Kecanduan - Imbas Negatif dari Jejaring Sosial

Kecanduan - Imbas Negatif dari Jejaring Sosial

Sejak maraknya tren jejaring sosial melalui internet, setiap orang kecanduan buat mengakses informasi di beberapa alamat situs jejaring sosial nan mereka gunakan. Pamor si jejaring sosial seperti facebook, twitter dan yahoo messanger memang tengah naik daun dan seperti pop culture nan mendunia. Tren ini seperti endemi nan mebuat penggunanya menjadi kecanduan dengan jaringan sosial.

Jika sehari saja tak membuka akun pribadi mereka di jejaring sosial, seperti ada nan kurang dalam hayati mereka. Yah, kira-kira seperti sayur kurang garam, terasa ada nan hambar. Hebatnya lagi, endemi kecanduan ini dapat menyerang siapa saja. Mau itu anak-anak atau orang dewasa sekalipun tetap tak ketinggalan dengan endemi candu nan seperti ini.

Seakan-akan tak ingin ketinggalan zaman atau merasa kurang pergaulan, mereka terus saja berkutat dengan situs jaringan sosial nan mereka miliki. Tidak kenal waktu dan tak kenal loka sebab memang jejaring sosial ini dapat diakses kapan dan dimana saja. Ini terjadi sebab kecanduan itu merupakan sikap ketergantungan luar biasa terhadap sesuatu benda atau Norma tertentu.

Itu sebabnya jika benda eksklusif atau Norma eksklusif itu hilang atau berakhir, seorang menjadi merasa kehilangan nan luar biasa dan berpengaruh jelek terhadap kondisi fisik dan psikisnya. Kecanduan terhadap jejaring sosial memang bukan penyakit nan terdapat global medis. Itu sebabnya belum seorang pun pakar kesehatan atau pakar obat-obatan seperti paramedis nan menemukan obat penangkal buat mengurangi rasa candu terhadap jejaring sosial di internet.

Bahkan, buat nan masih memiliki Norma berobat ke paranormal, dukun, tabib, atau apalah nama lainnya pun tak kuasa buat menghentikan candu ini jika sudah menimpa diri seseorang.



Kenyamanan dan Kecanduan

Sesuatu nan menimbulkan rasa nyaman niscaya akan menimbulkan rasa ketergantungan. Rasa takut kehilangan dan ras ingin terus-terusan berada pada kondisi ternyaman. Kenyaman memang suatu kondisi nan diinginkan siapa saja. Rasa keinginan buat selalu pada kondisi nyaman nan terkadang membuat orang menjadi candu terhadap kondisi seperti ini.

Jika kenyamanan dikaitkan dengan keberadaan jejaring sosial di global maya maka jawabannya ialah jejaring sosial hampir selalu member kenyamanan bagi penggunanya. Yah, di situs-situs jejering sosial siapa saja dapat dengan mudah bercengkerama melalui global maya, biasa menuangkan uneg-uneg, berbagi kegembiraan, menyampaikan rasa simpati, meng- upload foto, bernarsis-narsis terhadap sendiri hingga menaruh perhatian berlebih pun kepada seseorang dapat dilakukan di jejaring sosial.

Meskipun sifatnya hanya bait kalimat-kalimat dalam bentuk status atau komentar atas status nan dibuat, namun efeknya dapat memengaruhi psikologi seseorang. Memengaruhi pikiran dan perasaannya inilah nan menjadikan seseorang menjadi kecanduan.

Kemudahan dalam berkomunikasi melalui banyak situs-situs jejaring sosial nan disajikan di global maya ternyata mampu memanjakan penggunanya. Berkomunikasi dengan sahabat atau justru mencari sahabat-sahaabat baru tentu akan membuat siapa saja bahagia dan inilah biang dari rasa candu jika pengguannya tak bijak dalam pemanfaatan situs-situs jejaring sosial.



Obat Kecanduan Jejaring Sosial Paling Mujarab

Tadi sudah dibahas sekilas bahwa "penyakit" kecanduan jejaring sosial ini bukan penyakit nan berasal dari global medis. Hingga detik ini belum ada satu obat-obatan pun nan di jual di toko obat atau apotik nan dapat mengurangi rasa candu ini. Silakan saja Anda mencarinya, toh niscaya tak akan menemukannya.

Tapi, sebenarnya apapun nan terjadi di global ini nan menimpa manusia niscaya akan nada jalan keluarnya. Mungkin sifatnya bukan berupa obat-obatan nan siap dikonsumsi jika sewaktu-waktu merasakan ada rasa ketergantungan luar biasa terhadap jejaring sosial ini. Obat penangkal pengurang rasa candu ini sebenarnya hanyalah diri Anda sendiri sebagai pengguna nan menghabiskan banyak waktu di global maya.

Ketergantungan akan jejaring sosial itu sendiri sebenarnya berada di bawah kendali Anda sendiri. Anda nan memberi perintah terhadap tubuh Anda buat selalu terus-terusan menghabiskan banyak waktu di depan media jejaring sosial.

Disadari atau tak intesitas nan terlalu sering buat berselancar di jejaring sosial membuat pikiran Anda menjadi terfokus hanya pada kegiatan itu. Anda nan mewajibkan diri buat melakukan kegiatan tersebut. Padahal, tak ada keharusan dari perintah atau peraturan manapun nan mengharuskan Anda buat tetap betah berlama di global jejaring sosial sepanjang waktu.

Hampir semua orang sependapat bahwa mengakses jejaring sosial ialah salah stau kegiatan nan memang menyenangkan di samping kegiatan-kegiatan menyenangkan lainnya. Kalaupun ada nan berpendapat bahwa jejaring sosial melalui internet bukanlah hal nan menyenangkan, sudah dapat dipastikan bahwa jumlah dari pendapat tersebut ialah jumlah nan jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah orang-orang nan menyukai global jejaring sosial ini.

Makanya, ia dapat menjadi sebuah endemi ketika banyak orang nan terjangkit dengan Norma mengakses jejaring sosial dan bahkan hingga level “kecanduan”.Nah, bagaimana dapat sebuah obat diracik dengan bahan-bahan eksklusif buat menjadi obat bagi pengguna nan cenderung candu terhadap jejaring sosial ini jika sebenarnya memang tak ada zat atau racun nan mengontaminasi tubuh seseorang hanya sebab jejaring sosial.

Ini hanya menyangkut Norma buruk. Kebiasaan nan pada awalnya ialah Norma nan baik jika dilakukan dengan pencerahan waktu namun berubah jelek jika orang nan melakukkannya tak ingat waktu dan mengacaukan kegiatan lainnya hanya sebab terpaku pada kegiatan berbagi cerita di jejaring sosial sepanjang waktu.

Obat mujarabnya tentu niat dan tekad Anda buat memperbaiki keadaan dan Norma Anda sendiri terhadap jejaring sosial itu sendiri. Rasa candu terhadap jejaring sosial di internet berangsur-angsur akan menghilang seiring Anda memperbaiki jadwal hayati Anda buat kegiatan nan satu ini.

Niat dan tekad nan kuat buat lebih kenal waktu dan loka dalam mengakses situs-situs jejaring sosial akan membantu Anda terlepas dari permasalahan kecanduan nan kini tengah menimpa Anda.



Kecanduan - Imbas Negatif dari Jejaring Sosial

Jejaring sosial memang tak selalu memberi akibat negatif. Sisi positif pun dapat didapat dari jejaring sosial seperti menambah teman, menjalin ikatan silahturahmi, menambah pengetahuan nan ter- up to date, dan berbagai pengaruh positif lainnya.

Namun, jika sifatnya menjadi kecanduan tentu nan dibahas di loka ini ialah imbas negatifnya. Maka imbas negatifnya adalah:

  1. Pemborosan waktu

    Berlama-lama di depan komputer atau gadget lainnya hanya buat terhubung dengan jejaring sosial tentu merupakan pekerjaan nan membuang waktu percuma. Banyak hal nan jauh lebih bermanfaat buat Anda kerjakan dibandingkan sekedar “ngalor-ngidul” di jejaring sosial internet. Pemborosan waktu tentu mempersempit peluang Anda buat melakukan kegiatan nan lebih produktif lagi.

  2. Kosentrasi terganggu

    Menjelajah global maya dan jejaring sosial akan mengurangi kosentrasi ketika hal tersebut dilakukan bersamaan dengan aktivitas pekerjaan. Pikiran akan menjadi bercabang dan biasanya lebih cendrung buat memilih meneruskan kegiatan berselancar di jejaring sosial ketimbang meneruskan pekerjaan atau menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik.

  3. Menjadikan Apatis

    Kecanduan terhadap jejaring sosial akan membuat Anda apatis atau tak peduli terhadap sesuatu nan terjadi di global konkret Anda. Anda sibuk beramah tamah dengan kenalan Anda di jejaring sosial, sementara di global konkret Anda tak benar-benar tau atau peduli terhadap teman-teman di sekeliling Anda.

    Waktu Anda nan sibuk dihabiskan dengan chating atau lain sebagainya di jejaring sosial malah akan menyita perhatian Anda sepenuhnya disana.

  4. Memperbanyak budget pengeluaran. Terlalu sering menggunakan jejaring sosial tentu akan membuat kantong terkuras sebab harus melakukan pembayaran biaya internet. Kecanduan akan membuat Anda tak memedulikan hal ini.

    Bisa-bisa Anda justru akan memangkas biaya lain nan sebenarnya lebih berguna daripada sekedar biaya internet buat mengakses jejaring sosial.

  5. Kondisi kesehatan terganggu. Kecanduan bukanlah hal nan positif. Kecanduan bagian dari sifat hiperbola dan akan mempengaruhi pikiran dan perasaan. Orang-orang nan tengah kecanduan dengan jejaring sosial tanpa disadarinya akan mengabaikan kondisi kesehatannya.

    Tak sporadis mereka bergadang setiap malam, lupa makan,lupa berolah raga dan bahkan lupa beribadah. Tentu saja jika rasa kecanduan seperti ini tak diatasi ia akan merusak kondisi kesehatan lahir batin seseorang.