Dasar-Dasar Penulisan Proposal Penelitian Skripsi

Dasar-Dasar Penulisan Proposal Penelitian Skripsi

Proposal penelitian skripsi merupakan karya tulis berisi usulan/rancangan desain penelitian nan akan dilakukan seorang mahasiswa terkait materi penelitian eksklusif nan kelak hasilnya akan dilaporkan dalam bentuk skripsi.

Skripsi sendiri merupakan bentuk karya tulis ilmiah berisi laporan hasil penelitian nan harus dibuat oleh seorang mahasiswa taraf akhir pendidikan Tingkatan Satu (S1) sebagai syarat buat mendapatkan gelar kesarjanaan. Melalui penulisan skripsi seorang mahasiswa dituntut buat mampu memadukan pengetahuan dan keterampilan; mampu melakukan analisis, menjelaskan keberadaan suatu masalah nan berhubungan dengan bidang keilmuannya sehingga memberikan suatu solusi.

Perlu diketahui bahwa istilah skripsi hanya digunakan di Indonesia. Di beberapa negara lain, karya tulis akhir bagi mahasiswa pendidikan Tingkatan Satu ( undergraduate ) dinamakan tesis. Jika saat ini Anda sedang menempuh pendidikan S1, mulailah menyadari bahwa kelak harus menulis skripsi di akhir pendidikan.

Salah satu termin nan harus dilewati ialah menulis proposal penelitian. Jadi, ada baiknya mengenal seluk-beluk penulisan proposal penelitian skripsi sejak dini! Dengan demikian, Anda tak akan merasa canggung bila tiba masanya harus menulis proposal penelitian.



Peran Krusial Proposal Penelitian Skripsi

Untuk memahami hakikat pentingnya proposal penelitian skripsi, mari kita kembali ke awal tulisan nan menyebutkan definisi skripsi! Dalam definisi skripsi jelas dinyatakan bahwa skripsi bukan sekadar karya tulis biasa, melainkan “karya tulis berisi laporan hasil penelitian”. Dengan kata lain skripsi tak dapat ditulis tanpa melalui sebuah penelitian.

Harus Anda ketahui bahwa sebuah penelitian tak bisa dilakukan tanpa membuat usulan/rancangan desain penelitian (proposal penelitian skripsi). Penelitian juga tak bisa dilaksanakan sebelum proposal penelitian tersebut mendapat pengesahan. Nah sudah semakin paham, bukan?

Dalam hal ini, tak ada skripsi nan bisa ditulis tanpa penelitian dan tak ada penelitian nan bisa dilakukan tanpa proposal penelitian. Dengan demikian, jelaslah betapa sebuah proposal penelitian memiliki kedudukan serta peran nan sangat krusial dalam proses penulisan skripsi.

Seandainya dibuat suatu perumpamaan maka proposal penelitian skripsi merupakan pintu gerbang primer nan harus dilewati oleh seorang mahasiswa taraf akhir pendidikan Tingkatan satu, jika ia berniat menulis skripsi buat mendapat gelar Sarjana. Lalu, dengan peran proposal penelitian nan sepenting itu, adakah ketentuan dan baku nan harus diikuti jika seorang mahasiswa hendak menulisnya?

Setiap Perguruan Tinggi memiliki ketentuan dan baku berbeda buat penulisan proposal penelitian skripsi, aplikasi penelitian, dan juga penulisan skripsi. Secara umum, semuanya memiliki kecenderungan dalam kerangka/pola pikir penelitian ilmiah. Sehubungan dengan proses bimbingan dan pengujian skripsi, biasanya pihak perguruan tinggi akan membentuk tim pembimbing dan penguji di tiap-tiap program studi.

Tim tersebut tentu juga bertanggung jawab memeriksa dan mengesahkan proposal penelitian skripsi. Setiap mahasiswa biasanya akan dibimbing oleh dua hingga tiga orang dosen pembimbing dari program studi bersangkutan. Mereka akan dibimbing sejak pemilihan judul, penulisan dan pengajuan proposal, penelitian hingga penulisan skripsi.

Setelah melalui proses bimbingan dan skripsinya telah dinyatakan layak, maka mahasiswa tersebut akan diuji oleh tim penguji dalam sebuah sidang tertutup.



Dasar-Dasar Penulisan Proposal Penelitian Skripsi

Proposal (bahasa Inggris: propose), memiliki beberapa arti, di antaranya mengusulkan atau menawarkan. Mengajukan proposal berarti menyampaikan sebuah usulan atau penawaran. Secara umum, seseorang akan menerima suatu usulan atau tawaran jika apa nan diusulkan/ditawarkan tersebut menarik. Sahih demikian, bukan? Hal itu tak jauh berbeda dengan prinsip diterima tidaknya sebuah proposal penelitian skripsi oleh dosen pembimbing/penguji.

Agar usulan penelitian bisa diterima dengan mudah, mahasiswa harus membuat sebuah proposal nan bagus dan menarik perhatian. Bagaimanakah proposal penelitian skripsi nan tergolong menarik itu? Ada banyak hal nan membuat dosen pembimbing atau pun dosen penguji merasa tertarik dengan proposal penelitian skripsi nan diajukan oleh mahasiswa.

Salah satunya ialah menyangkut judul serta topik masalah nan diangkat. Pilihan judul nan singkat dan tepat serta mencerminkan pokok permasalahan nan hendak diteliti tentu akan menggugah perhatian. Untuk itu, dalam pembuatan judul sebaiknya dipilih kata-kata nan lugas dan tak ambigu. Namun perlu diingat bahwa judul sangat erat kaitannya dengan topik/masalah nan akan diteliti.

Untuk itu, dalam pembuatan proposal penelitian lebih dari sekadar menemukan judul nan tepat, seorang calon peneliti harus mampu memilih dan mengangkat topik permasalahan nan benar-benar menarik. Masalah paling menarik umumnya ialah nan terjadi dalam masyarakat atau lingkungan sekitar dan memerlukan solusi.

Selain mengangkat masalah nan ada di lingkungan sekitar, tak sporadis materi nan dibahas merupakan teori atau hasil-hasil penelitian nan sebelumnya pernah dilakukan oleh pihak lain. Hal itu tak menjadi masalah! Apapun topiknya, sepanjang itu menarik, tentu akan memudahkan lolosnya sebuah proposal penelitian skripsi.

Selain pemilihan topik nan menarik dan pemilihan judul nan tepat, ada satu hal lagi nan tidak kalah penting, yaitu penyusunan proposal penelitian. Semenarik apapun masalah nan diangkat, tak akan berguna jika calon peneliti tak mampu mengungkapkannya dalam bentuk tulisan, yaitu dalam proposal penelitian skripsi. Setiap mahasiswa harus mampu menyampaikan idenya melalui penulisan proposal penelitian skripsi dengan menggunakan sistematika penulisan nan tepat.

Meskipun setiap perguruan tinggi memiliki ketentuan dan baku berbeda, namun hal-hal nan dituntut dari sebuah proposal penelitian umumnya tak jauh berbeda. Nah, berikut ini diberikan contoh sistematika penyusunan proposal penelitian skripsi, nan secara generik terdiri atas tiga bagian, yaitu: bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir.



Bagian Awal

Bagian awal dari proposal penelitian skripsi secara berurutan meliputi halaman judul dan halaman pengesahan. Halaman judul berisi judul penelitian, lambang universitas/institusi perguruan tinggi, bukti diri mahasiswa (nama lengkap dan nomor induk mahasiswa), dan informasi program studi dan institusi perguruan tinggi terkait (jurusan, fakultas, nama perguruan tinggi, dan nama kota lokasi perguruan tinggi), serta diakhiri dengan bulan dan tahun pengajuan proposal. Halaman ratifikasi memuat judul penelitian, bukti diri mahasiswa (nama lengkap dan nomor induk mahasiswa), serta pernyataan persetujuan/pengesahan nan nantinya akan dilengkapi dengan nama dan tanda tangan dosen pembimbing/penguji, serta dilengkapi loka dan tanggal penandatanganan.



Bagian Primer (Isi)

Secara generik bagian isi dari proposal penelitian skripsi memuat informasi berupa latar belakang, perumusan masalah, maksud dan tujuan, kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, hipotesis, metode penelitian, jadwal penelitian, dan rincian biaya penelitian. Untuk mengetahui garis besar isi dari masing-masing bagian tersebut, ikuti klarifikasi berikut ini!

  1. Latar Belakang, berisi citra rinci mengenai topik/masalah nan diangkat serta alasan mengapa topik tersebut dianggap menarik, penting, dan sangat perlu buat diteliti oleh mahasiswa dari program studi bersangkutan.
  1. Perumusan Masalah, berisi rincian masalah nan akan muncul dan akan ditemukan solusinya. Selain itu juga diuraikan kedudukan masalah tersebut dalam lingkup permasalahan nan lebih luas.
  1. Maksud dan Tujuan Penelitian, berisi klarifikasi rinci maksud dilakukannya penelitian dan dengan khusus menyebutkan tujuan nan ingin dicapai.
  1. Manfaat Penelitian, menjelaskan secara rinci kegunaan nan akan didapat jika penelitian tersebut dilakukan, baik bagi mahasiswa bersangkutan, bagi ilmu pengetahuan, serta bagi kemajuan bangsa dan negara.
  1. Tinjauan Pustaka, berisi uraian nan memberikan citra tinjauan teori-teori atau hasil penelitian terdahulu nan terkait dengan masalah nan akan diteliti ataupun variabel penelitian. Tinjauan pustaka disusun secara sistematis dan berurut sebagaimana disebut dalam daftar pustaka.
  1. Landasan Teori, berisi penjabaran teori-teori relevan (bersumber dari tinjauan pustaka) dan akan digunakan buat menjelaskan berbagai variabel penelitian serta sebagai dasar buat memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah.
  1. Hipotesis, berisi pernyataan/kesimpulan sementara sebagai jawaban atas masalah nan hendak diteliti, dan nan akan dibuktikan kebenarannya melalui penelitian.
  1. Metode Penelitian, menguraikan tentang berbagai cara nan digunakan dalam melakukan penelitian. Dalam klarifikasi itu juga diuraikan hal-hal seperti materi penelitian, alat dan cara aplikasi penelitian, variabel, dan data nan akan dipelajari dan dikumpulkan, serta analisis hasil.
  1. Jadwal Penelitian, memberikan informasi mengenai skedul (daftar rincian waktu) aplikasi penelitian. Di sini ditunjukkan tahap-tahap aplikasi penelitian dan berbagai kegiatan nan akan dilakukan, serta waktu nan dibutuhkan buat setiap kegiatan. Beberapa contoh termin kegiatan. Misalnya, studi kepustakaan, penulisan proposal, pengumpulan data, aplikasi penelitian, dan penulisan laporan. Skedul penelitian bisa dibuat dalam bentuk matriks atau time table.
  1. Rincian biaya, memuat kebutuhan dana buat melakukan penelitian. Namun, dalam proposal penelitian skripsi bagian ini sering kali ditiadakan.


Bagian Akhir

Bagian akhir dari proposal penelitian skripsi, memuat daftar pustaka dan lampiran-lampiran. Daftar pustaka berisi daftar buku acum atau surat keterangan nan digunakan sebagai sumber bacaan sebelum dan selama melakukan penelitian, hingga penulisan laporan.

Demikianlah sekilas pengetahuan dasar tentang penulisan proposal penelitian skripsi. Untuk menutup tulisan ini simaklah satu hal krusial berikut! Dalam kurikulum pendidikan Tingkatan satu (S1) di Indonesia, skripsi dikelompokkan dalam Mata Kuliah Keahlian (MKK). Dengan demikian, jika mahasiswa dinyatakan lulus pada mata kuliah tersebut, artinya nan bersangkutan dianggap telah memiliki kompetensi buat berkarya sinkron dasar keilmuan dan keterampilan nan dipelajarinya selama menempuh pendidikan Tingkatan Satu (S1).

Jaminan tersebut secara tak langsung menuntut agar mahasiswa benar-benar memahami apa nan diteliti dan dilaporkannya dalam skripsi. Untuk itu, sudah seharusnya bila mahasiswa mengerjakan sendiri seluruh termin penyusunan skripsi, bukan hanya pada penulisan proposal penelitian skripsi. ***