Istilah Restoran

Istilah Restoran

Anda tentu sudah mengenal atau pernah mengunjungi loka nan bernama restoran atau restaurant. Benar, restoran merupakan loka dimana pengunjung datang buat makan. Dalam berbagai adegan film klasik China maupun Koboi, sejarah restaurant atau restoran digambarkan sejalan dengan keberadaan hotel maupun penginapan. Padahal tak demikian kenyataannya. Asumsi ini terjadi sebab dalam penginapan itu biasanya ada restoran atau loka makan dan loka minum nan disebut juga dengan bar. Di global konkret pun, keadaannya seperti itu. Sporadis sekali satu hotel berbintang tak mempunyai restoran di dalamnya. Beda dengan penginapan kelas melati. Penginapan ini malah tak mempunyai loka makan. Mereka hanya menyediakan loka tidur.



Restoran dan Penginapan

Sejarah penginapan jauh lebih tua ketimbang restoran. Para pelancong umumnya lebih mudah menemukan penginapan atau loka akomodasi ketimbang warung makan atau restoran. Apalagi restoran sebagai jasa nan menyediakan makanan, cukup majemuk bentuk, konsep, maupun layanan nan diberikannya. Restoran pun tidak sporadis disebut pula dengan nama rumah makan.

Sejarah restaurant ini tak terlepas dari aktivitas manusia nan sering pergi dari satu loka ke loka lainnya. Ketika zaman masih sangat sederhana dengan kehidupan nan sederhana juga, orang hanya membutuhkan makanan nan lezat tanpa memikirkan loka makan nan nyaman. Kini seiring dengan pergeseran budaya dan kehidupan manusia, orang telah berpikir buat makan dalam keadaan nan nyaman walaupun dengan kenyamanan itu ia harus membayar lebih. Kenyamanan memang ada harganya nan terkadang biaya kenyamanan itu jauh lebih mahal dari harga makanan nan disantap.

Lain kalau satu kota nan terkenal dengan makanannya nan lezat. Orang tidak melihat tempatnya tetapi tetap saja melihat apakah makanannya lezat atau tidak. Misalnya, di daerah Palembang dan sekitarnya. Keadaan restoran nan menjual makanan khas Palembang itu terkadang tak nyaman sama sekali. Kursi nan berdekatan dengan hiruk-pikuk penyaji dan para pengunjung lainnya, belum lagi keadaan lantainya nan juga tak mengkilap, namun, restoran tersebut tetap saja ramai dikunjungi orang. Bahkan bukan orang sembarangan nan makan di situ. Melihat gambar nan tergantung di dinding restoran, terlihatlah bahwa sudah banyak pesohor negeri dan para pejabat nan makan di restoran itu. Inilah salah satu kenyataan tentang restoran nan mungkin tak akan ditemui di daerah lain apalagi di negara lain.

Berbagai Klaim

Restoran sebagai loka dimana pengunjung duduk di sebuah kursi individu dan meja tersendiri buat menyantap makanan setidaknya telah muncul sejak abad 18 di Eropa. Meskipun demikian, tampaknya belum ada suatu kesepakatan niscaya sejak kapan sejarah restaurant atau restoran berawal. Bahkan sejumlah negara mengklaim sebagai awal munculnya konsep restoran modern seperti dikenal sekarang ini.

Apapun nan menjadi awal dari keberadaan restoran ini, nan niscaya ialah kalau selalu makan di restoran, maka keuangan keluarga dapat terganggu. Sekali makan di restoran dapat menghabiskan uang ratusan ribu rupiah. Padahal kalau masak sendiri, uang ratusan ribu itu dapat digunakan selama beberapa hari. Namun, kehidupan modern tampaknya memaksa orang buat makan di restoran. Hal ini terutama dialami oleh para pekerja dan para pekerja nan bertanggung jawab memberikan layanan lebih kepada konsumen.

Makan dianggap sebagai salah satu wahana buat membuat lobi nan paling jitu. Keputusan satu kesepakatan dapat dilakukan di restoran. Pentingnya restoran ini juga menjadikan banyak orang bergerak dibidang satu ini. Berbagai konsep diterapkan buat menarik kedatangan para pengunjung. Memang gampang-gampang susah dapat aakn berbisnis di sektor ini. Sekali telah dikenal, maka satu restoran itu akan menjadi legenda. Kalau telah menjadi satu legenda, maka pelanggan akan datang dengan sendirinya tanpa harus dipromosikan dengan sangat gencar.

Sebut saja, satu restoran martabak HAR nan menyajikan martabak khas dari India. Makanan khas dari Palembang ini telah menjadi menu favorit banyak orang sehingga kemunculan restoran satu ini di mana-mana di seluruh penjuru kota pempek itu, tak mengurangi pendapatan dari restoran itu sendiri. Begitu juga dengan makanan khas Palembang lainnya, seperti pempek dan mie celor. Banyak sekali restoran nan menawarkan menu nan sama. Ternyata masing-masing restoran itu tetap saja menarik dikunjungi.



Istilah Restoran

Selanjutnya, dari manakah asal kata ‘restaurant’ itu? Istilah restoran atau restaurant berasal dari kata dalam Bahasa Perancis restaurer nan berarti buat memulihkan atau mengembalikan. Mungkin maksudnya, memulihkan atau mengembalikan tenaga setelah beristirahat dari perjalanan dengan menyantap makanan nan disajikan. Istilah ini cepat sekali menyebar ke seluruh penjuru global sebab ternyata permintaan dari para peminat nan akan makan di luar rumah cukup banyak. Tidak mengherankan kalau bisnis masakan satu ini menjadi salah satu bisnis nan berkembang sangat pesat.

Seolah masing-masing para pebisnis itu terus saja memberikan menu nan sangat majemuk sehingga membuat semakin banyak orang nan ingin berkunjung ke sana. Makan di luar rumah itu terkadang menjadi salah satu hal nan sangat menyenangkan. Sebagai satu selingan. Inilah juga nan membuat keberadaan restoran semakin menjamur. Dalam konsep restoran ini, biasanya terdapat sejumlah layanan nan diberikan, seperti koki sebagai juru masak, kursi dan meja tersendiri sebagai loka buat menyantap makanan, pelayan, serta daftar menu.

Menurut catatan Guiness Book of The Record, Sobrino de Botin, sebuah restoran di Madrid, Spanyol tercatat merupakan restoran tertua di global sebab telah berdiri sejak tahun 1725. Di Lisbon, Portogal, sebuah restoran bernama Tavares juga mengklaim telah berdiri dan dibuka sejak tahun 1784 dan mengaku sebagai restoran tertua kedua di dunia. Begitu juga Zum Franziskaner nan terdapat di Stockholm, Swedia mengklaim sebagai restoran nan berdiri dan beroperasi sejak tahun 1421.

Boleh saja masing-masing negara mengklaim bahwa restoran tertua ada di negara mereka. Tetapi, apakah pengunjung restoran peduli dengan semua itu? Yang mereka pedulikan ialah rasa makanan dan harganya. Setelah itu kenyamanan dan konsep uniknya. Bahkan ada restoran dalam kegelapan. Semua pengunjung harus makan dalam kegelapan seolah mereka menikmati menjadi orang buta buat sementara. Cukup seru dan unik juga. Nyatanya bahwa kalau makanan tak terlalu enak, maka pengunjung juga akan berhenti datang.

Ada juga restoran dengan loka diduduk dari toilet atau loka tidur. Masing-masing konsep loka makan atau restoran itu akan membuat orang tertarik mengunjunginya dan mencoba menunya. Nama menu nan aneh dan terkesan ajaib juga menjadi salah satu alasan orang buat mendatangi restoran itu. Intinya apapun konsep dan tampilan restoran dan seberapa lamanya sebuah restoran itu berdiri, kalau makanannya tak menimbulkan selera dan tak berkesan, maka pengunjung pun akan sepi. Pelayanan kadang menjadi sesuatu nan nomor dua kalau makanannya sangat lezat.

Restoran Perancis

Dari sejumlah catatan tentang sejarah restaurant juga ditemukan adanya bukti bahwa Raja Henry III dari Perancis pernah melakukan makan di sebuah restoran bernama Tour d’Argent di Paris pada tahun 1582. Di negara nan dikenal dengan cita rasa masakannya ini juga ditemukan adanya restoran nan memiliki menu special berupa kuliner sup nan cukup dikenal bernama Boulanger nan diketahui pernah berdiri pada tahun 1765.

Namun konsep restoran modern dalam bentuk nan baku seperti dikenal saat ini mulai muncul sekitar tahun 1782 ialah Grand Taverne de Londres, sebuah restoran di Paris nan didirikan oleh Antoine Beauvilliers. Bahkan Beauvilliers menuliskan dan membukukan perjalanan berhasil restorannya dalam sebuah buku nan kemudian menjadi sangat terkenal L’Art du cuisinier nan terbit tahun 1814.

Meskipun demikian, sejarah restaurant dalam konsep nan lebih sederhana sebagai bisnis kuliner ternyata telah dijalankan dan dipraktekkan masyarakat di Kaifeng China pada abad 11. Saat itu, bisnis restoran ini dijalankan dalam bentuk katering makanan nan dibuat berdasarkan pesanan dan dikirimkan buat melayani para pedagang.

Inilah sejarah makan di luar rumah nan cukup menarik buat diketahui. Bukan sebab ingin membandingkan rasa makanan saja tetapi keunikan itu sendiri menjadi salah satu hal nan menarik buat diketahui. Restoran nan latif dan menarik di sepanjang jalur kapal atau restoran nan ada di atas air juga akan menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi kalau ada embel-embel orang-orang terkenal eksklusif nan pernah makan di situ.