Fenomena Acara Kuis di Televisi

Fenomena Acara Kuis di Televisi

Kuis ialah bentuk permainan nan melatih kemampuan otak para pesertanya baik individual ataupun berkelompok. Mereka berusaha menjawab pertanyaan nan diberikan dengan tepat. Ada juga nan menganggap mengikuti kuis sama dengan berolahraga, olahraga bagi otak.

Kuis diperlukan buat aspek pendidikan manusia. Dengan kuis, mereka secara tak langsung dapat menilai perkembangan diri dari pengetahuan, kemampuan ataupun keahlian. Biasanya setiap kuis memberikan skor nilai buat kemudian menentukan pemenangnya dari beberapa peserta nan ikut. Pemenang kuis biasanya peserta nan memiliki skor tertinggi.



Kuis Kepribadian

Kuis nan satu ini ialah jenis kuis nan terdiri dari beberapa seri. Pertanyaan pilihan berganda mengenai peserta tanpa harus menjawab sahih atau salah. Jika dibandingkan, kuis kepribadian ini hampir mirip dengan tes psikologi. Peserta nan mengikuti kuis ini menjawab pertanyaan sinkron kunci nan diberikan dan hasilnya akan dilihat buat membuka kualitas individu peserta. Jenis kuis ini dipopulerkan oleh sebuah majalah wanita terkenal yaitu Cosmopolitan.

Ada juga kuis nan dapat diikuti di internet. Pada kuis ini, peserta dapat membukanya sendiri dan mengikuti kuisnya lalu mengirimkan jawabannya melalui email. Biasanya kuis nan ada di internet termasuk jenis kuis nan ringan. Hasilnya tak mencerminkan kepribadian seseorang ataupun interaksi pribadi seseorang.

Jadi mau ikut kuis nan bagaimana, itu terserah kita. Disesuaikan dengan minat dan ketertarikan masing-masing. Mengikuti kuis sama saja dengan melatih kemampuan otak. Dapat dilakukan saat senggang atau sedang dilanda kebosanan. Kuis merupakan satu cara buat menjernihkan pikiran atau sekadar bersenang-senang, namun perlu diingat, jika mengikuti kuis dengan niat having fun saja maka ikutilah kuis nan ringan dan membuat diri kita senang.



Kuis Pertama di Indonesia

Tahukah Anda kuis apakah nan pertama kali ditayangkan di televisi Indonesia? Jawabnya ialah Silent Quiz nan diprakarsai oleh Ani Sumadi. Ani Sumadi memang dikenal sebagai Ratu Kuis di Indonesia. Kuis pertama ini juga merupakan kuis kreasi pertama Ani nan kemudian dibawakan oleh Ratmi B 29 (almarhum).

Lalu, apakah kuis pertama di dunia? Kuis pertama di global nan tercatat dalam buku Great Moments of Television nan ditulis Thomas G. Aylesworth terbitan 1987 ialah What's My Line. Kuis ini pertama kali tayang di TV Amerika pada 16 Februari 1950. Acara ini sempat tayang di Amerika selama 18 tahun. Bahkan formatnya diimpor ke banyak negara.

Acara kuis ini menampilkan kontestan atau "mystery guest". Biasanya, mystery guest ini punya pekerjaan taklazim nan kemudian ditanyai oleh panelis dan hanya boleh dijawab "ya" dan "tidak".

Setiap jawaban salah atau "tidak" akan membuat kontestan mendapatkan uang senilai 5 dolar. Jika setelah 10 pertanyaan panelis masih belum menebak apa profesi si mystery guest maka ia membawa pulang uang 50 dolar. Acara kuis ini jadi sangat digemari sebab para panelis terdiri dari orang-orang terkenal maupun para intelektual di zamannya.



Fenomena Acara Kuis di Televisi

Kini, perkembangan kuis semakin majemuk dan marak. Kuis SMS melalui televisi salah satunya. Pro dan kontra juga mewarnai kuis SMS ini. Tak terkecuali datang dari ketua MUI Samarinda, Kalimantan Timur, KH. Zaini Naim.KH Zaini Naim mendesak supaya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan tayangan kuis berhadiah agar tidak semakin banyak korban berjatuhan. "Kuis berhadiah itu merupakan bentuk perjudian sehingga seharusnya tak ditayangkan di televisi," katanya di Samarinda.

Ia mengatakan penayangan alternatif penanyangan kuis pada tengah malam juga bukan sebagai solusi. "Kami sebatas memberikan nasihat namun nan berkepentingan menghentikan dan menindak penayangan kuis berhadiah tersebut ialah KPI," kata Zaini. Ada baiknya jika KPI bersikap tanggap dan segera melakukan reaksi nan diperlukan pada stasiun televisi nan bermasalah dengan program buruk.

"Diminta ataupun tidak, jika sebuah tayangan nan dinilai bisa merusak moral, KPI seharusnya langsung bertindak. Teguran dan hukuman minimal diberikan pada stasiun teve nan membandel. Jika tetap melanggar maka hukuman keras harus diterapkan." Aneka kuis nan tayang di stasiun televisi menurut beliau tak memberikan akibat nan positif bagi perkembangan masyarakat namun justru lebih banyak memberi imbas buruk.

"Apalagi pembawa acara kuis tersebut berpakaian seronok sehingga hal itu tak mencerminkan budaya bangsa tetapi justru merusak moral. Dua aspek nan mendasari penayangan kuis berhadiah tersebut harus dihentikan. Yaitu adanya unsur judi dan pornoaksi," kata Zaini lebih lanjut.

Selain tayangan kuis berhadiah, Zaini juga mengungkapkan fakta menarik. Menurutnya banyak siaran televisi mengabaikan kebiasaan agama. "Mestinya, tayangan televisi menjadi media nan bisa mencerdaskan dan memperbaiki moral generasi muda. Namun dewasa ini aku justru melihat masih banyak tayangan televisi seperti sinetron dan film nan menayangkan prilaku kekerasan dan pornoaksi. Apakah terus dibiarkan seperti ini? Keadaan ini tentunya akan sangat berbahaya bagi moral generasi muda," Zaini Naim.

Beliau juga mengimbau pada para orangtua buat selalu menjaga anaknya dari pengaruh negatif tayangan televisi. Termasuk kuis SMS ini. Selain penayangan televisi, Zaini Naim juga menyayangkan banyaknya kegiatan nan digelar di tengah masyarakat maupun pemerintah mengarah perjudian. "Gerak jalan santai nan memungut biaya dari peserta kemudian menjanjikan hadiah, itu masuk dalam praktik perjudian. Jadi, diperlukan peran ulama buat menyampaikan pemahaman kepada masyarakat maupun pemerintah buat menghindari kegiatan nan mengarah judi," katanya.

Setuju atau tidak, diperlukan pencerahan nan tinggi buat menimbang apakah kita ikut terpedaya atau tak terhadap kuis-kuis tersebut. Biasanya kuis-kuis tersebut hanya sebagai kedok penguras pulsa pelanggan. Masyarakat Indonesia nan cenderung tak berpikir panjang dan dengan kesulitan ekonomi belakangan ini, menjadi target empuk penyelanggara kuis . Iming-iming hadiah majemuk gadget keren juga menjadi salah satu alasan.

Siapa nan tidak ingin mempunyai salah satu gadget keren tanpa biaya? Benarkah tanpa biaya? Tunggu dulu! Tanpa sadar, biaya SMS nan langsung diambil dari saldo kita lama-lama akan berkurang. Selalu ada kesempatan kedua membuat peserta kuis semakin gelap mata. Ia akan mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya dengan asa memenangkan hadiah. Tanpa sadar ia telah kecanduan kuis.

Sayangnya, ini belum disadari sahih oleh peserta kuis. Kebanyakan peserta kuis SMS ini ialah kalangan kelas ekomoni menengah ke bawah. Penyelenggara kuis rupanya benar-benar memanfaatkan keadaan ini. Satu ketika, salah satu surat kabar terkenal di Bandung mengangkat sebuah kisah tentang seorang anak SMP nan kecanduan kuis tersebut. Berharap mendapat motor agar takketinggalan pergaulan di kalangan teman-temannya, ia pun memberanikan diri mengikuti kuis tersebut.

Beberapa kali menyoba mengirimkan SMS sebagai syarat mengikuti kuis, ia pun tidak pernah menang kuis. Karena kehabisan pulsa dan tidak ada uang membelinya, ia pun nekat mencuri uang orang tuanya. Karena aksinya tidak pernah ketahuan, hal ini berlangsung beberapa waktu. Dari mengambil uang orang tua tanpa ijin, bocah ini juga berani menggunakan uang SPP dan mengambil uang teman-temannya.

Malang bagi si bocah, ia ketahuan teman sekolahnya dan dihajar habis-habisan. Guru dan orang tua semakin kaget alasan sang bocah melakukan aksi nekatnya, hanya sebab kecanduan acara kuis SMS di TV. Jadi, sebelum Anda memutuskan buat mengikuti salah satu kuis SMS di TV, ada baiknya Anda berpikir ulang berkali-kali agar takkejeblos!