Culture Shock Gak Masalah! Yuk Kuasai Percakapan Bahasa Jerman Santuy Biar Gak Kagok
Daftar Isi
Pernah ngebayangin gak sih, pas kamu baru pertama kali mendarat di bandara Frankfurt, tiba-tiba ngerasa linglung? Yup, banyak anak muda yang kena culture shock pas denger penduduk lokal ngobrol. Rasanya kok beda bngt ya sama yang diajarin di kelas bahasa pas masih di Indonesia? Tenang, kamu gak sendirian kok!
Menurut Herr Müller, seorang praktisi bahasa kawakan di Berlin, beliau menjelaskan kalau bahasa Jerman lisan (mündlich) emang sering melenceng dari aturan tata bahasa alias gramatika baku. Beliau sangat memaklumi jika pendatang baru merasa bingung, karna dalam obrolan tongkrongan sehari-hari, aturan kaku itu sering dilonggarkan biar makin akrab. Nah, biar kamu gak mendadak nge-blank pas disapa warga lokal, yuk kita kepoin cara ngobrol santai ala mereka!
Cara Melafalkan Kosakata Jerman Biar Gak Kaku
Biar lidah kamu gak belibet pas belajar pelafalan bahasa Jerman, ada beberapa trik baca yang perlu kamu kuasai nih. Mirip bhasa Indonesia, tulisan Jerman sebenernya konsisten, tapi ada beberapa huruf unik yang pelafallannya khas:
- Huruf ä dibaca tipis mirip suara e pada kata "bebek".
- Huruf ü dibaca dengan memposisikan mulut monyong mau bilang u, tapi suara yang keluar justru i. Unik kan?
- Huruf ö dibaca dengan mulut bulat mau bilang o, tapi suara yang keluar adalah i.
- Huruf ß (eszet) dibaca biasa kayak huruf s ganda.
- Gabungan huruf ch dibaca desis tipis di tenggorokan mirip kh- pada kata "khusus".
- Gabungan huruf sch dibaca tebal seperti "sh" dalam kata "sholat".
- Kalau ketemu huruf vokal ei berdampingan, langsung dibaca ai ya, contohnya kayak kata "santai".
- Sedangkan untuk kombinasi eu dan äu, kamu bacanya oi, mirip kata "amboi".
- Huruf w dibaca agak samar antara suara v dan w.
- Huruf z dibaca tegas menjadi c seperti pada kata "cabe".
Basa-Basi Nanya Kabar Ala Anak Gaul Berlin
Setelah saling menyapa, biasanya kita lanjut nanya kabar dong. Dalam percakapan bahasa Jerman sehari-hari, nanyain kabar juga ada versi sopan dan versi santuy buat temen sebaya. Yuk dicek:
Wie geht es Ihnen? (Bagaimana kabar Anda? - gunakan ini untuk menghormati orang yang lebih tua atau belum akrab).
Wie geht es dir? (Bagaimana kabarmu? - versi santai buat teman seumuran).
Biar makin luwes, berikut cara jawabnya yang bisaa langsung kamu praktikin:
Danke, gut. Und Ihnen? (Baik, terima kasih. Dan Anda? - formal)
Danke, gut. Und dir? (Baik, terima kasih. Dan kamu? - informal)
Kalau kondisi kamu lagi biasa-biasa aja alias gak spesial-spesial amat, kamu bisa jawab gini:
Danke, es geht. Und dir? (Terima kasih, biasa aja kok. Kalau kamu?)
Aturan Gaul Langgam Lisan Jerman yang Unik
Kembali lagi ke wejangan Herr Müller, beliau membagikan rahasia kalau orang Jerman suka menyingkat kata biar ngomongnya cepet. Beberapa singkatan bahasa Jerman yang paling sering muncul di jalanan antara lain:
- Huruf r di akhir kata sering melebur jadi vokal a. Jadi jangan heran kalau kata Schwester diucapkan Schwesta, atau Vater didegar sebagai Vata.
- Kata einmal disingkat jadi mal atau bahkan cuma ma.
- Kata es sering diselipkan menjadi 's di tengah kalimat.
- Kata nicht berubah santai menjadi nich, dan kata nichts berubah jadi nix.
- Untuk kata kerja orang pertama (ich), huruf e di ujung sering banget dihilangkan, misalnya ich habe jadi ich hab, atau ich sage jadi ich sag.
- Penyederhanaan artikel juga sering terjadi, seperti kata eine yang cuma diucapkan ne, atau einen menjadi nen.
- Gabungan kata kerja dan kata ganti juga suka dilebur, contohnya bist du digabung menjadi biste, atau hast du menjadi haste. Praktis bngt kan?
Kenalan Santuy Pakai Bahasa Jerman
Gak lengkap rasanya kalau belum kenalan. Pas kamu ketemu temen baru di sana, gunakanlah formula cara memperkenalkan diri bahasa Jerman yang gampang diingat ini:
Ich bin Ahmad. Ich bin aus Indonesien. (Aku Ahmad. Aku dari Indonesia.)
Atau bisa juga pakai kalimat ini:
Mein Name ist Ahmad. Ich komme aus Indonesien. (Nama aku Ahmad. Aku berasal dari Indonesia.)
Nah, kalau kamu mau nanya balik nama dan asal beliau atau teman barumu, tinggal gunakan kalimat tanya berikut:
Wie heißen Sie? (Siapa nama Anda? - Sopan) atau Wie heißt du? (Siapa namamu? - Akrab)
Woher kommen Sie? (Dari mana Anda berasal? - Sopan) atau Woher kommst du? (Dari mana kamu berasal? - Akrab)
Sapaan Salam Hangat Biar Makin Akrab
Langkah awal biar obrolan kamu makin cair adalah dengan melempar sapaan salam bahasa Jerman yang ramah. Kamu bebas pilih sapaan yang sesuai dengan waktu pertemuanmu:
Guten Morgen (Selamat pagi), Guten Tag (Selamat siang), atau Guten Abend (Selamat malam).
Ada juga sapaan khas wilayah selatan Jerman yang bernuansa hangat, yaitu Gruß Gott (Salam sejahtera).
Pas mau pamit atau berpisah, kamu bisa pakai variasi ucapan berikut biar makin kece:
Auf Wiedersehen (Sampai jumpa lagi - formal), Bis bald (Sampai ketemu lagi dalam waktu dekat), atau yang paling populer di kalangan anak muda: Tschüs (Daaa!).
Kuncinya, jangan takut salah grammar ya! Orang Jerman aslinya sangat mengapresiasi dan menaruh respek besar buat warga asing yang mau mencoba berkomunikasi memakai bahasa mereka. Jadi, persiapkan diri kamu dari sekarang dan nikmati serunya petualangan barumu di sana!