tim buat menentukan gelar juaranya apabila kedua tim berbagi kemenangan atau hasil seri.

Bergeser ke negeri Pizza dengan pentas Perserikatan Italia nan penuh dengan permainan strategi dan taktik taraf tinggi. Di kompetisi ini, apabila ada dua tim nan meraih poin paling tinggi sama pada klasemen akhir kompetisi maka kedua tim akan bermain di babak final. Penghargaan kampiun perserikatan akan disematkan kepada tim nan sukses memenangi pertandingan nan dilangsungkan selama dua babak di loka netral.



Menurut Perspektif Pelatih

Untuk mewujudkan pencapaian gelar paling tinggi dalam event kompetisi nan di ikuti, kemenangan dalam setiap pertandingan ialah harga wafat nan sulit ditawar. Seorang instruktur ialah sosok dibalik layar permainan sebuah tim dalam meraih kemenangan. Setiap instruktur memiliki prinsip dan filosofi permainan agar timnya meraih hasil pertandingan sepak bola nan memuaskan.

Klub asal Spanyol, Barcelona memiliki instruktur muda berbakat yaitu Josep Guardiola. Instruktur nan menangani tim asal Catalan sejak 2008 sangat menekankan permainan atraktif dalam meraih kemenangan. Baginya kemenangan harus diraih melalui cara nan indah, peragaan individu berteknik tinggi dan mencetak banyak gol.

Pep Guardiola dianggap instruktur nan mengangkat kehormatan sepak bola modern melalui penampilan permainan latif timnya di lapangan. Penekanan kepada pemain dalam mendapatkan hasil pertandingan sepak bola global paling terbaik ialah diperoleh melalui dominasi bola dan permainan kolektif tim.

Untuk mengendalikan permainan, maka nan harus dilakukan setiap pemain di lapangan adalah saling berbagi bola melalui umpan-umpan pendek kedap ditunjang konvoi dinamis. Hal ini diterapkan sepanjang pertandingan agar peluang meraih kemenangan semakin besar.

Buah dari konsistensi Pep Guardiola saat melatih Barcelona di musim pertamanya diganjar dengan 6 gelar juara, yaitu kampiun Perserikatan Spanyol, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Perserikatan Champions Eropa, Piala Super Eropa, dan Piala Global Antar Klub.

Lain pula dengan instruktur asal Portugal, Jose Mourinho nan pernah menjuarai kompetisi Perserikatan Champions Eropa sebanyak dua kali bersama FC Porto dan Inter Milan. Instruktur berjuluk the special one sangat terkenal dengan gaya permainan sepak bola pragmatis. Seperti nan dikatakan mantan anak didiknya di Chelsea, Arjen Robben bahwa Mourinho sangat mementingkan kemenangan dan tak peduli meraihnya dengan permainan latif atau tidak.

Saat melatih Inter Milan, pendirian Jose Mourinho tak pernah goyah buat mengubah gaya main timnya. Inter Milan sering bermain bertahan dan lebih mengutamakan agresi balik cepat buat mencetak gol. Tidak mengherankan tim asuhannya identik dengan skor akhir pertandingan tipis.

Meskipun sering dihujat sebab timnya memperagakan permainan membosankan namun Jose Mourinho telah memberi bukti keampuhan strateginya dengan mengantarkan Inter Milan meraih treble winner yaitu meraih 3 gelar dalam satu musim masing-masing kampiun Perserikatan Italia, Kampiun Perserikatan Champions UEFA dan kampiun Coppa Italia pada tahun 2010.



Sepak Bola Global

Kita tentu sadar bahwa sepak bola telah menjadi salah satu cabang olah raga nan begitu mendunia. Hampir semua orang nan ada di global ini menaruh perahtian dan rasa suka mereka kepada sepak bola. Hal ini dapatd ilihat dari banyaknya penonton di setiap acara pertandingan, entah itu secara langsung maupun nan hanya menonton di layar televisi rumah mereka.

Ketertarikan banyak orang terhadap global sepak bola ini juga merupakan ladang bisnis nan cukup menjanjikan. Karena memang sepak bola telah diolah sedemikian rupa hingga menjadi sebuah magnet ekonomi nan begitu kuat.

Kita lihat bagaimana besarnya nominal gaji seorang pemain sepak bola, ataupun nilai transfer nan dihasilkan dari seorang pemain. Tentunya nilai ini sangatlah besar atau bahkan mencapai nilai nan begitu tinggi.

Belum lagi insentif nan akan diberikan kepada setiap pemain jika bisa menraih sebuah preatasi tertentu. Maka hal ini akan semakin menambah tinggi nilai dari seorang pemain sepak bola di global sepak bola itu sendiri.

Apalagi bagi seorang pemain sepak bola dengan kelas dunia, ia akan dihargai dengan harga nan begitu tinggi. Karena memang dengan kemampuan nan dimiliknya akan membawa asa buat kebaikan dari klub nan membelinya. Inilah nan ada di dalam sepak bola global dimana memang sudah menjadi sebuah ajang bisnis tersendiri.



Sepak Bola Dalam Negeri

Keadaan sepak bola di dalam negeri kitapun sejatinya juga bisa berkembang menjadi seperti itu, melihat bagaimana tingginya kadar rasa suka dari sebagian besar penduduk terhadap sepak bola.

Namun hal ini, ternyata saat ini hanya menjadi sebuah ironi. Sepak bola Indonesia minim akan prestasi dan justru menghadapi banyak sekali permasalahan. Mulai dari taraf pemain itu sendiri, para supporter,pihak manejemen klbu sampai pada badan nasional nan mengurusi masalah sepak bola itu sendiri. Semuanya memang sedang berada di dalam kondisi nan buruk.

Dalam sisi pemain, masalah nan ada pun juga sudah sangat akut. Prestasi nan ditorehkan juga tidak begitu menyilaukan. Bahkan saat ini Indonesia justru tertarik pada cara instant buat mendapatkan kualitas dari pemain nan baik. Sebut saja salah satu caranya ialah dengan membuat pemain naturalisasi.

Dengan melakukan hal ini, mereka beranggapan bahwa pemain nan dididik di negara asing ini tentunya akan memiliki kualitas nan lebih baik. Dan harapannya bisa memberikan rona baru serta meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia itu sendiri.

Namun hal inipun masih jauh dari harapannya. Belum lagi masalah gaji pemain nan masih banyak belum dibayarkan oleh pihak manajemen klub. Hal ini juga berpengaruh terhadap gambaran sepak bola Indonesia itu sendiri.

Banyak hal nan menjadi penyebab mengenai hal ini. Misalnya ialah minimya sponsor nan sangat berpengaruh terhadap keuangan klub. Serta ketergantungan klub nan sangat kepada keuangan nan masih bersumber pada APBD. Hal ini menjadikan banyak klub di Indonesia nan mengalami kesulitan keuangan nan menyebabkan mereka sulit buat membayar gaji pemain dengan rutin.

Dualisme pengurusan sepak bola nasional juga menjadi sebuah permasalahan baru nan ada dan masih belum bisa buat diatasi. Adanya Perserikatan Super dan juga Perserikatan Prima di Indonesia ialah sebuah hal nan justru menambah jelek gambaran sepak bola Indonesia.

Belum lagi masalah supporter nan masih sering melakukan tindakan anarkis ketika membela klub kesayangan mereka. Banyak hal jelek nan mereka lakukan nan hanya akan menambah jelek sepak bola kita. Namun asa akan cerahnya prestasi dan global sepak bola itu sendiri masih tetap ada. Dan hal ini bisa dilakukan dengan hasil pertandingan sepak bola dunia.