Remaja dan Global Psikologi Remaja

Remaja dan Global Psikologi Remaja

Psikologi ialah salah satu bagian dari kehidupan manusia, baik anak-anak, mereka nan baru saja beranjak remaja, orang dewasa nan telah berubah status menjadi seorang pria dan wanita, maupun para lanjut usia. Ada banyak sisi nan bisa diungkap apabila ditelusuri lebih luas, namun kali ini akan membahas tentang artikel psikologi remaja .

Pada kesempatan kali ini, akan mencoba membahas tentang artikel psikologi remaja , nan tentunya sangat sayang apabila Anda lewatkan begitu saja. Apalagi bagi Anda nan masih dalam termin remaja.

Arti Psikologi

Sebelum membahas tentang psikologi remaja lebih jauh, mungkin ada baiknya apabila Anda mengetahui telebih dahulu apa nan dimaksud dengan psikologi itu sendiri. Sebab, sedikit absurd apabila Anda ternyata masih kurang memahami pengertian dari psikologi.

Psikologi ialah sebuah cabang ilmu nan terdiri dari dua kata yakni kata ‘psyche’ nan mempunyai arti jiwa dan kata ‘logos’ nan mempunyai arti ilmu. Jadi, pskilogi ialah sebuah cabang ilmu nan mempelajari tentang kondisi kejiwaan seseorang ataupun sebuah cabang ilmu nan mempelajari tentang kondisi mental seseorang.

Psikologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai fungsi di dalam kehidupan manusia, terutama di dalam tingkah laku manusia. Beberapa fungsi ilmu psikologi ialah sebagai berikut.

  1. Psikologi berfungsi sebagai penjelas bagaimana, apa, dan mengapa tingkah laku tersebut terjadi. Kemudian, hasilnya berupa klarifikasi atau bahasan nan bersifat deskriptif.
  1. Psikologi berfungsi buat memprediksi apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku tersebut terjadi. Prediksi tersebut menghasilkan prognosa, prediksi, atau estimasi.
  1. Psikologi berfungsi sebagai pengendali tingkah laku tersebut agar sinkron dengan apa nan diharapkan. Hal tersebut dilakukan dengan cara bertindak nan sifatnya preventif atau pencegahan, hegemoni atau treatment, dan rehabilitas atau perawatan.

Di dalam kajiannya, ilmu psikologi berhubungan dengan ilmu-ilmu lainnya, sehingga psikologi sering disebut sebagai ilmu nan luas dan ambisius. Ilmu psikologi dibatasi dengan ilmu alam oleh ilmu biologi dan ilmu saraf. Dengan ilmu sosial, ilmu psikologi dibatasi oleh ilmu sosiologi dan antropologi. Berikut ini beberapa kajian ilmu psikologi ialah sebagai berikut.

1. Psikologi perkembangan

Psikologi perkembangan ialah salah satu bidang psikologi nan mempelajari tentang perkembangan manusia dan faktor-faktor nan membentuk tingkah laku manusia tersebut, mulai dari lahir sampai tua.

Bidang psikologi perkembangan mempunyai kaitan erat dengan psikologi sosial. Hal tersebut dikarenakan dalam perkembangannya ada hubungan sosial di dalam tingkah laku manusia tersebut.

Selain itu, psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi kepribadian sebab di dalam perkembangan setiap individu bisa membentuk kepribadian nan khas di dalam diri individu tersebut.

2. Psikologi Sosial

Di dalam bidang psikologi sosial, dibagi menjadi tiga ruang lingkup studi. Tiga ruang lingkup studi tersebut ialah sebagai berikut.

  1. Di dalam psikologi sosial, mempelajari tentang studi pengaruh sosial terhadap proses setiap individu, seperti studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, dan sifat.
  1. Di dalam psikologi sosial, mempelajari tentang proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, dan konduite meniru.
  1. Yang terakhir, psikologi sosial mempelajari tentang hubungan kelompok, seperti kepemimpinan, komunikasi interaksi kekuasaan, dan kerjasama kelompok, dan persaingan.
3. Psikologi Kepribadian

Psikologi kepribadian ialah bidang studi psikologi nan mempelajari tentang tingkah laku manusia dalam menyesuaikan dirinya terhadap lingkungannya. Psikologi kepribadian mempunyai interaksi dengan psikologi perkembangan dan sosial.

Hal tersebut sebab kepribadian seseorang itu mengalami perkembangan dimulai sejak masih kecil dan dalam perkembangannya tersebut dipengaruhi oleh hubungan sosial dengan lingkungannya.

4. Psikologi Kognitif

Psikologi kognitif ialah bidang psikologi nan mempelajari tentang kemampuan kognisi, seperti persepsi, proses belajar, kemampuan bahasa, dan emosi. Kajian psikologi tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan wilayah terapannya.

Akan tetapi, di Indonesia ini, wilayah-wilayah terapan psikologi belum dijalankan sepenuhnya, seperti seorang psikolog pendidikan bekerja di sebuah perusahaan di bagian HRD. Wilayah-wilayah terapan psikologi tersebut ialah sebagai berikut.

5. Psikologi Sekolah

Psikologi sekolah dilakukan buat menciptakan sebuah situasi di dalam sekolah nan bisa mendukung anak-anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademiknya, bersosialisasi, dan emosinya. Tujuannya ialah buat membentuk mind set anak tersebut.

6. Psikologi Industri dan Organisasi

Psikologi industri harus memfokuskan pada pengembangan, pengevaluasian, dan prediksi kinerja suatu pekerjaan seorang individu di dalam sebuah lingkungan industri. Sedangkan psikologi organisasi mempelajari tentang bagaimana satu organisasi bisa memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.

7. Psikologi Kerekayasaan

Di dalam psikologi ini, penerapannya dilakukan secara berinteraksi antara manusia dan mesin buat meminimalkan kesalahan manusia, ketika berhubungan dengan mesin.

8. Psikologi Klinis

Psikologi klinis menerapkan ilmu psikologinya dengan cara memahami, mencegah, dan memulihkan keadaan psikologis seorang individu menuju keadaan normal.

Bagi Anda nan menyenangi segala sesuatu nan berhubungan dengan psikologi, Anda sepertinya wajib buat membaca subjudul nan berikut, nan pastinya akan membuat Anda tertarik.

Remaja dan Global Psikologi Remaja

Remaja merupakan salah satu termin nan pastinya akan dilalui oleh mereka nan disebut dengan manusia. Pada termin ini, ada banyak hal nan jika dinikmati pastilah sangat berjuta rasanya, seperti banyak nan telah diungkapkan oleh banyak remaja di dunia.

Namun, tahukah Anda, di balik sejuta rasa nan dilalui di dalam termin remaja tersebut, ada beberapa kondisi psikis nan lazim dialami oleh remaja mana pun di muka bumi ini. Berikut ini ialah beberapa kondisi psikis nan generik dialami.

  1. Pada termin remaja, emosi sangat labil alias masih belum stabil. Pada termin remaja ini, remaja cenderung lebih mengutamakan perasaannya dari pada logika berpikirnya.
  1. Pada termin remaja, baik laki-laki maupun perempuan, mengalami akil balik. Di mana pada termin ini remaja akan mengalami pendewasaan diri. Bagi perempuan, ada nan disebut dengan masa mentruasi, sedangkan bagi laki-laki, ada nan disebut dengan mimpi basah.
  1. Pada termin remaja, remaja sering ingin merasakan dengan nan namanya coba-coba. Mencoba-coba cinta, mencoba-coba segala hal nan belum pernah mereka lakukan, nan sayangnya terkadang menjerumus ke arah sex.

Banyaknya remaja nan terjerumus ke dalam pergaulan bebas bukan semata-mata tanpa sebab. Perbuatan itu turut diindikasikan oleh jaringan eksklusif nan menggiring para remaja pada hal-hal berbau negatif.

Masa remaja boleh dikatakan sebagai masa paling berseri. Pada masa ini, para remaja melakukan ajang pencarian jati diri. Berbagai hal baru mereka coba, bahkan banyak nan terjebak dalam ranah pergaulan bebas. Pergaulan bebas di kalangan remaja sudah mencapai titik kritis, terutama masalah free sex atau seks bebas.

Para remaja pun dapat dengan sangat mudah memasuki tempat-tempat spesifik orang dewasa, terutama saat malam Minggu. Selain menjangkiti kalangan SMA, para pelaku seks bebas ini telah merambah anak-anak SMP. Banyak kasus remaja putri nan hamil dampak “kecelakaan”. Padahal, mereka sebenarnya tak memahami resiko nan akan dihadapi dampak perbuatan tersebut.

Kenakalan remaja atau generasi penerus (juvenile delinquency) bukan merupakan permasalahan nan remeh. Permasalahan kenakalan remaja dengan bentuk-bentuk nan majemuk ialah permasalahan nan urgen dan sudah mencapai tingkat nan memprihatinkan dan penanganan secara serius.

Kenakalan remaja akan semakin sulit buat ditanggulangi jika konduite tersebut sudah menjadi budaya dan Norma remaja atau remaja nan bersangkutan sudah jauh berada di dalam kubangannya kenakalan remaja.

Sebagimana telah kita ketahui bahwa akhir-akhir ini begitu banyak warta di media masa nan memberitakan kerusakan moral pada generasi penerus bangsa nan telah betul-betul mengkhawatirkan. Sebuah keberhasilan nan seharusnya merupakan hasil positif dan sebaiknya dirayakan secara positif pula oleh generasi muda, akan tetapi justru malah dirayakan secara negatif.

Contohnya, kelulusan Ujian Nasional tahun kemarin, di sebuah daerah dirayakan dengan bertelanjang dada (ini negatif) baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan diberitakan saat setelah pengumuman Ujian Nasional (UN), penjualan kondom meningkat, nan diprediksi banyak dibeli oleh kalangan pelajar nan baru lulus Ujian Nasional.

Salah satu faktor pemicu pergaulan bebas ialah tersedianya fasilitas tempat-tempat hiburan malam dan para penikmatnya nan seolah mendapatkan kesenangan luar biasa.

Narkoba pun juga salah satu pemicu pergaulan bebas. Peredaran dan penyelundupan narkoba juga semaikin meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Bahkan penjara pun juga dijadikan pasar narkoba.

Ini menunjukkan bahwa penggunanya ( demand ) semakin besar. Menurut catatan sudah lebih dari 4 juta pengguna narkoba nan aktif di Indonesia, nan 78 persennya masih pada usia remaja.

Data buat pengguna narkoba aktif di Jawa Tengah, sebagian besar korban narkoba berusia 15 tahun hingga 24 tahun nan merupakan usia pertumbuhan dan usia produktif.

Sedangkan 12% dari jumlah korban narkoba di Jawa Tengah ini masih menempuh pendidikan di sekolah dasar (SD). Yang lebih mencengangkan lagi, sebanyak 24,5% sampai 53% penggguna narkoba di Indonesia terinfeksi penyakit HIV/AIDS sebab menggunakan jarum injeksi nan digunakan bergantian secara berulang-ulang nan tak disadarinya telah mengancam jiwanya.

Oleh sebab itu, bagi Anda nan sekarang masih remaja dan bagi Anda nan mempunyai anggota keluarga nan masih remaja, peran keluarga sangat krusial buat menghindarkan segala sesuatu nan mungkin bakal merusak masa depan. Mudah-mudahan artikel psikologi remaja tersebut berguna dan bermanfaat bagi Anda.