Hari AIDS Sedunia di Indonesia
Mengapa harus ada hari AIDS sedunia ? Hal ini sebab AIDS merupakan penyakit menular nan berbahaya. AIDS ( Acquired Immuno Deficiency Syndrome ) ini berkembang dari HIV ( Human Immunodeficiency Virus ). AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa dalam rentang waktu tahun 1981 sampai 2007. Diperkirakan tahun 2007 saja ada 33,2 juta orang nan meninggal dampak terinfeksi HIV. Status inilah nan menyebabkan AIDS dianggap sebagai penyakit paling destruktif sepanjang sejarah global modern.
Sejarah Hari AIDS Sedunia
Hari AIDS pertama kali diputuskan keberadaannya pada bulan Agustus tahun 1987. Adalah James W. Bunn dan Thomas Netter, dua orang petugas WHO di Jenewa, Swiss nan memiliki ide buat memperingati hari AIDS. Mereka berdua mengungkapkan ide tersebut kepada Dr. Jonathan Mann, kepala UNAIDS. Dr. Mann menyukai konsep hari AIDS ini, menyetujuinya, dan sepakat buat mencetuskan hari AIDS pertama jatuh pada tanggal 1 Desember 1988.
Adapun pemilihan tanggal 1 Desember dicetuskan oleh Bunn. Ia memperkirakan tanggal nan sekiranya dapat menarik perhatian media massa di Amerika Serikat. Kebetulan tahun 1988 Amerika Perkumpulan sedang mengadakan pemilihan umum. Untuk itu, Bunn menggagas bahwa sebaiknya hari AIDS jatuh pada tanggal setelah pemilihan generik selesai agar perhatian pers tak terbagi dengan berita-berita seputar pemilu.
Meski sudah dirintis sejak akhir tahun 1980-an, hari AIDS sedunia baru "diaktifkan" oleh UNAIDS pada tahun 1996. Hari AIDS mulai dimanfaatkan buat mempromosikan bahaya dan cara pencegahan AIDS. Sejak saat itu setiap tahun, UNAIDS menetapkan tema seputar AIDS buat dikampanyekan di seluruh dunia. Adapun kampanye tentang tema tersebut sebenarnya tak hanya dilakukan pada hari itu saja, tetapi sepanjang tahun dengan puncaknya pada 1 Desember.
Pada 2 tahun pertamanya, tema hari AIDS fokus terhadap anak-anak dan generasi muda. Tema ini segera mendapat kecaman dari banyak pihak sebab dianggap menyepelekan fakta bahwa orang dalam segala usia berpotensi terinfeksi AIDS. Namun di sisi lain tema ini juga mendapat perhatian masyarakat global dan membantu menghapuskan cacat dan mitos seputar AIDS.
Hari AIDS Sedunia di Indonesia
Di Indonesia hari AIDS juga dimanfaatkan sebagai momen buat mengkampanyekan bahaya dan cara pencegahan penyakit ini. pasalnya, di negeri ini pun virus HIV cukup banyak menjangkiti masyarakat, terutama mereka nan sedang dalam usia produktif. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, terdapat 6.087 kasus terinfeksi HIV selama tahun 2011. Jika ditelaah, rupanya AIDS di negeri ini lebih banyak menyerang laki-laki (dengan persentase sebesar 64,9%) ketimbang perempuan (dengan persentase sebesar 35,1%). Di antara berbagai rentang usia, AIDS kerap kali menginfeksi mereka nan usianya di antara 20 - 29 tahun. 85% kasus infeksi AIDS di Indonesia terjadi pada mereka nan masih produktif.
Mempertimbangkan fakta tersebut, hari AIDS di Indonesia di tahun 2011 silam mengangkat tema "Lindungi Pekerja dan Global Usaha dari HIV dan AIDS". Tujuannya ialah buat merangkul mereka nan berusia 20 - 29 tahun agar bisa melindungi dirinya masing-masing dari infeksi virus HIV. Banyaknya generasi muda usia produktif nan terkena AIDS tentu saja merugikan global usaha sebab tenaga kerja sehat nan tersedia menjadi berkurang.
Di hari AIDS tersebut, para aktivis juga mengampanyekan agar masyarakat tak mengucilkan orang dengan HIV dan AIDS. Cacat negatif dan konduite subordinat hanya akan menimbulkan depresi bahkan dendam sehingga penularan AIDS dapat semakin meluas. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau buat memperlakukan orang dengan HIV dan AIDS secara normal dengan tetap menghindari kontak-kontak nan bisa menyebabkan mereka tertular HIV AIDS.
Di Indonesia, HIV AIDS paling sering ditularkan melalui interaksi seks bebas heteroseksual. Selain itu, interaksi seks sesama jenis juga berperan menularkan HIV AIDS, seperti halnya penggunaan obat-obatan melalui satu jarum injeksi nan digunakan bersama-sama.
Hari AIDS Sedunia - Memahami Cara Penularan AIDS
Ada 5 cara penularan AIDS. Semuanya ialah hal nan terjadi sehari-hari di sekeliling kita. Tidak mudah buat dapat terhindar dari penyakit ini, kecuali bila kita benar-benar hati-hati. Berikut ini ialah cara penularan AIDS.
- Dari ibu ke bayi. Ibu nan memiliki HIV akan menularkan virus ini kepada bayi nan dikandungnya.
- Dari air susu ibu. Jangan sembarangan membiarkan orang menyusui anak Anda sebab dari air susu dapat tertular virus HIV.
- Dari transfusi darah. Bila ada kerabat Anda nan harus transfusi darah sebab suatu penyakit atau kecelakaan, pastikan darah itu bebas dari HIV. Orang nan mau mendonorkan darahnya harus lolos dari tes ini. Jangan menerima donor dari sembarang orang.
- Dari cairan vagina dan cairan sperma. Cairan vagina dan cairan sperma nan mengandung virus HIV akan menularkan secara langsung dan masuk ke dalam pembuluh darah.
- Penggunaan jarum injeksi bersama-sama. Bila Anda harus disuntik, buat alasan apapun, pastikan jarum injeksi tersebut hanya sekali pakai. Bila tidak, lebih baik jangan mau disuntik. Hal nan sama juga berlaku buat jarum akunpuntur dan sejenisnya.
Hal nan terburuk dari AIDS ialah cacat nan diberikan kepada para penderita AIDS. Banyak dari mereka nan mengalami pengucilan di masyarakat. Bahkan, diberhentikan dari pekerjaan mereka dan dikeluarkan dari sekolah. Hari AIDS sedunia terus diperingati sebab hayati mereka nan menjadi korban AIDS amat menyedihkan. Mengapa penderita AIDS diberi cacat nan sedemikian parah?
Selain rasa takut tertular penyakit mematikan nan belum ada obatnya ini, banyak di masyarakat nan masih menganggap AIDS ialah penyakit kutukan Tuhan. Mereka nan terkena penyakit ini dianggap orang-orang kotor dan berdosa. Padahal, tak demikian.
Banyak bayi dan anak tak berdosa nan lahir ke global tertular virus ini. Banyak istri saliha menjadi korban suaminya nan melakukan perselingkuhan atau sebaliknya. Bahkan, mereka nan tak sengaja tertular virus ini dari jarum injeksi dan transfusi darah.
Salah satu wilayah terburuk AIDS di Indonesia ialah kawasan Jayapura, Papua. Di sana, di gerbang kota, terpampang papan pengumuman; Daerah wajib kondom. Mengapa? Karena presentase pengidap AIDS di sana amat tinggi dan tak terkontrol. Penyebab terbanyaknya ialah dari interaksi seksual nan tak kondusif serta tak tersosialisasinya penggunaan kondom dan pencegahan AIDS.
Selain itu, nan harus diwaspadai sekarang ini, di Indonesia telah terjadi double epidemi . Yaitu, pecandu narkoba nan juga menjadi penderita AIDS atau HIV. Keadaan tak sadar saat mengonsumsi narkoba menyebabkan konduite seks nan tak aman. Penggunaan jarum injeksi dalam konsumsi salah satu jenis narkoba juga menjadi media penularan AIDS nan amat berbahaya.
Oleh sebab itu, penderita AIDS sekarang mudah ditemui di bangsal-bangsal rehabilitasi narkoba. Kebanyakan keluarga nan takut pada penyakit ini dan tak mau keluarganya dikucilkan, menempatkan mereka di sana. Tinggal pihak dokter dan rumah sakit nan kemudian kerepotan. Namun, pemerintah telah mendistribusikan obat murah buat penderita AIDS, berupa ARV atau anti retroviral, nan berfungsi mencegah pertumbuhan virus HIV di dalam tubuh.
Adanya masa ventilasi ( window period ) selama 5 - 10 tahun dari HIV berkembang menjadi AIDS, membuat tanda-tanda penyakit ini tak banyak terlihat. Oleh sebab itu, Anda nan memiliki kemungkinan tertular penyakit ini sebaiknya segera memeriksakan diri buat mendapatkan pengobatan segera dan mencegah orang lain dari ketularan. Ini semua biasanya diinformasikan pada peringatan hari AIDS sedunia.