TUJUAN DAN MANFAAT

TUJUAN DAN MANFAAT

Membuat makalah biasanya merupakan tugas anak sekolah baik itu SMP, SMA maupun kuliah. Salah satu jenis makalah ialah makalah tentang agama, misalnya makalah ibadah agama Islam.

Membuat makalah tentu harus memperhatikan sumber dari isi makalah tersebut. Sebelum membuat makalah, ada baiknya membaca banyak buku atau materi nan berkaitan dengan tema makalah nan akan dibuat tersebut. Bertukar pikiran dengan teman juga dapat dilakukan buat memperkaya bahan makalah nantinya. Berikut ini kita akan membahas contoh makalah ibadah dalam agama Islam. Contoh tersebut akan kita uraikan tiap babnya.

Contoh makalah tentang ibadah islam sebenarnya ada juga nan memposting di internet. Janganlah menggunakannya langsung dengan mengganti nama lalu mencetaknya dan menyerahkan ke guru. Contoh makalah ibadah tersebut sebaiknya hanya dijadikan pedoman dan juga sumber dari makalah baru nan akan kita buat. Bersikap jujur sejak sekolah tentu akan memudahkan kejujuran kita di saat dewasa. Berikut ini merupakan salah satu contoh makalah ibadah Islam yaitu tentang Puasa.

LATAR BELAKANG

Catatan: Menulis latar belakang berarti menulis dasar dari permasalahan nan diangkat. Bentuknya dapat dari generik ke khusus. Contohnya ialah sebagai berikut:

Menahan hawa nafsu ialah hal nan cukup sulit dilakukan. Perkembangan teknologi memudahkan orang-orang mengakses laman-laman internet nan mengumbar hawa nafsu. Nafsu memang dapat bermacam-macam. Tak hanya berupa nafsu seks saja, dapat berupa nafsu marah, nafsu makan dan nafsu melakukan tindakan maksiat lainnya. Seorang muslim tentu harus bisa menahan dirinya dari perbuatan-perbuatan maksiat tersebut. Latihan menahan hawa nafsu tersebut dapat disalurkan dengan melaksanakan ibadah, yaitu ibadah puasa.

Puasa ialah salah satu rukun Islam . Puasa ialah ibadah nan langsung berhubungan dengan Allah. Hanya Allah saja nan tahu seseorang puasanya diterima atau tidak, absah atau tidak. Puasa tidak dapat dibangga-banggakan atau disombongkan seperti ibadah haji ataupun sholat. Menahan hawa nafsu dapat juga disebut perang terhadap diri sendiri. Perang terhadap hal-hal nan dilarang pada waktu puasa.

Puasa sebagai sebuah bentuk ibadah memang terdiri atas beberapa macam. Salah satunya puasa Ramadhan, yaitu puasa wajib nan harus dilaksanakan saat bulan Ramadhan. Tak hanya tidak boleh makan dan minum saja, puasa juga harus dapat membuat kita tahan agar tak marah, tahan tak mengumpat, tak mencuri dan banyak hal lainnya. Kompleks sekali ibadah puasa ini sehingga harus benar-benar mendapatkan perhatian.

RUMUSAN MASALAH

Catatan: Rumusan masalah bisa berupa pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut nantinya berhubungan dengan jawaban nan menjadi isi dari makalah tersebut. Rumusan masalah bisa juga berarti rumusan isi masalah apa saja nan akan dibahas dalam makalah. Berikut ini contohnya:

  1. Bagaimana pengertian dari ibadah puasa?
  2. Apakah syarat dan rukun puasa?
  3. Apa saja jenis puasa?
  4. Siapa saja nan boleh tak melaksanakan puasa?
  5. Bagaimana Nabi Muhammad SAW menjalankan puasanya?

TUJUAN DAN MANFAAT

Catatan: Tujuan dan kegunaan bisa berisi paragraf nan menjabarkan tentang tujuan dan kegunaan dari pembuatan makalah tersebut. Berikut ini contoh tujuan dan manfaat:

Tujuan dan kegunaan dari makalah ibadah ini ialah buat mengetahui lebih rinci tentang puasa baik artinya, jenisnya dan hukum-hukumnya. Makalah ini juga akan menjelaskan tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan ibadah puasanya. Dengan mengetahui lebih dalam lagi pembaca akan bisa mengerti dan mengamalkannya dengan baik.

ISI/KAJIAN TEORI

Catatan: Isi atau kajian teori bisa berupa jawaban-jawaban nan diuraikan berdasarkan rumusan masalah nan disusun. Berikut ini isi dari contoh makalah ibadah puasa:

1. Pengertian Ibadah Puasa/Saum

Puasa merupakan salah satu ibadah dari rukun Islam. Bahasa Arab dari puasa ialah saum. Arti dari saum ialah mencegah. Sedangkan arti saum atau puasa dalam agama Islam ialah mencegah atau menahan diri dari melakukan perbuatan seperti makan dan minum serta perbuatan lain nan bisa membatalkan ibadah puasanya. Puasa dilakukan sejak terbit fajar sampai dengan terbenam matahari, jadwal puasa ini biasanya sudah ditentukan oleh departemen agama.

2. Syarat dan Rukun Puasa

Syarat wajib dari ibadah puasa antara lain:

  1. Muslim atau beragama Islam
  2. Memiliki akal sehat atau tak gila
  3. Sudah dewasa atau baligh
  4. Mampu melaksanakan puasa

Syarat absah puasa antara lain :

  1. Suci dari nifas maupun haid
  2. Melakukan niat akan berpuasa, niat puasa dilakukan sebelum fajar tiba.

Sedangkan rukun puasa ialah menahan diri atas berbagai perbuatan nan bisa membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai matahari terbenam.

3. Jenis-Jenis Puasa dan Hukumnya

Pengerjaan puasa pada dasarnya sama saja, namun ada beberapa jenis puasa nan dilakukan berdasarkan karena dan waktunya. Jenis-jenis puasa tersebut antara lain:

a. Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan ibadah puasa nan hanya dilakukan dalam bulan Ramadhan. Puasa ini serentak dilakukan pada bulan Ramadhan oleh seluruh umat muslim di dunia. Disparitas waktu puasa antara negara satu dengan nan lain kadang hanya sehari saja. Ada juga nan serentak dalam pelaksanaanya. Puasa ramadhan ini hukumnya wajib dilakukan oleh umat muslim nan sudah baligh. Anak-anak bisa juga menjalankan puasa ini sebagai latihan.

b. Puasa sebab Nazar. Puasa nazar ini hukumnya wajib.

c. Puasa sebab Denda atau Kifarat. Puasa ini hukumnya juga wajib.

d. Puasa Senin-Kamis. Puasa ini hukumnya sunnah. Puasa Senin dan Kamis bisa dilakukan di luar bulan puasa dan di luar hari-hari nan diharamkan buat berpuasa.

e. Puasa Syawal. Puasa Syawal merupakan puasa sunnah nan dilakukan 6 hari di bulan Syawal selain pada hari raya.

f.Puasa Arafah. Puasa Arafah merupakan puasa sunnah nan dilakukan pada 9 Dzulhijah.

g. Masih banyak puasa lainnya.

4. Orang nan Boleh Tidak Melaksanakan Puasa

Beberapa orang ada nan mendapatkan keringanan buat boleh tak menjalankan ibadah puasa . Orang-orang tersebut antara lain:

a. Orang nan sudah sangat tua dan tak kuat lagi berpuasa.

b.Orang sakit nan tak ada asa sembuhnya lagi.

Kedua orang diatas boleh tak berpuasa dan tak wajib mengganti puasa tersebut namun harus membayar. Sedangkan orang nan melakukan interaksi seksual saat menjalankan ibadah puasa wajib menggantinya di hari lain dan melakukan kifarat. Kifarat ialah memerdekakan hamba sahaya nan beriman. Jika tak dapat maka boleh dengan berpuasa di bulan lain selama berturut-turut atau memberi makan orang miskin sebanyak 60 orang dengan makanan pokok.

5. Cara Puasa Nabi Muhammad SAW

Saat menjalankan puasa pada bulan Ramadhan, Nabi Muhammad melakukan beberapa hal antara lain:

  1. Memperbanyak membaca bacaan Al Quran . Saat ini sering disebut dengan tadarus Al Quran nan bisa dilakukan sendiri maupun bersama orang lain.
  2. Menyegerakan dalam berbuka puasa
  3. Melakukan ibadah malam yaitu shalat Tarawih. Nabi Muhammad SAW melakukan shalat tarawih pada bulan Ramadhan baik secara berjamaah maupun sendirian. Hal ini sebab tak ingin orang menganggap shalat tarawih itu wajib berjamaah.
  4. I’tikaf

Setelah isi makalah selesai maka biasanya diberi daftar pustaka yaitu sumber dan surat keterangan dari makalah. Misalnya sumber dari contoh makalah ini ialah Wikipedia.com.