Gangguan nan Dialami dari Susu Formula nan Tidak Cocok

Gangguan nan Dialami dari Susu Formula nan Tidak Cocok

Tidak semua bayi bisa menikmati ASI sebab beberapa hal, seperti mengalami alergi ASI atau ibu sakit keras sehingga tak bisa menyusui. Bayi nan mengalami alergi ASI malah akan muntah-muntah jika diberi ASI. Jadi, mau tak mau Anda harus memberinya susu formula. Agar perkembangan bayi optimal, Anda haruslah selektif dalam memilih susu formula buat bayi .



Memberikan Susu Formula buat Bayi

Sebagai orang tua seringkali kita dihadapkan pada masalah menggunakan susu formula nan baik buat bayinya. Masalah seakan menjadi rumit ditambah lagi banyaknya susu formula buat bayi nan beredar di pasaran. Sedangkan itu, orang tua saat ini juga dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi seputar susu formula dari dokter, sales promotion, iklan di media cetak dan elektronik, nan membuat semakin bingung memberikan susu formula nan mana.

Jika kita memberikan susu formula nan tak tepat buat bayi, bisa-bisa bayi kita akan mengalami gangguan kesehatan pencernaannnya, diare, bahan dapat menyebabkan batuk, sesak napas dan sebagainya. Dan jika itu dialami pada bayi kita dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Bahkan juga dapat mempengaruhi konduite anak nantinya.

Secara generik memilih susu formula nan tepat dan baik buat bayi ialah susu formula nan sinkron dan dapat diterima sistem tubuh bayi. Susu formula nan terbaik tak harus susu nan disukai bayi atau susu nan harganya mahal. Tidak juga susu formula nan banyak dipakai oleh kebanyakan bayi atau susu formula buat bayi nan paling laris. Karena, susu formula dengan penjualan terbesar nan beredar di setiap negara selalu beredar. Di negara Indonesia misalnya susu formula merek A, di negara Amerika Perkumpulan merek B, sedangkan di Belanda mungkin menjadi merek C.

Susu terbaik harus tak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu nan terbaik juga harus tak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak eksklusif dapat menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare, muntah atau malah sulit buang air besar.

Semua susu formula nan beredar di Indonesia dan di global harus sinkron dengan Standard RDA (Recomendation Dietery Allowence). Baku RDA buat susu formula bayi ialah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sinkron dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh bunga nan optimal. Dengan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula nan sinkron usia anak selama tak menimbulkan gangguan fungsi tubuh ialah susu nan terbaik buat anak tersebut.



Gangguan nan Dialami dari Susu Formula nan Tidak Cocok

Gangguan dampak tak cocok mengonsumsi susu formula buat bayi dapat timbul gejala kurang dari 8 jam. Pada nan gejala baru timbul setelah lebih dari 8 jam, atau kadang setelah minum susu 5 atau 7 hari baru timbul keluhan. Tanda dan gejala tak cocok mengonsumsi susu formula buat bayi atau alergi susu formula hampir sama dengan alergi pada makanan. Gangguan tersebut bisa mengganggu semua organ tubuh terutama pada bagian pencernaan, kulit, saluran napas dan organ lainnya. Berikut beberapa gangguan nan mungkin muncul jika tak cocok dengan susu formula:

  1. Gangguan Saluran Pencernaan. Gejala nan dapat kita lihat ialah bayi sering muntah, perutnya menjadi kembung, seringkali buang angin, suka mengedan atau mengeran, rewel, gelisah terutama pada malam hari. Selain itu bayi Anda juga sering buang air besar sampai lebih dari 3 kali sehari, atau tak buang air setiap hari, fesesnya berwarna hijau, bau, keras, cair atau berdarah.
  1. Kulit Sensitif. Gejala nan dapat dilihat ialah timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di bagian pipi, telinga dan bagian ruam popok atau nan tertutup popok. Selain itu juga ada kerak di daerah rambutnya, ada bekas hitam seperti digigit nyamuk, mata, telinga suka gatal.
  1. Gangguan Lidah. Gejala nan dapat kita lihat ialah lidah sering timbul rona putih seperti jamur, bibirnya terlihat kering, bibir bagian tengahnya berwarna lebih gelap, serta gusi dalam keadaan bengkak seperti mau tumbuh gigi lagi padahal bukan.
  1. Gangguan Pernapasan. Gejala nan dapat kita lihat ialah napasnya tak teratur, seringkali terdengar suara grok-grok, terkadang disertai dengan batuk, terutama pada waktu malam dan pagi hari, sedangkan siang harinya tidak.
  1. Gangguan Hormonal. Gejala nan dapat kita lihat ialah keputihan atau keluar darah dari vaginanya, muncul bintil merah bernanah, bagian payudaranya membesar, rambutnya rontok.


Kandungan Gizi nan Harus Diperhatikan

Memilih susu formula buat bayi sebaiknya dilihat terlebih dahulu kandungan gizi nan diperlukan buat bayi Anda. Tidak semua susu formula buat bayi dapat memenuhi semua kebutuhan gizi bayi. Berikut beberapa gizi nan harus diperhatikan ketika akan memilih susu formula:

  1. Energi. Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi atau tenaga.
  1. Protein. Zat gizi ini diperlukan buat berbagai proses pertumbuhan. Asam amino ialah unsur nan menyusun protein, sedangkan asam amino ensensial merupakan unsur asam amino nan harus dipasok dari luar sebab tubuh tidak dapat mengolahnya.
  1. Lemak. Merupakan sumber energi dan penghasil asam lemak nan diperlukan buat proses biokimia dalam sel. Dalam susu formula bila ada asam lemak esensial linolenat (Omega-3) dan linoleat (Omega-6) lebih baik sebab diperlukan buat mensuplai kebutuhan pertumbuhan sel-sel otak.
  1. Vitamin dan Mineral. Berfungsi sebagai zat pengatur berbagai proses biokimia nan berlangsung dalam setiap sel dan jaringan tubuh.
  1. Niasin. Berfungsi buat proses pengolahan energi menurunkan kadar kolesterol darah. Kekurangan niasin akan menimbulkan penyakit kulit nan disebut pellagra dan dermatitis, diare dan dimensia (gangguan daya ingat).
  1. Asam Folat. Berfungsi mencegah kurang darah megaloblastik (sel darah membesar tapi rawan pecah atau rusak). Tanda kekurangannya ialah hilang nafsu makan, berat badan turun, pelupa bahkan dapat pingsan.
  1. Biotin. Berfungsi membantu pembentukan asam lemak, asam amino, dan purin. Kekurangan biotin dapat berakibat dermatitis, kulit gatal, rambut mudah rontok.


Tips Memilih Susu Formula

Berikut ini beberapa tips memilih susu formula nan baik buat bayi.

  1. Awali dengan pemberian susu formula berbahan dasar susu (susu formula standar), kecuali disarankan oleh dokter. Jika dokter Anda memberi pilihan beberapa susu formula, belilah masing-masing dalam ukuran sedikit. Lalu, berilah bayi Anda satu per satu dan lihatlah reaksinya. Apakah dia menyukainya atau malah muntah-muntah? Carilah susu nan paling bisa diterima dan paling disukai bayi Anda.
  1. Jika bayi Anda alergi juga terhadap susu formula, carilah susu formula baku terlebih dahulu.
  1. Gunakanlah susu formula berkadar besi tinggi, seperti nan telah direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics dan organisasi lainnya. Zat besi di dalam susu formula tak diserap sebanyak zat besi dalam ASI. Jadi, jangan heran jika feses bayi Anda berwarna kehijauan sebab zat besi berwarna hijau. Feses hijau dalam kasus ini tidaklah berbahaya. Jadi, Anda tak perlu khawatir.
  1. Pilihlah susu formula nan kaya DHA ( Decosahexaenoic Acid ) dan ARA atau AA ( Arachinodic Acid ). DHA dan ARA merupakan lemak pembangun otak nan terdapat di dalam ASI. Penambahan kedua lemak ini ke dalam susu formula sudah dimulai sejak 1992 di Amerika Serikat. Kedua lemak ini sangat krusial bagi optimalisasi terhadap perkembangan syaraf pusat. Itulah sebabnya bayi nan mengonsumsi lemak ini akan mengalami perkembangan sistem saraf pusat dan visual nan lebih cepat dibanding bayi nan diberi susu formula tanpa DHA dan ARA.
  1. Jika bayi Anda alergi terhadap susu formula berbahan dasar susu sapi, berkonsultasilah kepada dokter jika akan memberikan susu formula kedelai. Tidak semua susu formula kedelai kondusif dikonsumsi bayi. Beberapa di antaranya, bahkan, sangat tak dianjurkan.

Jika sibuk menjadi alasan Anda tak memberi ASI pada bayi, aturlah jadwal pemberian ASI dengan botol susu. Perahlah ASI Anda di waktu-waktu Anda beristirahat, lalu simpanlah ASI cadangan tersebut di dalam lemari es. Bagaimanapun, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa bayi nan diberi ASI lebih cerdas dibanding nan tidak.

Penelitian nan melibatkan 300 bayi prematur ini menujukkan disparitas signifikan antara perkembangan bayi prematur dengan ASI dan tanpa ASI. Bayi-bayi dengan ASI tampak lebih cepat perkembangan otaknya dibanding nan tidak. Ada 400 gizi di dalam ASI nan tak terdapat di dalam susu formula.