Jenis-Jenis Demam Berdarah

Jenis-Jenis Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah (DB) semakin banyak terjadi di masyarakat Indonesia. Meski cara-cara pencegahan sudah disosialisasikan melalui berbagai media, tetapi tetap saja penderita DB banyak memenuhi rumah sakit setiap tahun.

DB merupakan salah satu penyakit nan harus diwaspadai, sebab mudahnya penularan virus melalui media nyamuk. WHO bahkan mencatat terdapat 50-100 juta kasus DB setiap tahun di seluruh belahan dunia.



Penyebab dan Gejala Demam Berdarah

DB bukan sembarang demam biasa. DB merupakan suatu penyakit demam nan tergolong akut, nan diakibatkan oleh masuknya virus dengue ke dalam genre darah manusia. Virus ini bisa menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk betina jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Dari kedua jenis nyamuk aedes tersebut, nyamuk Aedes aegypti ialah jenis nan paling sering menginfeksi manusia dengan virus dengue melalui kegiatannya mengisap darah manusia. Virus dengue sendiri tak menjadikan nyamuk jenis ini sebagai inang, melainkan sebagai mediator semata.

Dengan kata lain, nyamuk menularkan virus dengue dari manusia satu ke manusia lainnya. Virus dengue dapat hayati selama 8 hingga 10 hari di dalam tubuh nyamuk , hingga akhirnya menemukan manusia nan sehat buat dijadikan inang.

Nyamuk aedes betina tak hanya bisa menyebarkan virus penyebab DB ini melalui gigitan, tetapi juga melalui telur nan dihasilkannya. Oleh sebab itu, membasmi telur nyamuk penyebab DB ini juga merupakan hal krusial sebab setiap telur nyamuk tersebut mengandung virus dengue nan sedang berinkubasi.

Virus dengue penyebab DB ialah jenis virus flavivirus, nan dikenal bisa menyebabkan demam pada manusia. Virus dengue memiliki bisa hayati dengan baik di wilayah tropis serta subtropis, terlebih di wilayah tropis nan lembap dan basah. Itulah mengapa virus dengue banyak menyerang orang nan tinggal Indonesia. Virus dengue sendiri terbagi dalam 4 jenis, nan keempat-empatnya bisa menyebabkan DB.

Tanda-tanda DB baru bisa dikenali setelah penderita terinfeksi dua jenis virus dengue. Hal ini disebabkan sistem imun tubuh manusia nan secara otomatis membangun pertahanan atas virus dengue pertama nan masuk ke dalam genre darah, mengakibatkan timbulnya gejala nan lebih akut saat virus dengue kedua muncul.

Seorang penderita DB setidaknya telah terinfeksi oleh dua macam virus dengue , tetapi tak akan terinfeksi oleh jenis virus nan sama sebanyak dua kali sebab telah terbentuknya sistem imun tubuh nan maksimal dalam menghadapi virus tersebut.

Ada beberapa gejala dan tanda generik nan bisa dikenali jika seseorang telah terinfeksi virus DB, di antaranya:

  1. Panas tinggi hingga 38-40 derajat celcius nan terjadi tiba-tiba. Biasanya terjadi selama 2-7 hari.
  2. Kepala sakit, bola mata terasa nyeri saat digerakkan, punggung nyeri, dan terus menerus menggigil.
  3. Muncul bintik-bintik merah di tubuh (ini tak selalu tampak).
  4. Hati membesar (hepatomegali).
  5. Tekanan darah terus menurun hingga bisa mengakibatkan syok.
  6. Turunnya jumlah trombosit (di bawah 100.000/mm3).
  7. Meningkatnya hematokrit (di atas 20%).
  8. Keluarnya darah segar dari hidung dan gusi.
  9. Keluarnya darah segar dan lendir pada kotoran (melena).

Meski terdapat gejala generik DB (terutama panas tinggi serta ruam-ruam pada tubuh), kita tetap harus mewaspadai DB nan gejalanya sulit dilihat. Untuk menghindari kesalahan diagnosis, sebaiknya hubungi dokter sebab ia akan mempertimbangkan gejala nan ada dengan riwayat kesehatan dan keadaan lingkungan penderita (apakah ada nan terjangkit DB di lingkungannya atau tidak).

Selain itu, para pakar medis juga akan melakukan serangkaian tes buat mendiagnosa kemungkinan DB secara akurat. Tes-tes tersebut mencakup serangkaian uji laboratorium, yaitu tes serologi buat mencari tahu ketersediaan antibodi dalam tubuh penderita terhadap virus dengue, serta mencari tahu jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit secara menyeluruh.



Jenis-Jenis Demam Berdarah

Berdasarkan cara terinfeksinya, DB terbagi atas tiga jenis. Ketiga jenis ini bisa diasumsikan sebagai strata gejala DB dari nan ringan (klasik) hingga nan terbilang parah.



1. Demam berdarah klasik

DB klasik memperlihatkan tanda-tanda nan generik tetapi kadang berbeda (tergantung pada usia penderita). Pada anak-anak, gejala nan paling lumrah dan mudah dikenali ialah demam dan ruam di sekujur tubuh. Sementara itu pada penderita remaja serta dewasa gejalanya lebih kompleks, yakni meliputi demam tinggi, nyeri sendi, nyeri di belakang mata, sakit kepala, mual hingga muntah, dan terdapatnya ruam-ruam.

Gejala lanjutan bisa berupa pendarahan melalui gusi, hidung, saluran pencernaan, air seni, hingga menstruasi hiperbola pada pasien wanita. Turunnya jumlah sel darah putih dan trombosit juga merupakan karakteristik DB klasik nan bisa diketahui setelah observasi laboratorium oleh pakar medis.



2. Demam berdarah dengue

DB dengue atau DBD lebih parah daripada DB klasik. Penderitanya mengalami gejala-gejala nan kurang lebih mirip dengan penderita DB klasik, ditambah gejala spesifik seperti demam sangat tinggi, pendarahan hebat, hati membesar, dan kegagalan sirkulasi darah dalam tubuh.

Gejala tersebut bisa menjadi lebih parah dengan rusaknya pembuluh darah dan limfa. Selain itu, memar kebiruan timbul di permukaan kulit dampak pendarahan, dan jumlah sel darah merah meningkat.

Penderita DB dengue akan mengalami fase kritis nan ditandai dengan demam tinggi selama 2 sampai 7 hari lantas tiba-tiba suhu tubuhnya menurun drastis. Penderita mengalami sulit tidur, penurunan tekanan darah, dan berkeringat secara berlebihan. Penderita bisa terbantu melewati fase kritis ini dengan diberi asupan elektrolit nan cukup. Keterlambatan penanganan bisa menyebabkan kematian.



3. Demam berdarah sindrom syok dengue

DB jenis ini ialah DB nan paling akut. Penderita akan menunjukkan gejala DB klasik dan DB dengue ditambah bocornya

cairan di luar pembuluh darah, pendarahan berlebihan, serta tekanan darah nan sangat rendah. DB jenis ini banyak menyerang anak-anak nan terinfeksi virus dengue buat nan kedua kalinya.

Jika tak ditangani secara tepat dan cepat, DB jenis ini akan menyebabkan kematian. Pasalnya, gejala syok pada DB jenis ini hanya terjadi selama 12-24 jam. Setelah itu, penderita bisa meninggal atau sembuh, tergantung pada kecermatan menangani masa kritis dan syoknya. Untuk membantu penderita melewati masa kritis,asupan elektrolit dan pengembalian cairan tubuh harus dilakukan dengan saksama.



Mencegah Demam Berdarah

Karena belum ada obat nan benar-benar tepat bagi penderita DB, pengobatan nan maksimal tak dapat dilakukan. Yang dapat kita lakukan dalam mengobati DB ialah meringankan gejalanya dengan selalu memberinya asupan elektrolit (lewat berkaitan dengan mulut atau infus) guna mencegah terjadinya dehidrasi.

Karena itulah, sangat bijaksana bagi kita buat mencegah terjadinya DB, mengingat tak adanya pengobatan nan signifikan. Cara mencegah DB nan paling efektif ialah dengan mengontrol jumlah nyamuk.

Caranya, kuras bak mandi atau loka penampungan air minimal 1 kali dalam seminggu. Jangan biarkan ada air tenang nan tergenang buat waktu nan lama, seperti air di dalam vas kembang atau genangan air

hujan di tempat-tempat nan tak menyerap air di halaman rumah (kaleng atau wadah-wadah lain).

Selain itu, pengendalian keberadaan jentik nyamuk di dalam genangan air juga bisa Anda lakukan dengan memelihara ikan pemakan jentik di kolam ikan Anda dan melarutkan bubuk abate di bak mandi. Konservasi ekstra terhadap kebersihan dan keberadaan air ini merupakan kunci penghentian alur pertumbuhan nyamuk, mengingat nyamuk bahagia menetaskan telurnya di dalam air sehingga menjadi jentik-jentik calon nyamuk.

Untuk mengenyahkan nyamuk-nyamuk dewasa penyebab demam berdarah dan penyakit lain, pengasapan atau fogging dapat menjadi pilihan nan tepat. Anda juga dapat menanam tanaman nan dibenci nyamuk, seperti geranium, lavender, serai wangi, dan sebagainya. Selain itu, janganlah lupa buat melindungi diri Anda dari gigitan nyamuk dengan cara mengoleskan krim anti-nyamuk dan memakai baju tertutup buat meminimalisasi kemungkinan digigit nyamuk.