Ruang Lingkup Perdagangan Internasional

Ruang Lingkup Perdagangan Internasional

Setiap negara di global memiliki kekayaan atau potensi alam nan berbeda-beda. Untuk memenuhi kebutuhan domestik nan tak terpenuhi sebab ketiadaan sumber daya alam di negara tersebut, maka dilakukanlah kerjasama dengan negara-negara lain. Kegiatan kerjasama ekonomi antar penduduk suatu negara dengan negara lain disebut perdagangan internasional .

Definisi perdagangan internasional yaitu perdagangan nan dilakukan penduduk suatu negara dengan penduduk dari negara lain berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Di berbagai negara, perdagangan ini menjadi faktor primer buat meningkatkan GDP.

Perdagangan internasional dilakukan baik antara negara maju dengan negara berkembang, sesama negara maju, ataupun sebaliknya. Antara pemerintah dengan pemerintah negara lain, pemerintah suatu negara dengan perseorangan. Misalnya, Negara Indonesia belum mampu memproduksi pesawat tempur dengan standart internasional, maka dilakukanlah perjanjian perdagangan internasional dengan negara-negara maju nan sudah mampu melakukannya.

Tidak ada satupun negara di global ini nan tak melakukan perdagangan internasional, meskipun negara tersebut terkena status larangan ekonomi. Negara Kuba nan dikucilkan dari kancah perekonomian global tetap melakukan transaksi jual beli dengan negara tetangganya, sebab memiliki sumber daya alam nan dibutuhkan negara lain. Bahkan, negara maju sekalipun akan melakukan perdagangan internasional dengan negara lain.

Pada banyak negara, perdagangan internasional bisa meningkatkan GDP atau Gross Dometic Product . GDP atau dalam bahasa Indonesia disebut produk domestik bruto ialah nilai pasar suatu produk barang dan jasa dalam suatu negara buat periode tertentu, biasanya selama satu tahun. Semakin tinggi PDB, maka semakin besar nilai pendapatan nasional suatu negara.

Jika melihat sejarahnya, perdagangan internasional sudah dilakukan ribuan tahun lalu. Tapi, akibat terhadap kepentingan ekonomi, kepentingan sosial, dan kepentingan politik baru bisa dirasakan beberapa abad lalu. Perdagangan internasional ternyata juga membawa akibat terhadap sektor-sektor lainnya, seperti mendorong industrialisasi, mempengaruhi kemajuan di bidang transportasi, globalisasi, serta lahirnya perusahaan multinasional.

Perdagangan internasional dapat dikatakan kompleks dan berbelit-belit jika dibandingkan penyelenggaraan perdagangan di dalam negeri. Hal ini disebabkan oleh batas-batas politik serta kenegaraan nan akhirnya sedikit menghambat transaksi perdagangan, misalnya adanya bea, tarif, dan jatah barang impor.



Tata Cara Pembayaran pada Perdagangan Internasional

Tiap negara memiliki nilai mata uang nan berbeda satu dengan lainnya. Agar pada saat transaksi perdagangan internasional tak terjadi masalah, maka pihak nan terlibat sebagai pembeli membutuhkan mata uang asing atau valuta asing (valas). Kebutuhan akan mata uang asing bisa teratasi dengan adanya forum nan spesifik memperjualbelikan valuta asing. Forum tersebut ialah bursa valuta asing.

Bursa valuta asing dilakukan oleh bank-bank pemerintah, bank swasta, atau bank partikelir asing nan spesifik memperjualbelikan mata uang asing. Beberapa tahun nan lalu, Eropa sudah menggunakan nilai mata uang Euro spesifik bagi negara-negara anggota Uni Eropa. Hal ini dimaksudkan tak hanya buat memudahkan transaksi perdagangan internasional antar negara-negara Eropa, namun juga membangun kekuatan ekonomi baru di dunia.

Ambisi nan sama juga coba diwujudkan oleh negara-negara di Asia Tenggara atau nan tergabung dalam ASEAN. Meskipun masih dalam wacana, namun bukan tak mungkin dalam beberapa tahun ke depan akan terwujud perdagangan internasional tersebut.



Asal Mula Timbulnya Perdagangan Internasional

Walaupun telah dilakukan sejak ribuan tahun nan lalu, akibat perdagangan internasional terhadap perkembangan ekonomi, politik, sosial dan budaya suatu negara baru terasa berabad-abad kemudian. Ada beberapa teori nan menjelaskan sebab-sebab munculnya perdagangan internasional.

Menurut Adam Smith, suatu negara bisa dikatakan mempunyai keunggulan absolut dibanding negara lain, jika negara tersebut mampu memproduksi barang serta jasa nan tak mampu diisediakan negara lain. Teori ini kemudian disebut dengan istilah Theory of Absolute Advantage atau teori keunggulan mutlak.

Sedangkan menurut teori keunggulan komparatif atau Theory of Comparative Advantage nan dikembangkan David Ricardo, negara nan memiliki keunggulan absolut ialah nan mampu menghasilkan produk barang dan jasa dengan harga nan lebih murah dibandingkan negara lain.

Secara spesifik, sebab-sebab munculnya perdagangan internasional ialah sebagai berikut:



1. Hasil Produksi nan Berbeda

Hasil produksi nan berbeda antara negara nan satu dengan negara lainnyaKetersediaan sumber daya alam nan berbeda pada tiap negara, memunculkan kerjasama ekonomi atau perdagangan internasional. Indonesia sebagai negara agraris, mampu memproduksi hasil pertanian lebih besar dibandingkan Negara Korea atau Jepang. Sebaliknya, Indonesia membutuhkan produk-produk elektronik, nan banyak diproduksi Korea dan Jepang.



2. Harga Barang Berbeda Tiap Negara

Seringkali harga produk suatu barang lebih murah di negara lain daripada di dalam negeri. Misalnya, harga komputer lebih murah di Korea atau Cina dibandingkan di Indonesia, maka memotivasi orang-orang di Indonesia buat membeli komputer di negara-negara tersebut.



3. Tingginya Produktivitas Negara

Beberapa negara memilih memproduksi beberapa jenis barang eksklusif saja, baru kemudian melakukan perdagangan internasional . Spesialisasi ini dimaksudkan agar produktivitas suatu negara menjadi tinggi.



Ruang Lingkup Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional berhubungan dengan berbagai kegiatan, seperti:

  1. Perpindahan barang dan jasa dari satu negara ke nagara lain atau disebut dengan istilah transfer of goods and services .
  1. Perpindahan kapital melalui penanaman kapital asing dari luar negeri ke dalam negeri ( transfer of capital ).
  1. Perpindahan tenaga kerja nan mempengaruhi pendapatan devisa suatu negara. Dalam proses ini pelu adanya supervisi prosedur nan sering disebut transfer of labour .
  1. Perpindahan teknologi melalui cara pendirian pabrik-pabrik di negara lain. Kegiatan ini disebut transfer of technology .


Faktor Pendorong

Faktor-faktor nan menyebabkan suatu negara melakukan perdagangan internasional adalah:

  1. Dalam rangka memenuhi kebutuhan barang dan jasa.
  2. Untuk mendapatkan laba serta meningkatkan pendapatan negara.
  3. Terdapat disparitas kualitas dominasi ilmu pengetahuan dan teknologi buat mengolah sumber daya ekonomi.
  4. Terjadi kelebihan produk di dalam negeri sehingga diperlukan market baru buat memasarkan produk tersebut.
  5. Sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk nan tak sama di setiap negara sehingga terjadi disparitas hasil produksi serta adanya keterbatasan produksi.
  6. Adanya permintaan barang nan sama atau selera nan sama.
  7. Adanya keinginan kolaborasi antarnegara.
  8. Lahirnya era globalisasi.


Kelebihan dan Kekurangan Perdagangan Internasional

Keuntungan dari diadakannya perdagangan internasional tentu saja dirasakan baik oleh penjual maupun pembeli, importir dan eksportir. Bagi importir, mereka dimudahkan mendapatkan barang nan diinginkan, sedangkan eksportir dimudahkan dalam mendapatkan pasar.

Selain itu, ada beberapa laba lain dari dilakukannya perdagangan internasional :

  1. Persahabatan antarnegara menjadi semakin erat. Semakin intensnya kerjasama ekonomi antar dua negara, maka semakin memperkuat interaksi simbiosis mutualisme atau saling membutuhkan antar kedua belah pihak.
  1. Kemakmuran negara meningkat. Perdagangan internasional bisa meningkatkan pendapatan suatu negara, sebab jika dalam pasar domestik terjadi kelebihan barang, maka bisa dijual kepada negara nan membutuhkannya. Semakin tinggi daya jual, maka semakin besar pula pendapatan nan diterima suatu negara, sehingga bisa memakmurkan rakyatnya.
  1. Kesempatan kerja semakin luas. Banyaknya permintaan akan produk barang dan jasa dari luar negeri, membutuhkan banyak tenaga kerja. Hal ini mengakibatkan lapangan pekerjaan semakin luas, serta mengurangi jumlah pengangguran.
  1. Semakin majunya ilmu pengetahuan nan mendukung teknologi. Banyaknya persaingan dari negara importir lainnya, menuntut pelaku ekonomi memproduksi barang nan berkualitas. Untuk itu, kemajuan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan, agar produk domestik bisa bersaing dengan negara lain.
  1. Tercipta spesialisasi dan efisiensi produk negara nan memproduksi barang-barang tertentu, akan meningkatkan efisiensi produksi. Pelaku industri ekonomi hanya fokus pada produk tertentu, sehingga kualitasnya terjaga dan pangsa pasarnya sudah tersedia.

Ibarat dua sisi mata uang, perdagangan internasional juga menimbulkan akibat negatif pada suatu negara. Berikut di antaranya:

  1. Suatu negara akan sangat bergantung pada negara lain.
  1. Menimbulkan persaingan tak sehat dalam perdagangan internasional.
  1. Masyarakat menjadi lebih konsumtif.
  1. Memunculkan bentuk ‘penjajahan’ dalam bidang ekonomi oleh negara maju.


Penyebab Perdagangan Internasional Terhambat

Hambatan atau masalah dalam melakukan perdagangan internasional berasal dari internal maupun eksternal. Secara detail hambatan-hambatannya ialah sebagai berikut:

  1. Kondisi keamanan di dalam negeri. Semakin kondusif suatu negara, maka semakin menarik minat pihak luar buat melakukan investasi di dalam negeri.
  1. Regulasi pemerintah dalam bidang ekonomi internasional. Kebijakan pemerintah seperti membatasi jumlah import, tingginya pajak import dan eksport, hingga perizinan nan berbelit-belit, menghambat kelancaran perdagangan internasional.
  1. Kurs mata uang nan tak stabil. Nilai mata uang suatu negara nan tak stabil, mengakibatkan para eksportir maupun importir menjadi kebingungan menentukan atau menawar harga suatu barang. Kesulitan ini akan mengakibatkan keengganan pedagang internasional buat melakukan kegiatan eksport dan import.

Melakukan perdagangan internasional merupakan keniscayaan nan tak dapat dihindari oleh negara manapun. Namun, bukan berarti dengan alasan kerjasama ekonomi internasional, hal ini justru merugikan pelaku ekonomi kecil di dalam negeri.

Lihatlah betapa ironinya negara Indonesa, bangsa nan bisa memproduksi beras, garam, buah-buahan, bahkan singkong sekalipun ternyata masih harus import dari negara lain. Untuk itu, ditunggu keberanian dan kemauan dari pemerintah, agar membuat kebijakan perdagangan internasional nan lebih visioner dan pro kepada rakyat.