Politik

Politik

Meski bernama bahari dan tak mengandung air tawar, Bahari Kaspia memunyai ciri seperti danau. Bahari Kaspia sering disebut sebagai danau terluas di global .

Kumpulan air nan terkurung daratan itu mempunyai luas permukaan sekitar 371.000 km2. Dikelilingi oleh lima negara besar: Russia, Iran, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Turkmenistan. Beberapa kota tua nan ada di tepiannya antara lain Hyrcania, Tamisheh, Atil, dan Khazaran.

Laut Kaspia memunyai sejarah nan panjang. Negara-negara nan berada di sekelilingnya memunyai kepentingan besar buat menguasainya.

Kelima negara tersebut beberapa kali mengadakan perundingan buat membagi wilayah Bahari Kaspia. Sebelum terkenal bernama Bahari Kaspia, danau terluas di global ini dikenal dengan nama Samudra Hyrcania, Laut Mazandaran, Khazar , atau Khvalissian.



Kekayaan Bahari Kaspia

Sebagai danau terbesar di dunia, Bahari Kaspia memiliki majemuk fauna. Yang paling terkenal ialah Sturgeon, salah satu jenis ikan bertulang nan langka.

Tubuh Sturgeon termasuk besar, berukuran antara 2 sampai 3,5 meter, bahkan ada beberapa nan bertubuh sampai lebih dari 5 meter. Karakteristik unik lainnya ialah tak memunyai sisik nan banyak, tak bergigi, dan muncul empat helai kumis dari mulutnya. Kumis-kumis itu menjadi ditektor mangsa di dasar danau.

Ikan ini sangat mudah punah sebab sulit berkembang menjadi dewasa dan mudah terkena penyakit dampak polusi danau. Sturgeon juga rentan terhadap eksploitasi.

Banyak orang memburu ikan ini buat diambil telurnya. Telur Sturgeon merupakan bahan primer Kaviar , makanan berharga mahal nan banyak diminati sebagai pelengkap menu di restoran-restoran mewah. Kaviar termewah dibuat dari telur Sturgeon varian Beluga, Ossetra, dan Sevruga.

Pengambilan Sturgeon secara hiperbola mengundang keprihatinan para pecinta lingkungan. Mereka menuntut agar ada undang-undang nan melarang perburuan Sturgeon sampai populasinya kembali normal.

Selain fauna, Bahari Kaspia juga menyimpan cadangan energi nan besar. Danau terbesar di global ini kaya akan minyak dan gas alam. Pada tahun 2003, Russia, Azerbaijan, dan Kazakhstan berunding buat membagi sebagian besar wilayah Bahari Kaspia. Azerbaijan dan Kazakhstan memperoleh laba besar dari perjanjian itu.



Politik

Selain menyimpan potensi nan luar biasa, danau terbesar di global ini juga menyebabkan suhu politik nan panas. Dahulu, Uni Soviet memanfaatkan luasnya danau buat kepentingan militer.

Di loka itu dikembangkan kendaraan militer nan dinamai Ecranoplanes. Bentuknya unik menyerupai pesawat tetapi tak dapat terbang. Militer Amerika Perkumpulan nan menjumpainya sewaktu perang dingin menyebutnya "Monster Bahari Kaspia".

Keuntungan besar nan diperoleh Azerbaijan dan Kazakhstan sebab eksplorasi minyak membuat Iran menentang penandatanganan perjanjian tiga negara itu.

Iran juga ingin mengembangkan eksplorasi minyak di Bahari Kaspia. Iran mendekati Russia dan mengajak berunding. Sebagai sesama negara penentang penguasaan Amerika, Russia menyambut baik ajakan Iran itu.

Jika tak ada kesepakatan nan saling menguntungkan, bukan tak mungkin danau terbesar di global itu menjadi sumber konflik nan besar pula.