Mengkaji Marketing Pariwisata Candi di Bawah Laut

Mengkaji Marketing Pariwisata Candi di Bawah Laut

Jika Anda selama ini liburan di Bali hanya mengunjungi Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua, kini mesti ditambah satu lagi, yaitu melihat candi di bawah bahari . Candi di bawah bahari menjadi trending topic pada Agustus 2010 nan berawal dari sebuah jejaringan sosial, twitter. Foto-foto candi di bawah bahari di upload oleh pemilik akun twitter bernama Anita Jelita.

Darinya, foto-foto candi di bawah bahari tersebar ke para pemilik akun twitter nan lain.Kini, jika ingin melihat foto-fotonya dengan jelas, bisa dilakukan dengan menggunakan google picture. Dengan mengetik di kotak kosong browsing google picture, kata kunci "candi di bawah laut" kemudian tekan enter, maka Anda akan melihat estetika candi di bawah bahari nan terdapat di Pemuteran, Bali.

Anda juga dapat menyaksikannya melalui situs youtube.com. Meski rekaman candi di bawah bahari nan di upload bukan rekaman orisinil dan hanya pemberitaan nan dimuat oleh TvOne dan Metro TV, tetapi gambar candi di bawah bahari tersebut cukup jelas terlihat, persis sama dengan foto candi di bawah bahari nan ada di twitter.



Lokasi Candi di Bawah Laut

Tentu saja, menyaksikan foto-foto candi di bawah bahari membuat penasaran ingin melihatnya dengan nyata. Jika Anda berkunjung ke Bali dan ingin melihat candi di bawah laut, jika melalui jalan Bedugul, candi di bawah bahari terletak lebih kurang 115 dari ibukota Bali, Denpasar. Jika Anda melaluinya dari pelabuhan Gilimanuk, perjalanan nan ditempuh menuju candi bawah bahari sekitar 40 km.

Artinya, perjalanan menuju lokasi candi di bawah bahari tak terlalu susah buat dicari. Dengan menemukan lokasinya, Anda masih dapat melihatnya dengan jelas. Tentu saja, nan bisa melihat candi di bawah bahari ialah nan dapat berenang. Pasalnya, candi di bawah bahari memiliki ke dalaman sekitar 15 sampai 28 m. Luas bangun nan dimiliki candi di bawah bahari 2.500 meter persegi dan dengan tinggi bangunan sekitar empat meter.



Candi di Bawah Bahari - Orisinil atau Buatan?

Ketika foto-foto candi di bawah bahari di upload di twitter dan menjadi perbincangan publik hingga televisi pun ikut membicarakannya, maka pihak Dinas pariwisata Bali terkejut dan serta-merta mencari informasinya. Pasalnya, sampai saat foto tersebut beredar, pihak Dinas Pariwisata Bali tak memiliki data adanya candi di bawah bahari Pulau Dewata.

Dalam foto-foto tersebut, candi di bawah bahari dalam kondisi baik. Candi tentunya telah ada sejak lama, namun candi di bawah bahari Pulau Dewata ini masih sangat sedikit mengalami pelapukan. Untuk itu, Pihak Dinas Parawisata segera mengecek keberadaan candi di bawah bahari dengan melakukan penyelidikan.

Selain Dinas Pariwisata nan heboh dengan foto candi di bawah laut, masyarakat Bali juga ikut heboh. Dimulailah dengan menduga-duga dengan keyakinan nan dianut. Karena eksistensi candi dalam kepercayaan masyarakat Pulau Dewata begitu sakral sehingga mereka menduka bahwa candi di bawah bahari ada hubungannya dangan aktivitas keagamaan nan dilakukan selama ini.

Namun asumsi tersebut akhirnya terbantahkan setelah Dinas Pariwisata sukses menemukan penilitiannya tentang keberadaan candi di bawah tanah. Ternyata candi di bawah bahari ini ialah hasil bangun sebuah organisasi di luar negeri. Candi di bawah bahari tersebut sejatinya ialah taman bawah laut. Hanya saja, pembangunan taman tersebut sengaja didesain mirip dengan candi, terlebih lagi ada patung di taman bawah bahari tersebut.

Niat pembangunan taman bawah bahari ini, sejatinya, dilatarbelakangi oleh terpilihnya Pemuteran mendapat penghargaan dari ASEANTA (ASEAN Travel Association) sebagai kawasan perlindungan lingkungan terbaik di Bali. Intinya, pembangunan taman bawah bahari nan menyerupai candi tersebut bertujuan baik, yaitu agar terlestasikan kembali kawasan bawah bahari Pemuteran, Bali. Makanya, taman bawah bahari nan mirip dengan candi di bawah bahari ini diberi nama dengan Underwater Temple Garden.

Taman bawah bahari ini selain dijadikan loka wisata, juga dijadikan sebagai loka latihan reef gardener , yaitu loka latihan para tukang kebun taman bawah laut. Dengan adanya taman bawah bahari nan menyerupai candi di bawah bahari ini, ekosistem terumbu karang nan ada di dasar bahari bisa tumbuh dan terbina dengan baik.

Dana pembangunan taman bawah bahari nan didesain mirip dengan candi di bawah bahari ini memakan biaya 115, 87 juta rupiah atau sekitar 23.035 dolar Australia. Penghitungan dana dengan menggunakan dolar Australia dikarenakan sponsor primer pembangunan taman bawah bahari di Pulau Dewata tersebut ialah AusAID (the Australian Agency for International Development).



Mengkaji Marketing Pariwisata Candi di Bawah Laut

Candi di bawah bahari ini boleh dikatakan memiliki model marketing nan luar biasa. Dengan hanya menunjukkan adanya taman bawah bahari nan diduga kebanyakan orang sebagai candi di bawah laut, dapat membuat banyaknya wisatawan ingin melihat dengan mata kepala akan estetika taman bawah bahari nan dikordinatori pembangunannya oleh Chris Brown.

Boleh dibilang, cara memasarkan Pemuteran sebagai wisata terkenal di Bali ini dengan pembangunan taman bawah bahari mirip seperti candi merupakan ide nan luar biasa. Keunikannya tersebut memancing pengunjung atau wisatawan buat melihatnya. Tak hanya pemilik Sea Rover Dive Center, Paul M Turley, nan diuntungkan dengan kedatangan wisatawan, Indonesia melalui Dinas Pariwisata Bali juga kecipratan untung.

Pembangunan taman bawah bahari nan sempat diklaim sebagai candi di bawah bahari Pulau Dewata tersebut, secara tak sengaja mengajarkan kepada para marketer atau pemilik usaha. Jika ingin mendapatkan konsumen, berikut tipnya.

  1. Tak hanya dibutuhkan keinginan, tetapi juga dibutuhkan keyakinan.
  2. Tak hanya dibutuhkan kegigihan, tetapi juga dibutuhkan kecerdikan.
  3. Tak hanya dibutuhkan keberanian, tetapi juga dibutuhkan kenekatan.
  4. Tak hanya dibutuhkan pelayanan, tetapi juga dibutuhkan persiapan.
  5. Tak hanya dibutuhkan penemuan, tetapi juga dibutuhkan penghasilan.

Inilah nan tampak dari kehadiran taman bawah laut. Adanya keyakinan, kecerdikan, kenekatan, persiapan, dan penghasilan nan dilakukan Chris Brown nan kemudian dilanjutkan oleh Paul M. Turley dengan mem-foto kondisi taman bawah bahari nan terdapat di dalamnya 10 patung dan sebuah struktur candi, meski kini sudah ditutupi oleh karang.

Foto-foto tersebut mereka sebarkan di loka nan diyakini mendapat banyak komentar. Memang, twitter menjadi salah satu jejaringan sosial nan cukup tepat buat dilakukan sebagai pemasaran. Makanya memanfaat metode jejaringan sosial buat menghasilkan ide ialah suatu hal nan tepat. Ini telah dibuktikan oleh Paul M. Turley.

Boleh dikatakan, sejatinya tak ada metode spesifik buat menghasilkan sebuah ide. Namun setiap peristiwa nan dialami dapat dijadikan ide buat mendatangkan konsumen nan berimbas pada datangnya keuntungan. Inilah nan dilakuan Paul M. Turley. Ia memanfaatkan kondisi generalis dari twitter buat mengenalkan ]taman bawah bahari nan didesain dengan menggunakan style candi. Orang pun lebih mengenalnya sebagai candi di bawah bahari daripada taman bawah laut.

Oleh sebab itu, banyak pelajaran nan didapat dari isu adanya candi di bawah laut. Yang ternyata, setelah diteliti, hanya taman bawah bahari nan didesain seperti candi nan dibangun pada 2005. Ide nan ditelurkan Chris Brown memang mengejutkan. Plus, dilanjutkan dengan memasarkannya melalui twitter.

Semoga pembangunan taman bawah bawah bahari ini dapat menjadikan terumbu karang bisa tumbuh dengan baik sehingga kehadiran taman bawah bahari nan dikenal dengan candi di bawah selama-lamanya menghasilkan dua hal. Pertama, terumbu karang bisa tumbuh dengan baik nan sinkron dengan ekosistem laut. Kedua, kehadiran wisatawan memberikan akibat positif bagi Pulau Dewata sebagai pulau wisata.