Kerusakan Organ Dalam Manusia nan Terjadi pada Alkoholik

Kerusakan Organ Dalam Manusia nan Terjadi pada Alkoholik

Dalam Norma masyarakat negara barat, alkohol dianggap sebagai minuman ringan nan sering disajikan dalam pesta atau seremoni tertentu. Namun, sudah dimaklumi berbagai akibat negatif dari alkohol ini. Selain menimbulkan ketergantungan, akumulasi kadar alkohol dalam tubuh juga bisa merusak organ dalam manusia nan mengonsumsinya.

Selain itu, alkohol dikonsumsi sebagai penghangat badan saat udara dingin. Demikian pula halnya di Jepang nan memiliki Norma meminum sake, yaitu minuman fermentasi beralkohol khas Jepang. Di sebagian besar negara-negara timur termasuk Indonesia, meminum minuman beralkohol menjadi gaya hayati di kalangan sejumlah orang.



Minuman Alkohol

Penggunaan alkohol sebagai campuran minuman atau minuman utuh sudah dikenal sejak zaman kuno. Masyarakat Romawi dan Yunani antik telah mengenal cara penyulingan anggur nan digunakan buat menjamu ritual-ritual agama.

Pada masa perang Romawi, Caesar beserta prajuritnya mengenalkan bir ke Eropa dan memulai produksi bir sejak itu. Jauh setelahnya, dalam masa Renaissance, negara-negara Eropa dan Amerika memiliki minuman beralkohol khas masing-masing, misalnya Vodka Rusia, Tequila Meksiko, dan lain-lain.

Pada dasarnya, jenis alkohol nan berbahaya bagi tubuh manusia ialah jenis alkohol nan bisa membuat ekuilibrium dan pencerahan berkurang (mabuk), yaitu alkohol etanol atau sering disebut alkohol saja nan terbentuk dari hasil fermentasi dan penyulingan gula plus ragi.

Alkohol ini dapat membuat mabuk bila dikonsumsi dalam kadar eksklusif (sekitar 5 persen) dan bila lebih dari itu akan merusak organ tubuh, kecanduan, dan bahkan menyebabkan kematian.

Sedangkan alkohol nan dikandung dalam beberapa zat, seperti lengkeng, durian, dan tape, yaitu benzyl alkohol, iso butanol, dan senyawa lain nan berakhiran –nol tak termasuk dalam kategori alkohol nan memabukkan sebab belum mengalami destilasi.

Alkohol nan terbentuk melalui hidrasi etilena dari proses bahan bakar fosil disebut alkohol murni dan tak dapat dikonsumsi manusia. Selain akibat negatif, alkohol juga memiliki laba nan bisa dimanfaatkan terutama dalam bidang medis.

Alkohol jenis etil alkohol atau etanol dengan kadar eksklusif bisa digunakan sebagai antiseptik. Selain itu, dari penelitian terbaru nan dilakukan pakar rheumatologist dari Rotterham Hospital, Inggris, menyatakan bahwa meminum alkohol mampu mengurangi resiko penyakit Rheumatoid Arthritis atau nan dikenal sebagai rematik atau penyakit sendi .

Menurut penelitian tersebut gejala nan dirasakan oleh penderita rematik nan meminum alkohol lebih ringan sebab alkohol bisa mengurangi kebal saat penyakit rematik menyerang. Namun, terlepas dari sisi positif nan dapat didapatkan dari mengonsumsi alkohol, akibat buruknya lebih banyak dan lebih konkret buat kesehatan tubuh.

Seseorang nan meminum alkohol (bir, wiski, brandi, dsb) dalam jangka beberapa menit setelah meminumnya akan berpengaruh pada inkoordinasi, sikap agresif, cadel, haus, tak fokus, dan gangguan daya ingat.

Pada pengkonsumsian berulang menimbukan adiksi, sakit kepala, mual bahkan muntah gemetar, gangguan halusinasi, dan berkurangnya taraf kesadaran. Sedangkan pecandu atau alkoholik menunjukkan gejala seperti hunger terhadap alkohol (ketidakpuasan dan tak mampu memutuskan buat berhenti) dan merasakan alam euphorik.

Selain itu, alkoholik juga cenderung menarik diri dari fungsi sosial dan lingkungan pekerjaannya. Dalam kurun waktu eksklusif kadar alkohol dalam tubuhnya terakumulasi, sehingga alkoholik inilah nan beresiko tinggi mengalami kerusakan organ dalam tubuhnya.



Kerusakan Organ Dalam Manusia nan Terjadi pada Alkoholik

1. Hati ( Liver Disease)

Organ nan paling besar dalam tubuh manusia dengan berat sekitar satu setengah kilo ialah hati. Fungsinya sangat vital sebagai detoksifikan semua zat berbahaya seperti bakteri, racun, dan lain-lain nan masuk ke dalam tubuh bersama makanan melalui organ-organ pencernaan.

Saat zat alkohol masuk masuk ke dalamnya, hati harus melakukan kerja keras dalam proses detoksifikasi tersebut. Secara berulang perlahan terus menerus, layaknya sebuah mesin nan dipakai melampaui batas kemampuannya, lambat laun hati akan mengalami kerusakan nan disebut dengan istilah Liver Disease.

Sebagai kelanjutannya, Liver akan berkembang menjadi Liver Cirrhosis atau sirosis hati, yaitu komplikasi penyakit hati nan lebih parah dampak kerja berat nan dilakukan hati sebab alkohol.

Salah satu tandanya ialah hati kehilangan fungsi sebab jaringannya semakin kasar. Lebih parahnya dapat terjadi hipertensi portal, yaitu pembuluh darah di perut nan disebut caput medusa mengalami pembesaran hingga terjadi penimbunan cairan dalam perut atau asites nan kemungkinan besarnya dapat menjadi kanker hati nan ganas.



2. Pankreas (Pankreatitis)

Konsumsi alkohol selama bertahun-tahun juga bisa menimbulkan kerusakan pada organ pancreas. Organ ini merupakan organ nan berfungsi buat mengeluarkan enzim-enzim pencernaan selain memadukan dan mengeluarkannya, yaitu enzim glucagon dan insulin.

Organ ini berada di dekat usus dua belas jari atau duodenum di dalam perut. Hormon-hormon nan dikeluarkan pancreas berupa glucagon dan insulin tersebut berfungsi mengatur kadar glukosa dari makanan sebagai persediaan tenaga primer bagi otak.

Saat alkohol terserap oleh saluran pencernaan pasokan glukosa akan terganggu, sehingga perut akan terasa nyeri dan kadar gula dalam darah akan rancu dan bisa menimbulkan diabetes.

Gejala nan sering timbul apabila pakreatitis terjadi, yaitu nyeri pada perut, muntah, demam, dan pembengkakan. Lebih parahnya bisa terjadi tekanan darah rendah, peningkatan irama jantung, dan syok. Pada Pankreatitis nan akut bisa terjadi peradangan pankreas dampak adanya batu empedu dan bisa menyebabkan kematian.



3. Lambung

Saat alkohol memasuki saluran pencernaan hingga sampai di lambung, lapisan mukosa pada dinding lambung akan teriritasi dan terkikis, sehingga kemungkinan asam lambung meninggi walaupun dalam keadaan normal.

Lambung berada di bagian perut sebelah kiri sedikit di bawah iga. Lambung berupa sebuah kantung nan bisa mekar dan mengempis dengan daya tampung satu galon makanan dan minuman.

Saat kosong, lambung akan melipat dan akan membuka sedikit demi sedikit saat ada makanan nan memasukinya. Makanan dicerna dan disimpan secara bertahap buat disalurkan ke dalam usus kecil.

Saat masuk ke lambung, makanan dihancurkan oleh dinding lambung bersamaan dengan pengeluaran cairan dari kelenjar-kelenjar dari mukosa di dinding lambung sebagai penghalus makanan.

Pada lambung nan lapisan mukosanya telah tergerus alkohol, proses penghancuran dan penghalusan zat-zat makanan ini menjadi tak sempurna, sehingga menghambat proses peredaran sari-sari makanan ke bagian tubuh nan lain dan menimbulkan rasa sakit.



4. Otak

Tanda-tanda awal dari adanya gangguan kerja otak ialah seperti bicara tidak tentu (meracau) dan kabur penglihatan. Dalam jangka beberapa tahun mengonsumsi alkohol hiperbola bisa berpengaruh pada volume otak. Otak akan mengalami penyusutan sebab asupan zat depresan dari alkohol bisa merusak sel-sel otak dan tekana sistem saraf pusat.

Otak ialah organ nan sangat vital sebagai pengendali seluruh tubuh. Saat zat alkohol ikut mengalir dalam darah hingga mencapai otak, maka sel-sel otak akan gagal melakukan komunikasi dengan sel-sel tubuh lain, sehingga masalah kognisi dan memori akan muncul.

Bagian korteks serebral dari otak sebagai loka proses pikiran, informasi, dan kendali otot akan tertekan dampak zat alkohol, sehingga proses berpikir dan pengendalian diri mengalami kemunduran.

Akibat dari hal tersebut seseorang nan telah meminum alkohol akan merasa lebih relaks, percaya diri, dan cenderung agresif. Sedangkan kelenjar hipotalamus dari otak ialah pengendali saat hormon dilepaskan melalui kelenjar hipofisis.

Pada saat hipotalamus terpengaruh alkohol, maka hasrat seksual akan meningkat di sisi lain kinerja seksual akan menurun dan berakibat terjadinya disfungsi ereksi.
Lebih dari pada nan telah diuraikan di atas, masih banyak pengaruh negatif alkohol lainnya nan berdampak pada kesehatan dan sistem kerja setiap organ tubuh .

Sedikit atau banyak kadar nan dikonsumsi tetap saja membahayakan organ dalam manusia, terutama peminumnya dan bukan pilihan nan bijak buat dijadikan sebuah gaya hidup. Semoga bermanfaat.

advertisements

Tips Sehat

advertisements