Solusi buat Sistem Transportasi Indonesia

Solusi buat Sistem Transportasi Indonesia

Transportasi Indonesia merupakan media nan sangat krusial dalam menunjang aktivitas masyarakat Indonesia setiap harinya. Transportasi Indonesia menjadi jantung bagi seluruh aktivitas masyarakat, baik dalam aktivitas pekerjaan, sekolah, perdagangan, perindustrian, dsb.

Transportasi Indonesia memberikan imbas nan luar biasa terlebih dalam mata pencaharian masyarakat. Mereka nan berdagang dan berindustri tentu sangat butuh dengan wahana transportasi. Bila dalam satu hari saja ada permasalahan dengan wahana transportasi, tidak bisa terbayangkan kerugian nan akan mereka tanggung walaupun hanya satu hari.

Tranportasi Indonesia dari jenis kelompok angkutan generik saat ini sudah sudah mengalami banyak peningkatan, baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Jumlah angkutan generik saat ini sudah semakin banyak, seperti angkot, ojek, bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Jenisnya pun semakin banyak seiring dengan berjalannya waktu seperti jenis bus, mobil kancil, taksi, dsb.

Semuanya mempuyai jenis tarif nan berbeda-beda. Ada nan harganya murah hingga nan mahal pun ada, disesuaikan dengan jenis tranportasinya itu sendiri. Transportasi tradisional pun masih ada nan tetap eksis hingga saat ini seperti delman, andong, becak, bajaj, dan bemo. Oleh sebab itu, eksistensinya tetap diketahui oleh generasi saat ini.

Transportasi generik jumlahnya saat ini memang lebih banyak dibandingkan dengan transportasi pribadi. Tranportasi Indonesia memang didominasi dengan keberadaan transportasi generik nan banyak secara kuantitas. Hal ini tentu saja berdampak pada peningkatan pendapatan bagi sopir angkutan generik setiap harinya sebab mayoritas masyarakat menggunakan transportasi generik dalam aktivitasnya.



Fenomena Transportasi Indonesia

Namun dari tranportasi Indonesia ini pun, kita sering mendengar permasalahan-permasalahan nan berkaitan dengan tranportasi Indonesia. Kebanyakan ialah masalah klasik nan tidak pernah kunjung usai dan itu semua berkolerasi dengan laju pertumbuhan transportasi di Indonesia saat ini.

Permasalahan klasik ini seperti stagnasi di jalan raya nan tidak pernah kunjung selesai dan tak ditemukan solusi konkretnya, taraf kecelakaan kendaraan nan semakin meningkat jumlahnya, pelanggaran-pelanggaran lalu lintas oleh para pengguna kendaraan, dan aksi kriminalitas nan sering terjadi menimpa transportasi di Indonesia.

Melihat dari hal-hal tersebut, bisa disimpulkan bahwa transportasi Indonesia memang masih menjadi permasalahan bagi bangsa Indonesia saat ini. Karena masih rumitnya sistem transportasi kita, tentu banyak permasalahan nan belum dapat terselesaikan dengan baik dalam transportasi kita saat ini.

Seperti macet, siapa nan tidak kenal dengan macet? Setiap orang nan sering bertransportasi tentunya niscaya sangat kesal dan tak menyukai dengan nan namanya stagnasi di jalan raya. Stagnasi menjadi permasalahan primer dari transpotasi Indonesia hingga kini.

Khususnya di ibukota, macet sudah menjadi tradisi di jalan raya setiap harinya. Stagnasi memang disebabkan dari tak teraturnya kondisi para pengguna kendaraan ketika sedang berkendara dan anggaran di jalan raya nan lebih sering dilanggar oleh para pengguna kendaraan nan seenaknya ketika berada di jalan raya.

Terlebih angkutan generik nan sering menyebabkan kemacetan, mulai dari sembarangan mengetem, menurunkan penumpang ataupun berhenti. Angkutan generik pun sering mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya sebab sering ugal-ugalan ketika di jalan raya. Sungguh bertentangan dengan harapan memang.

Kecelakaan lalu lintas nan paling sering juga disebabkan dari pengendara sepeda motor. Angka kecelakaan dari pengguna sepeda motor di Indonesia saat semakin meningkat, apalagi ditambah dengan semakin banyaknya jumlah masyarakat nan memiliki motor saat ini. Karena motor bisa dibeli dengan DP nan murah, cicilan kredit nan murah hingga adanya bursa motor bekas, menyebabkan jumlah pengguna motor semakin banyak saja.

Kemudian banyaknya pelanggaran di jalan raya, mulai dari rambu-rambu lalu lintas, kelengkapan peralatan, dan surat-surat dalam berkendara nan sporadis dilengkapi oleh para pengendara kendaraan. Hal ini tentu saja menjadi problem nan tidak kunjung usai sebab memang pencerahan masyarakat Indonesia masih rendah dalam mematuhi setiap anggaran berlalu lintas nan sudah ditentukan.

Kebanyakan dari mereka baru akan mematuhi jika sudah terkena hukuman di jalan raya, seperti ditilang, disidang, membayar denda atau ketika sudah merasakan menjadi korban kecelakaan di jalan raya. Kecelakaan pun tidak hanya terjadi darat, namun di bahari dan udara pun kecelakaan terjadi dan tidak kalah memakan korban banyak dengan transportasi darat.

Menanamkan suatu pencerahan memanglah tak mudah, terlebih jika dikaitkan dengan kepribadian masyarakatnya. Ketika sudah mendapat suatu hukuman atau teguran, baru mereka sadar akan tata tertib berlalu lintas. Namun ada juga nan sudah mengalami hukuman dan teguran tetapi tetap saja membandel dalam mentaati peraturan berlalu lintas.

Upaya dari pihak kepolisian memang sudah cukup banyak dalam memberikan pencerahan berlalu lintas nan baik kepada masyarakat. Ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman berlalu lintas dan juga sebagai upaya tindakan preventif dalam mengatasi permasalahan kecelakaan di jalan raya. Namun memang seperti itulah konduite berkendara di Indonesia nan masih sangat memprihatinkan.

Belum lagi tindak kriminalitas di dalam transportasi Indonesia . Sering kita dengar terjadi kecopeatan di dalam angkutan umum, pembiusan, bahkan pemerkosaan. Angkutan generik memang sering menjadi huma bisnis dari para penjahat nan akan melakukan tindak kriminalitas. Oleh sebab itu, kita perlu berhati-hati dalam menjaga barang-barang bawaan ketika berada dalam angkutan generik sebab bila tidak hati-hati, barang-barang kita dapat raib seketika.

Hal nan sangat memilukan terjadi pada beberapa bulan kebelakang, yaitu terjadinya tindak pemerkosaan di dalam angkutan generik yaitu Angkot. Kejadian ini benar-benar gempar ketika itu. Kejadian nan terjadi di salah satu daerah di Jakarta ini terjadi di dalam angkot.

Seorang perempuan diperkosa di dalam angkot pada waktu menjelang subuh saat dia akan pergi ke pasar. Dia diperkosa oleh sopir angkot nan membawanya. Karena saat itu suasananya masih sepi, maka ada kesempatan dari sang pelaku buat melakukan tindak pemerkosaan. Kemudian setelah kejadian ini, masih terjadi kejadian serupa nan menimpa seorang mahasiswi. Dia pun diperkosa di dalam angkot.

Setelah diselidiki, kejadian tersebut ternyata selain dilakukan sebab ada kesempatan, juga sebab kaca film di mobil angkot tersebut dibuat menjadi sangat gelap sehingga angkot itu tak bisa terlihat dari luar. Setelah pihak kepolisian melakukan razia, ternyata banyak mobil angkot nan kaca filmnya dibuat sangat gelap dan tak terlihat di luar. Angkot-angkot tersebut pun segera di razia oleh polisi.



Solusi buat Sistem Transportasi Indonesia

Begitulah fakta nan terjadi saat ini dalam transportasi Indonesia. Tranportasi nan memang menjadi sangat vital dalam mem back up aktivitas masyarakat masih menemui permasalahan-permasalahan nan belum bisa terselesaikan hingga saat ini.

Tentunya tak mudah buat menyelesaikan permasalahan sistem transportasi Indonesia saat ini. Tentunya tak hanya pemerintah dan instansi terkait nan harus bertanggung jawab memperbaiki sistem trasportasi Indonesia. Seluruh masyarakat pun harus bisa berperan aktif dalam membantu pemerintah dalam membangun dan menjalankan sistem tranpotasi Indonesia saat ini sebab ini ialah tugas kita bersama.