Perbaikan Garuda Airways

Perbaikan Garuda Airways

Garuda Indonesia ialah maskapai penerbangan nasional milik Indonesia. Namun sayang, Garuda Airways dan maskapai penerbangan Indonesia nan lain sejak tahun 2007 tak diperbolehkan terbang ke rute Eropa. Tapi pada 2009, pelarangan tak berlaku lagi. Pencabutan embargo ini disebabkan pada 2008 Garuda Airways mendapatkan sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA. Artinya, maskapai ini sudah memenuhi syarat keselamatan penerbangan internasional.

Garuda masuk sebagai maskapai bintang empat dari Skytrax. Itu artinya Garuda memiliki pelayanan sekaligus kinerja nan baik dan bagus. Pada 2012 ini, maskapai penerbangan Garuda mendapatkan penghargaan di antara maskapai penerbangan nan lain sebagai Best International Airline sebab sebesar 91 persen penumpang menyatakan sangat puas dengan pelayanan Garuda.



Mengenal Sejarah Garuda Airways

Cerita tentang Garuda Indonesia bermula dari tahun 1940-an ketika Indonesia masih melakukan perang melawan para penjajah. Saat itu, Garuda masih terbang jalur spesial dengan pesawat DC-3. Hari jadi Garuda Airways ini ialah sejak tanggal 26 Januari 1949. Garuda Indonesia saat itu masih bernama Indonesian Airways.

Pesawat pertama dari maskapai penerbangan ini sebelum berganti nama menjadi Garuda ialah pesawat Seulawah dan Gunung Emas. Nama itu diambil dari nama gunung nan terkenal di Aceh. Sementara dana buat pembuatan pesawat ini ialah dari hasil sumbangan para rakyat Aceh nan dibeli dengan harga seratus dua puluh ribu dolar Malaya. Maskapai Indonesian Airways mendukung Indonesia sampai revolusi dari Belanda berakhir di Indonesia.

Dilanjutkan ke tahun 1950, maskapai penerbangan ini mendapat konsesi monopoli penerbangan dari pemerintah Indonesia dari KNILM atau Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij, yaitu sebuah perusahaan penerbangan milik Hindia Belanda. Nah, Garuda ini ialah hasil kerja sama dari maskapai Hindia Belanda dengan pemerintah Indonesia.

Selama sepuluh tahun pertama lahirnya Garuda Airways , pemerintah Indonesia memiliki nilai saham sekitar 51 persen pada perusahaan nan masih dikelola oleh KLM. Namun sebab adanya paksaan nasionalis, saham nan dipegang oleh KLM sebagiannya dijual ke pemerintah Indonesia.

Di awal berdirinya maskapai ini pulalah, Garuda sangat banyak ditolong oleh pemerintah Burma (sekarang Myanmar). Maka dari itu, saat Garuda diresmikan pada 1950, Garuda menyumbangkan pesawat DC-3 kepada Burma.

Pada perkembangannya, maskapai penerbangan ini memiliki jumlah pesawat sebanyak 27 buah dengan bandara dan jadwal penerbangannya beserta staf terdidiknya nan membedakannya dengan maskapai penerbangan lainnya di Asia.

Kemajuan demi kemajuan diraih oleh Garuda Airways hingga pada 1953 maskapai ini sukses menambah armadanya menjadi sebanyak 46 pesawat. Pada 1956, perusahaan maskapai ini membuat jalur penerbangan ke Mekkah buat pertama kalinya.

Kemajuan pesat buat maskapai ini ialah pada 1960. Setelah pada 1956 Garuda membuat jalur penerbangan ke Mekah, pada 1961 dibuka lagi jalur penerbangan internasional. Kali ini jalur penerbangannya ke Hong Kong, tepatnya ke Bandara Internasional Kai Tak.

Pada 1965, di era pesawat jet, Garuda membuka jalur penerbangan internasional ketiga ke Bandara Schiphol di Haarlemmermeer, Belanda. Di tahun ini juga Garuda Airways menambah lagi pesawat baru, yaitu pesawat jet Convair 990 dan pesawat turboprop Lockheed L-118 Electra.

Pada 1970-an, Garuda Airways kembali meningkatkan jumlah pesawat milik mereka dengan menambahkan “keluarga baru” sebuah jet kecil DC-9 dan Fokker F28 dan menambah koleksi F28 nan sudah mereka miliki sebanyak 36 buah. Ditambah dengan pesawat Boeing 747-200B dan McDonnell Douglas DC-10-30.

Pada 1980-an, Garuda menambah pesawat Airbus A300. Dilanjutkan ke tahun 1990-an, maskapai ini lagi-lagi menambah pesawat. Maskapai Garuda membeli Boeing 737, Boeing 747-400, Airbus A330-300, dan McDonnell Douglas MD-11.

Setelah berhasil dengan semua perkembangannya, ada beberapa musibah nan harus dialami oleh Garuda Airways. Pada 1997, musibah nan paling jelek ialah jatuhnya pesawa A300 di Sibolangit, Sumatera Utara nan menewaskan semua penumpangnya.

Semakin terpuruklah maskapai penerbangan ini setelah bala jelek itu sebab pada 1997 Indonesia juga sedang mengalami krisis finansial Asia. Namun, akhirnya pada 2000, maskapai penerbangan ini bisa mengatasi semua masalah nan ada.

Memasuki tahun 2000-an ini, maskapai penerbangan ini membuat anak perusahaan baru bernama Citilink dengan mengandalkan fasilitas penerbangan dengan biaya murah dari Surabaya ke kota lain di Indonesia.

Namun di balik semua kesuksesan nan kembali diraih oleh Garuda, lagi-lagi garuda harus menerima fenomena bahwa mereka mengalami banyak keruguan di pertengahan tahun 2000. Ditambah dengan masalah internasional dan Indonesia nan semakin membuat kinerja Garuda terpuruk.

Dari mulai peristiwa di Gedung WTC, Bom Bali I dan II, endemi penyakit SARS, tsunami Aceh, dan jatuhnya pesawat Boeing 737 milik Garuda di Yogyakarta. Inilah nan menyebabkan semua pesawat Garuda tak boleh melakukan rute penerbangan ke Benua Eropa.

Pada 2012 di bulan April, CT Corp membeli saham sebesar 10.9 persen milik Garuda Indonesia dengan total harga sebesar 1,53 triliun. Namun, harga pembelian saham ini lebih murah dari harga pembelian saham nan paling rendah.



Asal Mula Nama Garuda Indonesia

Setelah membahas tentang sejarah Garuda Airways, sekarang kita bahas tentang asal mula nama Garuda Indonesia ini. Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM (nama Garuda Indonesia) melapor kepada Presiden Soekarno di Kota Yogyakarta bahwa KLM akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia sinkron dengan hasil perundingan di Koferensi Meja Bundar.

Dia pun meminta kepada Presiden Soekarno buat memberi nama perusahaan penerbangan itu. Lalu, Presiden Soekarno menjawab pertanyaan wakil KLM dengan kutipan dari satu bait sajak bahasa Belanda terjemahan dari Pujangga terkenal di Indonesia. Dia mengutip kata “Aku ialah Garuda, burung milik Wisnu nan membentangkan sayapnya menjulang tinggi di atas kepulauanmu”.

Setelah itu, tiga hari setelah rendezvous itu, dimulailah penerbangan dengan pesawat DC-3 nan terbang dari Yogyakarta ke Kemayoran Jakarta membawa Presiden Soekarno dengan membawa dan menggunakan nama baru Garuda Indonesian Airways, sinkron dengan nama nan diberikan oleh Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno.



Perbaikan Garuda Airways

Dengan semakin majunya perusahaan maskapai penerbangan ini, Garuda Indonesia melakukan banyak penemuan seperti membuat sebuah lambang baru nan telah dikembangkan oleh konsultan merek Landor Associates dengan ide bernama “sayap alam”. Sekarang, logo dari Garuda Airways sudah berganti. Menurut perusahaan Garuda, logo barunya diharapkan bisa menambah semangat keramahan dari Indonesia dan profesionalisme.

Lalu, perubahan lain ialah di tahun 2009. Maskapai penerbangan ini mengganti rona baru buat Irbus A330-243 setelah selama 22 tahun menggunakan desain nan sama. Ekor pesawat bernuansa rona biru nan berbeda dan tulisan Garuda Indonesia berada di tengah masing-masing sisi lambung pesawat. Namun, simbol garuda masih menggunakan simbol lama sinkron dengan bukti diri perusahaan.

Sementara buat para pramugari dan pramugaranya, pada tanggal 28 Mei 2012, mereka mengeluarkan desain seragam baru. Seragam baru itu terinspirasi dari kebaya tradisional dengan batik motif loreng dengan kebaya berwarna biru buat bagian atasnya.



Nomor Penerbangan Garuda Airways

Ini ada tambahan informasi tentang maskapai penerbangan ini. Berbeda kota tujuan, maka berbeda pula nomor penerbangannya. Inilah nomor penerbangan tersebut.

GA 001 buat penerbangan kepresidenan. Untuk penerbangan jeda jauh dibawa oleh pesawat Airbus A330-300 dan buat penerbangan jeda dekat, berikut daftar pesawatnya.

  1. GA 010-079 = Citilink
  2. GA 086-089 = Eropa
  3. GA 100-199 = Indonesia (Sumatera)
  4. GA 200-299 = Indonesia (Jawa Tengah dan Malang)
  5. GA 300-399 = Indonesia (Surabaya)
  6. GA 400-499 = Indonesia (Nusa Tenggara)
  7. GA 500-599 = Indonesia (Kalimantan)
  8. GA 600-699 = Indonesia (Sulawesi,Maluku,Papua)
  9. GA 700-799 = Australia
  10. GA 800-899 = Asia (Kecuali Indonesia dan Timur Tengah)
  11. GA 900-999 = Timur Tengah

Itulah sekilas tentang maskapai penerbangan Garuda Airways.