Prinsip Perkembangan Anak

Prinsip Perkembangan Anak



Superhero

Belakangan, jenis permainan nan tersedia dan dijual di berbagai toko mainan anak-anak sangat banyak jumlahnya dan majemuk pula jenisnya. Ada nan terbuat dari plastik, bahan fiber, maupun kayu. Begitu juga dengan bahan pelapisnya, ada nan dari cat, cetakan, jenis melamin, ataupun tanpa pelapis. Dari berbagai jenis permainan nan ada, permainan protesis China tampak mendominasi.

Anak laki-laki umumnya menyukai jenis permainan nan lebih bersifat maskulin. Seperti permainan robot, mobil-mobilan, senapan, maupun jenis permainan nan memperlihatkan sifat kekuatan, kecepatan, maupun supremasi. Apalagi buat robot-robot atau permainan nan jenisnya sama atau serupa dengan tokoh-tokoh nan terdapat dalam film kartun di televisi nan digemarinya.

Untuk jenis robot, umumnya anak laki-laki menyukai tokoh-tokoh superhero seperti Power Ranger, Superman, Spiderman, Batman, Transformer, dan sejenisnya. Robot-robot jenis ini umumnya disukai sebab kepahlawanannya. Anak-anak pun sering menirukan gaya tokoh-tokohnya itu saat beraksi dalam konduite anak. Coba bandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya seperti Spongebob atau Ipin dan Upin nan cenderung kurang disukai anak laki-laki.



Perkembangan

Perkembangan ialah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh nan lebih kompleks dalam pola nan teratur dan bisa diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Hal ini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ nan berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing bisa memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil hubungan dengan lingkungannya.

Perkembangan anak krusial dijadikan perhatian spesifik bagi orang tua dan guru. Sebab, proses tumbuh bunga anak akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa mendatang. Jika perkembangan anak luput dari perhatian orang tua (tanpa arahan dan hegemoni orang tua dan lingkungan), maka anak akan tumbuh seadanya sinkron dengan kemampuan nan dimiliki anak.

Secara umum, perkembangan masa anak-anak bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu masa balita, pra sekolah, dan masa sekolah. Masa balita ditandai dengan perkembangan motorik nan cepat. Dari telentang, kemudian anak belajar telungkap, merangkak, dan berjalan. Sejumlah gerakan fisik lainnya pun mengalami perkembangan seperti menggenggam, mengunyah, serta merespon lingkungan sekitarnya.

Pada masa pra sekolah, perkembangan anak ditandai dengan gerakan fisik nan makin koordinatif. Gerakan tangan dan kaki tampak lebih ekspresif. Begitu juga dengan responnya terhadap berbagai stimulan nan ada di sekitarnya, diperlihatkannya secara lebih komprehensif. Seperti ketika marah, bukan saja tangisan nan terdengar namun juga mimik paras anak terlihat geram, dan kadang disertai dengan memukul atau melempar sesuatu. Emosi anak pun makin berkembang.

Sedangkan masa sekolah anak ditandai dengan perkembangan intelektualitas dan daya khayalan dan fantasinya nan makin berkembang. Perkembangan ini juga dibarengi dengan gerakan fisik nan lebih menyatu. Sehingga tidak sporadis anak membayangkan sesuatu sambil menggerakkan anggota badannya.



Prinsip Perkembangan Anak
  1. Anak akan belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasa kondusif dan nyaman dalam lingkungannya.
  2. Anak belajar terus menerus dimulai dari membangun pemahaman tentang sesuatu, mengekplorasi lingkungan, menemukan kembali tentang sesuatu konsep, hingga membuat sesuatu nan berharga.
  3. Anak belajar melalui interasi sosial, dengan orang dewasa maupun teman sebaya.
  4. Minat ketekunan anak akan memotivasi belajar anak.
  5. Perkembangan dan gaya belajar anak akan dipertimbangkan sebagai disparitas individu.
  6. Anak belajar dari nan sederhana sampai nan komplek, dari nan nyata ke abstrak, dari nan berupa gerakan ke bahasa verbal, dari diri sendiri ke hubungan verbal.


Permainan Bagi Anak

Permainan secara garis besar dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu permainan rekreatif dan permainan edukatif. Permainan rekreatif ialah permainan nan bersifat menyenangkan dan menumbuhkan khayalan nan tinggi dan biasanya dibuat dengan teknologi nan tinggi pula, contohnya mobil-mobilan, robot-robotan, dll. Sedangkan permainan edukatif ialah permainan nan menyenangkan dirancang buat tujuan latihan tertentu, atau sebagai wahana buat melatih kemampuan anak.



Prinsip dalam Memberikan Permainan
  1. Berorientasi kepada kebutuhan anak. Kegiatan permainan harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan secara individual.
  2. Dengan bermain bisa merangsang anak buat melakukan ekplorasi dengan lingkungannya.
  3. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi. Kreativitas dan penemuan tercermin melalui kegiatan nan membuat anak tertarik, fokus, serius dan konsentrasi.
  4. Menyediakan lingkungan sehingga anak bahagia dan aman.
  5. Mengembangkan kecakapan nan diarahkan buat mandiri, disiplin, mampu bersosialisasi, dan mempunyai keterampilan nan berguna buat kehidupan kelak.
  6. Menggunakan alat dan sumber nan sinkron kebutuha.
  7. Diulang-ulang secara bertahap mengacu kepada prinsip-prinsip perkembangan.
  8. Rangsangan pendidikan bersifat menyeluruh dan mencakup semua aspek perkembangan (kognitif, efektif, dan psikomotor)

Dengan memahami perkembangan dan tumbuh bunga anak ini, orang tua perlu selektif dalam memilihkan jenis permainan nan sesuai. Begitu juga dalam memilih permainan robot , orang tua tidak cukup hanya asal pilih. Untuk anak pra sekolah mungkin cocok diberikan robot nan berbentuk utuh.

Namun buat anak sekolah, sebaiknya pilih robot nan dapat dibongkar pasang. Selain buat mengenalkan detail bagian robot, anak juga bisa dirangsang buat membangun keutuhan dan diperkenalkan permainan edukatif nan tentu disukainya.



Rumah Robot di Indonesia: Wahana Edukasi Anak

Jakarta kini memiliki sarana bermain dan belajar robotika terbesar di Asia Tenggara. Rumah robot ini merupakan sebuah pusat rekreasi pendidikan (edutainment) nan letaknya di lantai dua pusat belanja Thamrin City, Jakarta Pusat.

Setelah membeli tiket masuk seharga Rp 150 ribu dan mendapatkan kartu pass, pengunjung dapat mendekati robot merah raksasa setinggi kurang lebih 2 meter nan dapat melambaikan tangan dan memberi hormat sambil menengok ke arah pengunjung nan masuk.



Membuat Robot Sendiri

Di dalam rumah robot nan bernama World Robotic Explorer (WRE) ini, setiap tamu dan rombongan akan dipandu oleh guide mengelilingi ruangan seluas 2.800 meter persegi nan dibagi-bagi menjadi beberapa area, movie room, creativity room, workshop room, laboratorium, e-library, trial room, gallery, dan robo shop.

Di dalam movie room pengunjung dapat menyaksikan film-film animasi hasil karya anak Indonesia. Usai menyaksikan film, guide akan mengajak pengunjung menuju area tengah bernama gallery room.

Di sini kita bisa berinteraksi dengan robot-robot supercanggih. Ada robot anjing dan dinosaurus nan dapat berperilaku seperti hewan aslinya, ada robot bioloid nan dapat nge-dance, dan nan paling mengagumkan ada robot bernama Nao nan dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia.

Jika berminat memelihara robot di rumah, belilah satu di robo shop. Selain itu, ada juga barang-barang robotika buat dirakit menjadi robot di rumah.

Creativity room diperuntukkan anak usia 3-7 tahun, sedangkan ruang workshop diperuntukkan anak 7-12 tahun. Kalangan dewasa dapat mencoba membuat robot di laboratorium produksi atau desain, dan mencoba hasilnya di ruang percobaan (trial room). Literatur mengenai ilmu dasar robotika terdapat di e-library nan koleksinya terdiri atas hard book dan soft book.